NovelToon NovelToon
Kultivator Pengembara 2

Kultivator Pengembara 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Lanjutan novel kultivator pengembara

Jian Feng berakhir mati dan di buang ke pusaran reinkarnasi dan masuk ke tubuh seorang pemuda sampah yang di anggap cacat karena memiliki Dantian yang tersumbat.

Dengan pengetahuannya Jian Feng akan kembali merangkak untuk balas dendam dan menjadi yang terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Di mulainya pertandingan

​Pagi harinya, Kota Utama Gagak Hitam bergetar oleh suara terompet yang ditiup dari puncak menara tertinggi.

Ribuan orang memadati Arena Koloseum Langit, sebuah bangunan megah yang mampu menampung puluhan ribu penonton.

Hari ini adalah pembukaan Turnamen Benua Gagak Hitam, panggung bagi para jenius muda untuk menentukan siapa yang akan menjadi penguasa masa depan.

​Jian Feng berjalan di tengah rombongan Keluarga Xiao. Ia mengenakan jubah hitam baru pemberian Qing Laoyue, lengkap dengan tudung dalam dan penutup wajah sutra yang hanya memperlihatkan sepasang matanya yang dingin.

Di sampingnya, Xiao Zhen dan Xiao Da berjalan dengan dada membusung, seolah-olah kekuatan Jian Feng adalah hasil didikan mereka.

​"Ingat, Xiao Feng," bisik Xiao Zhen dengan nada memerintah. "Tunjukkan pada mereka kekuatan Keluarga Xiao. Jangan buat aku malu di depan klan-klan besar!"

​Jian Feng tidak menyahut. Baginya, suara ayahnya tak lebih dari dengungan lalat di musim panas.

Matanya menyapu balkon VIP, di mana Qing Laoyue duduk dengan anggun di barisan depan klan Qing. Mata mereka bertemu sejenak, dan Laoyue memberikan anggukan kecil penuh dukungan.

​Wasit turnamen, seorang pria tua di ranah Manifestasi Roh tingkat 10, berdiri di tengah arena. "Babak pertama! Pertarungan eliminasi satu lawan satu! Pemenang ditentukan oleh kematian, penyerahan diri, atau jatuh dari arena!"

​Layar kristal raksasa di atas arena mulai mengacak nama-nama peserta. Detak jantung Xiao Zhen seolah berhenti saat melihat nama yang muncul di layar.

​Pertarungan ke-4: Xiao Feng (Keluarga Xiao) vs. Han Jue (Sekte Pedang Darah).

​Gumam ngeri terdengar dari tribun penonton. Sekte Pedang Darah dikenal sebagai sekte yang kejam, dan Han Jue adalah murid inti mereka yang berada di ranah Penyatuan Roh Tingkat 5.

​"Sial!" umpat Xiao Da. "Baru babak pertama dan dia harus melawan Han Jue si Penjagal? Tamatlah riwayat kita!"

​Xiao Zhen menatap Jian Feng dengan cemas. "Xiao Feng, jika kau merasa tidak sanggup, segera menyerah. Jangan biarkan dia membunuhmu dan merusak reputasi kita lebih jauh."

​Jian Feng melangkah maju tanpa kata. Saat ia melewati ayahnya, ia hanya bergumam rendah, "Duduklah dan saksikan bagaimana 'sampahmu' ini bekerja."

​Jian Feng melompat ringan ke atas arena, jubah hitamnya berkibar dengan elegan. Di seberangnya, Han Jue berdiri dengan pedang melengkung berwarna merah darah. Wajahnya dipenuhi seringai haus darah.

​"Jadi kau adalah bocah dari keluarga pinggiran itu?" Han Jue meludah ke tanah. "Aku dengar kau baru saja sembuh dari sakit. Kenapa tidak mati saja di tempat tidur daripada harus merepotkanku untuk memenggal kepalamu?"

​Jian Feng masih diam. Ia meraba hulu pedang meteoritnya, namun tidak mencabutnya. Ia hanya berdiri dengan tangan di belakang punggung, seolah sedang menunggu pelayan membawakan teh, bukan menghadapi seorang pembunuh.

​"Mulai!" teriak wasit.

​Han Jue melesat maju dengan kecepatan luar biasa. Pedang darahnya memancarkan aura amis yang mampu merusak mental lawan. "Teknik Pedang Haus Darah: Tarian Kematian!"

​SWOOSH!

​Pedang itu menebas udara, namun Jian Feng hanya memiringkan kepalanya sedikit. Pedang itu lewat hanya satu inci dari cadar sutranya.

Han Jue terkejut, ia segera memutar tubuhnya dan melancarkan serangkaian serangan bertubi-tubi.

Namun, Jian Feng bergerak dengan pola yang sangat aneh—seperti air yang mengalir di antara celah batu, sangat halus namun mustahil untuk ditangkap.

​"Kenapa kau hanya menghindar, pengecut?!" teriak Han Jue frustrasi. Ia mengaktifkan seluruh Qi-nya, membuat tubuhnya diselimuti kabut merah.

​Jian Feng berhenti bergerak. Ia menatap Han Jue dari balik penutup wajahnya. "Kau bertanya kenapa aku menghindar? Itu karena aku sedang menghitung berapa banyak bagian tubuhmu yang pantas kulemparkan ke depan wajah ayahku."

​Mata Jian Feng berkilat keemasan.

​"Cukup main-mainnya."

​Dalam sekejap, Jian Feng menghilang. Penonton bahkan tidak bisa melihat bayangannya.

Sebelum Han Jue sempat bereaksi, Jian Feng sudah berdiri di belakangnya. Ia tidak menggunakan pedang. Ia hanya menjulurkan dua jarinya yang dialiri Petir Emas yang sangat terkonsentrasi.

​BZZZTTT!

​Jian Feng menusukkan jarinya ke punggung Han Jue, tepat di titik saraf pusat meridian.

​"AAAGHHH!" Han Jue menjerit histeris. Listrik emas itu tidak hanya membakarnya, tapi masuk ke dalam Dantiannya dan mulai menguapkan cairan Qi-nya dengan paksa.

​Jian Feng mencengkeram rambut Han Jue dan membisikkan sesuatu yang hanya bisa didengar oleh pria itu. "Jiwa Xiao Feng yang asli menyapa keluargamu. Ini adalah awal dari pembalasan."

​Dengan satu tendangan kuat yang dilapisi elemen air untuk menambah beban kinetik, Jian Feng menghempaskan Han Jue keluar dari arena.

Tubuh Han Jue terbang ratusan meter dan menghantam dinding balkon VIP—tepat di bawah kaki Xiao Zhen dan para tetua keluarga Xiao.

​Han Jue terkapar dengan tubuh kejang-kejang, seluruh kultivasinya hancur total. Ia kini benar-benar menjadi sampah yang bahkan tidak bisa berdiri.

​Seluruh koloseum menjadi sunyi senyap. Murid inti dari Sekte Pedang Darah dikalahkan dalam hitungan detik oleh seseorang yang selama ini dikenal sebagai aib keluarga?

​Jian Feng berdiri di tengah arena, merapikan tudungnya yang sedikit bergeser. Ia mendongak, menatap ayahnya yang sedang melotot tak percaya, lalu beralih ke arah Xiao Liang(Baru datang)yang gemetar ketakutan di tribun.

​"Selanjutnya," ucap Jian Feng datar, suaranya menggema ke seluruh penjuru koloseum. "Kirimkan lawan yang setidaknya bisa membuatku berkeringat."

​Qing Laoyue di balkon atas berdiri dan bertepuk tangan pelan, senyum bangga tersungging di bibirnya.

Sementara itu, Xiao Zhen merasa jantungnya berdegup kencang—ia tidak tahu apakah ia harus merasa bangga atau justru merasa terancam oleh putra yang kini terasa seperti orang asing yang sangat berbahaya.

1
MF
💪/Hunger//Hunger/💪💪💪💪💪💪
aku
sedikit
Agen One: Hehe, Nuhun pisan🤣🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aku
ber arti adeganngewetidakpernahterjadiyathor
aku
lalu emas yg banyak itu,sdh masuk cincin ya thor.
thor lu kaya Jiang Feng
Ra_Lathia
knp jadi tubuh ganda, cb tetep pke tubuh satu tp kmdian jd kultivator yg menipu "penulis takdir", tp ttp bgus laah👍
Agen One: /Rice//Rice//Rice//Rice/
total 1 replies
Ra_Lathia
pembukaan season yang bagus👍
MF
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Adibhamad Alshunaybir
mantap kak author lanjutkan up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!