NovelToon NovelToon
Setelah Status, Kita Kehilangan

Setelah Status, Kita Kehilangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Zafira Amara, belajar bahwa cinta tidak selalu berakhir dengan indah. Ditinggal Anggara tanpa kabar setelah janji melamar, ia membangun benteng tinggi di hatinya.

Hingga akhirnya datang Aditya Pranata, pengagum rahasia yang mengisi kekosongan itu. Dari teman, menjadi hubungan tanpa status, hingga akhirnya resmi berpacaran.

Namun ironi terjadi, saat status sudah jelas, mereka justru kehilangan esensi. Trauma masa lalu Zafira bertabrakan dengan ketakutan komitmen Aditya.

Di tengah hiruk pikuk Yogyakarta, mereka belajar bahwa tidak semua yang dicintai bisa bertahan. Tidak semua janji bisa ditepati. Dan terkadang, melepaskan adalah bentuk cinta paling tulus meski itu menyakitkan. Sebuah kisah tentang kehilangan, trauma, dan keberanian untuk move on.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tetap HTS

Jam sepuluh malam, Fira lagi rebahan di kasur sambil scroll ponsel tanpa fokus. Matanya udah sembab gara-gara nangis dari sore, kepalanya pusing, bahkan hatinya terasa kosong.

Tiba-tiba pintu kamar Fira di ketuk dari luar.

"Fira. Fir, buka pintunya. Ini aku, Ditya."

Jantung Fira langsung berdetak kenceng. Ditya? Jam segini? Dateng ke kostnya?

"Fira, please. Aku tau kamu di ada dalam. Buka pintunya, aku harus bicara sama kamu."

Fira duduk di pinggir kasur, bingung. Sebagian dari dirinya pengen membuka pintu, pengen ketemu Ditya, pengen denger apa yang mau dia bicarakan. Tapi sebagian lain bilang 'jangan, kamu cuma bakal sakit lagi'.

"Fira, kumohon." Suara Ditya dari luar mulai bergetar. "Buka pintunya, atau aku nggak akan pergi dari sini sampai kamu keluar."

Fira menghela nafas berat, lalu ia bangkit, dan berjalan ke pintu dengan kaki yang terasa lemes. Tangannya gemetar pas menggenggam gagang pintu.

Pintu terbuka, dan di depannya Ditya sudah berdiri, dengan keadaan yang berantakan. Rambut acak-acakan, mata sembab, nafasnya ngos-ngosan seperti abis lari.

"Dit, kenapa kamu ke sini malam-malam?"

"Soalnya kamu nggak membalas pesan dari aku. Aku harus ketemu kamu, Fir. Harus bicara."

"Bicara apa? Kita udah bicara di Alun-Alun kan? Dan semuanya udah jelas."

"Belum Fir, semuanya belum jelas. Aku mau kita bicara lagi. Please, keluar sebentar aja. Kita bicara di luar."

Fira merasa ragu, tapi akhirnya dia mengangguk, lalu mengambil cardigan terus keluar. Mereka duduk di tangga depan kost yang sepi, jaraknya agak jauh satu sama lain.

Ditya menatap Fira lama, hatinya terasa sakit saat melihat mata Fira yang sembab. Pasti abis nangis, dan itu gara-gara dia.

"Fira," Ditya mulai, suaranya pelan tapi bergetar. "Maafkan aku."

Fira hanya diem, sambil melihat tanah.

"Maafkan aku yang udah memberi harapan, tapi belum bisa memberi kepastian. Maafkan aku yang bilang sayang, tapi nggak bisa bilang cinta. Maafkan akun, yang membuat kamu merasa jadi pilihan kedua."

Air mata Fira mulai turun, tapi dia nggak bicara apa-apa.

"Aku tau, aku salah. Aku nggak seharusnya medeketi kamu, kalau aku sendiri belum bener-bener move on dari Jessica. Nggak seharusnya aku memberi harapan, kalau ternyata di dalam hati aku masih ada yang lain."

"Terus kenapa kamu lakuin itu, Dit?" akhirnya Fira membuka suara, nadanya datar tapi ada rasa sakit di sana. "Kenapa kamu deketin aku, kalau kamu tau kamu sendiri belum siap?"

Ditya menutup mata, nafasnya terasa berat.

"Soalnya, waktu ketemu sama kamu, aku merasa ada sebuah harapan, Fir. Harapan buat bisa bahagia lagi, harapan buat bisa ninggalin Jessica. Dan aku kira, dengan deket sama kamu bisa menyembuhkan itu semua. Tapi ternyata..."

"Ternyata aku cuma obat penenang buat kamu, iya?!" potong Fira, suaranya mulai naik. "Cuma pengalih dari sakit hati kamu? Dan aku cuma pelarian?"

"Bukan begitu, Fira."

"Terus apa?! Jelaskan sama aku sekarang, Dit!"

Ditya membuka mata, lalu menatap Fira yang udah menangis.

"Awalnya mungkin iya, mungkin kamu cuma pengalihan, tapi lama-lama aku beneran sayang sama kamu, Fir."

"Tapi kamu nggak bisa bilang cinta kan?" tanya Fira sambil ngelap air mata kasar. "Kamu nggak bisa bilang 'aku cinta kamu Fira', iya kan?"

Ditya diam, mulutnya terbuka tapi kata-kata itu nggak keluar. Dan keheningan itu udah jadi jawabannya.

"Kenapa, Dit." isak Fira sambil menunduk. "Kenapa kamu nggak bisa bilang itu? Apa aku nggak cukup buat kamu cintai?"

"Nggak, bukan kamu yang kurang. Tapi aku yang belum bisa, aku masih takut Fira. Takut nggak bisa jadi yang kamu butuhkan, aku takut nyakitin kamu, sama seperti aku nyakitin Jessica dulu."

"Tapi kamu udah nyakitin aku, Ditya!" teriak Fira sambil menatapnya. "Kamu udah nyakitin aku dengan memberi harapan, tapi kamu nggak bisa memberi kepastian! Dengan membuat aku jatuh cinta, tapi kamu nggak bisa membalas perasaan aku dengan utuh! Itu lebih sakit dari apapun, Ditya!"

Ditya menangis, air matanya mengalir deras.

"Maafkan aku, Fira. Aku nggak bermaksud buat nyakitin kamu."

"Tapi kamu udah nyakitin aku, Dit. Dan sekarang aku nggak tau harus gimana. Apa aku haru menunggu sampai kamu siap? Atau aku yang harus pergi?"

Pertanyaan itu begitu menusuk dalem banget ke hati Ditya. Dia melihat Fira yang tengah menangis, hatinya merasa hancur. Dia nggak mau Fira pergi, tapi dia juga belum bisa memberi apa yang Fira mau.

"Aku nggak mau kamu pergi, Fira," bisik Ditya pelan sambil masih menangis.

"Terus?"

"Maafkan aku, tpi dari awal kan kita udah komitmen untuk tidak memakai hati. Dan kita juga udah sepakat kalo kita hanya sebetas HTS, nggak lebih dari itu," jelas Ditya sambil menunduk.

Fira ketawa pahit sambil mengusap air mata.

"Iya aku tahu, kita emang udah sepakat buat jalin HTS. Tapi... apa kita akan HTS untuk selamanya?"

"Aku nggak tau, Fira. Tapi suatu saat, hanya ada dua pilihan. Kita yang akhirnya pacaran, atau kita HTS untuk selamanya."

"Baiklah, Dit. Jika itu mau kamu, mulai sekarang jangan pakai hati atau perasaan apapun. Karena kita hanya HTS, nggak lebih dari itu."

"Aku nggak mau kehilangan kamu, Fira. Aku udah nyaman sama kamu, meskipun kita cuma HTS, tapi kamu berarti banget buat aku," jelas Ditya dengan wajah yang tertunduk.

Fira melihat Ditya dengan tatapan yang nggak percaya.

"Ditya, aku juga udah nyaman sama kamu. Aku mau kita baik-baik aja, sama seperti dulu, yang selalu cerita tentang hal apapun. Aku nggak mau kita berantem terus cuma karena soal status. Maafkan aku, Dit."

Ditya mengangkat wajahnya, lalu menatap Fira dengan tatapan yang seolah takut kehilangan.

Ditya memegang tangan Fira, "Mungkin sekarang kita cuma HTS. Tapi siapa tau. suatu saat nanti kita bisa pacaran."

"Aku juga nggak mau egois, maaf kalo kesannya aku memaksa kamu untuk menjelaskan tentang hubungan kita," ucap Fira lirih.

Mendengar itu, Ditya menghela nafas pelan.

"Aku juga minta maaf, mulai sekarang jangan ada kata berantem lagi ya. Dan asal kamu tahu, meskipun kita cuma HTS, tapi aku nyaman sama kamu, dan nggak mau kehilangan kamu."

Seketika suasana menjadi hening, tak ada obrolan lagi di antara mereka. Ditya masih menggenggam tangan Fira erat, hingga akhirnya, Fira kembali berbicara.

"Ditya, apa kita akan selamanya menjalin HTS kayak gini?" tanya Fira yang terlihat ragu.

Ditya menghela nafas pelan, "Aku juga nggak tahu, Fir. Tapi... kita lihat saja nanti, seperti yang aku bilang tadi, hanya ada dua kemungkinan. Kita HTS selamanya, atau kita berakhir dengan status yang lebih jelas, yaitu pacaran."

Setelah obrolan itu, Ditya akhirnya pamit pulang. Dan setelah kepulangan Ditya, Fira duduk di tepi kasur sambil memikirkan ucapan Ditya yang masih ingin tetap HTS.

Fira merebahkan tubuhnya di atas kasur, sambil menatap langit-langit kamarnya.

"Ditya, apa kita akan bisa sampai pacaran? Apa kita akan mempunyai hubungan yang jelas? Aku hanya berharap, suatu saat kita bisa punya hubungan yang jelas," ucap Fira pelan, yang seakan Ditya ada di hadapannya.

1
Ilham
bgaus
Sandisalbiah
kamu yg memberi harapan palsu pd dirimu sendiri Fira.. krn dr jawab Ditya udah jelas, hatinya masih penuh dgn keraguan, dia ragu dgn perasaannya sendiri.. intinya sakit yg kau rasakan krn ulahmu sendiri Fira...
Sandisalbiah
setidaknya rasa sakit itu kamu rasakan sekarang di saat masi penjajakan dan hatimu masih bisa kamu kendalikan Fira... bakal lain ceritanya saat kamu beneran totalitas jatuh hati ke Adit... sakitnya bakal lebih luar biasa dan kemungkinan kamu yg bakal terjebak dlm rasa trauma..
Queen of Mafia: kak, ini masih tahap revisi ya. jdi maaf klo bab berikutnya nggak nyambung🙏🙏
total 1 replies
Sandisalbiah
sejatinya perempuan akan di ratukan jika dia di cintai tp umumnya akan tetap tersakiti jika dia yg mencintai
falea sezi
bertele tele
falea sezi
g jelas amat ne novel
falea sezi
cwek bloon g ada komen lain karena MC nya di buat muter g jelas g sat set /Puke/
falea sezi
cwek terbego sepanjang q baca novel di sini... maaf ya Thor kesannya kayak. cwek. itu bisa. di injak. injak. alias plin plan hadeh
falea sezi
bertele tele akirnya/Drowsy/
falea sezi
alurnya kesannya cwek itu kayak bloon amat gt yakk..
falea sezi
hmm oon bodoh diborong sama ne cwek
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
mati aja sih si ditya ini,, gaji gak seberapa petantang petentengnya luar biasa,, seolah olah dia yg paling ganteng... hueeeeeekkkkkk.......😤😤😤😤😤😤
Queen of Mafia: ehh, salah ya. maksudnya emosi/Facepalm/
total 3 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
nahhhh tul sekali... revan kalo sampe omongan pernyataan cinta mu gak serius tak gantung kamu dipohon toge.....🤣🤣🤣🤣
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈: eh sekalian kita nyeblak...🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Lee Mba Young
pdhl blm resmi pacaran cm HTS tp perempuan nya kebucinan 🤣. pantes di Indonesia bnyak wanita wanita tolol krn Cinta ya bgini. ngemis nya minta ampun. ini blm bobok bareng fira dah bucin apalagi kl dah bobok bareng pasti tmbh bucin tu. 🤭🤣
Queen of Mafia: astaga kak/Facepalm/
total 1 replies
Lee Mba Young
ambil saja ditya. kpn lagi dpt wanita bodoh 🤣. bilang saja dah move on nikahi setelah itu tmbh bucin tu fira km menang banyak. dpt perawan ntar kl km nyakiti fira ttp bucin gk akn minta cerai walau kau sakiti 🤣.
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
jangan tunggu lama lama nanti lama lama aku di ambil orang... jangan tunggu lama lama nanti lama lama aku digondol orang....🤣🤣🤣
bab ini kita full karokean...😅😅😅😅
Queen of Mafia: jangan lupa goyangannya/Joyful/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
DOBOLLLLLLLLL......🤣🤣🤣🤣🤣 begitulah para buaya bersabda.... dan kita para betina 80% percaya...🤣🤣🤣🤣
Queen of Mafia: astaga/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
kayak lagu deh.... dan pergi tak kan kembali.... mungkin hari ini hari esok atau nanti berjuta memori yg terpatri dalam hati ini.....😭😭😭😭😭
bener gak sih nadanya gini....😅😅😅
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
iya memang berat fir... seberat berat badanku....🤣🤣🤣🤣
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈: ada banteng... pake segala diperjelas gajah lagi....😭😭😭😭😭
total 2 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
minggat...🤣🤣🤣🤣
Queen of Mafia: apa kmu di usir kak, sampe harus minggat sgala/Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!