NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI: DIKIRA ISTRI BODOH, TERNYATA RATU BISNIS

TRANSMIGRASI: DIKIRA ISTRI BODOH, TERNYATA RATU BISNIS

Status: tamat
Genre:CEO / Time Travel / Cinta Seiring Waktu / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:678.9k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Blurb:

​Dulu, Sora Araminta hanyalah "Istri Sampah" yang gila harta. Kini, tubuhnya diisi oleh Elena, konsultan bisnis legendaris yang lebih galak dari preman pasar.

​Saat sang suami, Kairo Diwantara, melempar cek dengan tatapan jijik agar Sora tutup mulut, dia pikir istrinya akan girang. Salah besar.

​Elena justru melempar balik surat cerai tepat ke wajah CEO sombong itu.

"Aku resign jadi istrimu. Simpan uangmu, kita bicara bisnis di pengadilan."

​Elena pikir Kairo akan senang bebas dari benalu. Namun, pria itu malah merobek surat cerainya dan menyudutkannya ke dinding dengan tatapan berbahaya.

​"Keluar dari kandangku? Jangan mimpi, Sora. Kamu masih milikku."

​Sial. Sejak kapan CEO dingin ini jadi seobsesif ini?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Parasit di Dapur Mewah

​"Ini apa?"

​Elena menatap mangkuk porselen berisi gumpalan abu-abu dingin dengan taburan bawang goreng layu.

​Bu Suti, kepala pelayan, tersenyum palsu dengan tangan terlipat santai. "Itu oatmeal sehat, Bu. Tawar, tanpa gula, tanpa susu. Ibu kan mau diet ketat supaya Pak Kairo melirik lagi. Sayang kalau masak baru terus dibuang. Bahan makanan mahal."

​Elena mengaduk gumpalan keras itu. Ini sisa kemarin yang dipanaskan ulang sampai kering.

​"Sayang uang belanja, ya?" Elena meletakkan sendok dengan bunyi denting tajam. "Bu Suti, jatah uang belanja dapur bulan ini lima puluh juta rupiah. Benar?"

​Wajah Bu Suti berubah sedikit. "Ah, Ibu. Harga pasar naik semua. Cabai mahal, daging mahal. Lima puluh juta itu pas-pasan buat makan satu rumah, satpam, tukang kebun, sopir. Ibu harusnya bersyukur saya bisa atur."

​"Lima puluh juta untuk makan lima staf dan dua majikan yang jarang di rumah?" Elena memiringkan kepala. "Warung Padang saja omzetnya tidak sampai segitu buat kasih makan satu kelurahan."

​"Ibu menuduh saya korupsi?" Nada Bu Suti meninggi. "Saya sudah ikut Pak Kairo dari sebelum nikah! Bapak saja tidak pernah komplain. Kok Ibu yang biasanya cuma tahu beres jadi cerewet?"

​Elena berdiri, tidak menyentuh makanan itu.

​"Saya tidak menuduh. Saya audit fisik," kata Elena datar. "Minggir. Saya mau lihat kulkas."

​Bu Suti panik, menghalangi jalan. "Eh, Bu! Dapur kotor! Biar Mina saja..."

​"Mina!" panggil Elena lantang.

​Mina muncul ketakutan. "Ya, Bu?"

​"Pegang Bu Suti. Jangan biarkan dia keluar."

​"Hah? Sa... saya?"

​"Lakukan atau saya pecat sekarang," ancam Elena.

​Mina memberanikan diri memegang lengan Bu Suti. "Maaf ya, Bu..."

​"Lepas! Kurang ajar!" Bu Suti meronta, tapi Elena sudah melangkah cepat ke pantry.

​Elena membuka kulkas. Kosong. Hanya air mineral dan sisa sayuran layu. Dia beralih ke freezer. Seharusnya ada stok daging sepuluh juta rupiah sesuai laporan kartu kredit.

​Elena membuka laci freezer. Kosong. Hanya es batu dan sosis curah.

​"Hebat," gumam Elena sinis. "Wagyu grade A5 berubah jadi sosis ayam seribuan. Sihir macam apa ini?"

​Lemari kering juga sama. Beras tinggal setengah karung. Minyak zaitun, cokelat, gula—lenyap. Rumah ini cangkang kosong.

​Elena kembali ke ruang makan. Bu Suti sedang memarahi Mina.

​"Kau lihat tas besar di dekat pintu belakang?" tanya Elena pada Mina.

​"Iya, Bu. Tas Bu Suti. Katanya mau cuti pulang kampung."

​"Ambil tasnya. Bawa ke sini. Sekarang."

​Wajah Bu Suti memucat seketika. "Jangan! Itu privasi saya! Pelanggaran HAM! Saya lapor Pak Kairo!"

​Mina menyeret tas travel besar yang terlihat sangat berat.

​"Berat sekali, Bu Suti. Bawa batu bata?" sindir Elena.

​"Jangan dibuka! Itu pakaian dalam! Malu!" Bu Suti mencoba menyambar tas.

​Elena menendang tas itu menjauh, berjongkok, dan menarik resleting kasar. Brukk. Isi tas tumpah ke lantai marmer.

​Bukan pakaian dalam.

​Tiga balok daging wagyu beku. Lima botol minyak zaitun. Dua toples selai impor. Satu botol wine tahun 2010 milik Kairo. Deterjen, sabun, pewangi.

​Keheningan melanda.

​Elena mengambil botol wine. "Bu Suti, saya tidak tahu anak ibu yang sunatan itu seleranya wine Prancis tiga puluh juta."

​"Dan daging ini... sepuluh kilo? Mau buka katering?"

​Bu Suti jatuh berlutut, menangis putus asa. "Bu Sora... ampun! Itu sisa! Sudah mau kadaluarsa, daripada mubazir. Saya tidak mencuri, saya menyelamatkan barang!"

​"Menyelamatkan ke tas pribadi?" Elena tertawa mengerikan. "Alasanmu lebih buruk dari rasa bubur tadi."

​Elena mengeluarkan ponsel.

​"Mina panggil satpam?" tanya Mina.

​"Tidak. Satpam di sini lembek. Saya panggil polisi."

​Mata Bu Suti melotot. "Polisi?! Jangan, Bu! Demi Allah! Saya janda! Potong gaji saya saja!"

​"Halo, Polsek Metro? Saya mau melaporkan pencurian di kediaman Kairo Diwantara. Tersangka tertangkap tangan. Barang bukti lima puluh juta."

​Elena menyebutkan alamat lancar, mengabaikan raungan Bu Suti yang memakinya sebagai istri durhaka dan mandul.

​"Simpan tenagamu buat menangis di sel, Bu Suti. Di sana tidak ada oatmeal, tapi gratis."

​Lima belas menit kemudian.

​Sirine mobil patroli meraung. Polisi masuk, mengamankan barang bukti, dan memborgol Bu Suti.

​Saat tersangka diseret keluar, mobil sedan hitam berhenti mendadak. Kairo turun dengan baju olahraga basah keringat, baru pulang lari pagi. Dia kaget melihat polisi dan kepala pelayan kepercayaannya diborgol.

​"Pak Kairo! Tolong saya!" teriak Bu Suti. "Istri Bapak memfitnah saya! Dia mau mengusir orang lama!"

​Kairo menahan polisi. "Tunggu. Ada apa ini?"

​"Laporan pencurian, Pak. Tersangka tertangkap tangan membawa kabur aset puluhan juta."

​Kairo menatap tas bukti. Botol wine favoritnya menyembul di sana. Rahangnya mengeras. Dia menoleh ke pintu rumah.

​Elena berdiri di sana, bersandar santai memegang kopi panas, sangat tenang kontras dengan kekacauan di depannya.

​Kairo melepaskan polisi, membiarkan mereka membawa Bu Suti pergi. Dia menaiki tangga teras, berhenti di depan Elena dengan napas memburu.

​"Kau memanggil polisi? Kenapa tidak lapor aku dulu?"

​Elena menyesap kopi, menatap dari balik uap panas.

​"Kalau lapor kamu, paling cuma dikasih pesangon. Kamu terlalu sibuk urus perusahaan sampai tidak sadar rumahmu digerogoti tikus."

​"Bu Suti sudah kerja lima tahun," kata Kairo bingung. "Dia yang mengurusku waktu kau sibuk belanja."

​"Dan selama lima tahun dia mencuri pelan-pelan," potong Elena. "Gula, beras, daging, wine. Dia memalsukan laporan belanja. Kamu menggaji maling untuk meracunimu dengan makanan sisa, Kairo."

​Elena berbalik masuk.

​"Tunggu," panggil Kairo. Suaranya heran. "Kau... sejak kapan peduli dapur? Kau bahkan tidak tahu letak garam."

​Elena berhenti, menoleh sedikit.

​"Sejak aku sadar kalau mau resign dari rumah ini, aku harus pastikan neraca keuangannya bersih dulu. Aku tidak mau dituduh bangkrut karena boros, padahal uangnya dimakan pembantu."

​Elena tersenyum tipis, mengejek.

​"Selamat, Pak Kairo. Satu benalu sudah pergi. Tinggal satu lagi, kan? Sabar ya, proses cerai butuh waktu."

​Wanita itu melenggang masuk, meninggalkan Kairo mematung di teras. Pria itu menyeka keringat, tapi dadanya panas bukan karena olahraga. Dia baru sadar dia buta soal rumahnya sendiri. Dan istrinya yang dia anggap bodoh... baru saja melakukan manajemen aset lebih efisien dari HRD kantornya.

​"Membersihkan sampah..." gumam Kairo.

​Dia menatap punggung Elena yang menghilang. Untuk pertama kalinya, Kairo merasa harus mengejar wanita itu. Bukan untuk marah, tapi untuk bertanya: Siapa kamu sebenarnya?

1
Iis Yuningsih
wieeeeh kereeen ini baru istri Badas, viona siapa² lo di kulitin abis Elena lo lawan😍😍😍
Ika Marbun
orak uang ga ada matinya bos🤭😍
Ika Marbun
muantap
KaylaKesya
terbaek thor😍💪
Chauli Maulidiah
🤣🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
semangat El... biarkan Kairo ngasuh 😁
Erna Masliana
ya ampun lakban mulutnya atau bius antarkan ke rumah sakit jiwa
Erna Masliana
bego..Elena harus tau dia lebih pintar dari kamu
Erna Masliana
atuh nyaneh kapinter jeng tegas...laki lembek kayak bubur bego deui
Erna Masliana
cuih 💩
Erna Masliana
hayang nabok s Kairo pake palu Thor...
Erna Masliana
dan s bodoh itu Kairo
Erna Masliana
benci banget ke s Kairo udah bego lembek banget sama cewek..
Erna Masliana
assik nyonya naga balik
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣rasa wifi...ada rasa data dan hotspot juga dong
Laya Anita
Bagus banget ceritanya !!!
Muft Smoker
emank susah Kalo lahir dr ibu gx mau rugiii ,,
sok laah ,,
SOLD OUT🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
aduuuh kak blum selesai ni marathon ny ,,
tp udh bikin greegeet ,,
pgen tau akhir victor gmn ,,
gx da dlm sejarah kejahatan tu menang dr kebaikan ,,
Muft Smoker
good job Elena ,,
tenang , sunyi , Dan boooom musuh hancur dalam hitungan menit ,, 👍☺️
Erna Masliana
lah busset 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!