Sebuah cerita yang tertulis merupakan bagian dari kehidupan gadis multitalenta dengan karir yang cemerlang dan persahabatan yang setia, kehidupan yang diwarnai dengan sorotan media serta penggemar yang cukup fanatik menjadikan Gianna Pionad Aaron tidak semata-mata semuanya terasa sempurna.
Ada Luka, Trauma dan Cinta, bagaimana Gianna bertahan? Baca selengkapnya dalam sebuah cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the devvu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Approve
Mobil BMW X5 melesat dekat gagah menuju basement lantai 7, memperlihatkan kaki jenjang kulit putih seorang wanita yang keluar dari dalam mobil, itu adalah Gianna.
setelah pintu tertutup oleh pak Jasiman (Driver pribadi Gianna) Gianna menoleh kebelakang, "saya setengah jam pak, kalo lebih dari setengah jam tolong telfon saya", "baik nona" jawab pak Jasiman memahami perintah.
heels setinggi 5 cm melangkah memasuki gedung dan menuju lift, Gianna menekan tombol 26 untuk mengarahkan ke lantai yang dituju.
pintu lift terbuka memperlihatkan seseorang yang Gianna kenal, "Nona Gianna," sontak pria paru baya itu terkejut dengan kedatangan Gianna disana. "Hans," sapa Gianna, Pria itu menghentikan langkahnya menyambung seorang yang dia kenal sejak kecil "Nona, Anda membutuhkan sesuatu?" Gianna paham arah Hans "Aku berpenghasilan dan tidak kekurangan, aku di perintah untuk menemui ayah," Hans mendengar itu hanya mengangguk paham, "Tuan Robby ada didalam silahkan masuk," ujar Hans.
Gianna melangkah menuju ruangan Ayahnya, sejak kecil Gianna sering ke tempat ini sungguh Gianna paham letak sejumlah tempatnya. "sudah banyak interior yang di ubah" Inner voice nya sembari melangkah.
sementara di tempat lain Hans memperhatikan Gianna pergi melewati tiap lorong, Hans sedikit terkejut sudah lama tidak melihat Nona muda, banyak perubahan dari diri Gianna secara fisik dan pembawaan diri membuat Hans menghela nafas yang berat. "Tadi siapa" tanya seorang wanita muda disana, yang mengejutkan lamunan Hans, wanita itu adalah Emili (Sekertaris Pribadi Robby) usianya baru 28 Tahun.
" Nona Gianna" ujar Hans yang ingin melangkah pergi namun seketika merasa tanggannya tertahan "Tutttt--ngguuu Tunggu" ujar Emili yang ternyata jemarinya sudah menahan lengan jas milik Hans, Hans yang melihat itu segera menatap tajam Emili seakan memberi perintah "ehhhhhhehe maaf Hans" kata Emili yang sedikit tidak enak hati "tidak bermaksud" lanjutnya, "saya seperti pernah melihat dan tidak asing dengan wanita itu," kata Emili disana "sepertii dii.. ehmmm majalan kosmetikkk" wajah Gianna mengingatkan pada figur brand Ambasador salah satu produk kosmetik yang diliat dicatalog beberapa hari terakhir, "Oh my lord Hansss jadiiii----" ujar Emili terkejut sembari menutup mulutnya yang menunjukan ekspresi terkejut itu, Hans menelan ludah yang merubahan gaya bicaranya "Tolong rahasia kan ini Emili, tidak baik untuk kesehatan perusahaan" ujar Hans berlangsung pergi meninggalkan Emili sendiri sebelum Emili menganggukan kepala nya paham.
Disuatu ruangan pribadi milik pemimpin perusahaan ritel terbesar se-Asia Robby Tan selaku Ayah Kandung Gianna tengah duduk di meja kebesaran nya sedangkan Gianna sudah duduk di ujung sofa yang tersedia di ruangan. "Aku tidak menyangka hari ini kedatangan putriku yang sudah lama hilang dari pandangan ku" ujar pria paru baya namun Gianna dapat melihat tubuh ayahnya secara fisik dia masih sehat dan kekar bila di bandingkan pria lain seusianya, "katakan apa perintah mu aku tidak punya banyak waktu. Aku perlu bekerja," Ujar Gianna yang membutuhkan Robby terkejut "kamu benar-benar di luar jangkauan ku Anna, kamu bahkan lebih memilih Karir mu di bandingkan pilihan hidup yang sudah ayah harapkan untukmu,". "Aku tidak perduli entertainment, model dan bernyanyi sudah menjadi bagian dari hidupku sejak berapa puluh tahun lalu jadi stop untuk berharap aku akan seperti apa yang kamu harapkan," kata Anna disana. "Aku Ayahmu aku berhak untuk hidupmu," Gianna Tetap diam disana "sejak awal, Ayah mengharapkan kamu untuk meneruskan ini semua," Ucap Robby melebarkan tangannya seraya menujukan apa yang dia kendalikan.
Gianna paham akan hal ini, "sejak kecil ayah menyembunyikan kamu dari media dengan harapan besar nanti kamu terlatih menjadi wanita yang berpengaruh dalam ekonomi serta menikmati hidup privasi tanpa jangkauan media tapi----" Robby yang belum menyelesaikan ucapannya "Tapiii aku justru muncul di permukaan? Itu yang ayah benci bukan? Aku terkenal, aku menjadi model aku tampil di layar lebar itu bukan Gianna yang ayah bentuk bukan?" lanjut Gianna sontak membuat Ayahnya diam.
persekian detik suasana hening membuat Robby angkat bicara "Aku paham Anna kamu mungkin memilih dunia mu, memilih jalan hidup mu, tapi untuk kali ini tolong ikuti aku, Anggap ini sebagai pengabdian mu kepada ayah untuk yang terakhir jika kamu menghormati aku sebagai ayahmu," ujar pria disana.
Gianna melihat mungkin betapa kerasnya dia selama ini, Ego, kekecewaan serta luka sudah merubah banyak keharmonisan antara dia dan cinta pertamanya. Itu membuat Anna Sedikit bisa lebih mengecilkan ego dan amarahnya untuk saat ini.
Gianna merubahkan posisi duduknya dan beranjak dari sofa disana "aku setuju, aku akan melakukan nya." ujar Gianna beranjak keluar dari ruangan.
devvuholic