Mengisahkan perjalanan seorang wanita yang bernama Aisyah yang di campakan dan di duakan oleh suaminya Zakir namun di angkat derajatnya oleh seorang CEO yang bernama Devan.
Bagaimanakah perjalanan hidup dan cinta antara Aisyah, Devan dan Zakir?
Apakah Aisyah akan menemukan kebahagiaan setelah tersakiti?
Ikutilah kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kino alvian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
POV ZAKIR
POV ZAKIR
Hidup bersama Aisyah awalnya sangatlah bahagia. Aku merasakan bahwasannya rumah tanggaku adalah yang paling istimewa. Walaupun aku masih karyawan biasa, belum punya jabatan namun istriku Aisyah selalu mendukungku apapun itu.
Hari demi hari aku bersama Aisyah semakin bahagia, walaupun awalnya tak ada rasa cinta di antara kami. Namun aku tetap menghormati Aisyah selayaknya istri dan begitu pula sebaliknya. Aisyah memang cantik, saat mengandung anak ku Zila pun Aisyah masih tetap cantik.
Iya kami menikah karena di jodohkan. Lebih tepatnya orang tuaku ingin Aisyah yang menjadi jodoh ku.
2 tahun sudah rumah tanggaku bersama Aisyah. Di mana hari ini aku mendapatkan promosi naik jabatan. Aku sangatlah bahagia. Malamnya rekan-rekan kantorku mengajak makan malam di sebuah restoran sebagai perayaan kecil-kecilan.
Aku menelepon Aisyah menyuruhnya untuk siap-siap
karena aku akan mengajak Aisyah untuk ikut makan malam bersama kawan-kawanku.
Setibanya di restoran aku bersama Aisyah menuju tempat di mana rekan kerjaku sudah datang dan berkumpul.
Awalnya aku biasa saja, namun tiba-tiba kawanku nyeletuk,
"Zakir apa itu istri mu?" Tanya rekanku.
"Iya bro ini istri dan anak ku." Jawabku.
Aisyah hanya tersenyum sambil momong Zila yang agak rewel.
"Oh, kamu kok tidak malu, masa penampilannya begitu?Lihat tu si Vera beuh udah sexy, bening lagi. Walaupun dia janda anak 1 tapi bodynya behhh mantap betul." Ucap kawanku sambil berbisik.
Akupun menatap ke arah Vera, awalnya aku biasa aja. Namun begitu Vera melemparkan senyuman entah kenapa aku malah jadi tertarik.
Aku malah terpana oleh Vera, dan menimbulkan rasa grogi dalam diriku. Karena grogi aku pamit pada Aisyah untuk ke toilet sebentar.
"Ais, mas ke toilet dulu ya!" Ucap aku.
"Iya mas," kata Aisyah sambil menganggukkan kepalanya.
Aku langsung menuju ke toilet. Entah kenapa melihat penampilan Vera nafsuku sebagai laki-laki naik.
Sedang asik mencuci tangan tiba-tiba Vera datang dari arah berlawanan, mungkin dia mau ke kamar kecil aku mencoba biasa saja.
Namun ternyata Vera malah menghampiriku dan memeluk ku dari belakanh, awalnya aku kaget namun setelah beberapa saat dengan senang hati aku meladeninya.
"Mas Zakir," ucap Vera.
Ku balikan badanku dan memandangi wajahnya. Aku menatap Vera tanpa berkedip, entah kenapa aku merasa ingin sekali mencumbunya saat ini juga.
Ternyata Vera menangkap kegelisahanku, Vera dengan beraninya mendekat dan mulai mencium rahangku.
Entah setan dari mana aku juga memberanikan diri untuk mencumbu Vera. Bak gayung bersambut, Vera ikut membalasnya.
Aku sangatlah senang . Aku terus menghisap bibirnya Vera. Sedangkan tanganku pun tak tinggal diam. Aku terus mencari apa yang aku cari. Saat sedang asik bercumbu buah dadanya si Vera, handphoneku berdering yang ternyata Aisyah yang menelpon. Ah sial aku terpaksa berhenti.
Aku hatus menyudahi permainan ini karena Aisyah. Aku juga meminta maaf pada Vera karena telah lancang, namun hal tak terduga justru ku dengar dari bibirnya yang ranum, setengah berbisik dia mendekat ke arah telingaku.
"Jika mas Zakir mau melanjutkan yang tadi, Vera siap melayani mas Zakir." Kata Vera sambil mencium pipiku.
Aku rasanya mau melayang dengan kecupannya, sungguh berbeda dari yang kurasakan saat bersama Aisyah.
Sebelum benar-benar pergi, ku raih tangannya Vera
"Bisa aku minta nomer mu? Biar gampang aku hubungi?"
Dengan senyum menggoda Vera menganggukkan kepalanya. Dan malam itu kami pun akhirnya bertukar nomer hape.
siippp zila🤗🤗🤗