NovelToon NovelToon
Bule Kepincut Gadis Pohon

Bule Kepincut Gadis Pohon

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Komedi / Enemy to Lovers / CEO Amnesia
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Indira MR

Seminggu menjelang hari bahagianya, dunia Jamila runtuh seketika. Di sebuah gubuk tua di tepi sawah, ia menyaksikan pengkhianatan paling menyakitkan: Arjuna tunangannya, justru bermesraan dengan Salina, sepupu Laila sendiri. Sebagai gadis yatim piatu yang terbiasa hidup prihatin bersama kakaknya, Jamal, serta sang kakek-nenek, Engkong Abdul Malik dan Nyai Umi Yati, Mila memilih tidak tenggelam dalam tangis.
​Jamila mengalihkan rasa sakitnya dengan bekerja lebih keras. Dengan kulit hitam manisnya yang eksotis dan kepribadian yang pantang menyerah, ia mencari nafkah melalui cara yang tak lazim: live streaming di TikTok. Bukan sekadar menyapa penonton, Jamila melakukan aksi nekat memanjat berbagai pohon mulai dari jambu hingga durian sambil bercengkerama dengan para followers nya
​Awalnya hanya kagum pada keberanian Laila, Daren, pemuda tampan dari Eropa perlahan jatuh cinta pada ketulusan Jamila, dan berniat melamarnya, apakah Jamila menerima atau tidak ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indira MR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3. Pelakor Teriak Pelakor

Matahari baru saja mengintip dari balik rumpun bambu, namun gosip sudah lebih menyengat daripada aroma kopi di warung-warung. Kejadian di gubuk sawah milik Bude Wati beberapa malam lalu masih menjadi buah bibir yang belum juga hilang.

Arjuna, pemuda yang selama ini digadang-gadang akan meminang Jamila, justru tertangkap basah sedang mesum bersama Salina, seorang janda yang dikenal warga sebagai sosok semok dan penuh tipu daya.

​Pernikahan siri yang dilakukan secara kilat sebagai pertanggungjawaban atas penggerebekan itu pun resmi terjadi. Arjuna kini sah menjadi suami Salina, meski hatinya tertinggal di rumah sebelah, yaitu rumah Jamila.

​Bude Wati, ibunda Salina, tampak berjalan dengan dagu terangkat. Baginya, meskipun caranya kurang terhormat, hasil akhirnya Ia merasa bangga bisa berbesanan dengan Pak Kades Sukamaju, ayah Arjuna. Di matanya, status sosial keluarga Arjuna akan mengangkat derajat keluarganya yang selama ini hanya dipandang sebelah mata.

​"Akhirnya, Salina dapat calon yang berkelas" gumam Bude Wati sambil menyapu halaman depan rumahnya yang tepat berhadapan dengan rumah Engkong Malik.

​Namun, pemandangan berbeda terlihat di rumah Bu Juni, ibunda Arjuna. Wanita itu lebih banyak mengurung diri. Baginya, Salina bukanlah menantu idaman. Ia tahu betul bagaimana perangai Salina yang gemar mencari perhatian, sangat kontras dengan Jamila yang santun dan penyabar.

Bu Juni merasa dikhianati oleh putranya sendiri yang hanya karena godaan sesaat, menghancurkan rencana pernikahannya sendiri.

​Di teras rumahnya, Engkong Malik dan Nyai Yati sedang duduk mengelilingi Jamila. Gadis itu tampak pucat, matanya sembab karena terlalu banyak menangis. Engkong Malik mengusap pundak cucunya itu dengan penuh kasih.

​"Sabar, Jamila. Gusti Allah mboten sare (Allah tidak tidur). Kalau memang Arjuna jodohmu, dia akan kembali. Kalau tidak, berarti Allah sedang menjauhkanmu dari marabahaya," bisik Engkong Malik.

​Tiba-tiba, Bude Wati melangkah mendekat dengan wajah merah padam. Ia tidak terima melihat mertuanya begitu memperhatikan Jamila sementara anaknya, Salina, seolah dianggap sebagai penjahat.

​"Engkong! Nyai! Kenapa sih selalu Jamila yang dibangga-banggakan? Salina itu juga cucu kalian! Dia sekarang sudah sah jadi istri Arjuna, menantu Pak Kades! Harusnya kalian senang, bukan malah memasang muka berkabung seperti ini!" teriak Bude Wati lantang.

​Nyai Yati berdiri, matanya menatap tajam ke arah Bude Wati.

"Wati, bicara itu pakai hati. Kami tahu siapa yang benar dan siapa yang licik. Dari dulu, Salina itu kerjanya cuma mau merebut apa yang dipunyai Jamila. Mainan, baju, sampai sekarang laki-laki pun direbut dengan cara yang tidak benar!"

​"Itu namanya nasib, Nyai! Salina lebih pintar memikat hati Arjuna dibanding Jamila yang lempeng-lempeng saja!" balas Bude Wati tak mau kalah.

​Pertengkaran itu terhenti ketika Arjuna keluar dari rumah Bude Wati dengan wajah lesu. Sebagai menantu baru, ia harus tinggal di sana, berbagi ruang dengan Salina dan dua anak kembar Salina dari pernikahan sebelumnya, Rana dan Rani. Si kembar yang masih kecil-kecil itu berlarian di halaman, belum mengerti bahwa kehadiran papa baru mereka adalah hasil dari penggerebekan.

​Pagi kian beranjak. Salina keluar dari pintu rumah dengan rambut yang masih basah kuyup, sengaja dibiarkan terurai menetes ke bahunya. Ia melilitkan handuk kecil di lehernya yang penuh kiss mark dan sengaja berdiri di tempat yang bisa dilihat jelas oleh orang-orang yang lewat, terutama oleh Jamila yang masih duduk di teras sebelah.

​"Aduh, seger banget ya kalau pagi-pagi sudah mandi besar," sindir Salina dengan suara yang dikeraskan. Ia melirik sinis ke arah Jamila.

​Tak lama kemudian, Arjuna keluar. Salina langsung menyambar lengan Arjuna, menggelayut manja di pundak suaminya itu. Ia mulai membelai pipi Arjuna dan merapikan kerah bajunya di depan umum.

​"Bang Arjuna, nanti jangan lupa ya antar aku ke pasar. Kan aku harus masak yang enak buat suamiku tersayang," ucap Salina sambil mengecup pipi Arjuna secara demonstratif.

​Arjuna merasa risih. Ia sadar banyak mata warga yang memperhatikan, dan yang paling menyesakkan adalah saat ia melihat ke arah teras Engkong Malik.

Di sana, Jamila sedang menatapnya dengan air mata yang kembali mengalir. Hati Arjuna seperti diremas. Kenangan indah saat ia dan Jamila duduk di bawah pohon mangga, berjanji untuk membangun rumah tangga yang sakinah, tiba-tiba menyeruak.

​Arjuna teringat betapa lembutnya tutur kata Jamila, sangat berbeda dengan Salina yang agresif dan penuh tuntutan. Kemarin, ia memang buta karena pesona janda semok itu yang terus merayunya di sawah, tapi hari ini, setelah kabut nafsu itu sedikit memudar, ia baru menyadari lubang hitam yang ia gali sendiri.

​Kesempatan muncul saat Salina masuk ke dalam rumah untuk mengambil dompet. Arjuna segera melangkah cepat menuju batas pagar rumah Engkong Malik. Ia melihat Jamila yang hendak masuk ke dalam rumah karena tak sanggup melihat kemesraan palsu itu.

​"Jamila! Tunggu!" panggil Arjuna setengah berbisik namun penuh penekanan.

​Jamila berhenti, namun tak menoleh.

​"Jamila, maafkan abang, Abang khilaf. Sumpah, abang tidak bermaksud menyakitimu. Abang akan mencari cara agar kita tetap bisa menikah. Abang akan menceraikan Salina secepatnya, atau setidaknya menjadikannya yang kedua. Abang hanya ingin kamu, Mil," rayu Arjuna dengan nada memelas.

​Jamila berbalik, menatap Arjuna dengan tatapan yang sulit diartikan antara benci dan kasihan. Belum sempat Jamila menjawab, sebuah teriakan melengking memecah suasana.

​"Oalah! Ternyata benar dugaanku!" Salina muncul dari balik pintu dengan mata melotot. Ia berlari ke arah mereka dan langsung berdiri di depan Arjuna, membusungkan dada.

​"Eh, Jamila! Kamu itu ya, nggak tahu malu! Arjuna ini sudah jadi suamiku! Sudah sah secara siri! Kamu itu jangan jadi pelakor (Perebut Laki Orang), dong! Dasar gatal, mau merebut suami orang!" teriak Salina sambil menunjuk-nunjuk wajah Jamila.

​Mendengar teriakan pelakor warga sekitar yang sedang menyapu jalan atau sekadar lewat langsung berhenti. Mereka mengerumuni tempat itu.

​Jamila yang tadinya diam, tiba-tiba tertawa kecil. Tawa itu semakin lama semakin keras, diikuti oleh Engkong Malik dan Nyai Yati yang keluar dari rumah. Bahkan tetangga-tetangga yang tahu kronologi kejadian di gubuk sawah itu tak bisa menahan tawa.

​"Pelakor? Kamu bilang gue pelakor, Sal?" Jamila bertanya di sela tawanya.

"Salina, coba gue tanya pada diri lo sendiri dan tanya pada orang sedesa ini. Siapa yang masuk ke gubuk sawah saat Arjuna sudah bertunangan denganku? Siapa yang merayu tunangan orang sampai digerebek warga?"

​"Pelakor teriak pelakor!" sahut salah satu warga dari pinggir jalan.

​"Iya! Muka tembok itu namanya! Sudah merebut, sekarang menuduh korban sebagai pelakor!" timpal warga yang lain.

​Wajah Salina berubah merah padam, antara malu dan marah. Ia menoleh ke arah Arjuna, berharap dibela, namun Arjuna justru membuang muka. Ia merasa sangat malu dengan tingkah istrinya yang tidak tahu diri itu.

​Arjuna kini terjepit di antara dua dunia. Di satu sisi, ia terikat secara moral dan sosial kepada Salina karena kejadian memalukan itu. Di sisi lain, jiwanya meronta ingin kembali pada Jamila.

Namun, luka yang ia goreskan pada hati Jamila, ibundanya, dan keluarga besar Engkong Malik terlalu dalam.

​Bude Wati yang mendengar keributan itu segera keluar dan menarik Salina masuk.

"Sudah, Sal! Masuk! Jangan layani orang-orang iri itu!"

​Sementara itu, Jamila menghapus air matanya. Kali ini bukan air mata kesedihan, melainkan air mata kelegaan. Ia sadar, Arjuna bukan laki-laki yang cukup kuat untuk melindunginya. Jika hanya dengan godaan Salina saja Arjuna bisa goyah, apalagi dengan ujian hidup yang lebih besar nantinya.

​"Bang Arjuna," ucap Jamila tenang sebelum masuk ke rumah.

"Simpan rayuanmu untuk istrimu. Aku bukan lagi Jamila yang bisa kau bodohi. Dan untukmu, Salina... ambillah dia. Barang yang didapat dengan cara mencuri, biasanya tidak akan pernah membawa berkah."

​Jamila masuk ke rumah dengan langkah mantap, meninggalkan Arjuna yang terpaku di pinggir jalan, ditertawakan oleh bayangannya sendiri, di bawah tatapan sinis warga Desa.

1
Mingyu gf😘
oke mereka berdua sama aja🤣
Indira Mr: he.. he.. 🤣🤣🤣
total 1 replies
Mingyu gf😘
hahaha🤣🤣 darren sudah tidak warss😄
Indira Mr: lumayan tidak waras kak.. 🤣🤣
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
Salina Salina dasar lu ya gak mau kalah dech sama jamilaa
Indira Mr: suka tiru tiru Salina 🤣🤣
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
aku mau donk.... thor😋😋😋
Indira Mr: iya kak ntar minta sama Jamila 🤣🤣
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Thor, apakah bulenya punya teman lagi? Aku mau dong🤭
Indira Mr: bule banyak kak.. diaplikasi tapi yg benar gak tahu.. enakan produk local kak kalo mudik gak jauh..#canda ding 🤣🤣
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Jadi serasa ngomong sama bule🤭
Indira Mr: bule pot and..kak.. 🤣🤣
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Hah coklat swiss? Aku juga mau deh
Indira Mr: cari bule kak biar dapet oleh oleh coklat Swiss 🤣
total 1 replies
Jing_Jing22
ciiaa elah ngerosting si arjuna nggak tuh??😂
Indira Mr: mirif kyk gitu.. 🤣
total 1 replies
Jing_Jing22
lucu banget dah interaksinya🤭🤭
Indira Mr: polos si Jamila 🤣🤣
total 1 replies
Jing_Jing22
pede bener dahh😂😂
Blueberry Solenne
pasti lah dia datang ke indo, datang2 nglamar si mila ni
Indira Mr: pengennya langsung Lamar. gas keun 💪
total 1 replies
Blueberry Solenne
wkwkwk terbakar api cemburu tu bule, langsung mau kirim paus, kirim mas bule 20 kali wkwkwk
Blueberry Solenne
Bisa ae kamu mil😂😂😂
Indira Mr: biar dapat gift.. 🥰
total 1 replies
Blueberry Solenne
Semu demi cinta dong, Sakura, soalnya Darren udah kepincut sama Jamila tuh
Indira Mr: Yes,, you're right.., udh termila-mila itu 🤣
total 1 replies
CACASTAR
dulu makanya Jamila ngidam apa sih sampai dia suka banget manjat pohon
Indira Mr: mamanya Mila ngidamnya miara monyet tapi gak kesampean jadi anakny mirip monyet suka manjat pohon.. **fitnah author ** 🤣🤣
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
Hahaha... paling yang pingsan aku aja thor🤣🤣🤣
Indira Mr: he.. he.. 🤣🤣🤣
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
lah gitu gitu bule kepincut lho sama dia. dari pada lu🤭🤭🤭
Indira Mr: Salina tuh gitu sama Jamila,, takut Arjuna berpaling🤣
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Tukang panjat pohon gitu, bule sampe kepincut sama dia. Lah kau hanya modal goda lakik orang/Facepalm/
Indira Mr: takut Arjuna diambil lagi sama Jamila 🤣
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Heleh, dari pada elu
Mingyu gf😘
cihh padahal dia yg penggoda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!