NovelToon NovelToon
Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: RantauL

Season 2 dari Novel Sang Penakluk.

Hi Cesss, Novel Sang Penakluk kembali lagi ni. Semoga klean suka dengan alur ceritanya Cesss.

Jangan Lupa Like, Komen dan Supportnya Cesss. Karena setiap like, komen dan support dari kalian akan sangat berguna bagiku yang pemula ini.

Selamat Membaca...,,,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RantauL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12. Lia Zen

Han Yu terdiam. Perkataan Bear memang benar, ia dapat merasakan perubahan yang cukup besar dari dimensi dan istana milik Ray Zen ini.

Ray Zen berjalan ke depan.

Gerbang istana terbuka dengan sendirinya, tanpa suara.

Mereka pun mengikutinya masuk.

Bagian dalam istana jauh lebih mencengangkan.

Di tengah kompleks istana, berdiri sebuah paviliun tujuh lantai yang sangat besar dan mewah. Setiap lantainya memancarkan cahaya emas murni yang merepresentasikan hukum dan jalur kekuatan dari pemiliknya.

Di sisi kanan dan kiri jalan utama, ratusan patung kesatria titan berdiri berjejer rapi.

Aura mereka tidak aktif sepenuhnya—namun tekanan yang mereka lepaskan cukup untuk membuat Virdrax dan Navhara tanpa sadar menegang.

“Jika patung-patung ini hidup…” gumam Virdrax. “Aku tidak yakin bisa menghentikan satu saja dari mereka.”

"Hemp, aura mereka benar-benar mengerikan." balas Navhara yang berjalan disebelahnya.

Bear terkekeh, "Hahaha, kalian tenang saja, patung-patung itu tidak akan hidup."

Ray Zen yang berjalan paling depan bersama adiknya, tidak menyangkal perkataan Virdrax itu.

Gurunya pernah berkata padanya, jika suatu saat nanti, saat ia sudah sangat kuat, ia bisa membuat patung-patung itu menjadi hidup, layaknya sebuah pasukan tempur.

Di balik paviliun, taman luas terbentang.

Bunga-bunga roh bermekaran dalam warna yang belum pernah mereka lihat. Pohon-pohon tinggi dengan daun bercahaya berdiri anggun, sementara aliran air jernih mengalir tenang di kolam-kolam kristal. Beberapa gazebo mewah berdiri di tengah kolam, dihubungkan oleh jembatan kecil berwarna emas.

Ray Zen berjalan di jalan setapak berlapis emas di tengah istana.

Dan di sanalah—Empat sosok telah menunggu.

Mereka berdiri berjajar, aura mereka tertahan namun tetap menggetarkan ruang.

Yang pertama adalah seorang pria tinggi berambut hitam panjang, berwajah pucat pasi dengan mata hijau tua. Aura kematian mengelilinginya seperti kabut dingin.

“Berill,” ucapnya singkat sambil menundukkan kepala. “Jendral Kematian ke-12. Menyambut kepulanganmu, Tuanku.”

Di sampingnya, seorang pria dengan wajah tirus, berbadan kekar, kulit pucat, dan mata sedalam jurang kematian. Ia tersenyum tipis, melihat kearah para pasukan Ray Zen.

“Kaliff,” katanya dingin. “Jendral Kematian ke-11, menghadap Tuan.”

Dua aura itu saja sudah cukup membuat udara terasa berat.

Lalu—

Seorang pria berambut putih keemasan melangkah ke depan. Aura kehidupannya begitu murni hingga tanah di sekitarnya tampak lebih hidup.

“Nerion,” ucapnya lembut. “Jendral Kehidupan ke-12.”

Terakhir—

Seorang wanita berambut perak panjang melangkah anggun ke depan. Wajahnya cantik dan tegas, matanya jernih namun tajam. Aura kehidupannya kuat, matang, dan stabil—seperti musim semi abadi.

“Auralis,” katanya sambil tersenyum kecil. “Jendral Kehidupan ke-11.”

Seluruh pasukan Ray Zen—kecuali Bai Hu dan Bear—merasakan jantung mereka bergetar.

Virdrax dan Navhara merasakan tekanan yang membuat sisik mereka terasa dingin.

“Empat… makhluk ini…” bisik Navhara. “Kekuatan mereka… melampaui nalar.”

Han Yu, Tiger, dan Trile juga terdiam.

Mereka sudah pernah melihat dan merasakan sendiri aura dari Berill dan Kaliff. Akan tetapi kedua orang lainnya, mereka bahkan tidak mengenalnya sama sekali.

Namun, melihat kedua orang itu menyebutkan Jendral Kehidupan, mereka langsung mengerti, jika Ray Zen telah berhasil membangkitkan kedua orang itu, dari dalam menara Jendral Kehidupan, seperti yang Ray Zen pernah ceritakan.

Lia Zen menatap mereka dengan mata berbinar—namun di balik itu, ada rasa gentar yang tidak bisa ia sembunyikan.

Ray Zen melangkah maju. “Lama tidak bertemu,” katanya tenang.

Keempat jendral itu berlutut serempak. “Kami menunggu perintahmu, Tuan.” balas mereka bersamaan.

Ray Zen mengangkat tangan. “Bangkitlah.”

Merekapun berdiri.

Auralis menatap Lia Zen—dan matanya sedikit menyipit. “…Menarik.” ucapannya singkat.

Nerion juga menoleh, ekspresinya berubah serius. “Segel yang sangat kompleks…”

Berill dan Kaliff tidak berkata apa-apa, namun aura mereka bergetar pelan.

Ray Zen menoleh. “Sudah kuduga, kalian pasti menyadarinya.”

Auralis mengangguk. “Benar Tuan. Di dalam tubuhnya tersegel kekuatan yang… luar biasa besar. Kekuatan murni dari 'Dewi Bintang'. Jika dibuka sekarang, tubuhnya akan hancur.”

Semua orang terkejut. Mereka saling melirik seolah memastikan apakah pendengaran mereka tidak salah.

'Dewi Bintang' katanya?

Dewi Bintang sendiri adalah Dewi terkuat yang pernah ada di dunia ini. Kekuatannya tidak bisa dibandingkan dengan Dewa biasa manapun. Menurut legenda, tidak pernah ada manusia yang dapat menerima dan menahan secuil pun kekuatannya.

Dan saat ini, Auralis mengatakan jika di dalam tubuh Lia Zen terdapat kekuatan Dewi Bintang. Bahkan sangat besar.

Apakah itu mungkin?

Apakah Lia Zen adalah penerus Dewi Bintang?

Itulah kira-kira yang ada dibenak mereka semua.

Lia Zen menelan ludah. Ia menggenggam tangan kakaknya lebih kencang. “Kakak…? Apa maksudnya ini?”

Ray Zen tersenyum lembut dan berlutut di hadapannya. “Tenanglah adik kecil. Kakak tidak akan membiarkan apa pun terjadi padamu. Kau hanya perlu berlatih hingga kekuatan itu benar-benar tunduk padamu.”

Ia menoleh ke Auralis. “Kau sendiri yang akan melatihnya.”

Auralis tersenyum. “Dengan senang hati, Tuan.”

“Kakak!” seru Lia Zen ceria, meski gugup. “Baiklah, aku siap. Kakak benar, kekuatan ini harus tunduk padaku.”

“Nona Lia…” gumam Trile pelan. Khawatir akan keselamatannya.

Selama Ray Zen pergi, ia sering melatih Lia Zen bersama dengan Lus Si, pengawal pribadi Lia Zen. Namun, ia sama sekali tidak menyangka jika didalam tubuh Lia Zen tersegel kekuatan semengerikan itu.

Bear mengangguk kecil. “Aku sudah menduganya. Nona Lia pasti memiliki semangat bertarung yang luar biasa, sama sepertiku.”

Mendengar itu, Trile terlihat kesal, dengan sengaja ia menyikut perut Bear, membuat Bear meringis kesakitan.

"Heh, Jangan bercanda Bear."

Pasukan Ray Zen yang lain sedikit tertawa melihat hal itu. Membuat suasana menjadi lebih cair.

Ray Zen berdiri. “Berill, Kaliff, Nerion.”

“Ya Tuan.”

“Kalian bertiga melatih tujuh pengawalku ini. Tujuannya satu—buat mereka menjadi semakin kuat.”

Aura ketiga jendral itu langsung menguat.

“Perintah diterima, Tuan.”

Han Yu, Tiger, dan Trile, saling berpandangan.

Tak ada ketakutan. Hanya tekad untuk menjadi semakin kuat. Mereka yakin, dengan berlatih dimensi ini, mereka tidak akan tertinggal lebih jauh lagi dari Bai Hu dan Bear.

Dimensi ini bukan hanya tempat latihan—Ini adalah awal dari perubahan besar dan ujian untuk memantaskan diri mereka, berdiri disisi Ray Zen.

Virdrax dan Navhara juga sama. Ray Zen telah begitu baik pada mereka. Tujuan mereka sekarang hanya satu, yaitu untuk melindungi Ray Zen dan keluarganya.

Apalagi setelah mereka mengetahui sendiri, bagaimana orang-orang dilingkungan Istana banyak yang tidak menyukai Ray Zen. Mereka telah memutuskan, dan keputusan itu sudah bulat.

Bai Hu dan Bear bersemangat, mereka juga tidak ingin tetap berjalan ditempat. Mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi sangat kuat.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jangan Lupa Like dan Komennya Cesss.....

Selamat Membaca.....

Lanjut Terussss.....

1
Zul Fiandi
jadi lira musuh nya keluwarga rayzen apa ada salah paham tor ayotur semangat😄
Zul Fiandi
ayo tor sebelum kompenrisi bawa adiak adiak nya raizen kedunia tersembunyi untuk menambah kekuatan nya toor
teguh andriyanto
lima tangkai mawar 🌹 buatmu thor..
teguh andriyanto
setidaknya ada keterangan siapa si lyra wanita terkutuk ini Thor...🤣🤣
Jojo Prabowo Gemblung
ayo dunk lebih semangat lagi,thor.....
reader yg setia masih menanti update yg terbaru
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hary
pertanyaan kaisar belum di jawab lyra
Salsa billa 1494
lanjut thor.....
Abdul Rahman
Lanjuuuut👍
Hary
Mu Che... MUKA CHETAN....😜
Hary
PANGERAN KOPLAK LAH....
Zul Fiandi
makasih up nya yg memuaskan ini tor ayoraizen bawak adiak mu kedunia tersembunyi itu buat adiak adik dan kakak mu menjadi kuwat biar kamu meni gal kan kekaisan nanti kamu gak perlu kuwatir lagi dengan saudara dan ayah mu semya sudah kuwat masak pengawal musaja yg di bawa ayo tor semangat
Zul Fiandi
boleh saran tor biasa nya kalau anak nya kuat biaaa bapak nya ju ga di bawa kuat sama anak nya kwnapaya raizen gak memperkuat kekuatan kasar bapak nya sendiri jagi gak bisa pejabat nya semena mena lagi
RantauL: Sippp Cesss, makasih sarannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
teguh andriyanto
5 mawar buatmu thor👍👍
MF
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
MF
💪💪💪💪💪
Harno
cuuus
teguh andriyanto
Thor.. Tuhan selalu suka hitungan ganjil, kenapa author sukanya hitungan genap, spt apdetannya..🤭
RantauL: Aduhh Cesss... kayak mana lagi ya kan 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ArganLK10
Wihhh dah ada lanjutannya nih.. Gassss terusss Thor, jngan nanggung" lah.👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!