Entah sebuah kesialan atau keberuntungan karna Audrey mengandung anak dari seorang mafia besar dan pebisnis paling berpengaruh di Kanada. Sosok Lucas tidak tersentuh, bahkan tak seorangpun bisa mencampuri bisnis gelapnya. Dia pria yang memiliki wajah sempurna, namun tak sesempurna hatinya.
Kehidupan Audrey mungkin tak akan baik-baik saja jika berkaitan dengan Lucas. Lalu bagaimana Audrey akan menyembunyikan keturunan Lucas? Agar hidupnya tak bersinggungan dengan pria itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Kedatangan Lucas membuat Audrey tidak bisa berfikir dengan jernih. Terlebih fakta bahwa putra yang selama ini dibicarakan Russel adalah Lucas. Pria yang beberapa hari lalu merenggut paksa kesuciannya. Kejadian malam itu memang bukan sepenuhnya kesalahan Lucas. Bahkan jika Audrey memilih mengabaikan perintah Teresa dengan pergi dari hotel, kejadian memilukan itu tak akan pernah terjadi dalam hidup Audrey. Kini hanya penyesalan dan trauma yang tertinggal. Dengan melihat Lucas saja, Audrey sudah gemetar ketakutan.
Malam itu Lucas membabi buta, tanpa kata ampun dan belas kasihan pada Audrey. Selain melakukannya dengan kasar, Lucas juga meninggalkan bebas memar di beberapa tubuh Audrey. Bagi Audrey yang baru pertama kali melakukannya, jelas meninggalkan kesan menyeramkan. Lucas benar-benar terlihat seperti jelmaan iblis yang sedang menghancurkan masa depan gadis asing.
"Audrey, apa kau baik-baik saja?" Russel menyentuh sebelah wajah Audrey karna ingin memastikan suhu tubuhnya lantaran wajah Audrey terlihat pucat.
Tanpa mengeluarkan suara, Audrey hanya menggeleng kecil. Dia susah payah melawan rasa takut dan trauma yang tiba-tiba muncul setelah melihat Lucas. Di mata Audrey, Lucas tidak lebih baik dari iblis yang mengerikan.
"Mom, kita harus pulang sekarang. Aku tidak punya banyak waktu disini." Tegas Lucas. Nada bicaranya terdengar tidak ingin dibantah. Dia terlihat tidak peduli pada kondisi Audrey. Padahal Audrey jelas-jelas menunjukkan jika dia sedang ketakutan. Seharusnya Lucas sadar bahwa dialah yang menyebabkan Audrey seperti itu.
"Luke, kamu yang keras kepala karna tetap datang kesini. Mommy menyuruhmu agar datang satu minggu lagi, tapi baru 3 jam kamu sudah tiba di Amerika." Omel Russel. Jika tau Lucas akan datang menjemputnya secepat ini, Russel pasti tidak akan menghubungi Lucas sore tadi. Russel belum rela berpisah dengan Audrey.
"Yang aku lakukan demi keselamatan Mommy. Dan jangan lupakan Daddy yang setiap hari membuatku sakit kepala karna mencarimu." Ujar Lucas jengah.
Russel menatap Audrey dengan sendu. Jika malam ini dia kembali ke Canada, apakah Audrey akan baik-baik saja sendirian dirumah ini? Russel benar-benar mencemaskan kehidupan Audrey jika tanpanya.
"Luke, apa Mommy boleh membawa Audrey bersama kita? Dia,,"
"Jangan pernah membawa orang asing ke rumah kita!" Tegas Lucas memotong ucapan Russel.
Audrey mencengkram ujung dressnya. Dia tidak sanggup jika harus berurusan dengan Lucas. Baru beberapa menit berhadapan dengan Lucas saja membuat Audrey tidak berkutik.
"Bibi, segeralah pulang ke Canada. Aku baik-baik saja disini, Bibi jangan khawatir." Audrey berucap pelan, namun dengan nada memohon.
Daripada harus berurusan lagi dengan Lucas, lebih baik melepaskan Russel pulang malam ini meski sebenarnya berat bagi Audrey.
Lagipula Lucas tidak datang sendiri. Diluar rumah, ada sekitar 5 mobil yang terparkir dengan belasan bodyguard. Orang-orang itu menunggu di luar, berdiri disekitar rumah untuk melak6 penjagaan. Audrey tidak tega membiarkan orang-orang itu kedinginan terlalu lama di luar rumah.
"Tidak Audrey, kamu sudah menyelamatkan nyawaku. Mana mungkin Bibi tega meninggalkan kamu tinggal sendirian di rumah ini. Elie tidak bisa datang berkunjung setiap minggu. Siapa yang akan memastikan kamu baik-baik saja disini?" R6 mengabaikan larangan Lucas. Dia sedang berusaha membujuk Audrey agar ikut ke Canada bersamanya.
Melihat Russel yang bersikeras ingin mengajak Audrey, Lucas memilih bertindak cepat. Dia beranjak dari duduknya dan menghampiri Russel. Secara tiba6, Lucas mendaratkan pukulan dibelakang kepala Russel hingga wanita paruh baya itu tidak sadarkan diri.
"Aaargh,,!! Apa yang kamu lakukan pada Bibi Russel?!" Teriak Audrey ketakutan.
"Jack!!!" Seru Lucas. Suaranya yang berat terdengar mengerikan. Dalam hitungan detik, seorang pria muda masuk ke dalam rumah.
"Bawa Ibuku ke mobil!" Titahnya.
"Baik Tuan." Jack langsung sigap menggendong Russel dan membawanya keluar.
Audrey memberingsut ketakutan. Dia mencoba berdiri dengan kaki yang gemetar. Melihat Lucas yang nekat membuat Russel tidak sadarkan diri, semakin membuka mata Audrey bahwa Lucas memang mengerikan. Lucas bisa bertindak ekstrim tanpa berfikir lebih dulu. Dia tidak segan-segan membuat Ibunya pingsan.
"Pergi! Aku bilang pergi dari sini!" Pekik Audrey gemetar.
Lucas tersenyum miring. "Kau bersikap seolah aku adalah hantu, padahal malam itu kau sendiri yang data6 padaku! Jangan pikir kau bisa lolos begitu saja! Meski pelaku yang mencampurkan obat perang sang sudah mendapat hukumannya, tapi aku juga tau jika malam itu kau berusaha melakukan hal yang serupa padaku!" Geram Lucas. Dia mencengkram dagu Audrey hingga Audrey kesulitan membuka mulutnya.
"Membuang barang bukti di tempat sampah, kamu pikir bisa bebas dari hukuman?! Dengarkan aku baik-baik!" Lucas memperkuat cengkramannya. "Kali ini aku akan mengampunimu karna Ibu, tapi jika kau melakukan kesalahan lagi padaku, akan aku pastikan kau sendiri yang memohon kematian mu!!" Sentaknya sembari melepaskan kasar dagu Audrey.
Tubuh Audrey terhuyung ke belakang. dia hampir tersungkur jika tidak ada dinding. Audrey hanya menangis, dia kehilangan keberanian didepan Lucas. Pria itu benar-benar melebihi monster.
Tanpa berterimakasih pada orang yang telah menolong Ibunya, Lucas pergi meninggalkan rumah itu di susul oleh semua bodyguard yang mengawalnya.
"Jack, kirim orang untuk mengawasi rumah ini dari jauh, pastikan gadis itu tidak melakukan aktivitas yang mencurigakan!" Titah Lucas. Sorot matanya cukup tajam memandangi rumah kayu sederhana yang ditempati oleh Audrey.
"Baik Tuan. Jose dan Joseph yang akan bertugas." Jawab Jack yang langsung menyambungkan telfonnya pada Jose dan memerintahkan keduanya mencari tempat tinggal di sekitar rumah Audrey.
...*****...
"Dia benar-benar bukan manusia. Elie, apa aku pantas diperlakukan seperti itu?! Aku sudah menyelamatkan Ibunya, membiarkannya tinggal disini bersamaku dengan nyaman dan aman. Tapi putranya tidak tahu terimakasih!" Audrey meluapkan amarah dan kekecewaannya terhadap Lucas melalui sambungan telfon dengan Elie.
Audrey sudah menceritakan dengan detail, mulai dari saat Lucas yang tiba-tiba datang, memaksa Bibi Russel pulang, sampai tragedi pemukulan yang membuat Bibi Russel tidak sadarkan diri. Dan ancaman Lucas padanya yang di sertai perlakuan kasar.
"Entahlah Audrey, aku sampai tidak bisa berkata-kata lagi. Dari banyaknya seorang Ibu di dunia ini, kenapa harus Ibunya Lucas yang kamu selamatkan? Kebetulan macam apa ini. Kamu dipertemukan kembali dengan Lucas." Elie sampai geleng-geleng kepala diseberang sana.
"Aku merasa sangat sial dipertemukan lagi dengan Lucas. Elie, aku benar-benar sangat takut padanya. Melihat wajahnya saja membuatku trauma. Dia lebih menyeramkan dari monster." Sampai detik ini tubuh Audrey masih gemetar, padahal kepergian Lucas sudah 1 jam yang lalu.
"Tunggu Audrey, kenapa tiba-tiba aku memiliki bayangan seandainya kamu mengandung anak Lucas. Kau bilang malam itu Lucas tidak memakai pengaman kan?!" Seru Elie. Pikiran itu terlintas begitu saja dalam benak Elie. Sebab pertemuan Audrey dan Lucas tampak tidak sederhana.
"Jangan menakut-nakuti ku, Elie! Aku tidak sudi jika harus mengandung anaknya. Sudahlah, percuma saja aku bercerita padamu. Kamu malah membuat ku semakin takut! Aku tutup dulu telfonnya."
Audrey mengakhiri sambungan telfonnya dan memilih menggulung dirinya didalam selimut.
"Tidak, itu tidak akan pernah terjadi. Tolong jangan tumbuh didalam perutku." Gumam Audrey cemas.
𝙝𝙢𝙢... 𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙘𝙪𝙢𝙖 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙮𝙜 𝙩𝙖𝙪.🤭
𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝘿𝙖𝙞𝙨𝙮 𝙨𝙞𝙛𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙣𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙧𝙪𝙣 𝙙𝙤𝙢𝙞𝙣𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙞𝙛𝙖𝙩 𝙡𝙚𝙢𝙗𝙪𝙩 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙤𝙡𝙤𝙣𝙜 𝙣𝙞𝙧𝙪 𝙙𝙧 𝙢𝙖𝙢𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝘼𝙪𝙙𝙧𝙮.🤭🤭
𝙉𝙞𝙘𝙠 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙣𝙮𝙚𝙨𝙚𝙡 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙮𝙜 𝙣𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥 𝘼𝙣𝙖 𝙘𝙪𝙢𝙖 𝙥𝙚𝙢𝙪𝙖𝙨 𝙣𝙖𝙛𝙨𝙪𝙢𝙪 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙣𝙞𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝𝙞-𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙞 𝙟𝙖𝙣𝙟𝙞𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙨𝙖𝙥𝙖𝙩 𝙠𝙚𝙝𝙤𝙧𝙢𝙖𝙩𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.