Diva Anastasia, adalah seorang wanita culun dengan perawakan yang sangat jelek dan gemuk.
Karena perasaan cintanya kepada Sagala serta penampilan nya yang buruk rupa, Diva Sering kali di hina dan rendahkan oleh semua orang di tempatnya bekerja.
Diva akhirnya bertekad untuk mengubah penampilan nya dan membungkam mulut orang-orang yang sudah menghinanya.
Akankah Diva akan berhasil?
Simak terus cerita ini ya hingga selesai!
Dan jangan lupa untuk memberikan dukungan untuk karya author dengan like, komen dan vota ya!🥰
IG: @rafizqi0202
FB: Lusiani
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 Memulai Rencana
"Baik. Terimakasih karena sudah mau mengerti. Saya berjanji tidak akan mengecewakan kalian" Ucap Sagala. sedikit mengulas senyuman tipis di bibirnya.
******
Singapore City.
Pagi yang cerah. Terlihat Pesawat yang Sagala tumpangi pun mendarat dengan sempurna di permukaan.
Sagala mengedarkan pandangannya di sekeliling bandara, mencari seseorang yang juga menunggu kedatangannya.
"Dimana Rio?" Gumam Sagala dengan masih melihat kesana-kemari mencari sosok Rio.
Rio adalah seorang Detektif sekaligus teman satu sekolah Sagala sewaktu masih di bangku SMA dulu. Mereka berpisah karena kedua orang tua Rio yang pindah ke Singapura. Jadi Rio juga ikut pindah setelah ia menyelesaikan Sekolahnya di bangku SMA. Beruntung Sagala masih bisa berhubungan bersamanya, jadi Sagala tau bahwa Rio memang sudah menjadi seorang Detektif.
"Hei Bro!"
Sagala menoleh ke sisi kanannya kala seseorang menepuk pundaknya.
"Dari mana saja kamu? Aku sudah menunggumu dari tadi" Tanya Sagala sedikit kesal.
"Sorry. Tadi macet di jalan, jadi agak terlambat" Jawab Rio.
"Oh ya. Yuk kita berangkat sekarang" Ajak Rio. Sagala hanya mengangguk dan berjalan menuju mobil Rio.
****
Sesampainya disana. Lebih tepatnya sebuah Apartemen pribadi milik Rio. Sagala terlihat sedang duduk di kursi panjang seraya menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.
Matanya terpejam, namun pikirannya masih berseliweran mengingat masalah yang ia hadapi saat ini.
Dibenci seseorang yang dia cintai, serta perusahaannya yang di ambang kehancuran.
Dua minggu, apakah bisa baginya untuk meyakinkan Diva serta mencari bukti bahwa dirinya tidaklah bersalah. Ya, walaupun malam itu dia juga menikmati malam panjang yang penuh dengan gairah. Menyesal, tentu saja ada. Namun apa yang akan terjadi jika dirinya tidak menolong Diva waktu itu? Mungkin rasa Penyesalan nya lebih menyakitkan dari yang sekarang ia rasakan.
"Ini minum untuk mu. Maaf dirumah ku hanya ada air jus dan air putih. Maklum, gak ada yang minum kopi dan teh, jadi hanya ini yang tersedia"
Suara Rio membuat Sagala membuka matanya, lalu menegakkan tubuhnya yang semula hanya menyandar dengan tidak semangat.
"Terimakasih Rio. Ini sudah lebih dari cukup" Jawab Sagala. Lalu mengambil segelas jus yang Rio bawakan untuknya.
Rio duduk di kursi depan Sagala, lalu menatap Sagala dengan wajah yang serius.
"Sebenarnya apa masalah mu?" Tanya Rio yang memang belum Sagala ceritakan masalah yang dia hadapi.
Sagala meletakkan cangkirnya, lalu mulai bercerita, "Aku di benci oleh wanita yang aku cintai. Imbasnya adalah perusahaan ku dan karyawan ku yang menuntut gajinya dari ku"
Sebelum Rio bertanya, Sagala kembali berbicara.
"Beberapa bulan yang lalu, aku menghadiri acara perjamuan di Hotel xx. Dan dia juga ada disana. Namun salah satu rekan kerja kami bernama Will memberikan sebuah obat perangsang kepada Diva. Aku menolongnya, dan kami melewati malam yang panjang waktu itu. Pagi harinya, Diva bangun dan dia langsung marah padaku dan dia pikir akulah yang telah menjebak nya. Dia adalah seorang pemegang saham terbesar di kantorku, jadi dia memutuskan kerja sama secara sepihak dan berturut-turut rekan kerjaku yang lain juga memutuskan kerja sama. Akhirnya semua karyawan ku tidak di gaji selama dua bulan terakhir ini" Jelas Sagala panjang lebar.
Rio mengangguk mengerti, "Jadi sebenarnya ini hanyalah sebuah kesalahpahaman saja?" Tanya Rio
"Ya begitulah, aku datang kesini untuk mencari bukti bahwa aku tidak bersalah dan aku harus meyakinkan Diva" Balas Sagala mantap.
"Baik. Pertama-tama, kita harus melihat rekaman cctv di hotel itu. Setelah menemukan bukti, baru kamu pergi untuk meyakinkan Diva. Untuk sekarang Sebaiknya kamu beristirahat lebih dulu. Besok pagi baru kita pergi kesana" Ujar Rio
"Apa tidak bisa sekarang?" Tanya Sagala yang nampak tidak sabaran.
"Kita harus memikirkan strategi penangkapan. Apa kamu ingin mereka kabur dan meletakan kesalahan kepadamu semua?"
"Baiklah. Aku mengerti" Jawab Sagala pasrah.
.
.
.
.
.
Bersambung
Mohon untuk memberikan like dan komen kalian ya setelah membaca.
sehat terus yaa kk thor