NovelToon NovelToon
Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Psikopat / CEO / Romantis / Mafia / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cerrys_Aram

Elara Vance mengira hidupnya di London akan tenang setelah lulus kuliah seni. Namun, satu kesepakatan rahasia ayahnya menyeret Elara ke dunia Julian Moretti—pengusaha muda dengan pengaruh luar biasa yang gerak-geriknya selalu dipenuhi misteri. Demi melindungi keluarganya, Elara setuju untuk masuk ke dalam sebuah pernikahan kontrak.

​Julian itu dingin dan penuh kendali, namun ia memiliki satu aturan: tidak boleh ada yang menyentuh Elara selain dirinya. Di balik kemewahan mansion Moretti, Elara harus mencari tahu siapa pria itu sebenarnya, sambil menyembunyikan cincin rahasia di jarinya yang menjadi tanda bahwa ia adalah milik sang penguasa bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerrys_Aram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: IDENTITAS YANG DICURI

Enam Bulan Kemudian.

London, Markas Besar Dewan Moretti.

Dunia tidak pernah benar-benar berubah bagi orang-orang di puncak piramida, kecuali satu hal: Julian Moretti telah dihapuskan dari sejarah. Namanya tidak lagi diucapkan, kantornya telah dialihfungsikan, dan sosoknya mendekam di sel isolasi bawah tanah yang tak tertembus.

Di lantai atas, dalam sebuah pesta gala eksklusif untuk merayakan restrukturisasi aset Dewan, seorang wanita masuk dengan keanggunan yang membekukan ruangan.

Ia tidak mengenakan jubah tidur atau pakaian donasi yang kotor. Ia mengenakan gaun haute couture berwarna merah darah yang kontras dengan kulit pucatnya. Rambutnya yang dulu terurai bebas, kini disanggul rapi dengan tusuk konde perak berbentuk belati tipis.

Namanya adalah Elena Vancroft. Setidaknya, itulah yang tertera di paspor diplomatik Swiss miliknya.

"Nona Vancroft, sebuah kehormatan Anda bersedia hadir," Baron Vane mendekat, mencium tangan wanita itu dengan sopan santun palsu yang memuakkan.

Elara—yang kini menjadi Elena—tersenyum. Senyum yang tidak mencapai matanya yang kini tajam dan waspada. Operasi itu sukses besar; penglihatannya kini lebih tajam dari manusia normal, berkat sisa teknologi Silk yang diintegrasikan secara permanen dengan sistem saraf optiknya.

"London selalu menarik bagi investor seperti saya, Baron," ucap Elara, suaranya kini lebih rendah, lebih terkontrol. "Saya dengar Dewan sedang mencari mitra baru untuk mengelola 'aset-aset yang terbengkalai' peninggalan Moretti."

Baron Vane sedikit terperangah. "Anda sangat berwawasan luas untuk seseorang yang baru tiba dari Zurich."

"Informasi adalah mata uang yang paling berharga, bukan?" Elara menyesap champagne-nya, matanya menyisir ruangan.

Di sudut aula, ia melihat Silas Vane. Pria itu tidak mati. Ia duduk di kursi roda, separuh wajahnya lumpuh akibat ledakan di pelabuhan, namun matanya masih memancarkan kebencian yang sama. Elara merasakan sensasi panas di matanya—sebuah peringatan dari sistem sarafnya bahwa target berbahaya terdeteksi.

Tenang, Elara. Jangan sekarang, bisiknya dalam hati.

Tujuannya malam ini bukan Silas. Tujuannya adalah mendapatkan akses ke sistem keamanan rubanah—tempat Julian disekap.

"Saya dengar," Elara memulai kembali, suaranya sangat halus, "bahwa Julian Moretti meninggalkan sebuah catatan enkripsi yang belum bisa dipecahkan. Sebagai kolektor barang-barang antik digital, saya sangat tertarik untuk melihatnya."

Baron Vane tertawa kecil. "Julian adalah masa lalu yang pahit, Elena. Dia adalah pengkhianat yang sedang menunggu ajalnya."

Hati Elara berdenyut sakit mendengar kata "ajal", namun wajahnya tetap seperti pualam. "Sayang sekali. Padahal saya sangat suka menjinakkan sesuatu yang dianggap... tidak bisa dikendalikan."

\*\*\*

Tengah malam, saat pesta masih berlangsung, Elara menyelinap keluar menuju balkon yang menghadap ke arah jeruji ventilasi bawah tanah. Ia mengeluarkan sebuah perangkat kecil berbentuk lensa kontak tambahan.

Saat ia mengenakannya, dunianya berubah menjadi rangkaian kode digital hijau. Kemampuan Silk yang tersisa memungkinkannya untuk "melihat" aliran data di balik dinding beton.

Ketemu, batinnya.

Satu lantai di bawahnya. Sinyal biometrik yang sangat lemah. Detak jantung yang melambat namun tetap konstan—ritme yang ia hafal lebih baik dari detak jantungnya sendiri.

Julian.

"Aku di sini, Julian," bisik Elara ke arah lantai beton. "Dan kali ini, aku tidak datang untuk diselamatkan. Aku datang untuk meruntuhkan kerajaan ini kepadamu."

Tiba-tiba, sebuah suara dingin terdengar dari belakangnya.

"Elena Vancroft... atau haruskah aku memanggilmu, Nona Pelukis?"

Elara berbalik. Silas Vane berada di sana, kursi rodanya bergerak tanpa suara di atas karpet tebal. Ia memegang sebuah pemindai frekuensi biometrik yang berkedip merah.

"Kau pikir Julian adalah satu-satunya yang tahu cara menggunakan teknologi itu?" Silas menyeringai mengerikan. "Selamat datang di rumah, Elara. Kau baru saja berjalan masuk ke dalam jebakan yang sama untuk kedua kalinya."

Namun, Silas tidak menyadari satu hal. Elara yang sekarang bukan lagi gadis yang hanya bisa melempar botol parfum.

Elara menarik belati perak dari rambutnya, membiarkan rambutnya tergerai dalam badai yang mulai turun di London. "Satu-satunya orang yang terjebak di sini, Silas... adalah kau."

1
YuWie
wis pasraho wae elara..
YuWie
hmm latar cerita luar negri ya
Cerrys_Aram: Iya, tadinya konsepnya Indo. Tapi setelah dipikir lagi, konflik dan karakternya lebih cocok kalau latarnya luar negeri.
total 1 replies
YuWie
mulai baca
Arifinnur12
Keren sih iniiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!