NovelToon NovelToon
Talak Di Atas Pelaminan

Talak Di Atas Pelaminan

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / Konglomerat berpura-pura miskin / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Janda / Romansa / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Dunia Yumna tiba-tiba berubah ketika sebuah video syur seorang wanita yang wajahnya mirip dengan dirinya sedang bercinta dengan pria tampan, di putar di layar lebar pada hari pernikahan.

Azriel menuduh Yumna sudah menjual dirinya kepada pria lain, lalu menjatuhkan talak beberapa saat setelah mengucapkan ijab qobul.

Terusir dari kampung halamannya, Yumna pun pergi merantau ke ibukota dan bekerja sebagai office girl di sebuah perusahaan penyiaran televisi swasta.

Suatu hari di tempat Yumna bekerja, kedatangan pegawai baru—Arundaru—yang wajahnya mirip dengan pria yang ada pada video syur bersama Yumna.

Kehidupan Yumna di tempat kerja terusik ketika Azriel juga bekerja di sana sebagai HRD baru dan ingin kembali menjalin hubungan asmara dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Pagi itu, langit Jakarta tampak cerah dan awan lembut seperti kapas yang sedang digulung pelan oleh angin. Namun, hati Arundaru justru sedang berkobar antusias, seolah menemukan alasan baru untuk bangun lebih awal dari biasanya.

Semalam dia baru saja menandatangani kontrak rumah kecil di dekat kostan Yumna. Rumahnya sederhana, hanya ada satu kamar tidur, dapur mungil yang langsung menyatu dengan ruang tamu, dan kamar mandi, serta halaman sempit yang hanya muat untuk menjemur pakaian. Walau begitu, bagi Arundaru rumah itu sudah terasa seperti istana indah.

“Dengan begini, aku bisa pulang pergi bersama Yumna,” gumam Arundaru lirih sambil duduk berselonjor di lantai rumah kontrakan yang masih kosong.

Dia memandang sekeliling, senyum di bibirnya tak bisa hilang. Rumah itu dingin, karena tidak ada perabot satu pun. Akan tetapi, dadanya terasa hangat membayangkan seseorang.

“Aku tinggal isi kontrakan dengan barang-barang. Enggak perlu banyak, yang penting kebutuhan sehari-hari terpenuhi.”

Dengan semangat Arundaru membuka aplikasi belanja online di ponselnya. Tangannya bergerak cepat menggeser layar.

Kasur busa? Beli.

Meja lipat? Beli.

Dispenser kecil? Beli.

Kompor satu tungku? Beli.

Kursi malas? Dua. Siapa tahu Yumna mau mampir.

Setiap kali menekan tombol checkout, dia mencengir seperti bocah yang baru mendapatkan mainan impian.

Pukul enam lewat lima puluh pagi Arundaru sudah duduk di terminal, menggoyang-goyangkan kaki karena tak sabar menunggu. Dia tidak tahu jam berapa Yumna biasanya berangkat, maka dia memilih untuk menunggu dari awal.

Saat sedang menunduk memperhatikan sepatu barunya yang model sederhana, suara lembut yang sudah sangat dia kenali menyapanya.

“Loh, Mas Arun?!”

Arundaru langsung mendongak. Yumna berdiri di hadapannya dengan wajah terkejut, jilbab instannya sedikit bergeser karena terburu-buru. Nalasnya pun sedikit tersengal.

“Kok, pagi-pagi sudah di sini?” tanya perempuan itu heran.

Arundaru buru-buru berdiri dan merapikan kemejanya.

“Eh, Yumna. Ya, tentu saja mau berangkat kerja.”

Padahal dalam hatinya dia berkata, ”Aku di sini karena kamu. Hanya karena ingin dekat sama kamu.”

Busway berhenti di depan mereka, pintunya terbuka dengan suara berdesis. Keduanya terputus dari percakapan dan segera naik.

Mereka duduk bersisian. Lutut mereka beberapa kali bersentuhan karena bus bergoyang. Arundaru sampai harus menahan senyum bodoh karena hal kecil itu. Senyum dia mendadak hilang ketika perutnya berbunyi.

Kruuuk.

Arundaru menunduk cepat, pipinya merona.

Yumna memandangnya, lalu tertawa kecil. Tawa yang membuat dada Arundaru hangat seperti disiram sinar matahari pagi.

“Ini, makanlah!” Dia menyodorkan sebungkus roti.

Arundaru menerimanya dengan dua tangan, seperti sedang menerima hadiah paling berharga. “Terima kasih. Lagi-lagi kamu beri aku roti,” ujarnya malu-malu.

Yumna ikut tersenyum, tapi setelah itu dia mengerutkan alis. “Tapi aku enggak bawa air minum lebih–”

Yumna menatap botol minumnya sendiri lalu kembali menatap Arundaru, wajahnya kebingungan. Ada rasa malu di matanya, seolah membayangkan hal yang tidak sengaja romantis. Karena dia hanya membawa satu botol. Jika digunakan bersama-sama, itu sama seperti ciuman secara tidak langsung.

“Tidak apa-apa. Aku tidak perlu minum. Roti saja sudah cukup,” balas Arundaru cepat, mencoba terlihat santai padahal hatinya berdebar.

Busway melaju, membawa mereka menuju gedung perkantoran yang mulai dipenuhi karyawan. Sesampainya di gedung, mereka berpisah di lift. Arundaru naik ke lantai divisi internal, sementara Yumna turun di lantai administrasi.

Sepanjang hari, pikiran Arundaru tidak lepas dari Yumna.

Saat jam istirahat, Arundaru menutup map laporan dan berjalan cepat menuju ke kantor perusahaan tempat Barata bekerja. Sepupunya bekerja di perusahaan milik keluarganya, sama seperti Arundaru yang memulai dengan menjadi karyawan biasa. Dia bekerja sebagai staf IT keamanan jaringan dan selalu menjadi andalan dalam hal menjaga keamanan rahasia data perusahaan atau pencarian data.

Mereka sepupuan dari garis ibu. Ibu Arundaru dan ibunya Barata, kakak-beradik. 

“Aku sudah berhasil melacak riwayat digital Zakia,” Barata berkata begitu Arundaru masuk. Dia memutar laptopnya agar Arundaru bisa melihat layar.

“Dia pernah menghubungi orang bernama Julio. Yang itu, loh, yang beberapa waktu lalu ditangkap karena membuat dan mengedarkan video panas dengan mengedit wajah para pemerannya.”

Arundaru menyipitkan mata. “Info ini sudah aku dapatkan semalam,” ujarnya santai sambil menyeringai.

PLETAK

Barata langsung menjitak kepalanya.

“Sialan kamu! Aku kerja dari malam sampai pagi buta buat lacak, eh kamu sudah dapat duluan?!”

Arundaru menepis tangan Barata. “Bisa-bisanya kamu jitak kepala aku. Sakit tahu!”

“Ya karena aku kesal! Hasil kerja kerasku jadi enggak berguna!”

Arundaru malah tertawa terbahak-bahak, membuat Barata makin gondok.

“Tadi pagi aku bangun lebih awal dari biasanya,” ujar Arundaru.

“Makanya aku lacak saja riwayat email Zakia. Selain menemukan siapa yang membuat video itu, aku juga dapat transaksi untuk biaya pembuatannya. Dia cuma bayar satu juta dan berhasil membuat masa depan Yumna hampir hancur. Benci banget aku sama sepupunya Yumna itu.”

Barata ikut menyeringai marah. “Eh, aku sudah tahu video yang dulu dipakai untuk ambil wajahmu. Nih, lihat.”

Dia memutar video pertama, video seorang artis wanita dengan latar belakang jalan mall. Di belakang artis itu, tampak Arundaru berjalan santai sambil menerima panggilan telepon. Wajahnya tertangkap jelas.

Arundaru mendelik.

“Brengsek. Jadi dia ambil wajahku dari video ini? Kayaknya dia pikir aku cuma orang lewat tak dikenal.”

“Iya.” Barata mengangguk. “Terus dia tempel ke video editannya. Sekarang lihat video aslinya.”

Arundaru membuka video kedua, video panas yang asli, tanpa edit wajah.

Wajah lakinya berbeda jauh. Tubuhnya pun tidak proporsional.

“Jadi, ini yang asli?” Arundaru mengangkat alis, jijik.

“Dan lihat itu, punya cowoknya banget dan kecil. Beda sama punya kamu—”

PLETAK!

Arundaru menjitak Barata keras-keras. “Tutup mulutmu!”

Barata menutup kepala sambil mengerucutkan bibir, “Ih, aku kan ngomong fakta.”

Arundaru mengangkat dagu, wajahnya mengeras.

“Aku akan temui Julio. Aku mau pastikan dia bicara jujur, mengatakan semuanya. Nanti saat Zakia diinterogasi di depan keluarga Yumna, dia enggak bisa ngelak.”

Barata mengacungkan jempol. “Bagus! Biar keluarga Yumna tahu siapa korban sebenarnya. Kamu harus bela Yumna.”

Arundaru tersenyum miring. “Tentu. Ini bukan cuma soal nama baik Yumna, tapi juga soal masa depannya.”

Arundaru duduk bersandar di kursinya. Ada gejolak aneh di dadanya, perpaduan antara kemarahan, lega, dan rasa yang tak bisa dia definisikan ketika memikirkan Yumna. Selama ini dia selalu menjaga jarak dari para wanita, bahkan sekadar berkencan pun malas. Namun, bersama Yumna, semuanya terasa berbeda.

Setelah selesai berdiskusi dengan Barata, Arundaru menutup laptop itu perlahan.

"Aku harus bilang sama Yumna," gumamnya. Suaranya terdengar pelan, nyaris seperti bisikan yang hanya pantas diketahui oleh dinding ruangan.

Barata menepuk bahunya..“Bagus. Jangan ditunda. Dia sudah cukup menderita. Kamu harus jadi orang pertama yang membuatnya merasa aman.”

Arundaru hanya mengangguk. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, kata menguatkan seseorang terasa menyenangkan.

1
Manstor
wahh baru mulai udah seseru ini
Yuni Ngsih
Aduuuuuh Authooooor Yumna blm lahiran anak kedua ,ko tamat....dikira ada Boncapnya ku cari ngga ada iiiiihhhh dasarrr kamu Thor....tapi tetap semangat ....ok
🌸Santi Suki🌸: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Baim Ibrahim
assalamualaikum kak,Alhamdulillah bisa mampir dengan suguhan cerita yang sangat bagus dan seru,saya ijin marathon ya kak😍😍😍😍
🌸Santi Suki🌸: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Berto Morgan
yg LG kasmaran 🤭
Juniati Juniati
tdk selamax mengalah itu berarti kalah....bisa jdi mengalah adalah jln kita menuju ke sesuatu yg lbih baik.
Karo Karo
aku suka
fatmiatun sahono
semoga yumma tegas orang nya. ingat sakit hati yg di toreh kan sama Azriel😁
Yuni Ngsih
wah keren Yumna kamu ketemu Arumdarusmg menjadi awal yg berkah ,semangst Yumna & Arumdaru smg si Azriel menyesal .......pasti Yumna kamu yakin setelah badai pasti akan muncul pelangi....lanjut semangat Thor
Yuni Ngsih
Authooooor baru nongol ceritranya ko dah bikin ngenes tuh terutama sm si Azriel tuh kasihan Yuma ,....ko langsung percaya si Azrielnya....dasar ceritramu bgs Thor jd....ku pingin trs baca sih krn penasaran ...hehehe ...semangat Thor ...lanjut
🌸Santi Suki🌸: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪👍
Berto Morgan
terkadang yg membunuh hidup kita adalah org yg paling dekat sama kita
Berto Morgan
wa'alaikum salam warahmatullahi wa barokhatu
mudah2an seru cerita selanjutnya
bibuk Hannan & Afnan
dunia benar benar bulat ya mas Arun kalian muter aja circle nya pdhl Azriel sudah menjauh resign dr perusahaan buat mas Arun lega eehh malah ketemu
niktut ugis
Weh istri tapi tidak percaya hueak zriel
niktut ugis
risend aja lah daripada malu lahir bathin sudah di beri kesempatan utk bekerja dg jabatan yg bagus malah niat nyerang mental cucu pemilik sah
niktut ugis
emang klu belum tau nape?... loe mau jd perusuh
niktut ugis
bagus lah yg punya perusahaan sich sah² saja Andaru berjiwa profesional masih bagus kamu tdk d pecat zriel
niktut ugis
kepo nech si Azriel.. dah kalah lebih baik tenang bekerja saja klu suatu hari tau trus kamu d tendang kan tambah kalah mental kamu zriel
niktut ugis
Alhamdulillah restu mulai terjawab... restu ortu dg tulus bentuk bahagia buat masa depan anak² & pasangan nya
niktut ugis
nah sadar diri lah pak... suatu masa ada saatnya bapak & istri membutuhkan perhatian anak² bukan perhatian dari orang lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!