NovelToon NovelToon
Status Janda, Rekening Miliaran

Status Janda, Rekening Miliaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: yance 2631

Pernikahan Adrian dan Hanin Kirana menginjak 5 tahun, tapi mereka belum juga dikaruniai anak, sementara mertua Hanin membencinya dengan masalah itu.
Adrian dan Hanin akhirnya bercerai, Hanin berusaha bangkit dari keterpurukannya dengan menata hidup lebih baik dan menjadikannya seorang pebisnis yang sukses.
Segala hal yang terjadi dalam hidupnya membuatnya lebih tegar, dan menciptakan kesan bahwa perempuan single bisa mandiri dan meraih kekayaan yang luar biasa.
Bagaimana kisah selanjutnya? , apakah Hanin tetap menjanda? atau menemukan pasangan hidupnya yang baru?
Yuuk kita ikuti ceritanya .....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yance 2631, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melihat Mantan Suami

2 Minggu Kemudian ..

Adrian mengirim pesan singkat kepada Hanin bahwa ia harus menghadiri sidang cerai atas gugatan Adrian.

"Datang juga percuma, toh aku cerai cerai juga, biar saja aku hidup sendiri dulu.. aku akan menata hidupku sendiri dulu, memperbaiki keadaanku dulu" gumam Hanin dalam hati.

Pesan Adrian sengaja hanya dibaca olehnya, dan tidak memberikan respon. Hanin tahu ibu mertua dan kakaknya mbak Astrid akan membullynya.

Adrian tampak menghubungi Hanin karena pesannya tidak dibalas, Hanin pun enggan untuk menjawab panggilan telpon suaminya.

Tanpa terasa, usaha Hanin memasarkan produk kosmetik serumnya mengalami banyak kemajuan, saat ini Hanin tidak hanya mempromosikan produknya lewat medsos saja.. tapi juga melalui platform e-commerce si hitam, si orange, si biru dan aplikasi si hijau.

Hanin betul-betul berjuang sendirian, dari belanja produk hingga packing dia kerjakan sendiri demi bisa untuk makan atau membayar sewa kos.

"Mbak Hanin, aku mau menikah.. aku perlu serum untuk kulit tubuh, ada nggak ya?" ujar salah satu penghuni kos.

"Oh ada, yang ini teh.. ini harganya 90 ribu, putih abadi di jamin, testimoninya juga udah banyak kok" ujar Hanin sambil mengerjakan packing barang pesanannya yang lumayan banyak.

"Oke mbak Hanin, saya ambil 1, juga cream siang 1, cream malamnya juga 1, jadi total berapa ya mbak?" ujar penghuni kos itu yang bernama Rini.

"Semuanya jadi 188 ribu ya teh Rini, ini saya tambahin bonus juga kuas dan masker khusus pengantinnya" ujar Hanin sambil tersenyum manis.

"Wah, makasih banyak mbak Hanin.. saya kasih tahu teman-teman saya nanti beli serum dan produk lainnya di mbak Hanin aja" ujar Rini dengan semangat.

"Mm, makasih ya Rin sudah belanja di toko saya" ujar Hanin. Rini pun pulang, lalu mengaplikasikan kosmetik yang dibelinya.

Hari demi hari Hanin terus berjuang sendirian, Hanin berani mengencangkan ikat pinggang demi tercapai keinginannya untuk bisa menjadi pebisnis kosmetik yang sukses.

Tanpa terasa, target Hanin pun tercapai.. Hanin selesai menjadi agen hanya dalam waktu 3 minggu saja, dan posisinya sekarang adalah sebagai distributor yang membawahi beberapa agen yang aktif berjualan seperti dirinya dulu.

Belum lagi ditambah Hanin menjual produk kosmetik Koreanya di bawah harga pasar di beberapa e-commerce yang menjadikan konsumen Hanin bertambah banyak mengikutinya dan sekaligus menjadi pelanggan baru.

"Kang Bagas, kamar sebelahkan kosong bisa nggak saya sewa untuk gudang barang-barang saya?" tanya Hanin pada penjaga kos.

"Ya, boleh mbak Hanin.. nanti bayarnya biasa, transfer langsung ke owner aja, ini sewanya lebih murah 350 ribu" ujar kang Bagas, Hanin pun mengangguk lalu mentransfer sejumlah dana ke pemilik kosan.

"Sudah masuk ya kang dananya, "ujar Hanin sambil memperlihatkan resi pembayaran via M-bankingnya kepada kang Bagas.

Kang Bagas lalu memberikan kunci kamar yang akan dijadikan gudang pada Hanin. Hanin kemudian terlihat memindahkan barang-barangnya yang bertumpuk dibantu oleh kang Bagas yang selalu siap..

"Mbak Hanin sukses euy usahanya, "ujar kang Bagas. "iya alhamdulillah kang.."ujar Hanin sambil menata barang jualannya.

2 bulan pun berlalu, dan 2 bulan juga Hanin berpisah dengan Adrian.. kini Hanin telah resmi menyandang status 'janda' setelah kemarin beberapa minggu sebelumnya ia menerima akte cerai dari Adrian yang dikirimkan ke kosnya.

"Alhamdulillah ya Allah, atas keadaan ini, aku terima keadaan ini dengan ikhlas.. hanya Engkau yang tidak pernah meninggalkanku" gumam Hanin dalam hatinya.

Hanin saat ini sedang mencetak resi pesanan dari 4 e-Commerce yang telah bekerja sama dengannya, pesanan dari 1 e-Commerce bukan hanya 1-2 lagi melainkan berjumlah ratusan order yang menumpuk yang membuat Hanin kewalahan menghadapinya.. untung ada kang Bagas yang selalu membantunya.

"Mbak Hanin harus segera cari orang lagi untuk bantu packing, ini lihat segini banyaknya 2000 pieces lebih cuma kita berdua yang mengerjakan mbak, itu juga kadang saya harus tinggal tinggal sebentar menjaga kosan ini" ujar kang Bagas.

"Hmm, iya kang bener.. kalau ada tolong carikan ya kang, perempuan yang bisa kerja cepat dan disiplin" ujar Hanin.

"Siap mbak, nanti saya carikan" ujar kang Bagas sambil terus packing beberapa produk.

Tak butuh waktu lama, kang Bagas berhasil mendapatkan pegawai perempuan yang kumayan berpengalaman dalam hal packing produk, dan setelah deal masalah gaji dengan Hanin, perempuan bernama Winda itu langsung bekerja, Hanin juga senang melihat Winda yang kerjanya cepat dan efisien.

Seperti hari minggu ini, Hanin sibuk mengadakan promosi online di e-Commerce si orange, karena dengan 'live' banyak ribuan penonton memberikan apresiasi yang berujung menjadi pesanan barang, Hanin juga melakukan 'live' di salah satu platform terkenal si hitam.. yang penontonnya hampir puluhan ribu dan mereka langsung check-out untuk pemesanan barang.

"Win, pesanan overload ya, banyak sekali.. kalau barang sih alhamdulillah aman tapi pegawai kurang, kamu ada kenalan perempuan yang mau kerja?" tanya Hanin.

"Oh, ada mbak.. banyak, perlu berapa orang?" tanya Winda. "Mungkin antara 5-7 orang Win" ujar Hanin memperkirakan.

Sekarang ini sudah 4 kamar kos yang di sewa Hanin, hanya untuk menyimpan produk kosmetikanya yang berasal dari Korea, dan sebuah ruangan kecil dijadikannya kantor untuk administrasi, pembayaran produk serta sedikit space untuk shooting saat Hanin membuat 'live' untuk promosi produknya.

Sebuah pencapaian luar biasa dari Hanin yang bekerja keras selama ini, dalam waktu kurang dari 3 bulan usahanya memperlihatkan progress yang bagus.

Hampir setiap hari Hanin melakukan promosi produknya, dan Hanin juga menyertakan beberapa gift sebagai apresiasi kepada konsumennya, Hanin juga terlihat mengundang beberapa 'endors' dari youtuber atau medsos lainnya sehingga produk Hanin kini semakin dikenal masyarakat Indonesia.

Pundi-pundi uang Hanin pun bertambah, penghasilan Hanin sangat fantastis dan di luar dugaan mampu mengalahkan penghasilan seorang ASN seperti suaminya dulu.

"Mm, motorku sudah butut sekali, aku mau ganti motor dulu.. dan aku juga ada rencana beli 1 ruko supaya lebih fokus" gumam Hanin dalam hati.

Meskipun pencapaian sukses Hanin dalam usaha cukup terbilang cepat, Hanin tetap figur yang low profile.. rendah hati dan tidak sombong sama sekali dan selalu sederhana.

Suatu sore di hari minggu,

"Mel, kita jalan yuk.. sekali kali lah kita refreshing," ujar Hanin mengajak Amel yang sekarang menjadi asistennya juga. "ayo mbak, sebentar aku siap-siap dulu" ujar Amel.

Setelah berdandan rapi mereka pun pergi dengan motor matic yang baru dibeli Hanin beberapa hari lalu, "Mbak Hanin traktir aku ya.. aku lagi bokek nih, hehe" ujar Amel. "ayo lah kita makan sepuasnya, kamu makan yang banyak ya.." ujar Hanin sambil tersenyum.

Hanin sudah menganggap Amel sebagai saudara, karena Hanin hanya sebatang kara, mereka tampak masuk ke sebuah resto mewah.. "ayo Mel, pilih menu yang kamu suka, makan yang banyak jadi malam-malam kamu nggak cari makanan lagi" ujar Hanin.

Mereka pun mulai memesan berbagai menu makanan, Amel bersyukur memiliki sahabat dan saudara seperti Hanin.

Tak disangka oleh Hanin sebelumnya, ia melihat Adrian mantan suaminya bergandengan dengan seorang perempuan cantik dan tidak hanya Adrian, tapi juga bersama mantan mertuanya serta Astrid mantan iparnya.

Hanin hanya tertunduk, ada sedikit perasaan sakit hati melihat pemandangan yang tidak direncanakan itu sebelumnya.. tapi dengan cepat ia bisa menyembunyikan perasaan itu.

"Kenapa mbak?" tanya Amel sambil memperhatikan sikap Hanin. "Ah, nggak apa apa Mel," ujar Hanin. Amel hanya melihat mata Hanin yang mengembun tipis.

"Sepertinya mbak Hanin melihat sesuatu yang menyakitkan perasaannya" gumam Amel dalam hati.

Hanin lalu mengajak Amel meneruskan makannya karena menu yang dipesan sudah siap mereka nikmati, Hanin pun merubah posisi duduknya agar tidak bertemu pandang dengan mantan suaminya itu.

"Mbak, kalau makanan segini banyak nggak habis biar aku bungkus aja ya bawa pulang, mubazir soalnya" ujar Amel. "iya Mel, bungkus aja.. sayang kalau ngga habis, dan masih banyak juga" ujar Hanin dengan tenang.

Amel masih merasakan ada sesuatu yang tidak biasa dari sikap Hanin, yang selalu menatap seseorang di sudut meja lain.

****

1
Dwi Agustina
Bagus Nin👍biar kapok👍👍👍
Dwi Agustina
Segala sesuatu yg berawal dr kebohongan akan menuai hasil yg tdk baik😁
Dwi Agustina
Amit2 ada y perempuan kyk Sita😅
Dwi Agustina
Semangat Hanin💪semangat othor💪🫰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!