NovelToon NovelToon
GOD LEVEL EXTRACTION: PEMULUNG YANG MENJADI DEWA

GOD LEVEL EXTRACTION: PEMULUNG YANG MENJADI DEWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Sistem / Fantasi / Sci-Fi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: risn_16

Dunia telah berubah menjadi permainan maut.
Gerbang dimensi terbuka, monster meluap ke bumi, dan manusia terpilih membangkitkan kekuatan luar biasa yang disebut "Hunter". Namun, Kenzo tidak seberuntung itu. Dia hanyalah seorang Cleaner—pemulung mayat monster kelas rendah yang direndahkan dan dianggap sampah masyarakat.
Nasibnya berubah saat ia dikhianati dan dibiarkan mati di dalam Dungeon level tinggi oleh timnya sendiri. Di ambang maut, sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:
[Ding! Sistem God Level Extraction Diaktifkan!]
[Target: Black Shadow Wolf (Grade A). Ekstraksi Berhasil!]
[Anda Mendapatkan Skill: Kecepatan Bayangan!]
Siapa sangka, pemulung yang dulunya diinjak-injak kini bisa mencuri bakat, kekuatan, hingga ingatan dari makhluk apa pun yang ia sentuh.
Satu per satu Hunter pengkhianat ia jatuhkan. Satu per satu monster penguasa ia jadikan batu loncatan. Dari pembersih sisa pertempuran, Kenzo bangkit menjadi predator puncak yang akan mengekstrak seluruh dunia!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon risn_16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEKOSONGAN KEKUASAAN DAN HUKUM BAYANGAN

Asap dari bangkai The Ark di Pasifik mungkin sudah hilang ditiup angin, tapi gelombang kejutnya baru saja mulai menampar muka dunia. Dalam empat puluh delapan jam, planet ini berubah jadi arena sirkus yang berdarah. IHA organisasi yang selama puluhan tahun jadi polisi, bank, sekaligus tuhan bayangan manusia lenyap ditelan laut. Dan saat tuhan itu mati, pengikutnya langsung jadi gila.

Tanpa IHA yang ngatur jatah kristal mana, harga energi dunia meroket kayak roket rusak. Di Washington, London, sama Paris, para Hunter Rank S yang tadinya pura pura jadi pahlawan sekarang mulai ngerampok gudang cadangan mereka sendiri.

Mereka bikin kerajaan kecil, nembakin siapa pun yang lewat, dan rebutan sisa aset IHA kayak anjing berebut tulang.

Tapi, Jakarta beda. Jakarta itu aneh. Di saat kota kota besar dunia gelap gulita, lampu jalanan di Sudirman tetap nyala. Di saat orang Paris antre roti sambil pegang pistol, orang Jakarta masih bisa makan nasi uduk di pinggir jalan. Kenapa? Karena di sini ada "Naga".

"Dunia lagi kebakaran, Bos," Elara lapor. Dia duduk di depan tumpukan monitor di pusat komando Shadow Faction. Mukanya kuyu, tapi matanya nggak lepas dari peta dunia yang penuh tanda peringatan merah. "Hunter di Amerika lagi saling jagal. Di Eropa, klan klan besar mulai deklarasi jadi raja. Mereka semua lagi nunggu siapa yang bakal duduk di kursi kosong yang ditinggalin IHA."

kenzo berdiri di balkon kantornya, natap langit Jakarta yang kelihatan lebih bersih sekarang. Sejak dia nyentuh Level 100, rasanya kayak nggak lagi berdiri di atas lantai, tapi menyatu sama udara. Tiap Kenzo napas, dia bisa ngerasain sirkulasi mana di seluruh gedung ini.

"Mereka nggak nunggu raja baru, El," kata kenzo tanpa nengok. Gue ngerasain aura gue sendiri yang makin berat. "Mereka cuma lagi ngetes air. Mereka mau tau, apa si 'Naga dari Jakarta' ini cuma monster yang pinter ngebantai, atau seseorang yang beneran bisa megang kendali."

"Arka, jalur komunikasinya udah siap?" tanya Kenzo.

Arka ngangguk mantap. "Satelit IHA yang kita bajak udah stabil. Kita bakal siaran di semua frekuensi. TV, radio, internet... sampe kanal gosip Hunter pun bakal dapet muka lo."

kenzo jalan ke meja siaran. kenzo nggak pake topeng. Buat apa? Seluruh dunia udah tau muka nya. Kenzo mau mereka liat langsung mata cowok yang udah mampir ke neraka dan balik lagi bawa kuncinya.

"Nyalain," perintah kenzo.

Seketika, di seluruh dunia, layar layar yang tadinya nampilin berita kerusuhan mendadak mati, terus ganti jadi muka Kenzo.

"Buat kalian semua yang lagi dengerin, baik itu penduduk biasa, Hunter, atau ketua klan yang ngerasa dirinya raja," suara kenzo bergema, dingin dan nggak terbantahkan. "IHA udah mampus bukan karena gue doang, tapi karena mereka emang udah busuk dari dalem. Hari ini, gue nggak datang buat minta kalian suka sama gue. Gue datang buat ngasih tau aturan main yang baru."

Kenzo diem bentar, sengaja ngasih tekanan biar mereka sesak napas.

"Mulai detik ini, gue tetapin The Shadow Pax. Semua wilayah udara dan laut internasional itu wilayah gue. Siapa pun yang pake kekuatan Hunter buat ngerampok, ngebunuh warga sipil, atau mau sok-sokan bangun kerajaan di atas darah orang lain, bakal gue anggep musuh. Dan gue nggak suka punya musuh yang masih napas."

Di New York, seorang Hunter Rank A yang lagi asyik ngejarah toko kristal mana mendadak kaku. Di belakangnya, bayangan di tembok gerak, ngebentuk ksatria hitam yang nempelin pedang di lehernya. Hal yang sama kejadian di ribuan titik lain di bumi.

"Gue nggak butuh pajak kalian. Gue nggak butuh klan sampah kalian," lanjut kenzo. "Gue cuma butuh kalian tertib. Kalau kalian nggak bisa ngatur diri sendiri, bayangan gue yang bakal ngatur kalian. Kalau ada yang keberatan, silakan datang ke Jakarta dan ngomong langsung di depan muka gue."

Siaran mati. Dunia mendadak sunyi. Itu bukan pidato politik; itu pengumuman kalau tiran yang baru udah lahir.

Setelah drama siaran itu selesai, kenzo kumpulin Hana, Valeria, sama Freya di aula utama. dia sadar, jadi seorang Monarch itu bukan berarti harus ngerjain semuanya sendiri. dia butuh struktur, dia butuh tangan kanan yang bisa dipercaya.

[Ding! Membuka Fitur: The Monarch's Court.]

[Anda dapat menunjuk 'Vassal' untuk membagi otoritas pasukan bayangan.]

"Valeria, Freya, Hana," kenzo panggil mereka. "Dunia ini kegedean buat gue awasin sendiri. Mulai hari ini, kalian bukan cuma anak buah gue. Kalian adalah Jenderal gue."

kenzo ngangkat tangan, dan tiga cincin dari energi bayangan murni muncul, melayang di depan mereka.

"Cincin ini kunci masuk ke Shadow Realm. Kalian masing masing bakal megang divisi bayangan. Valeria, lo pegang Intelijen sama Pembunuhan. Freya, lo pegang Pertahanan sama Rekonstruksi. Dan Hana..."

Kenzo natap murid paling kecil nya itu. Dia udah banyak berubah sejak Jeju. "Lo pegang Divisi Void. Tugas lo ngelatih Hunter baru di akademi kita dan ngawasin retakan dimensi yang mulai nggak stabil."

Hana nerima cincin itu, tangannya gemeter tapi matanya berapi api. "Gue nggak bakal ngecewain lo, Guru."

Seketika, aura mereka bertiga meledak. Ribuan jiwa bayangan sekarang nyambung ke kesadaran mereka. Ini langkah pertama Kenzo buat ngebangun kekaisaran yang sanggup nahan gempuran dewa dewa dari luar sana.

Tiga hari setelah Kenzo ngeluarin maklumat, ada sinyal darurat dari utara. Sebuah jet militer yang udah rongsokan, penuh lambang Rusia sama Vatikan, minta ijin mendarat darurat.

"Biarin mereka masuk," kata Kenzo.

Pas pintu jet itu kebuka di landasan, yang keluar adalah pemandangan yang bikin mual. Vladimir, si beruang es dari Rusia, keluar dengan satu tangan diperban tebal, darahnya ngerembes biru karena saking dinginnya dia pake es buat nahan pendarahan.

Di belakangnya, Seraphina kelihatan pucat kayak mayat, sayap emasnya yang biasanya megah sekarang udah kayak ayam abis dicabut bulunya.

"Vladimir. Seraphina. Kalian kelihatan kayak abis ngerangkak keluar dari kuburan," kata kenzo pas nemuin mereka.

"Ini lebih buruk dari kuburan, Kenzo," Vladimir batuk darah biru. "IHA bukan satu satunya yang lepasin iblis ke dunia. Pas The Ark meledak, sesuatu di Antartika bangun. Sesuatu yang mulai ngebisikin kegilaan ke rakyat gue."

Seraphina deketin kenzo, matanya yang putih sekarang ada urat urat hitam yang gerak-gerak. "Kenzo... mereka sebut diri mereka The Whispers. Mereka bukan monster yang bisa ditebas pake pedang. Mereka itu parasit mana yang masuk ke otak Hunter dan ngerubah mereka jadi boneka."

Seraphina nunjukin lengannya. Di bawah kulitnya, ada sesuatu yang gerak gerak kayak cacing item. "Vatikan jatuh bukan karena perang, tapi karena doa doa kami berubah jadi kutukan. Kami ke sini... karena Jakarta itu satu-satunya tempat yang belum 'berisik' sama bisikan mereka."

Kenzo nyipitin mata. Jadi, kemenangan di The Ark cuma pembuka tirai. Outer Gods nggak nunggu sebulan; mereka udah nyusup lewat retakan yang dibikin IHA.

"Masuk," kata nya dingin. "Freya, siapin ruang isolasi mana. Jangan sampe cacing itu nyentuh mana penduduk kita."

Malamnya, kenzo turun ke fondasi paling dalem gedung Shadow Faction. Di ruang rahasia yang gue sebut The Root, gue nanam kristal hitam besar hasil sintesis dari Heart of Chaos.

"Tumbuh lo yang bener," bisik kenzo.

[Ding! Menanam 'Shadow World Tree' Seed...]

[Status: Berakar (0.1% Pertumbuhan).]

Akar akar bayangan mulai merambat keluar dari kristal itu, masuk ke dalem tanah, nyebar kayak sistem saraf raksasa di bawah jalanan Jakarta. Ini filter kenzo. Kalau ada parasit bisikan itu nyoba masuk, gue bakal tau sebelum mereka sempet ngedip.

Tapi pas prosesnya lagi jalan, sistem nya mendadak bunyi peringatan yang nggak dia duga.

[Peringatan! Anomali terdeteksi di wilayah Mesir.]

[Energi Sovereign Kuno bangkit dari bawah Piramida Giza.]

[Pesan: "Siapa naga lancang yang berani bilang damai di tanah para dewa?"]

Kenzo natap ke arah barat laut. bisa ngerasain getaran tanah dari kejauhan. Ternyata, kenzo bukan satu satunya Sovereign yang ngerasa punya dunia ini. Ada hantu masa lalu yang nggak setuju sama aturan dia.

"Dunia ini emang nggak pernah bisa anteng ya?" kenzo nyengir, nampilin taring naga yang tajam. "Jenderal! Siapin ekspedisi ke Mesir. Kita liat apa 'Dewa' kuno itu masih bisa berdarah pas bayangan gue nembus pasir mereka."

1
ZURR EDITZ
lanjut
risn_16: udah update kak untuk hari ini mohon maaf updatenya telat🙂‍↕️🙏.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!