NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan Istri Sahabatku

Menikahi Mantan Istri Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Dokter Genius
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: yuningsih titin

​Demi melunasi hutang budi, Dokter Yoga terpaksa menikahi Dinda, wanita pengkhianat yang tak pernah ia sentuh selama setahun pernikahan. Di tengah sandiwara itu, ia harus menjaga Anindya, istri mendiang sahabatnya yang lumpuh akibat kecelakaan tragis.
​Saat Yoga berhasil bebas dan menceraikan Dinda demi menikahi Anindya, sebuah rahasia besar meledak: Anindya ternyata adalah Nayla Rahardjo, putri sulung yang hilang dari keluarga mantan mertuanya sendiri.
​Bagaimana Yoga mencintai wanita yang ternyata adalah kakak dari mantan istrinya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuningsih titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dibalik Kebebasan Palsu dan Cinta yang sah

Malam itu, Dinda merasa seperti burung yang baru saja lepas dari sangkar besi. Dengan langkah terburu-buru, ia menaiki taksi daring menuju sebuah apartemen mewah di kawasan segitiga emas Jakarta. Pikirannya hanya satu: mencari perlindungan dan kehangatan di pelukan Kenzi.

Di depan pintu unit apartemen, Dinda tak perlu menunggu lama. Begitu pintu terbuka, ia langsung menghambur ke pelukan Kenzi, menumpahkan segala sesak dan air mata di bahu pria itu.

"Aku nggak tahan, Kenji... Yoga itu monster," isak Dinda dengan suara parau.

Kenji tidak banyak bicara. Ia membelai rambut Dinda dengan lembut, memberikan kecupan-kecupan penenang di kening dan pelipisnya. Tatapan memuja yang diberikan Kenji membuat Dinda merasa kembali menjadi ratu, sangat kontras dengan tatapan menghina yang ia terima dari Yoga sepanjang hari.

Kehangatan itu dengan cepat berubah menjadi bara gairah. Sentuhan Kenji yang eksploratif dan ciuman mereka yang semakin dalam membuat Dinda benar-benar terlena. Di kamar apartemen yang remang itu, mereka hanyut dalam hubungan intim yang biasa mereka lakukan saat di Jepang. Desahan Dinda menggema, seolah melampiaskan segala tekanan yang ia rasakan sejak kembali ke Jakarta. Bagi Dinda, malam ini adalah pelarian yang sempurna.

Sementara itu, di Kediaman Ibu Sekar

Di sudut Jakarta yang lain, suasana jauh lebih tenang namun dingin. Yoga duduk di ruang tamu rumah ibunya. Di depannya ada secangkir teh yang sudah mulai dingin. Ibunya sudah masuk ke kamar untuk beristirahat, mengira putranya datang hanya untuk melepas rindu.

Yoga tidak sedang bersantai. Di pangkuannya, sebuah tablet menyala terang. Layar itu menampilkan titik merah yang berhenti di sebuah koordinat apartemen, lengkap dengan transmisi suara yang masuk melalui earphone-nya.

Yoga mendengarkan segalanya. Suara tawa Kenji, hingga suara desahan istrinya sendiri yang sedang memadu kasih dengan pria lain. Wajah Yoga tidak menunjukkan kemarahan; sebaliknya, ia terlihat sangat tenang, hampir seperti seorang peneliti yang sedang mengamati spesimen di bawah mikroskop.

"Luar biasa, Dinda," gumam Yoga sangat pelan. Tangannya bergerak menyentuh layar, menekan tombol 'Record' dan 'Cloud Sync'.

"Kamu memberikan semua bukti yang aku butuhkan hanya dalam satu malam. Kamu pikir ini adalah kebebasanmu, padahal ini adalah awal dari kehancuranmu dan ibumu."

Yoga melepas earphone-nya, menutup tablet itu, lalu menyandarkan kepalanya ke sofa. Ia menatap langit-langit rumah masa kecilnya. Beban lima belas miliar itu perlahan terasa semakin ringan di pundaknya. Dengan bukti perzinahan yang begitu telanjang ini, ia punya kartu as untuk membatalkan segala tuntutan hukum Kanaya Dewi di masa depan.

"Satu langkah lagi, Dinda. Satu langkah lagi, dan aku akan benar-benar bebas," bisiknya pada kegelapan malam.

Bulan-bulan berlalu, dan rumah minimalis itu tak ubahnya sebuah asrama bagi dua orang asing yang terjebak dalam satu atap. Tidak ada sapaan di pagi hari, tidak ada aroma masakan, apalagi kehangatan seorang istri yang menyambut suaminya pulang kerja.

Yoga menjalani rutinitasnya sebagai dokter internis dengan dedikasi tinggi di RS Sentral Medika. Di rumah, ia adalah sosok bayangan yang menghabiskan waktu di depan laptop, mengurus bisnis alat kesehatannya di Surabaya yang kian menggurita. Baginya, Dinda hanyalah penghuni kamar sebelah yang kehadirannya tidak lebih penting dari perabotan rumah.

****

Di sisi lain, Dinda benar-benar memanfaatkan kebebasan yang diberikan Yoga. Baginya, uang dua puluh juta dari Yoga adalah "uang jajan" tambahan untuk membiayai gaya hidupnya bersama Kenji.

Siang Hari, Dinda sering terlihat di pusat perbelanjaan mewah atau kafe-kafe aesthetic di Jakarta Selatan, selalu bergandengan tangan dengan Kenji.

Malam Hari, Ia jarang berada di rumah. Jika tidak di apartemen Kenji, mereka akan berada di kelab malam, berpesta seolah tidak ada hari esok.

Sosial Media, Dinda membuat akun privat khusus untuk mengunggah kemesraannya dengan Kenji—ciuman, pelukan, hingga foto-foto di atas ranjang yang ia pikir aman dari jangkauan Yoga.

Dinda merasa telah menang. Ia mendapatkan nafkah dari suaminya, status sebagai istri dokter terpandang, namun tetap bisa menikmati gairah dari kekasih hatinya. "Yoga itu cuma dokter kaku yang nggak punya perasaan. Dia nggak tahu apa-apa soal cara membahagiakan wanita," batin Dinda setiap kali ia berada dalam dekapan Kenji.

Namun, Dinda lupa satu hal: Yoga adalah seorang klinisi. Ia terlatih untuk mengamati gejala dengan teliti sebelum memberikan diagnosa akhir.

Setiap transaksi kartu debit Dinda, setiap koordinat GPS ponselnya, hingga setiap unggahan di akun privatnya, semuanya tersimpan rapi dalam folder khusus di komputer Yoga. Yoga bahkan tahu bahwa Kenji sebenarnya tidak sekaya yang Dinda kira; pria itu sebagian besar hidup dari kemurahan hati Dinda.

Suatu malam, Yoga duduk di ruang tamu yang gelap, menatap layar ponselnya yang menampilkan lokasi Dinda sedang berada di sebuah hotel butik bersama Kenji.

"Dua puluh juta sebulan hanya untuk membiayai laki-laki itu," gumam Yoga sambil tersenyum miring. "Nikmatilah selagi bisa, Dinda. Karena sebentar lagi, tagihan untuk semua pengkhianatan ini akan datang, dan kamu nggak akan sanggup membayarnya."

Yoga menutup laptopnya. Ia baru saja mendapatkan kabar dari asistennya di Surabaya bahwa keuntungan bisnisnya bulan ini melonjak drastis. Angka lima belas miliar yang dulu terasa seperti gunung, kini mulai tampak seperti gundukan tanah kecil yang bisa ia ratakan kapan saja.

Di saat kehidupan Prayoga Aditama penuh dengan intrik dan kepahitan, di belahan kota lain, tepatnya di Surabaya, sebuah kisah cinta yang tulus sedang mekar. Arka Wiratama, sahabat karib Yoga sesama dokter, melangkah dengan keyakinan penuh menuju babak baru hidupnya.

Berbeda dengan Yoga yang terjebak dalam kemegahan palsu di Jakarta, Arka memilih jalan yang sunyi namun menenangkan.

****

Sinar matahari pagi Surabaya yang hangat menyertai Arka dan Anindya Putri melangkah masuk ke kantor KUA setempat. Tidak ada ballroom hotel bintang lima, tidak ada gaun pengantin seharga ratusan juta, dan tidak ada kilatan kamera dari kolega medis.

Anindya tampil cantik bersahaja dengan kebaya putih sederhana, sementara Arka mengenakan kemeja batik yang rapi. Saksi mereka bukanlah pejabat atau pemilik rumah sakit, melainkan Nenek Anindya, satu-satunya wali yang tersisa, yang menatap mereka dengan mata berkaca-kaca penuh syukur.

"Saya terima nikah dan kawinnya Anindya Putri binti (Alm) Reno dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."

Ucap Arka dengan suara yang bergetar namun mantap. Ketika kata "Sah" bergema di ruangan sederhana itu, Arka menghela napas lega. Ia telah resmi menikahi wanita yang dicintainya tanpa tekanan status sosial maupun utang budi.

Selesai akad, Arka mengecup kening Anindya dengan penuh takzim. Tidak ada sandiwara di sini. Keduanya saling menatap dengan binar cinta yang murni.

"Maaf ya, Anin... kita cuma bisa nikah sederhana begini tanpa keluarga Mas yang tahu," bisik Arka sambil menggenggam tangan istrinya yang kini sudah melingkar cincin emas.

Anindya tersenyum manis, menyandarkan kepalanya di bahu Arka. "Nggak apa-apa, Mas. Yang penting restu Nenek dan sah di mata agama dan hukum. Aku nggak butuh pesta besar, aku cuma butuh kamu."

Mereka menghabiskan masa cuti satu minggu itu dengan sangat mesra. Menikmati bakso di pinggir jalan, berjalan santai di taman kota, dan saling memberikan perhatian kecil yang hangat. Arka benar-benar meratukan Anindya bukan karena tuntutan kontrak, tapi karena itulah diagnosa hatinya: cinta sejati.

Arka sempat mengirimkan sebuah foto dirinya dan Anindya yang sedang tersenyum lebar sambil menunjukkan buku nikah melalui pesan WhatsApp kepada Yoga.

> Arka: "Yo, gue udah sah. Sederhana, tapi bahagia banget. Doain gue ya, Bro. Semoga lo juga nemuin ketenangan yang sama di sana."

Di Jakarta, Yoga membaca pesan itu saat sedang duduk di ruang tamunya yang sunyi. Ia menatap foto kebahagiaan Arka, lalu melirik ke arah kamar Dinda yang kosong karena pemiliknya sedang berada di pelukan Kenji.

Yoga tersenyum pahit. Ia merasa senang untuk sahabatnya, namun di saat yang sama, ia merasakan kehampaan yang semakin nyata. Arka menikahi wanita dari kalangan biasa namun mendapatkan surga, sementara dirinya menikahi putri bangsawan medis namun mendapatkan neraka.

"Selamat, Ka," gumam Yoga pelan.

"Setidaknya salah satu dari kita benar-benar menang."

Pesawat yang membawa Arka dan Anindya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta saat lampu-lampu Jakarta mulai gemerlap menghiasi malam. Bagi Arka, perjalanan ini bukan sekadar pulang, melainkan sebuah pernyataan keberanian untuk memperkenalkan wanita pilihan hatinya kepada kedua orang tuanya.

Begitu keluar dari pintu kedatangan, Arka segera memesan mobil online. Di dalam kabin mobil yang membawa mereka membelah kemacetan jalan tol menuju pusat kota, dunia seolah hanya milik mereka berdua.

Kehangatan di Tengah Dinginnya Jakarta

Arka duduk merapat, seolah tidak ingin ada jarak barang satu sentimeter pun dengan istrinya. Tangan kanannya menggenggam erat jemari Anindya, sesekali mengelusnya dengan ibu jari secara protektif.

"Mas, aku agak deg-degan ketemu Mama sama Papa kamu," bisik Anindya pelan. Rona cemas terpancar di wajah manisnya yang bersih tanpa riasan tebal.

Arka menoleh, lalu tersenyum menenangkan. Ia menarik Anindya ke dalam dekapannya, membiarkan sang istri menyandarkan kepala di bahunya yang kokoh. "Tenang, Sayang. Ada Mas di sini. Apapun reaksi mereka nanti, kamu tetap istri Mas. Nggak akan ada yang bisa merubah itu."

Arka kemudian mendaratkan kecupan lembut di puncak kepala Anindya berkali-kali. Aroma sampo Anindya yang lembut terasa menenangkan saraf-sarafnya yang tegang. Ia merasa sangat beruntung; meski pernikahannya jauh dari kata mewah, kedamaian yang ia rasakan jauh lebih berharga daripada emas manapun.

"Makasih ya, Mas, udah selalu bikin aku ngerasa aman," gumam Anindya sambil semakin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Arka.

Di saat yang bersamaan, Arka teringat pada sahabatnya, Yoga. Ia sempat terpikir untuk mengirim pesan bahwa ia sudah sampai di Jakarta, namun ia ragu. Ia tahu Yoga sedang berada dalam "penjara" pernikahan yang menyesakkan dengan Dinda.

Arka tidak tahu bahwa saat ia sedang memadu kasih dengan tulus di dalam mobil itu, Yoga mungkin sedang menatap layar monitor CCTV, melihat istrinya sendiri berselingkuh.

"Mas? Kok melamun?" tanya Anindya sambil mendongak.

Arka tersenyum kecil, lalu mencium kening istrinya sekali lagi. "Nggak apa-apa, Sayang. Mas cuma lagi mikir, betapa beruntungnya Mas bisa dapetin kamu. Jakarta boleh dingin, tapi asal ada kamu, semua terasa hangat."

Mobil terus melaju, membawa pasangan pengantin baru itu menuju babak baru yang penuh tantangan. Arka sudah bertekad, ia tidak akan membiarkan siapapun, termasuk orang tuanya sendiri, merusak kebahagiaan sederhana yang telah ia bangun bersama Anindya.

1
Lisna Wati
mana lanjutan nya
Siti Amyati
kok di bikin muter terus ceritanya baru bahagia udah di kasih konflik
yuningsih titin: makasih komentar nya kak
total 1 replies
yuningsih titin
bastian memang serigala berbulu domba....
Siti Amyati
ceritanya sekarang kok di bikin muter" jadi ngga sesuai alurnya
yuningsih titin: makasih komentar nya kak, biar seru dikit kak, muter muter dikit ya
total 1 replies
yuningsih titin
makasih komentar nya👍
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
❀ ⃟⃟ˢᵏAcha Loveria Valerie♡
Semangat Yogaa
❀ ⃟⃟ˢᵏAcha Loveria Valerie♡
SAHHH KATA INI PAS UDAH DIUCAPIN KITA UDAH BUKAN PUNYA ORANG TUA TETAPI PUNYA SUAMI KITA DAN PASTINYA BAKAL SIAO NANGGUNG SEMUA KEWAJIBAN DAN TUGAS YANG HARUS KITA LAKUIN.
yuningsih titin: makasih komentar nya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!