NovelToon NovelToon
SUARA 2 [RUKMINI]

SUARA 2 [RUKMINI]

Status: sedang berlangsung
Genre:Horror Thriller-Horror / Iblis / Hantu
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Manut yo, nek gak manut koe mau jadi anak durhaka!?"

"Perempuan iku musti ayu! musti lues! musti biso sekabehane! Koe ndak perlu berpendidikan tinggi, cukup jadi perempuan yang cantik, semua materi datang padamu, nduk."

Lahir dari keluarga miskin, tinggal di rumah gubuk, tapi memiliki orang tua yang berambisi tinggi untuk menjadi kaya. Rukmini, di tempa menjadi anak yang serba bisa. Dia anak satu - satunya tapi tercekik oleh ke egoisan orang tuanya, sehingga tumbuh dendam dan kebencian pada orang tua nya.

Dia melawan aturan, melawan takdir bahkan melawan Tuhan nya, dengan membuat ikatan perjanjian darah dengan yang gelap hanya agar dia bebas dari orang tua nya, tidak peduli apa konsekunsinya..

"WANI TEKO WANI MATI!"

[Novel RUKMINI ini adalah kisah lengkap tentang Rukmini, Sosok ibu yang ada di novel SUARA]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 17. Sekalian saja aku menikmati. [RUKMINI]

Setelah selesai mencuci, Rukmini pulang ke rumah nya, dia menjemur pakaian - pakaian nya. Sekarang pakaian nya sudah bagus - bagus.. Beda dengan dulu yang bahkan tambalan di celana pun ada di mana - mana. Rukmini tersenyum karena setidak nya dia memiliki pakaian yang bagus.

Setelah menjemur pakaian nya, Rukmini lalu masuk ke dalam dan melihat ibu nya tampak sudah rapih.

"Rukmini, malam iki koe libur nduk, ma Minten nanti datang." Ucap ibunya, Rukmini tertegun dan menatap ibunya.

"Sebenar nya banyak yang mau datang tapi lihat koe kurang sehat, ibu mau ke pasar beli jamu buatmu, koe istirahat dulu." Ucap ibunya, Rukmini tersenyum.

"Makasih, bu." Ucap Rukmini.

"Bu, bawa payung mau hujan." Ucap bapak Rukmini, dan ibunya Rukmini mengangguk.

Ibunya Rukmini lalu pergi, Rukmini pun pergi masuk kedalam kamar nya. Sekarang kamar Rukmini makin bagus, ada beberapa boneka yang di bawakan oleh salah satu tamu - tamu nya yang sering datang, kamar yang dulu usang dan gelap kini menjelma menjadi kamar seorang tuan putri.

Setelah rumah nya di perbaiki kini sudah tidak ada lagi atap yang bocor, bilik - bilik nya juga rapat tidak jebol atau berlubang. Semua itu dari hasil kerja keras Rukmini, Rukmini pin juga sampai sekarang masih melakukan ritual bersama wa Minten, hanya sekarang bukan setiap malam, tapi setiap malam jumat saja.

"Aku tidur saja kalau gitu." Gumam Rukmini, dia kemudian menutup kelambu ranjang nya dan merebahkan dirinya di ranjang menyamping membelakangi pintu kamar nya.

Saat Rukmini memejamkan mata dan bersiap tidur, tiba - tiba ada yang meraba bagian bawah nya. Saking sudah sering nya Rukmini di sentuh banyak orang, dia tetap memejamkan matanya dengan tenang.. tapi kemudian dia teringat bahwa ibunya meliburkan nya, yang artinya tidak ada tamu untuk nya.

'Bukan nya kata ibu aku libur? Kok iki ada tamu.' Batin Rukmini, dia membuka matanya dan terkejut.

"Bapak!?"

Rukmini terkejut saat membuka matanya karena orang yang sedang meraba - raba tubuh nya adalah ayah nya. Rukmini hendak melawan tapi tenaga bapak nya tentu jauh lebih besar, tangan Rukmini di cekal ke atas.

"Manut toh! Koe ndak mau layani bapakmu?!" Ucap bapak Rukmini.

"Bapak kan bapak nya Mini! Bapak masa mau lakuin itu ke Mini juga!?" Rukmini sudah menangis ketakutan.

"Itu juga salah satu tugasmu! Ibumu sudah ndak bisa, jadi kamu yang gantikan!" Ucap bapak nya, satu tangan nya sudah membuka paksa rok Rukmini.

"Ndak! Mini ndak mau!! Bapak!!" Rukmini mencoba melawan, tapi percuma tenaga nya kalah.

"Koe ndak manut sama bapak, hah!!" Bentak bapak nya, Rukmini sudah menangis sambil meronta agar di lepaskan.

"Tapi dosa pak!! Bapak kan Bapak nya Mini!!" Ucap Rukmini sambil sesenggukan, bapak nya tidak peduli dan sudah berhasil menyingkap rok Rukmini.

"Halah! Dosa! Dosa! Koe setiap malem saja begini sama tamu - tamumu, itu juga dosa! Ndak usah ngomongin dosa, koe bakal durhaka nek ndak manut sama bapak!" Ucap ayah nya, Rukmini tertegun..

Tubuh nya melemas karena ayah nya sudah memasuki dirinya dan kini dia merasa seluruh dunia nya benar - benar sudah hancur tidak ada yang tersisa.

'Ya.. Setiap malam aku begini juga sama suami orang, anak orang, itu juga Dosa.' Batin Rukmini, dia tertampar kenyataan sambil tubuh nya berguncang.

'Tapi iki bapaku dewe (sendiri) kok bapak juga mau sama aku?' Batin Rukmini, dia menatap kedua mata bapak nya yang sudah gelap karena nafsu.

'Aku sudah berdosa.. Dosa ku terlalu banyak.' Batin Rukmini lagi, Rukmini melemas dan tidak melawan lagi. Ayah nya tersenyum melihat itu.

"Nah, gitu dong manut. Ndak dosa kalo kamu begini, ini salah satu kewajibanmu juga mulai sekarang, nduk." Ucap ayah Rukmini, Rukmini hanya diam menatap kedua mata ayah nya yang sudah begitu tega.

Rukmini tidak melawan, dia membiarkan saja tubuh nya berguncang di jamah ayah nya sendiri. Tapi tatapan nya tidak lepas dari kedua mata ayah nya, tatapan penuh kekecewaan, tatapan benci, tatapan marah dan tatapan dendam. Sampai akhir nya ayah Rukmini menutupi wajah Rukmini dengan kain karena Rukmini terus menatap nya.

'Pendosa seperti aku, ndak pantas bicara soal dosa. Sejak pertama.. aku yang salah, aku yang nerimo makanan dari wa Parto, dan akhir nya aku di perkosa. Iki salahku dewe.' Batin Rukmini, dia mengingat awal mula hal buruk terjadi padanya.

'Sejak aku ndak melawan dan pasrah sama wa Parto, aku juga yang salah. Aku sudah berdosa.. aku pikir, bapak dan ibu mau melindungi aku, tapi ternyata..' Batin Rukmini.. Air matanya meleleh.

'Aku benci ibu dan bapak. Aku benci mereka.' Batin Rukmini, dia memejamkan matanya dengan air mata yang tak henti - henti nya meleleh.

...\=\=\=\=\=...

Dan ya, hari itu sungguhan turun hujan.. Ibunya Rukmini baru pulang saat hari sudah sore. Ibunya Rukmini tentu tidak tahu apa yang sudah suami nya lakukan pada anak nya, ayah Rukmini tampak terlihat bahagia dan sedang menikmati rokok nya di samping rumah.

Rukmini juga tetap diam di kamar, dan ternyata ibunya Rukmini membawa wa Minten. Selain membantu Rukmini Ritual, setiap dua bulan sekali wa Minten akan memeriksa apakah Rukmini hamil atau tidak, dan jika Rukmini ketahuan hamil.. Wa Minten juga yang membantu Rukmini menggugurkan kandungan nya.

"Nduk, apa kabar?" Tanya wa Minten, Rukmini masih berbaring di ranjang. Wa Minten lalu mendekat dan kaget melihat Rukmini acak - acakan.

"Eh, bukane aku suruh ibumu liburkan koe!?" Ucap wa Minten pada Rukmini karena hari ini jadwal periksa.

Tapi wa Minten tahu Rukmini seperti baru saja berhubungan, Rukmini tetap diam dan saat ayah nya berdiri di depan jendela sedang bermain dengan burung peliharaan nya, Rukmini melirik.

Wa Minten mengikuti lirikan mata Rukmini dan dia terkejut, wa Minten seperti mendapat jawaban dari lirikan mata Rukmini.

"Koe.. Di pake bapakmu toh, nduk?" Bisik wa Minten, Rukmini menatap wa Minten.

"Hm." Sahut Rukmini, wa Minten menelan ludah nya karen terkejut ayah Rukmini bahkan malah ikut memakai anak nya sendiri.

"Wes - wes, sini tak periksa." Ucap wa Minten dan Rukmini pasrah saja.

"Lucu yo mbok? Bapakku dewe nafsu kambe (sama) aku." Ucap Rukmini, wa Minten sampai tidak bisa berkata apa - apa.

"Anggap saja bapakmu lagi khilaf nduk." Ucap wa Minten enteng, Rukmini tersenyum getir.. Di dunia ini, tidak ada yang benar - benar peduli padanya.

"Eh, nduk koe lagi isi (hamil) nduk, minum jamu yo." Ucap paraji, dan paraji bangun dari ranjang Rukmini.

Rukmini terkejut, dia hamil lagi.. Rukmini sampai lupa, itu kehamilan nya yang ke berapa. Dia mengusap perut nya pelan dan air mata nya meleleh..

Tak lama wa Minten kembali bersama ibunya Rukmini, mereka membawa jamu yang bisa meluruhkan janin dalam perut Rukmini. Rukmini manut saja meminum nya seperti biasa, dalam jangka 2 tahun itu dia sudah lebih dari 5 kali menggugurkan kandungan nya, di usia nya yang 15 tahun itu.

Dan setiap menggugurkan, wa Minten yang membawa janin nya pergi. Janin - janin itu tidak di makamkan oleh orang tua Rukmini, tapi di bawa wa Minten, entah untuk apa..

"Istirahat yo nduk, nanti minum jamu lagi sama ibumu, wa Minten pamit dulu urus anakmu." Ucap wa Minten, Rukmini mengangguk.

Biasanya, setelah menggugurkan kandungan nya Rukmini akan menangis karena dia merasa kasihan dan merasa sangat berdosa pada anak - anak nya yang tidak bersalah itu.

Tapi sepertinya kali ini Rukmini tidak akan lagi menjadi orang lemah, sejak di titik ayah nya ikut menyentuh nya, Rukmini terus membatin dia benci kedua orang tua nya.

'Aku benci bapak dan ibu.' Batin Rukmini dengan penuh kebencian.

...BERSAMBUNG!...

1
zoeyy
❤️❤️❤️
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟
Takdir mbahmu gundul kui. Koe seng nggolek perkoro kok di omong takdir🤧
SENJA
mau di bawa kemana itu mini heh minten ?? 😤
SENJA
laaah tantrum 🤣
SENJA
manggut2 doang lu 😤
SENJA
jangan kelamaan mini 😤
SENJA
naaaah bener! jangan mau kerja doang tapi ga dapet duit 😤
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Masa orang suka main dukun, takut sama demit🤣🤣🤣 lucu kamu Wa
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh pake ngirim paket segala🙄
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Pinter emang cara iblis menjerumuskan seseorang
Hary Nengsih
wa minten yg bawa mini ke setan ternyata
Nureliya Yajid
semangat thor
Nureliya Yajid
lanjut
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Suami ibliss na mnta tumbal 😅
zoeyy
❤️❤️
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah iya juga mau tau alasannya apa
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
bagus mini, jngn mau mereka manfaatkan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhhmmm alasan bunglon 😤
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Buat apa itu kira2 sewa ruko
SENJA
seru bbanget pokoknya
ִֶָ𓂃⭑𝐍❤︎ᴠᴇʟ⃝ᵀᵀᴬᴺ𔒝⭑𓂃✍︎: Terimakasih kakk🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!