Elea dan Ghazi harus menikah karena perjodohan kilat yang di buat oleh kedua orang tua mereka yang random.
Gadis bar-bar yang tomboy harus menikah dan hidup bersama dengan pria yang tengil dan menyebalkan. Apalagi di sekitar Ghafi ada banyak wanita yang selalu menganggu rumah tangganya. Sanggupkah Elea menghadapi mereka di tengah rumah tangga yang gonjang-ganjing tanpa adanya cinta di antara mereka.
Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka? Pastinya hanya akan di penuhi dengan pertengkaran dan keributan. Mereka tak pernah akur dan selalu adu mulut setiap bertemu seperti Tom and Jerry. Apakah pada akhirnya mereka akan saling mencintai ataukah akan memilih jalannya sendiri-sendiri?
Yuk, ikuti terus kisah cinta mereka! Cekidot!
Jangan lupa baca juga buku othor yang lain ya kak. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elea-Ghazi 2
"Seriusan di rumah ini cuma ada satu kamar? Astaga apa-apaan mereka!" teriak Ghazi saat masuk ke dalam rumah mereka dan ternyata dalam rumah satu lantai itu hanya ada satu kamar.
"Berisik lah! Kamu tidur di luar aku tidur di kamar. Nggak kuat mau rebahan! Kaki sama pinggang aku pegal sekali!" ucap Elea berjalan menuju kamar satu-satunya di rumah itu.
"Enak aja! Kamu saja yang tidur di luar! Aku tidur di kamar!" Ghazi tak mau kalah dan berlari lebih dahulu menuju kamar.
"Enak saja! Kamu tuh cowok! Gentleman dikit bisa nggak sih? ngalah dikit sama cewek Napa! Suami kok jahat banget, masa istrinya di suruh tidur di luar! Mau kualat kamu?" Elea tak mau kalah dan menarik tangah Ghazi.
"Mana ada yang begitu! Pokoknya aku yang tidur di kamar dan kamu di luar!" Ghazi enggan berbagi dengan wanita yang baru di nikahinya itu.
"Repot amat sih mau tidur juga!" kesal Elea.
Di antara mereka tak ada yang mau mengalah alhasil malah main tarik-tarikan. Keduanya benar-benar seperti anak kecil yang berebut mainan. Perkara kamar cuma ada satu saja mereka ributnya minta ampun. Padahal mereka berdua sudah telah menjadi suami istri. Tak masalah dan tak ada salahnya tidur dalam satu ranjang bersama.
bruuuukkk
"Aku sebelah sini! Jangan ganggu! Aku gak kuat pegal sebadan-badan! Butuh rebahan yang enak dan tidur! Kalau kamu nggak mau tinggal bawa bantal dan tidur di sofa televisi sana!" Elea memberi batas di tengah dengan guling dan merebahkan badannya di sisi tempat tidur.
"Idih, siapa yang mau ganggu kamu? Aku juga capek kali mau tidur! Awas jangan melewati batas guling ingin kalau tidak aku tendang kamu dari sini" jawab Ghazi merebahkan diri di sisi lainnya.
"Ya udah tidur sono nggak usah berisik dan bawel! Lagian siapa juga yang mau lewat ke sono!" jawab Elea yang bahkan belum mengganti pakaian kebayanya, begitupun dengan Ghazi.
"Kamu mau tidur pakai baju begituan hah? ganti dulu sono!" tanya Ghazi yang merasa gerah sendiri melihatnya.
"Bodo lah! Aku nggak kuat ngantuk banget. Nanti ganti baju setelah tidur, udahlah aku ngantuk banget ini Ghazi. nanti saja kalau mau bertengkar! Aku harus mengumpulkan tenaga dulu! Orang tua kita benar-benar bikin repot! Ah, jadi sakit kepala kan mikirin hal itu!" ucap Elea yang sudah tidak kuat menahan rasa kantuknya dan berbalik memunggungi Ghazi.
Begitupun dengan Ghazi yang lebih memilih memunggungi Elea. Hingga akhirnya dia tertidur begitupun dengan Ghazi. Mereka terlihat sangat lelah dengan semua yang terjadi hari ini. Hari yang sudah membuat hidup mereka seratus delapan puluh derajat tak sama lagi. Apa yang harus mereka lakukan dengan pernikahan tanpa cinta ini? Status yang melekat dalam diri mereka tak bisa hilang begitu saja. Karena kedua orang tau mereka pasti akan murka.
"Heh bangun! Mandi sana! Kita harus bicara serius! Aku tunggu di rung televisi!" Ghazi membangunkan istrinya yang masih terlelap dengan baju kebaya lengkap dengan make up yang sudah berpindah ke bantal.
"Lima menit lagi Ma ... Aku masih ngantuk ini, matanya kayak di lem," jawab Elea tanpa membuka matanya.
"Astaga apa begini kelakuan wanita yang Mami dan papi pilih untuk menjadi istriku? Bahkan bangun saja sulit, mana ileran lagi!" omel Ghazi dan menarik tangan Elea untuk bangun.
"Bangun! Cepat mandi dan ganti sarung bantalnya! Liat noh, banyak make up sama iler kamu!" tunjuk Ghazi membawa bantal ke hadapan Elea.
"ish, iya ... Iya, repot banget sih perkara bantal doang heboh bukan main!" kesal Elea membawa banyak dari tangan Ghazi dan menyimpannya kembali.
"Astaga! Cepat mandi Elea! Malah mau tidur lagi!", kesal Ghazi kembali menarik tangan Elea yang akan merebahkan badannya kembali.
"Mau ngapain sih? Aku masih ngantuk ini!" kesal Elea tapi akhirnya berdiri dan berjalan menuju lemari mencari pakaian miliknya. Elea yang masih mengantuk asal mengambil pakaian.
"Astaga, papi dan mami harus lihat kelakuan dia!" ucap Ghazi pelan.
Dia mengambil video Elea yang seperti zombie. Rambut dan dandanannya sudah tak beraturan. Rasanya Ghazi malah brigidig melihat penampilan Elea yang seperti itu. Bisa-bisanya kedua orang tua dia mencarikan istri modelan begitu. Padahal selama ini wanita yang dekat dengannya adalah wanita yang cantik dan juga seksi.
Ghazi keluar dari dalam kamar dan menunggu di ruang televisi dan menyeduh kopi. Cukup lama Elea berada di dalam kamar mandi membuat Ghazi kesal juga dengan wanita yang belum satu hari jadi istrinya itu.
"Lelet amat sih perkara mandi saja! Udah kayak tuan putri saja!" kesal Ghazi saat melihat Elea keluar dari dalam kamar dengan rambut yang masih basah tergerai
"cantik. Sial kenapa dia sangat cantik dengan rambut basah seperti itu! Astaga, itu kaos aku yang dia pakai. Sepetinya dia tidak sadar! Wanita macam apa yang aku nikahin ini ya Tuhan!" batin Ghazi.
"Emang aku tuan putri! Masalah?", jawab Elea berjalan ke dapur dan membuat minuman coklat jangan dan duduk di sebelah Ghazi yang sudah menunggunya dari tadi. Bahkan wajah Ghazi sampai di tekuk karena kesal menunggu Elea.
"Nggak usah seperti itu kali wajahnya! Ya udah ayo cepat katakan! Apa kita mau berantem? Kalau mau sparing di luar ayo!" tanya Elea membuat Ghazi menyentil kening istrinya.
"Sakit Ghazi!" kesal Elea meringis sambil mengusap keningnya.
"Makanya ngomong yang benar! Aku ini suamimu sekarang!" jawab Ghazi.
"Iya lah si paling suami! Kita mau ngomongin apa? Mau pisah?" tanya Elea santai.
"Aiya aku ingin kita secepatnya mengakhiri pernikahan konyol yang di buat kedua orang tua kita. Tapi, aku tak bisa! Ah sial-an! Kalau aku pisah dengan kamu maka aku akan jatuh miskin!" kesal Ghazi mengacak rambutnya sendiri. Sedangkan Elea terlihat santai dan tenang sambil menyeruput coklat hangat di tangannya.
"Repot amat sih! Memangnya kamu punya pacar? Kalau punya kenapa nggak katakan kepada kedua orang tua kamu? jadinya kita nggak usah menikah seperti ini! Kalau aku sih emang nggak punya! Dari dulu jomblo, cuma punya pria yang aku suka tapi sudahlah," tanya Elea.
"Aku nggak punya pacar yang serius. Tapi aku ..." ucap Ghazi malu sendiri mengatakannya kepada Elea.
"Cuma mainin mereka saja? Habis manis sepah di buang gitu? Ninggalin benih dan pergi begitu saja? Idih, lelaki menji-jikan!" tuduh Elea.
triiiing
Ssstttt
"Sakit Ghazi! kamu mau bikin kening aku benjol hah!" kesal Elea saat Ghazi kembali menyentil keningnya.
"Makanya kalau ngomong yang bener! Aku nggak pernah sampai segitunya sama mereka! Tapi aku memang menyukai wanita cantik dan sexy. Aku hanya mengajak mereka dinner dan udah aja sih!" jawab Ghazi.
"Sok kegantengan Lo!" Elea memukul bahu Ghazi.
Akhirnya pembicaraan mereka kembali di akhiri dengan perdebatan antara keduanya. Entahlah akan bagaimana nasib pernikahan mereka setelahnya.
semoga ghazi dpt hukuman dr papi reno D asingkan k planet Pluto sebulan mh
jadinya pada mikir dih gampang Banggt yah gitu doang terhuraaaaaahhh El El kembali ke setelan aja lah lovely doply nanti kalau dia udah bucin
Thor yg Kirana ga lanjut lagi kah?
istri cuma ngikut apa yg di lakukan suaminya ga salah Dong,,
elea pingin curut itu kasihan