NovelToon NovelToon
Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta setelah menikah / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Keluarga / Dokter
Popularitas:404.2k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Jangan lupa follow Author yaaaaa!!!!!!!

Hidup Kayla yang awalnya begitu tenang berubah ketika Ayahnya menjodohkannya dengan seorang pria yang begitu dingin, cuek dan disiplin. Baru satu hari menikah, sang suami sudah pergi karena ada pekerjaan mendesak.

Setelah dua bulan, Kayla pun harus melaksanakan koas di kota kelahirannya, ketika Kayla tengah bertugas tiba-tiba ia bertemu dengan pria yang sudah sah menjadi suaminya tengah mengobati pasien di rumah sakit tempat Kayla bertugas.

Bagaimana kelanjutannya? Bagaimana reaksi Kayla ketika melihat suaminya adalah Dokter di rumah sakit tempatnya bertugas? Apa penjelasan yang diberikan sang suami pada Kayla?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pintarnya Istriku Ini

​Kayla yang sedang memeriksa tetesan infus pasien di kamar 402 bisa mendengar selentingan-selentingan itu saat melewati lorong, ia hanya bisa menunduk menyembunyikan wajahnya yang mendadak panas.

Ada rasa bangga yang membuncah di hatinya mendengar suaminya dipuji begitu setia, namun ia juga merasa terbebani dengan ekspektasi orang-orang terhadap sosok kekasih Arthur.

'​Jika mereka tahu kekasih yang mereka bicarakan adalah koas yang sedang mengecek infus ini, mungkin rumah sakit ini akan meledak,' batin Kayla sambil tersenyum tipis di balik maskernya.

Pukul dua siang, jadwal operasi besar dimulai, kasus kali ini adalah pengangkatan tumor di dasar tengkorak, sebuah prosedur yang membutuhkan tingkat presisi luar biasa. Arthur sudah berada di ruang operasi, berdiri tegak dengan jubah operasi biru dan masker yang menutupi sebagian wajahnya,

​Kayla dan Celine berdiri di zona observasi bersama beberapa koas lainnya, .ereka hanya diperbolehkan memperhatikan dari jarak yang ditentukan. Di sisi lain meja operasi, Karin bertindak sebagai asisten utama, meski baru saja dipermalukan pagi tadi, Karin berusaha tampil profesional, namun tangannya yang sedikit kaku menunjukkan bahwa konsentrasinya belum pulih sepenuhnya.

​"Lihat Dokter Arthur, kalau sudah pegang mikroskop operasi, auranya benar-benar beda ya, seram tapi keren banget," bisik Celine dengan suara sangat pelan.

​Kayla hanya mengangguk, matanya fokus pada setiap gerakan tangan suaminya, ia tahu betul betapa Arthur sangat menghargai kesempurnaan di ruang operasi.

Operasi berjalan selama tiga jam, ketegangan mencapai puncaknya saat mereka harus memisahkan jaringan tumor dari pembuluh darah besar, suara monitor jantung yang berdetak konstan mengisi keheningan ruangan.

​"Dokter Karin, lakukan retraksi di sisi lateral. Hati-hati dengan saraf kranial ke tujuh," perintah Arthur dengan suara datar namun penuh otoritas.

"Baik, Dok," jawab Karin.

​Namun, entah karena pikirannya masih terganggu oleh cibiran para perawat atau karena rasa gugup yang berlebihan setelah ditegur Arthur, tangan Karin sedikit gemetar. Alih-alih melakukan retraksi yang lembut, alat yang ia pegang justru tergelincir.

​Klik...

Suara instrumen yang tidak pada tempatnya membuat Arthur seketika membeku, Karin secara tidak sengaja memotong jaringan kecil yang seharusnya dipertahankan dan darah mulai merembes keluar, menutupi area pandang mikroskop.

​"Apa yang anda lakukan!" suara Arthur menggelegar di ruang operasi.

Arthur segera mengambil alih kendali untuk melakukan penghentian perdarahan, "Saya bilang lateral, kenapa instrumen Anda masuk terlalu dalam?" lanjutnya.

​"M-maaf Dokter Arthur, saya pikir...," Karin tidak dapat melanjutkan ucapannya karena Arthur yang bersuara.

​"Di sini tidak ada tempat untuk saya pikir, Gunakan mata dan anatomi anda!" bentak Arthur tanpa ampun, para asisten dan perawat instrumen tertunduk, tidak berani melihat amukan Arthur.

Kayla yang sejak tadi memperhatikan dari area observasi, melihat dengan jelas kesalahan mendasar yang dilakukan Karin. Sebagai mahasiswi yang setiap malam dibimbing langsung oleh Arthur tentang anatomi saraf, Kayla tahu bahwa kesalahan itu seharusnya tidak dilakukan oleh dokter sekelas spesialis seperti Karin.

​Melihat Karin yang biasanya sombong dan selalu merendahkannya kini gemetar dimarahi habis-habisan oleh Arthur, sebuah lengkungan tipis muncul di bibir Kayla. Di balik masker medisnya, Kayla tersenyum puas, bukan karena ia senang pasien mengalami kendala, tapi karena ia melihat karma instan bagi wanita yang mencoba merusak rumah tangganya.

'Bagus Mas Arthur, marahi terus dia. Buat dia malu sampai dia gak betah disini,' batin Kayla.

Setelah Arthur berhasil mengendalikan perdarahan dan menyelesaikan operasi dengan sukses meskipun ada kendala, ia meletakkan alat bedahnya dengan kasar.

​"Lakukan penutupan luka, saya tidak ingin asisten yang tidak fokus menyentuh pasien saya lebih jauh lagi," ucap Arthur dingin kepada Karin.

Arthur langsung keluar dari ruang operasi untuk melakukan dekontaminasi, Karin berdiri di sana, menjadi pusat perhatian seluruh tim operasi.

Malu yang ia rasakan pagi tadi belum hilang dan sekarang ditambah dengan kegagalan teknis di depan orang yang paling ingin ia buat terkesan, Kayla dan koas lainnya juga mulai keluar dari ruang observasi. Saat berpapasan dengan Karin di area scrub station, Kayla tetap memasang wajah tenang seolah tidak terjadi apa-apa, namun tatapan matanya yang jernih seolah menusuk ego Karin.

Malam harinya, suasana di apartemen jauh lebih hangat dibandingkan atmosfer dingin di rumah sakit tadi siang, Kayla sudah berada di rumah lebih awal, ia telah mandi dan menyiapkan makan malam sederhana namun menggugah selera. Meski lelah setelah berdiri berjam-jam di ruang observasi, rasa puas melihat kejadian di ruang operasi tadi masih menyisakan senyum di wajahnya.

​Sekitar pukul delapan malam, terdengar suara kunci pintu apartemen terbuka. Arthur melangkah masuk dengan bahu yang tampak sedikit turun, tanda bahwa ia benar-benar lelah.

​Kayla segera beranjak dari sofa dan menghampiri suaminya, tanpa banyak bicara, ia menerima tas kerja Arthur dan membantu melepaskan jas luar yang dikenakan pria itu.

​"Capek banget ya, Mas?" tanya Kayla lembut dengan menatap wajah Arthur yang terlihat sedikit kusut.

​Arthur tidak langsung menjawab, ia justru menarik Kayla ke dalam pelukannya, menyandarkan dagunya di bahu sang istri sambil mengembuskan napas panjang. "Ruang operasi tadi benar-benar menguji kesabaranku," gumam Arthur, namun Kayla masih dapat mendengarnya.

Kayla terkekeh kecil sambil mengusap punggung Arthur, "Aku lihat semuanya, Mas. Aku sampai kaget dengar Mas Arthur membentak Dokter Karin sekeras itu, seisi ruang observasi langsung diam seribu bahasa apalagi Celine, dia sampai nggak berani kedip," ucap Kayla.

​Arthur melepaskan pelukannya dan menatap Kayla dengan intens, "Dia hampir saja merusak struktur saraf kranial pasien, itu adalah kesalahan yang tidak bisa dimaafkan hanya dengan kata maaf. Aku tidak peduli dia siapa, di depan meja operasi, nyawa pasien adalah segalanya," ucap Arthur.

"Kamu benar Mas, bagi seorang Dokter tidak ada yang lebih berharga dari nyawa pasien," ucap Kayla.

"Pintarnya istriku ini," ucap Arthur dan mengecup bibir Kayla.

"Ish Mas Arthur ini main c*um aja," ucap Kayla.

"Habisnya bibir kamu nganggur," ucap Arthur.

Belum sempat Kayla bersuara, Arthur kembali membungkam bibir Kayla, kali ini bukan hanya sekadar kecupan, tapi c*uman intens yang begitu menuntut.

"Mas...," panggil Kayla di sela-sela c*uman mereka.

Kayla menatap Arthur dan menggelengkan kepala, "Aku tahu, aku tidak akan melakukannya. Aku hanya ingin berc*uman saja," ucap Arthur.

Arthur kembali membungkam bibir Kayla dan kali ini Kayla membalas lebih berani, namun ia tetap menjaga batasan yang sudah ia sepakati sebelumnya dengan Arthur, di mana mereka tidak akan melakukannya sebelum Kayla siap dan Arthur pun mengerti karena Kayla juga harus menyelesaikan pendidikannya.

.

.

.

Bersambung.....

1
RIKA OCTAVIANA Rika
cerita nya bagus ... banyak belajar ttg istilah kedokteran. author nya pintar sekali sampai bisa memahami bahasa kedokteran ...
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
StAr 1086
next
dyah EkaPratiwi
kejar setoran ini dr Arthur 🤭
Atik Marwati
kejutaaannnn🤣🤣🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha dokter Arthur hanya galak ke Kayla sewaktu masih jadi koas dulu, kalau ga gitu, ga mungkin Kayla jadi dokter yang hebat dan kompeten, dan bisa mematahkan semua orang yang meremehkan Kayla
juwita
aq ngehalu ikut pikini di situ🤣🤣
Mommy Ayu
waaaa..... benar benar pasangan yang hebat. saling melengkapi dan saling menguatkan.
ayo lanjut up lagi Thor... semangat ya
Mommy Ayu
mantab Kayla..... keputusan yang sangat bagus, tinggalkan tempat kerjamu yang tidak bisa melindungi dan meragukan dedikasimu
dyah EkaPratiwi
so sweet 😍
Mommy Ayu
citra benar benar tidak pantas menjadi dokter, hatinya terlalu hitam
Mommy Ayu
Mantab pembalasan Arthur sangat elegan pada citra 👏👏👏
Mommy Ayu
siap siap tunggu pembalasan dari Arthur, dokter citra
Nifatul Masruro Hikari Masaru
duh sempat2nya ngegombal
Mommy Ayu
duuuh.... terharu sekali bacanya sampai tak sadar ikutan nangis
StAr 1086
nexf
Ariany Sudjana
benar sekali dokter Arthur, Kayla cocok jadi pendamping kamu karena kecerdasannya dan ketelitian yang luar biasa, ini dokter Arthur versi perempuan
Ariany Sudjana
nah terbukti kan kualitas Kayla itu bukan kaleng-kaleng, Kayla berhasil jadi dokter yang kompeten karena kerja keras, bukan karena nama besar suaminya
May Mutiara
luar biasa bagus thorr
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak 🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
May Mutiara
ada lanjutnya thorrr 🤭
leahlaurance
bahagia bukan bererti tiada halangan,malah makingn besar dugaan bekerja dengan suami,semangat kay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!