Seorang gadis cantik bernama Freya Oktavia. gadis cantik yang memiliki sifat tidak bisa diam, usil, Kepo. Tiba-tiba jiwanya bertransmigrasi menjadi pemeran figuran, seorang istri pertama mafia dingin, kejam dan berkuasa bernama kay leroy. Sang figuran dinikahi kay leroy, karena kesalahan informasi. Kay leroy yang mencinta kekasihnya bernama ivana pemeran utama wanita, akhirnya menikahinya dan menjadikannya istri kedua. pernikahan keduanya membuat kay seakan-akan tidak perduli kepada istri pertamanya, yang tak lain seorang figuran bernama freya.
Bagaimana kah kisah freya, menggantikan jiwa figuran istri pertama yang memiliki nama sama, wajah yang sama dengannya, memiliki sifat pendiam dan suka berpakaian norak. Penasaran kan teman-teman ayo baca novel ku😁😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Freya Dan Ivana
Langit semakin malam, warna biru dongker yang luas perlahan bertransformasi menjadi jelaga hitam yang pekat. Seolah tinta raksasa hitam tumpah. menenggelamkan riuh rendah dunia kedalam kesunyian yang absolut.
"Tuan kay leroy, lebih baik anda pergi dari sini. sudah malam, kamu mengganggu seorang pasien yang sedang sakit." Ucapnya dengan nada mengusir.
Ruangan kamar itu mendadak terasa sempit saat pandangan mereka beradu. Tak ada kata-kata, hanya hening, kay leroy mengunci tatapan freya dengan intensitas yang nyaris tak tertahankan. Ada damba yang mulai muncul di hatinya, bukan karena kecantikannya. Karena sifat menentang freya.
Sedangkan freya menatapnya dengan tatapan acuh. Freya menyilang-kan kedua tangannya di dada.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Seorang wanita masuk dengan langkah nyaris tidak terdengar, sehalus sapuan malam di atas permadani. Dia muncul dari balik pintu dengan siluet yang anggun. Membawa binar hangat.
Click..
"Sayang." Panggilnya mengalun indah, begitu merdu.
Deg..
Tiba-tiba tatapannya tajam, bagaikan tatapan iblis ingin mengambil nyawa seseorang, menatap ke arah freya yang berubah cantik dan seksi. Kay bisa melihat perubahan istri keduanya.
Freya menatap tajam kembali. "Wow, tenyata di mansion ini tidak ada aturannya ya. Main masuk kamar orang tanpa izin." Ucapnya dengan nada dingin.
"Freya, kenapa kamu berdandan seperti ini?" Tanya dengan nada lembut.
Freya tidak menjawab. Hanya menatapnya tajam.
Dia mendekati freya. "Freya, aku tahu kamu berpenampilan seperti ini karena kamu menyukai suami ku kak kay. Aku juga tahu kamu jatuh dari tangga karena kepikiran cintamu tidak terbalas." Ucapnya dengan nada lembut tetapi menyindir.
Freya langsung tertawa terbahak-bahak. "Hahaha, wow. Kata siapa aku menyukainya." Ucapnya dengan tawa. "CK.. Ivana, bagaimana jika aku bilang yang membuat ku jatuh itu kamu." Ucapnya dengan mata penuh kejujuran.
Deg..
Kay, bella dan ivana terkejut. Kay hanya diam, karena di mata indah freya terlihat tidak ada kebohongan.
Ivana mulai meneteskan air mata-nya. Freya menghela napas malas. "Bella, siapkan baskom, akan ada drama air mata. Oh mungkin gayung saja. Karena kan ada super hero yang akan membelanya, walaupun wanita itu salah." Ucapnya dengan nada dingin.
"Freya, kenapa kamu seperti ini? kakak tau kamu marah sama kakak, karena kakak kay tidak mencintai kamu dan lebih memilih kakak." Ucapnya dengan nada sedih dan air matanya yang mendera.
Kay menatap intens. "Freya, sudah cukup." Ucapnya dengan bariton tegas.
Freya tersenyum sinis. "Hmmm, seperti inilah seorang pangeran menolong putrinya. Tuan kay, kenapa mengatakan cukup. Mau menutupi perbuatannya?" Tanyanya dengan nada santainya.
Deg..
Kay menatap ivana, ivana menggeleng kepalanya bagaikan wanita imut.
"Bella, lihatlah gelengan nya, bagaikan wanita imut. Tetapi jika tahu aslinya akan terlihat amit-amit, mual dan pria yang tidak menyadarinya itu namanya bodoh." Ucapnya menyindir.
"Freya, sekarang kamu benar-benar menjadi istri yang pembangkang hmmm, melawan suami." Ucap kay dengan mata tajamnya.
Freya tersenyum kecil. "Kenapa hari ini anda banyak sekali menyebut nama ku dengan sebutan istri tuan muda kay, oh iya. Pembangkang wajar dong. Karena situ tidak pernah perduli dengan istri pertama, hanya istri kedua." Jawabnya dengan nada dingin.
"Freya, kamu tidak boleh seperti itu, kak kay itu suami kita. Jangan jadi pembangkang kamu." Sambungnya dengan nada lembut sambil terisak.
Freya tersenyum sinis. "Ai, aku masih pembangkang bukan istri yang mengangkang di hadapan pria lain. Tuan kay, sekarang pergilah keluar, bawa istri mu yang baik hati, lemah lembut." Jawabnya santai.
"Freya, berani kamu usir kami?" Tanya ivana kesal.
Kay hanya diam, dia ingin tahu kebenaran apa yang ditutupi, karena dia merasa ada keganjilan dalam diri ivana kekasihnya.
"Tentu aku harus berani, karena untuk melindungi nyawaku. Di tangga aku sudah di bunuh, jadi, aku waspada." Jawabnya di pinggiran kasur.
Kay, menatap lekat freya. "Apa kamu memiliki bukti?" Tanyanya dengan nada dingin.
Deg..
Freya tersenyum tipis. "Untuk sekarang tidak, tetapi besok, aku membuktikannya. Jika ucapan ku benar. Aku ingin kamu menceraikan ku, dan berikan aku uang lima ratus juta." Jawabnya dengan santainya.
Kay terkejut dengan ucapan istrinya yang tiba-tiba berubah, dan terkesan lebih pintar dan cantik.
Ivana mendekati kay, memegang lengannya. "Sayang, jangan percaya dengan freya, aku tidak pernah berbohong. Jika kamu mau bukti, kamu cek saja Cctv." Ucapnya dengan nada manja.
Kay menatap lekat freya ."Bagaimana freya? ivana tidak takut." Jawabnya dengan nada dingin.
Freya memijit pelipisnya. "CK.. Tuan muda kay, kamu itu mafia kan? Seharusnya lihat detail permasalahan, jangan lihat dari ucapan lembut lalu luluh, terlebih di gesek tubuh langsung merem-melek. Padahal yang menggesek sudah jebol." Jawabnya dengan santai.
Deg..
Bella dari tadi menatap kagum freya, namun kali ini dia menahan tawanya.
"Kalau kamu setuju aku akan membuktikan kesalahan istri tersayang mu. Tetapi tidak sekarang, besok setelah sarapan. Sekarang aku ingin istirahat, kedatangan kalian membuat aku lelah." Jawabnya dengan santai.
Kay mendekati freya, lalu menariknya dalam dekapannya. Freya masih tetap santai. "Aku tidak akan pernah menceraikan kamu, istriku." Bisiknya dingin, kay mencium aroma tubuh freya, yang berbau permen karet. Menenangkan dan membuat kay mininya on. "Sialan, si kay mini kenapa bisa bangkit." Batinnya berbisik kesal.
"Tuan muda kay kinsey, jika kamu tidak ingin menceraikan aku, maka aku punya beribu cara, untuk tetap cerai darimu." ucapnya dengan nada tenang. "Kenapa? menyesal? Tuan kay dengarkan baik-baik. Rasa wanita yang sudah jebol enak tidak?" Ucapnya berbisik di telinga kay. Membuat hasrat kay tambah bangkit namun ucapannya membuat dirinya terkejut.
Deg..
Freya sengaja menggoda kay. Agar si pulu-pulu kebakaran jenggot. Dan benar, si ivana mengepalkan tangannya. Freya memeluk balik kay, dengan tangannya bermain di belakang kay. Kay diam membisu berusaha menahan hasratnya yang liar.
Ivana langsung mendekati dan menarik kay. "Sayang, aku bisa membuktikan aku tidak bersalah besok, sekarang kita pergi. Aku lelah." Ucapnya dengan nada lembut.
"Kamu istirahat lah, aku banyak pekerjaan." Ucap kay langsung pergi keluar duluan, meninggalkan ivana.
Ivana menatap tajam freya. "Freya, ini belum berakhir, aku akan membalas mu." Jawabnya dengan mata berkilat tajam.
Freya tersenyum tipis. "Aku tunggu kakakku, ivana." Jawabnya dengan nada santainya. Ivana langsung pergi.
Bela mendekati Freya. "Nyonya muda, anda hebat. Biasanya anda selalu kalah jika berdebat seperti ini, hanya menunduk. Padahal bukan perbuatan anda." Ucap bella tersenyum manis.
Freya menatap bella dengan senyuman hangat. "Bella, jangan panggil aku nyonya muda, panggil aku freya. Aku tahu selama ini kamu selalu menolongku. Jadi, panggil aku freya. Aku sudah menganggap kamu saudaraku." Ucapnya dengan nada lembut.
Deg..
"Terimakasih banyak freya, aku juga sudah menganggap mu saudara. " Jawab bella tersenyum bahagia memeluk freya.
"Bella, kamu pergilah istirahat, sudah malam." Ucapnya dengan nada lembut.
Bella mengangguk kepalanya. Sebelum pergi bella menatap freya. "Freya, kemana pun kamu pergi aku ikut ya, Bawa aku." ucapnya dengan mata penuh mohon.
Freya tersenyum tipis. Karena bella lebih muda darinya. "Iya, aku pasti akan membawamu kemanapun aku pergi, karena kamu saudaraku. besok, aku akan mengajakmu jalan-jalan. Kita belanja." jawabnya dengan nada santainya.
Mata bella mem belalak. "Uang dari mana? Semua kartu kamu di pegang nyonya ivana?" Tanyanya dengan nada bingung.
"Mintalah bella, sama suamiku yang kaya raya, enak saja, dia tidak mau nafkahi aku, aku akan meminta uang sampai dia menceritakan aku. Besok aku akan ambil kartu-kartu ku dari ivana." Jawabnya dengan mata penuh rencana.
Sedangkan kay pergi ke markasnya.
"Tua muda kay, sudah lama anda tidak datang ke markas. Karena selalu memanjakan istri kedua mu." Jawab salah satu sahabatnya.
"Deon, aku ingin kamu menyelidik ivana dan juga aku ingin informasi ivana dan freya." Perintahnya dengan nada dingin.
ditunggu undangan married nya ya alex & freya /Chuckle/
si kay(maaf kalau salah nama) bakal tau kapan ya' kalau udah cerai sama fl Badas kita. jadi berkhayal taunya pas diajak married sama alex seru tuh, si kay malah dateng ke pesta pernikahan nya bareng si cabe (kan katanya kalau ada acara pesta atau apa yang diajak si cabe) 🤭
nah ini aku selama ini kalo baca tuh susah inget nama, gara gara re read aku berusaha hafalin nih namanya
ini typo ga sih kak? harusnya alex, jadinya axel. lumayan banyak typo nama axel nya kak, ada apa dengan axel? 🤭🙏