NovelToon NovelToon
Hidup Kedua Sang Istri Teraniaya

Hidup Kedua Sang Istri Teraniaya

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Time Travel / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:51.3k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

"Kau pikir aku masih wanita lemah yang dulu?"

Dara Alvarino, dokter bedah kelompok mafia paling ditakuti mati ditikam dari belakang oleh sahabatnya sendiri. Saat membuka mata, ia terbangun dalam tubuh Kiara Adisaputra, istri lemah yang sedang hamil tiga bulan, dipukuli suaminya sendiri karena dituduh selingkuh.

PLAK!

Tamparan keras mendarat di pipinya. "Pelacur! Ngaku saja kalau anak itu bukan anakku!"

Arkan Adisaputra, suaminya berdiri dengan mata penuh kebencian. Di belakangnya, Lenna si adik angkat tersenyum tipis, pura-pura cemas. "Kak Arkan, jangan kasar... Kak Kiara kan sedang hamil..."

Dara yang sekarang Kiara menatap tajam. Tubuh ini lemah, tapi jiwanya adalah predator yang pernah membedah tubuh manusia tanpa berkedip.

"Kau mau bukti?" Kiara berdiri, mengusap darah di sudut bibirnya. "Aku akan tunjukkan siapa yang sebenarnya berbohong di rumah ini."

Pembalasan dimulai. Kali ini, ia tidak akan mati sia-sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 - PERMAINAN TERAKHIR

Van melaju selama empat puluh menit melewati jalanan Jakarta yang macet, keluar dari kota, menuju area industri terpencil di Cakung.

Sepanjang perjalanan, Dara tetap tenang meski jantungnya berdebar keras. Kirana sudah berhenti menangis, sekarang terlelap di gendongannya, tidak tahu bahaya yang mereka hadapi.

Salma duduk di seberangnya, menatap dengan ekspresi yang sulit dibaca. Bukan kebencian. Bukan amarah. Tapi kekaguman?

"Kamu tahu Dara, aku selalu mengagumimu," kata Salma tiba-tiba.

Dara tidak menjawab.

"Bahkan setelah aku membunuhmu atau kupikir membunuhmu... aku masih kagum. Kamu dokter terbaik yang pernah aku kenal. Tanganmu stabil, pikiranmu jernih, kamu tidak pernah panik bahkan dalam situasi terburuk."

"Lalu kenapa kamu bunuh aku?"

"Karena kamu terlalu baik." Salma tersenyum pahit. "Kamu masih punya hati nurani. Kamu masih peduli pada pasien, bahkan pasien yang brengsek. Dan itu kelemahan di dunia kita."

"Jadi kamu bunuh aku karena aku punya hati nurani?"

"Aku bunuh kamu karena aku butuh subjek eksperimen. Dan ternyata..." Salma menatap Kirana, "...itu keputusan terbaik yang pernah aku buat. Karena kematianmu membawa kamu ke tubuh Kiara. Dan kamu jadi bukti hidup bahwa teori reinkarnasiku benar."

Dara memeluk Kirana lebih erat. "Aku bukan buktimu. Aku anomali. Kebetulan. Bukan hasil eksperimenmu."

"Kita akan lihat." Salma mengetuk jendela, memberikan sinyal pada sopir.

Van berhenti di depan gedung pabrik tua sama seperti gudang di Tanjung Priok, tapi lebih besar, lebih gelap.

Pintu van terbuka. Dua pria besar menyeret Dara keluar hati-hati karena dia menggendong bayi.

"Jangan sentuh anakku," desis Dara dengan suara berbahaya.

Salah satu pria tersentak, melihat tatapan Dara yang seperti predator.

Mereka masuk ke dalam pabrik. Di sana meja operasi. Alat-alat medis. Komputer. Kamera. Semua sudah disiapkan. Seperti ruang operasi di kehidupan lama Dara, tapi lebih mengerikan karena dia tahu dia yang akan jadi subjek kali ini.

"Selamat datang di laboratoriumku yang baru," kata Salma sambil membuka jasnya, menggantinya dengan jas lab putih. "Lebih baik dari yang lama, bukan?"

"Apa maumu, Salma? Kamu sudah terbukti salah. Kamu tidak bisa replikasi reinkarnasi. Semua subjekmu yang lain mati."

"Karena aku belum menemukan formula yang tepat." Salma berjalan ke meja operasi, mengelus permukaan logam dingin itu. "Tapi sekarang dengan kamu di sini, aku bisa pelajari lebih detail. Aku bisa buka otakmu, lihat apa yang berbeda, kenapa kamu berhasil sementara yang lain gagal."

Dara merinding. "Kamu mau membedah otakku?"

"Tentu saja. Itu satu-satunya cara untuk tahu." Salma tersenyum. "Dan jangan khawatir, aku akan pastikan kamu tidak merasakan sakit. Aku dokter yang baik."

"Kamu gila."

"Aku visioner." Salma menatapnya. "Dan kamu akan jadi kontribusi terbesarmu untuk sains. Bayangkan dengan mempelajari otakmu, aku bisa buat formula reinkarnasi yang sempurna. Manusia bisa hidup selamanya! Tidak ada lagi kematian!"

"Dengan biaya berapa nyawa?"

"Pengorbanan yang perlu." Salma mengangguk pada dua pria tadi. "Ambil bayinya."

"JANGAN!" Dara mundur, memeluk Kirana dengan putus asa.

Tapi dua pria itu lebih kuat. Mereka merebut Kirana dari gendongan Dara... bayinya langsung menangis keras.

"KEMBALIKAN ANAKKU!" Dara mencoba melawan tapi satu pria menahan tangannya, yang lain membawa Kirana menjauh.

"Tenang, tenang. Aku tidak akan sakiti bayimu." Salma mengambil Kirana dari pria itu, menggendongnya dengan canggung. "Dia cantik. Mirip kamu atau mirip Kiara? Sulit dibedakan sekarang."

"Kumohon..." untuk pertama kalinya, suara Dara bergetar. "Kumohon jangan sakiti dia. Dia tidak ada hubungan dengan ini..."

"Oh, tapi dia ada hubungan. Dia anak dari dua jiwa, Dara dan Kiara. Secara genetik, dia anak Kiara dan Arkan. Tapi secara spiritual, dia dibesarkan oleh jiwa Dara." Salma menatap Kirana dengan mata penuh keingintahuan. "Aku penasaran, apa yang akan terjadi padanya saat tumbuh besar? Apakah dia akan punya ingatan tentang kehidupan lamamu?"

"Dia anak normal..."

"Tidak ada yang normal tentang situasi ini, Dara." Salma menyerahkan Kirana pada asistennya, wanita muda yang Dara tidak kenal. "Taruh dia di ruangan sebelah. Pastikan dia aman untuk sekarang."

Kirana dibawa pergi, tangisannya perlahan menjauh.

Dara merasakan hatinya remuk.

"Sekarang..." Salma menatapnya, "...saatnya kita mulai. Naik ke meja operasi."

"Aku tidak akan..."

Salah satu pria menyuntikkan sesuatu ke lengan Dara cepat, sebelum dia bisa bereaksi.

Dunia berputar.

Kaki Dara lemas dia jatuh, ditangkap oleh pria itu, diangkat ke meja operasi.

"Jangan khawatir, itu hanya pelemas otot. Kamu akan tetap sadar, aku butuh kamu sadar untuk bagian wawancara." Salma mulai memasang tali pengikat di pergelangan tangan dan kaki Dara. "Aku punya banyak pertanyaan tentang prosesnya. Apa yang kamu rasakan saat mati? Apa yang kamu lihat? Bagaimana rasanya terbangun di tubuh lain?"

Dara mencoba bergerak, tapi tubuhnya tidak merespon. Hanya kepalanya yang bisa bergerak sedikit.

Tidak. Tidak seperti ini.

Salma menyalakan kamera, merekam semua ini.

"Eksperimen nomor dua puluh tiga. Subjek: Dara Alvarino, sekarang menempati tubuh Kiara Adisaputra. Tujuan: memahami mekanisme neurologis dari perpindahan jiwa."

Dia mengambil alat pemindai otak, mulai memasangnya di kepala Dara.

"Ini akan memetakan aktivitas otakmu. Aku mau lihat bagian mana yang aktif saat kamu mengakses ingatan kehidupan lama versus kehidupan baru."

"Salma..." Dara mencoba bicara, lidahnya terasa berat. "Ini tidak akan berhasil..."

"Kita lihat saja." Salma menyalakan mesin, layar komputer menunjukkan peta otak Dara dalam warna-warna terang.

"Menarik. Ada dua pola aktivitas yang berbeda, seolah ada dua sumber kesadaran dalam satu otak." Salma mengetik catatan dengan cepat. "Apa kamu merasakan kehadiran Kiara? Jiwa asli dari tubuh ini?"

Dara terdiam.

Apa aku merasakan Kiara?

Kadang dalam mimpi dia mendengar suara lembut. Suara yang berbeda dari suaranya. Suara yang mengatakan terima kasih. terima kasih sudah jaga anakku.

"Aku..." Dara berhenti. "Kadang aku merasa, ada yang lain. Tapi aku tidak yakin itu Kiara atau hanya imajinasinya."

"Menarik sekali!" Salma mencatat lagi. "Jadi kemungkinan dua jiwa memang berbagi satu tubuh. Atau sisa-sisa jiwa Kiara masih tertinggal seperti memori residual."

Dara merasakan air mata mengalir, bukan karena takut pada dirinya sendiri. Tapi karena Kirana. Kirana yang sendirian di ruangan lain, ketakutan, tidak tahu di mana ibunya.

"Kumohon, Salma..." suaranya bergetar. "Lepaskan anakku. Kamu bisa lakukan apapun padaku. Bedah otakku. Bunuh aku lagi. Apa saja. Tapi lepaskan Kirana. Dia tidak bersalah."

Salma berhenti mengetik, menatap Dara dengan ekspresi aneh.

"Kamu benar-benar mencintainya, ya? Padahal secara teknis, dia bukan anakmu. Dia anak Kiara."

"Dia anakku." Dara menatapnya dengan mata penuh air mata tapi juga penuh tekad. "Aku yang mengandungnya. Aku yang melahirkannya. Aku yang menjaganya. Dia anakku."

"Bahkan setelah semua yang terjadi, setelah kehilangan kemanusiaanmu di dunia mafia, kamu masih bisa mencintai." Salma tersenyum pahit. "Aku iri padamu, Dara. Aku tidak pernah bisa mencintai seperti itu. Aku hanya bisa mencintai pengetahuan."

"Itu bukan cinta. Itu obsesi."

"Mungkin." Salma kembali ke komputernya. "Tapi obsesiku akan mengubah dunia. Sementara cintamu hanya akan membuatmu lemah."

Kemudian...

Alarm berbunyi. Keras. Menusuk telinga.

Salma mengerutkan kening. "Apa itu?"

Salah satu pria berlari masuk. "Polisi! Mereka menemukan lokasi kita! Mereka sudah di luar!"

Salma menatap Dara lalu tersenyum. "Sepertinya waktu kita habis. Tapi tidak apa..." dia mengambil pisau bedah, "...aku bisa ambil sampel dengan cepat."

Dia mendekatkan pisau ke kepala Dara...

CRASH!

Jendela pecah.

Tim khusus polisi menyerbu masuk dengan Arkan dan Regan di depan.

"LEPASKAN ISTRIKU!" teriak Arkan.

1
Shen shandian luo
alur yg gak masuk akal sih sebenarnya
Dewi Sri
Lelah dan tidak setuju
N Wage
gak habis - habisnya😅
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Dede Mila
Abeh lah jadi nyt🫣🫣🫣🫣
Hikam Sairi
jangan lama lama balas dendam nya 🫵🫵
👻👻👻👻
Hikam Sairi
bagus 😈😈😈😈
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
gila sih
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
baru hidup tenang ada aja gangguan nya
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
waduh siapa lagi ini😂
Akbar Aulia
Luar biasa
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
Erchapram
Masih ada extra part, ditunggu ya... terima kasih.
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
krisis identitas dara
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
lenna bener bener insaf
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
wow tarik nafas bacanya thor
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
kadang kita butuh waktu untuk memaafkan seseorang
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
kirana jempol rasa compeng ya nak😂
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
biasanya bayi masih di lindungi malaikat thor, aq percaya ini🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
bener dara seorang ibu akan lakukan demi anak-anak nya
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
deg degan thor, semoga lenna aman ya nggak meninggal aq kasian kl orang dah bertaubat malah meninggal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!