Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.
Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.
Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.
Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.
Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.
Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Reynnaldoooo!!" pekik Nabila saat melihat seseorang menendang pintu ruangan Dewan Siswa hingga hancur berkeping-keping.
"Tu-tuaann Reynaldo.." lirih Ketua Dewan Siswa dengan suara terbata-bata.
"Tuan Reynnaldoooo...." ucap Mr. Hartono heran – dia tidak menyangka pemilik perusahaan tempat dia bekerja datang ke sekolah putrinya.
"Jauhkan tangan kotormu ini Bangsat!!" pekik Reynaldo menarik tangan Mr. Hartono dan memelintirnya hingga suara tulang yang bergeser terdengar jelas.
Sementara Zara, Dinda, dan Rina sudah histeris melihat aksi Reynaldo.
"Paman!! Lepaskann Daddykuu!!" teriak Zara saat melihat ayahnya kesakitan.
Reynaldo yang mendengar itu dengan cepat mendorong tubuh Mr. Hartono hingga terjatuh. "Berhentilah berteriak kepadaku!!" ucap Reynaldo dengan nada sinis.
"Dan kaliaann!!! Apa yang kalian lakukan sampai harus membuat seseorang tidak bersalah meminta maaf!!" ucap Reynaldo menekan suaranya kepada Ketua Dewan Siswa.
"Ma-maafkan kamii tuan, tapii gadis ini memang membuat kesalahan.." ucap Ketua Dewan Siswa dengan wajah ketakutan.
"Tidakk! Aku tidak melakukan apapun! Mereka duluan yang menghinaku!! Mempermasalahkan pengawal yang mengawasiku!!" teriak Nabila yang tidak ingin disalahkan.
"Diamlah!! Atau aku akan mengeluarkanmu dari sekolah ini! Kau tahu siapa yang sedang bicara denganmu – ini Tuan Reynaldo Wijaya Mahkota pemilik investor terbesar sekolah ini!" teriak Ketua Dewan Siswa.
Reynaldo yang melihat Nabila dibentak seperti itu langsung menarik kerah baju Ketua Dewan Siswa hingga tubuhnya terangkat dari kursi.
"Tu-tuaann maafffkann aku.. aku tidak melakukan apapun.." ucap Ketua Dewan Siswa gemetar ketakutan.
Sementara Mrs. Julia dan Mr. Surya – orang tua Dinda dan Rina – hanya menatap dengan wajah ngeri melihat kemarahan Reynaldo.
"Bughhkk!!" Suara hentakan terdengar saat Reynaldo melemparkan tubuh Ketua Dewan Siswa ke tembok. Kemudian dia berjalan mendekat, meletakkan kakinya di dada pria itu.
"Kau bajingan sialan!! Kau bahkan berani berteriak di depan wajahku!!"
"Tuu-tuaan maafkan akuuu, ini semua ulahnya..!" ucap Ketua Dewan Siswa mencoba menyalahkan Nabila.
"Tidakkk!! Reynaldo mereka duluan yang menyerangku! Aku hanya melindungi diriku sendiri!!" teriak Nabila.
"Tutup mulutmu Jalang!! Kau yang memulai semua!!" ucap Zara menjambak rambut Nabila dengan kasar.
"Aahhkk..aaahhhkkk.. lepasskannn" teriak Nabila kesakitan saat rambutnya ditarik. Sementara Dinda dan Rina juga ikut menggoyangkan tubuhnya.
Mrs. Julia menarik putrinya menjauh, dan Mr. Surya juga menarik Rina agar tidak mencari masalah.
Reynaldo yang sudah sangat geram langsung menampar pipi Zara tanpa pandang bulu.
"Beraninya kauu menyentuhnya!!" umpat Reynaldo penuh kemarahan.
Darah segar mengalir dari sudut bibir Zara.
"Daddy.. dia menamparku!" pekik Zara mengadu kepada ayahnya yang tangannya kini patah dan tak berdaya.
"Aku akan pastikan kalian semua menderita!!" ucap Reynaldo kepada mereka semua.
"Tapi aku tidak bersalah Reynaldo! Aku berani bersumpah – cek saja CCTV lokasi kejadian.. aku hanya mempertahankan diri!" ucap Nabila takut masa depannya terancam. "Kauuu tunjukkan CCTVnya sekarang juga!" perintah Reynaldo kepada Ketua Dewan Siswa.
Kini mereka semua menyaksikan rekaman kejadian. Semua mata tercengang saat melihat Zara melemparkan batu ke arah kepala Nabila. Jelas terlihat bahwa Nabila hampir dikeroyok jika tidak melawan balik. Reynaldo yang menyaksikannya sudah mengepalkan tangan dengan kuat.
"Kauu!! Bukankah kau direktur di perusahaan Wijaya Group!!" ucap Reynaldo menatap tajam ke arah Mrs. Julia.
"Maa--aaaffkan putriku tuann!!" ucap Mrs. Julia terbata-bata.
"Tidakk ada kata maaf bagi mereka yang menyakiti orang yang kuhargai! Hari ini jangan harap kau bekerja lagi di perusahaan kami! Oh satu lagi, kau Mr. Surya – pemilik cabang textile yang baru saja menjalin kerja sama dengan Wijaya Textile – aku akan menarik seluruh modal dan takkan biarkan perusahaanmu yang busuk itu berkembang!!" umpat Reynaldo penuh kemarahan.
"Dan yah Mr. Hartono! Kau pikir kekayaanmu mampu menyaingiku!! Kau lupa 70% investor perusahaanmu adalah aku – mulai hari ini aku menarik seluruh kerja sama! Kau sendiri akan ku pastikan keluar dari sekolah ini sebagai investor!" ucap Reynaldo dengan suara yang sangat kejam.
"Dan satu lagi – hari ini kalian bertiga harus merasakan apa yang wanita ku rasakan!" ucap Reynaldo datar. Seorang pengawal datang membawa batu yang tadi digunakan Zara untuk memukul Nabila – masih ada bercak darah Nabila di atasnya.
"Jangan!! Jangan!!" teriak Zara ketakutan.
"Apa kau ketakutan!! Sedangkan tadi kau tidak merasa takut saat melakukan itu!!"
"Bughhhkkkk!!" Reynaldo menarik rambut ketiga gadis itu sekaligus kemudian mendorong mereka hingga terjatuh.
Nabila yang melihatnya bingung harus berbuat apa – keadaan mereka sudah sangat menyedihkan, bukan hanya ketiga gadis itu, orang tua mereka dan Ketua Dewan Siswa juga terlihat sangat mengenaskan!!
"Reynaldo hentikan! " teriak Nabila. Reynaldo yang mendengar suaranya langsung menghentikan semua tindakannya.
"Kau ingin membunuh mereka??" ucap Nabila mendekat ke arah Reynaldo yang masih dalam keadaan emosional. Bahkan Kepala Sekolah sendiri tidak berani menentangnya. Hampir semua orang merasa ngeri dengan tindakan Reynaldo.
"Hentikan Reynaldo!! Kau membuat semua orang melihatmu dengan cara yang salah!!" ucap Nabila.
"Aku peringatkan kalian semua! Siapapun yang berani mengusik wanita ini, jangan harap kalian bisa hidup damai di Kota Perak!!" umpat Reynaldo dengan penekanan kuat.
Nabila menarik tangan Reynaldo, melihat wajahnya yang masih penuh kemarahan dan membuat siapapun tidak berani menatapnya langsung. Dia membawa Reynaldo menjauh dari keramaian. "Kau apa yang kau lakukan disini??" ucap Nabila yang masih tidak mengerti tujuan kedatangannya.
"Menikah!" ucap Reynaldo dengan nada datar.
Ucapan itu jelas terdengar oleh beberapa siswa yang masih berada di sekitar. Mereka semua terkejut – siapa yang tidak tahu keindahan dan kekuasaan Reynaldo Wijaya Mahkota? Banyak gadis yang menginginkannya, apalagi dengan statusnya sebagai donatur terbesar sekolah.
Nabila yang mendengar itu langsung menendang kaki Reynaldo.
"Sudah berapa kali aku katakan aku tidak ingin menikah denganmu!!" umpat Nabila kesal.
"Aku tidak menerima penolakan!!" ucap Reynaldo datar.
"Kau gila!! Sangatt sangatt gilaaa!!" ucap Nabila merasa sangat frustasi.
Saat mereka sedang berdebat, tiba-tiba seorang pria paruh baya menarik tangan Nabila dengan paksa. "Kauu!! Beraninya kau tidakk pulangg!!" ucap Hariyanto – ayah Nabila.
"Daddy..." ucap Nabila dengan suara pelan.
"Ayooo pulangg!" teriak Hariyanto.
Nabila hanya bisa mengikuti langkah sang ayah. Reynaldo yang melihat sikap Hariyanto yang kasar langsung menarik tangan Nabila dari genggamannya.
"Lepaskan dia!!" ucap Reynaldo dengan tatapan tajam yang menusuk.
"Kau yang harusnya melepaskan dia! Ini putriku – jangan pernah ikut campur dalam urusan keluarga kami!!" teriak Hariyanto kepada Reynaldo.
Nabila yang tidak ingin ada keributan lagi menatap wajah Reynaldo sambil mengangguk perlahan, seolah mengatakan dia akan baik-baik saja. Reynaldo membiarkan mereka pergi, tapi mengikuti dari belakang dengan mobilnya.
Mereka sampai di sebuah rumah bertingkat yang tidak terlalu besar. Nabila yang dipaksa masuk oleh ayahnya hanya bisa merengek saat kakinya terbentur kusen pintu.
"Lepasskannn aku Daddy!!" teriak Nabila.
"Tidakkk!! Kau harus tetap disini dan berhentilah sekolah!! Mulai hari ini, Daddy akan menyerahkanmu kepada Tuan Alvin – dia akan membayar semua utang keluarga kita setelah ibumu pergi!" bentak Hariyanto kepada Nabila.
"Tidakkk!! Aku tidak ingin menikah!!" ucap Nabila memberontak.
"Kau harus mau!! Kalau tidak aku akan dibunuh oleh kreditur!!"
"Tapi masih ada cara lain Daddy! Aku masih ingin bersekolah!!" teriak Nabila dengan suara keras.
"Diam atau Daddy akan melakukan hal kasar padamu!"
"Tidakk!! Aku tidak mau!!" ucap Nabila berusaha melepaskan diri. Terpaksa dia menendang bagian tubuh sensitif ayahnya.
"Maafkan aku Daddy!!" umpat Nabila sambil berlari keluar dari rumah itu.
Hariyanto berusaha mengejarnya sekuat tenaga. Nabila berlari sesusah mungkin, tapi saat melintasi jalan tanah licin, dia terjatuh dan membuat kakinya keseleo.
"Ahhhkkk!!" pekik Nabila saat sulit menggerakkan kakinya yang membengkak.
Hariyanto kini sudah menggenggam kembali tangannya.
"Kau tidak bisa lari!!"
"Lepaskan aku Daddy!! Aku tidak ingin menikah dengan Tuan Alvin!!"
"Tidakk kau harus menikah untuk menebus utang keluarga ini!"
"Lepaskan wanita itu!!" suara bariton Reynaldo kembali terdengar dan membuyarkan aksi Hariyanto.
"Pergilah! Kau tak bisa ikut campur dalam urusan kami!"
"Reynaldo tolongg aku!! Aku tidak ingin menikah dengan Tuan Alvin!!" lirih Nabila dengan wajah penuh frustasi dan air mata.
"Diamlah!! Kau harus menikah untuk menyelamatkan keluarga kita!" ucap Hariyanto menatap tajam Nabila. "Daddy aku tidak mauu!" ucap Nabila menangis tak terkendali.
Reynaldo mengeluarkan kartu hitamnya yang sangat langka kemudian melemparkannya ke arah Hariyanto.
"Dikarru ini ada 100 juta dolar!! Apa ini cukup untuk membayar hutangmu!!" ucap Reynaldo datar.
Mendengar angka itu membuat Hariyanto terkejut – hutang keluarga hanya 5 juta dolar, tapi Reynaldo memberikan 100 juta dolar.
"Aku akan memberikan PINnya jika kau melepaskan wanita itu! Dan mulai hari ini, hubungan kalian sebagai ayah dan anak putus sama sekali!!" ucap Reynaldo sambil memberikan selembar kertas perjanjian.
Tanpa pikir panjang, Hariyanto menulis dan menandatangani perjanjian itu. Seorang pengawal menusuk ujung jempolnya hingga mengeluarkan darah sebagai cap perjanjian.
"Daddy.. apa Daddy menukaku dengan uang..!?" ucap Nabila dengan suara sedih dan penuh rasa sakit hati.
"Diamlah kau hanya mengganti seluruh biaya hidupmu selama ini! Mulai hari ini, menjauhlah dari hidupku!!" ucap Hariyanto mengambil kartu itu, kemudian Reynaldo memberikan PINnya.
"Dadddyyy..." teriak Nabila sambil menangis deras dan meraih tangan ayahnya yang sudah tidak ingin melihatnya lagi...