mengisahkan perjalanan Liu Wei, seorang pemuda yang kehilangan desa dan keluarga karena serangan kelompok jahat Pasukan Bayangan Hitam. Setelah bertemu Chen Mei dari Sekte Bintang Penyusun, ia mengetahui bahwa dirinya adalah salah satu dari enam Pendekar Bintang terpilih yang bertugas menjaga keseimbangan alam semesta.
Dengan membawa Pedang Angin Biru pusaka keluarga dan Kalung Panduan Bintang, Liu Wei harus mencari Pendekar lainnya sebelum Pasukan Bayangan Hitam yang dipimpin oleh Zhang Feng menangkap mereka semua dan mendapatkan Lima Batu Kekuatan yang bisa menghancurkan dunia. Perjalanan penuh bahaya menantinya, di mana ia harus menguasai kekuatan batinnya dan menyatukan kekuatan rekan-rekannya untuk menghadapi ancaman kegelapan yang semakin besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reijii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Sisa—Sisa Kegelapan
Setelah berhasil menangani kelompok pencuri di wilayah barat, pemimpin generasi baru Xiao Ming memutuskan untuk melaksanakan misi penting: membersihkan sisa-sisa energi gelap yang tersebar di seluruh dunia. Dia yakin bahwa selama energi itu masih ada, dunia akan selalu terancam kehancuran. Bersama Li Na, Zhang Tao, dan Lin Lin, mereka merencanakan perjalanan ke empat lokasi yang diduga masih menyimpan jejak kegelapan: Guwa Gelap di Pegunungan Utara, Danau Kegelapan di Wilayah Tengah, Hutan Gelap di Wilayah Timur, dan Puncak Kegelapan di Wilayah Selatan.
Mereka memulai perjalanan dari Guwa Gelap. Di dalam gua, udara dingin dan lembap, dengan kilat gelap yang menyambar sesekali. Xiao Ming merasakan getaran energi gelap yang kuat. “Hati-hati,” ucapnya kepada teman-temannya. “Energi ini bisa mempengaruhi pikiran dan emosi kita.” Mereka berjalan dengan hati-hati, menggunakan kekuatan masing-masing untuk melindungi diri. Lin Lin menerangi gua dengan Cahaya, membuat jejak kegelapan terlihat jelas. Zhang Tao mengangkat batu untuk menghalangi jalan makhluk kegelapan kecil yang muncul. Li Na mengendalikan Air untuk membungkus energi gelap, sedangkan Xiao Ming menggunakan Api untuk membakarnya. Setelah berjuang selama berjam-jam, mereka berhasil membersihkan gua dari energi gelap, membuatnya kembali tenang dan cerah.
Selanjutnya, mereka menuju Danau Kegelapan. Air danau berwarna hitam pekat, tidak memantulkan cahaya matahari. Di dasar danau, ada sumber energi gelap yang membuat makhluk air menjadi ganas. Li Na segera bertindak, menggunakan kekuatan Air untuk membersihkan danau dari pengaruh kegelapan. Dia mengangkat air ke atas permukaan, membiarkan cahaya matahari menyinari dan menyucikannya. Xiao Ming menggunakan Api untuk memanaskan air, mempercepat proses penyembuhan. Zhang Tao menyebarkan nutrisi ke dasar danau, membuat tumbuhan air tumbuh kembali. Lin Lin menerangi danau dengan Cahaya, membuat makhluk air menjadi tenang. Setelah beberapa hari, danau kembali jernih, dengan ikan berenang bebas dan burung menyebar ke udara.
Dari Danau Kegelapan, mereka melanjutkan ke Hutan Gelap. Pohon-pohon di hutan tumbuh dengan ranting yang kusut, menyembunyikan cahaya matahari. Energi gelap membuat hutan menjadi gelap dan menakutkan, dengan makhluk hutan yang menjadi ganas. Lin Lin menerangi hutan dengan Cahaya, membuat pohon-pohon kembali tumbuh dengan sehat. Zhang Tao mengembalikan kesuburan tanah, membuat bunga-bunga mekar. Li Na mengendalikan Air untuk menyiram hutan, sedangkan Xiao Ming menggunakan Api untuk membakar sisa-sisa energi gelap. Mereka bekerja sama, membersihkan setiap sudut hutan dari pengaruh kegelapan. Setelah beberapa hari, hutan kembali hijau dan segar, dengan burung menyanyi dan makhluk hutan hidup dengan damai.
Terakhir, mereka menuju Puncak Kegelapan. Di puncak gunung, angin bertiup kencang dengan energi gelap yang menyakitkan. Kilat gelap menyambar terus-menerus, membuat keadaan sangat berbahaya. Xiao Ming memimpin serangan, menggunakan Api untuk melawan angin gelap. Li Na mengendalikan Air untuk membungkus kilat, Zhang Tao mengangkat batu untuk membentuk tembok pelindung, dan Lin Lin menerangi puncak dengan Cahaya. Mereka menyatukan kekuatan, menyerang sumber energi gelap di puncak gunung. Setelah pertempuran yang berat, mereka berhasil menghancurkan sumber energi itu, membuat angin menjadi tenang dan langit kembali cerah.
Setelah menyelesaikan misi di empat lokasi, mereka kembali ke Sekolah Bintang Penyusun. Para guru memberikan pujian yang hangat. Liu Wei menepuk bahu Xiao Ming dengan bangga. “Kalian telah melakukan pekerjaan yang luar biasa,” ucapnya. “Dengan membersihkan sisa-sisa energi gelap, kalian telah membuat dunia menjadi lebih aman.” Xiao Ming tersenyum, merasa penuh rasa syukur. “Ini tidak mungkin dilakukan sendirian,” ucapnya. “Kita berhasil karena kita bekerja sama.”
Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Saat malam tiba, Su Yin merasakan getaran energi yang tidak biasa dari arah Kuil Bintang. “Ada sesuatu yang salah,” ucapnya dengan suara tegang. “Sepertinya ada sumber energi gelap yang lebih kuat yang kita lewatkan.” Xiao Ming segera berdiri, matanya penuh tekad. “Kita akan menyelidiki ini,” ucapnya. “Kita tidak akan membiarkan kegelapan kembali mengancam dunia.” Bersama teman-temannya, mereka bergerak cepat ke Kuil Bintang, siap menghadapi tantangan baru yang lebih besar.