NovelToon NovelToon
Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Janda / Selingkuh
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Newbee

Maxime Brixtone adalah seorang mafia yang sepanjang hidupnya terjebak dalam perselisihan kelam dengan ibu tirinya. Di tengah hidupnya yang penuh duri dan misteri tentang bagaimana konflik itu akan berakhir, Max berada di ambang kematian akibat rencana pembunuhan yang dirancang oleh sang ibu tiri.

Tak disangka, hidupnya di selamatkan oleh seorang wanita yang telah bersuami. Max bersembunyi di kediaman wanita tersebut, hingga mereka tanpa sengaja menyaksikan sang suami melakukan perselingkuhan.

Dari titik itu, batas antara rasa terima kasih, kemarahan, dan obsesi kepada wanita penyelamat hidupnya mulai kabur.

Max pun memiliki sebuah ide gila untuk menjadikan wanita yang telah menyelamatkan nyawanya menjadi seorang janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 12

Dalam perjalanan pulang, Bleiz terus berpikir tentang apa yang membuat tuannya satu hari ini bersikap aneh dan tidak seperti biasanya.

Sikap yang Max tunjukkan benar-benar bertolak belakang, bahkan berbanding terbalik dengan karakter Max yang selama ini ia kenal.

Max bukanlah tipe orang yang mudah menaruh kepercayaan pada seseorang yang baru ia kenal. Bahkan terhadap orang-orang lama di sekitarnya pun, Max masih sangat berhati-hati untuk berinvestasi, baik kepercayaan maupun kepentingan.

Namun kali ini berbeda. Max langsung menunjuk Drake. Artinya, ada sesuatu dari pria itu yang ingin Max ambil.

Bleiz memang sedang mengumpulkan informasi tentang Drake dan keluarga Genevra sesuai perintah tuannya. Namun, dari seluruh data yang ia peroleh siang tadi, tidak ada satu pun hal istimewa pada diri Drake yang tampaknya mampu membuat sosok Max ingin mengambil sesuatu darinya.

Tidak ada yang bisa di ambil dari Drake. Drake bahkan memiliki tumpukan hutang, dan hidupnya tidak teratur, jabatan nya di kantor pun serabutan. Satu-satunya fakta mencolok hanyalah bahwa Drake telah memiliki seorang istri dan memacari Ezme Genevra.

Mobil melaju menembus gedung-gedung pencakar langit dan hiruk-pikuk kota di malam hari. Lampu jalanan, lampu gedung, serta cahaya kota yang berwarna-warni membuat jalanan tampak terang dan hidup.

“Kita mampir ke suatu tempat.” Perintah Max.

“Baik, Tuan.” Jawab Bleiz patuh.

Max kemudian menginstruksikan Bleiz untuk menuju lokasi yang ia inginkan. Tak berapa lama, sedan hitam yang dikawal beberapa mobil lain berhenti tak jauh dari sebuah restoran seafood.

“Aku yakin di sini, karena aku sempat melihat Celemek Restoran Seafood Malam miliknya di almari.” Kata Max dengan suara pelan yang bahkan hanya bisa di dengar dirinya sendiri.

Mobil Max dan beberapa pengawal yang berjaga, sudah berhenti selama beberapa menit, namun Max hanya duduk diam sambil memandangi restoran tersebut. Mengawasi. Dan menebak-nebak.

“Tuan…” Panggil Bleiz ragu.

“Ssstt…” Sahut Max tanpa menoleh, dan menempelkan telunjuknya yang panjang di mulutnya. Tatapannya masih terpaku lekat pada bangunan di depan mereka.

Max lalu melepaskan jasnya, mengendurkan dasinya, dan melemparkan dasi itu ke kursi kosong di sampingnya.

“Jangan ada yang bergerak meskipun aku terluka.”

“Apa?!” Bleiz tampak kebingungan.

Namun sebelum ia sempat bertanya lebih jauh, Max sudah keluar dari mobil dan melangkah kan kakinya yang panjang menuju restoran tersebut.

“Jangan ada yang bergerak, atau kepala kalian yang akan hilang.” Perintah Bleiz kepada para pengawal melalui headphone.

Bleiz memperhatikan Max masuk ke dalam restoran. Namun tak berapa lama kemudian, tubuh Max terpental keluar.

“BRRAAKKK!!!”

Tubuh Max menghantam meja bundar hingga meja itu patah seketika, meja itu ringesek di bawah berat tubuhnya yang kekar.

Melihat tuan mereka terlempar, para pengawal refleks hendak keluar dari mobil.

“Jangan ada yang keluar. Itu perintah Tuan Max.” Tegur Bleiz dengan suara tegas.

Dua pria yang keluar dari dalam restoran sudah jelas dari dandanan mereka adalah Rentenir.

Max berusaha berdiri, namun dengan cepat salah satu rentenir memukulkan botol ke kepalanya.

“PYAARR!!”

Kepala Max langsung bocor, darah mengalir deras.

“Sial.” Geram Bleiz. Yang membuat Bleiz semakin kesal adalah kenyataan bahwa Max sama sekali tidak membalas serangan para rentenir itu. Seolah-olah Max memang sengaja membiarkan dirinya dipukuli.

Bleiz sangat yakin, tidak akan membutuhkan banyak tenaga bagi Max untuk membereskan mereka.

“HENTIKAAANN…. !” Teriakan seorang wanita menggema dari dalam restoran, suaranya gemetar, air mata berurai tanpa henti.

Wanita itu berlari menghampiri Max. Wajahnya yang cantik tampak kontras dengan pakaian kumal yang dikenakannya. Wanita itu langsung memeluk tubuh Max yang roboh.

“Aah… aku mengerti sekarang.” Gumam Bleiz.

“Jadi ini alasannya…” Lanjutnya. Bleiz akhirnya memahami permainan yang sedang Max jalankan. Tuannya ingin menjadi pria lemah di depan seorang wanita. Pria yang tak berdaya dan menyedihkan agar di kasihani.

Bleiz kemudian menunduk menatap iPad-nya yang menyala. Laporan dari Kenji masuk, satu laporan yang cukup terlambat menurut Bleiz, karena siang tadi Bleiz belum mendapatkan laporan penuh mengenai Drake Franco, dan kali ini laporan irnformasi tersebut lebih akurat, lengkap dengan sejumlah foto. Mata Bleiz membulat saat menyadari identitas wanita tersebut.

Wanita itu adalah istri Drake Franco. Namanya adalah Zayna Carmen.

“Aku lupa. Tuan Max memang selalu punya hobi yang tidak normal.” Gumam Bleiz sambil mematikan layar iPad-nya.

“Jadi untuk ini… Aku ditugaskan membuat Drake sibuk.” Sudut bibir Bleiz terangkat seolah tak percaya.

Tak lama kemudian, ponsel Bleiz bergetar. Panggilan itu berasal dari Kenji yang bertugas untuk mengawasi Zayna Carmen seperti perintah Tuannya tadi siang.

“Saya melihat Tuan Max dipukuli.”

“Biarkan saja. Itu memang kemauannya.” Jawab Bleiz tenang.

”Mungkin dia ingin menempelkan satu plester bergambar hati lagi di kepalanya. Awasi saja dari kejauhan. Selama tidak ada perintah apa pun dari Tuan, kita tetap diam.” Bleiz lalu menutup panggilan itu.

Bleiz tertawa kecil, geli, ia benar-benar tidak habis pikir dengan permainan aneh yang kini dijalankan tuannya.

“Apa dia sedang bosan? Lukanya bahkan belum sembuh, sekarang di timpa luka baru lagi.”

“Sepertinya begitu, Tuan Bleiz.” Jawab salah satu pengawal yang ada di samping kemudianya.

”Tuan Max hanya bermain-main karena bosan.”

“Ya… semoga saja.” Balas Bleiz, nadanya mendatar. “Karena jika Tuan Max benar-benar serius, semuanya akan menjadi sangat rumit. Terlebih jika Tuan Nelson dan ibu tirinya sampai mengetahui hal ini.” Kata Bleiz, wajahnya berubah menjadi serius dan tegang.

Sesaat sebelum Max masuk, para rentenir sudah lebih dulu beradu mulut dengan Zayna. Nada suara mereka keras, penuh tekanan, sementara tubuh-tubuh besar itu sengaja membentuk lingkaran sempit, membuat Zayna semakin terpojok.

Ancaman demi ancaman dilontarkan tanpa jeda, cukup untuk membuat siapa pun gentar.

Max melangkah masuk tepat di tengah kekacauan itu. Sejak awal, ia memang berniat ikut campur. Namun bukan untuk menghentikan kekerasan, melainkan untuk mengendalikannya sesuai keinginannya.

Max berdiri tidak terlalu dekat, membiarkan Zayna tetap tersudut, membiarkan ketakutannya mengeras. Max ingin wanita itu benar-benar merasakannya, agar ketika ia turun tangan, rasa itu berubah menjadi simpati.

Akhirnya, Max meraih bahu salah satu Rentenir yang memakai pakaian kemeja bermotif norak.

“Cukup.” Satu kata yang tidak keras dan tidak mengancam namun terdengar dingin.

“Aku tidak ada urusan denganmu! Aku menagih utang suaminya! Jangan ikut campur!” Bentak salah satu rentenir yang berbadan besar.

“Bukan begitu bersikap pada wanita.” Ujar Max.

Para Rentenir tidak ingin berkompromi.

Tinju itu melayang cepat.

“BUG!”

Max melihatnya. Menghitung jarak. Mengukur tenaga. Namun ia tidak menghindar.

Pukulan itu mendarat tepat di wajahnya. Kepalanya terhempas ke samping, tubuhnya terhuyung. Rasa nyeri menyebar, tapi Max tetap diam, ia memang sengaja membiarkannya terjadi. Rasa sakit itu kecil harganya dibandingkan apa yang akan ia dapatkan.

Memang itulah yang ia inginkan.

Tubuh Max terhuyung, darah segera mengalir dari pelipisnya. Di sudut matanya, ia memastikan Zayna melihat semuanya.

Max ingin Zayna melihatnya dipukuli, ia ingin wanita itu mengasihaninya. Karena dari rasa kasihan itulah, ikatan paling mudah diciptakan.

Di balik darah yang mulai mengalir, Max tersenyum kecil, senyum yang hanya ia rasakan sendiri.

Permainannya berjalan sempurna.

Para Rentenir kemudian melempar tubuh Max.

“BRAKK!”

Saat akhirnya tubuhnya terhempas ke luar restoran, Max menangkap tatapan Zayna, penuh rasa bersalah, takut, dan iba.

Bagus.

Ketergantungan selalu dimulai dari rasa kasihan, lalu berubah menjadi rasa aman palsu.

Dan ketika nanti dunia kembali menekan Zayna, ia hanya akan mengingat satu hal, pria yang berdarah demi dirinya.

Max menutup mata, membiarkan napasnya terdengar lemah.

Permainannya bukan tentang menang hari ini.

Ini tentang membuat Zayna tidak lagi bisa berdiri tanpa dirinya.

Bersambung

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
penguntit suruhan nevari belum tuntas yg kemarin 🤣🤣🤣
Umi Zein
kamu gak tau yg sebenarnya Max/Sob/, klo kamu tau tentang kebenarannya bencinya kamu pasti akan berbuah syang 0d ayahmu/Whimper//Chuckle/
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
Apa penguntit itu suruhan nevari???
hemmm mau ketemu istri orang aja adaaa saja gangguannya😏
ceritanya nggantung lagi dah kayak kates
Hanima
lanjut Maxxx
Umi Zein
ya seneng bahagia laah! wong dapet jatah dr istrinya orang😂😂
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Gas Max, Bisa jadi benihhhmu juga sdh tumbuh. Jadi tanggung jawablah, perjuangkan Zayna sampai titik darahhh penghabisan🤭🤣
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Anggap saja Max adalah obat untuk luka yang diderita zayna.
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Semoga saja Drake segera menceraikannn Zayna. takut bangeet Zayna goyah dan dibodohiii drake. karena mereka sd impas sdh merasakan kehangatan bersama orang lain.
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
demi zayna max rela melakukan apapun🤭
Hanima
Lanjuttt Max
Hanima
semuaaaanya 🤭
Hanima
👍👍
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
gak papa drake sekarang bergaya dulu ala ala CEO yang terkenal dingin dan tak tersentuh😁🤭
sombonge ndhisek ajooorrre kari wkwkwk
Anonymous
Thor kok blm update
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
duuuuh bolak balik ngintipin up apa blom🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Umi Zein
ooh jdi si Max sengaja ngasih posisi itu ke Drakula biar dia bisa mantau trus. licik tp pinter jg si Max /Proud//Joyful//Joyful/
Achimedess
keren
Achimedess
siipp
dlups
lanjukan
dlups
upp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!