NovelToon NovelToon
Tuan CEO, I LOVE YOU

Tuan CEO, I LOVE YOU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Romantis / Cintamanis / Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:575
Nilai: 5
Nama Author: moms F

"Perpisahan kita bukan salah siapa2. Bukan sepenuhnya salahmu, salah ku , salah dia ataupun salah waktu. Kita adalah dua orang yg tepat, tapi tepat disini bukan sebagai pasangan melainkan sebagai pembelajaran untuk kita menjadi lebih dewasa"

Nada Ageta Putri

"Jika kesalahan ini sebagai pembelajaran. Bisakah aku tetap belajar bersama mu sehingga kita bisa dewasa bersama"

Juna Genio Lin

"Apakah perasaan cinta sebuah kesalahan? Jika memang iya, aku tak ingin perasaan ini. Perasaan ini terus menggerogoti kewarasan ku dan membuat ku menjadi jahat yang menyakiti orang di sekeliling ku"

Senar Anggriani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moms F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Matanya

Tiga bulan berlalu berjalan dengan lancar. Nada dan Melody berhasil membuat proposal yang akan diajukan ke Alaric grup sebuah perusahaan terbesar di kota S.

Sepanjang perjalanan Nada membolak-balikkan map yang di pegang nya. Melody yang sedang menyetir menggeleng kepalanya melihat kelakuan sahabat nya.

" tuh tulisan ngak bakal hilang kali Nad. Jadi ngak perlu di di pelototi gitu"

Nada menghela nafasnya panjang menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.

"Pasti banyak yang ikut mengajukan proposal untuk mendapatkan proyek itu. Aku takut Mel, perusahaan baru kayak kita mencoba bersaing sama perusahaan yang sudah berpengalaman. Dan aku takut jika proyek itu ngak bakal bisa kita dapat dan buat Abang Enzo kecewa"

"sudah dong jangan pesimis gitu. Yakin deh pasti proposal kita ngak kalah dari mereka. malah lebih bagus. Lihat dong yang buat siapa" sombong Melody menghempaskan rambutnya menggunakan tangan satunya.

Nada hanya terkekeh melihat kepercayaan diri sahabat nya yang begitu tinggi. Walaupun Nada yakin proposal yang ia dan melody buat cukup bagus dan yakin diterima.

Tapi tidak menutup kemungkinan ia takut dengan perusahaan-perusahaan yang lebih berpengalaman diluar sana. Secara proyek yang di akan di luncurkan oleh Alaric Grup terbilang besar dan akan menguntungkan siapapun yang mendapatkan nya.

Nada berharap mendapatkan nya dan bisa membuktikan kepada Enzo bahwasanya ia mampu dan tidak mengecewakan kesempatan yang telah diberikan olehnya.

Ding

pintu lift terbuka, Nada dan Melody yang sudah membuat janji kini berdiri di pintu besar yang bertuliskan Ceo . Dengan menghembuskan nafasnya. Nada mengetuk pintu tersebut.

Tok

Tok

Setelah mendapatkan izin, mereka berdua masuk.

Deg

Dan dapat Nada lihat lelaki rupawan dengan wajah yang tegas mata yang tajam menatapnya. Seketika Nada terdiam menatap lelaki tersebut. Tatapan Nada terhenti pada mata obsidian yang menyapanya tak berkedip. Mata yang membuat jantungnya berdetak cepat.

"Nad" Melody menyenggol lengan Nada untuk menyadarkan Nada yang melamun.

"Ah,, maaf" seru Nada yang tersadar dan duduk di depan lelaki tampan tersebut.

Nada gugup berhadapan dengan Ceo sekaligus pemilik Alaric grup tersebut. Bukan hanya parasnya yang membuat Nada terdiam. Tapi tatapannya yang seakan-akan ingin memakannya semakin membuat jantung Nada berdetak kencang. Tanggan Nada yang memegang map berkeringat sakin gugupnya.

Melody yang melihat tingkah Nada mengambil ahli dan mulai pembicaraan mereka. Mendengar suara melody , Nada yang sudah merasa tenang mengambil ahli pembicaraan tersebut. Sedangkan melody duduk santai menyandarkan tubuhnya di kursi dan melipat lengannya di dadanya. Menatap bolak balik antara Nada dan CEO tersebut yang tak lain sepupunya sendiri.

"Nad,, CEO Alaric tampan ya" ucap melody menyeruput minumnya.

Setalah keluar dari Alaric grup. Mereka berkunjung ke salah satu restoran tak jauh.

Nada hanya mengangguk kepalanya.

"Kamu naksir ya" Melody mengangkat alisnya mengejek Nada

"Huss,, omongan nya di jaga. Kedengaran orang nanti"

"jadi kalau ngak naksir apa dong. Baru masuk aja, menatapnya sampai bengong gitu. Apa lagi kalau ngak naksir" Jelas melody

"Nah nad,, kayaknya bisa tuh masuk hitungan jadi calon pengganti" kekeh Melody.

Nada menggeleng kepalanya mendengar ucapan ngasal melody.

"Sudah ya Ody,, jangan aneh-aneh" tolak Nada

Nada hanya mendengar ucapan Melody dan sesekali menjawab dengan singkat. Tapi fikiran Nada masih memikirkan mata yang dilihatnya. Mata yang sepertinya pernah ia kenalin tapi entah dimana.

Saat asyik bercanda tawa dengan melody, terdengar suara lelaki yang memanggilnya.

"Nada.."

Deg

Jantung Nada berdetak keras. Suara yang sudah satu tahun lebih tak pernah ia dengar. Suara yang dulu pernah ia sukai.

Saat melihat kearah suara yang memanggilnya. Dapat Nada lihat ekspresi terkejut lelaki itu. dapat Nada lihat kepalan tangannya di kedua sisinya.

"Ooo,, Ada bapak Juna ternyata" kaget melody berpura-pura

"apa bapak Juna ada perlu. Kalau tidak bisa anda pergi dari meja kami. Anda menghalangi matahari yang menyinari kecantikan kami" celetuk Melody masa bodoh

Juna yang mendengar sindiran Melody tak memperdulikan nya. Tatapannya berfokus pada perempuan di depannya. Perempuan yang masih di cintainya. Perempuan yang setahun ini menghilang. Perempuan cantik yang tampak lebih dewasa.

"apa kabar" hanya itu ucapan yang berhasil keluar dari mulut Juna.

Nada menatap lelaki yang sudah tampak dewasa didepannya. Beberapa hari yang lalu Nada masih takut bertemu dengan mantannya ini. Ia takut hatinya masih berfokus pada lelaki ini dan merusak keluarga mereka.

 Tapi sekarang saat bertemu, entah kenapa tidak ada riak di hatinya lagi. Hatinya tidak bergetar dan se gembira dulu.

"Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja" jawab Nada dengan tenang.

Juna yang melihat ketenangan Nada merasa sakit. Dari dulu hingga sekarang ia masih mencintai perempuan didepannya. Ia akui, ia salah mengkhianatinya. Tapi ia berharap perempuan ini memberikan nya satu kali kesempatan dan kembali bersama nya. Dan ia akan segera menceraikan Senar dan menanggung biaya hidup untuk anaknya.

Brengsek memang, tapi hatinya tak dapat dibohongi. Ia masih mencintai Nada, ingin meraih kebahagiaan dengan perempuan ini. Tapi ia sadar, jika kesempatan itu tak akan ada.

"Ckkk,, basa basi nanya kabar. Bilang aja kaget kalau Nada baik-baik saja" decak Melody

"Ngak yang seperti kamu bayangkan, pas kalian ketemu Nada harus terus menangisi lelaki brengsek yang ngak penting" lanjutnya

"Mel.." tegur Nada. Melody hanya memutar matanya tanda kesal atas pembelaan Nada.

Jujur saja, Nada hanya tak ingin menambah musuh. Walaupun menjadi teman lagi bahkan tidak mungkin. Nada hanya ingin hidup tenang dan melupakan masa lalu yang membebani fikirannya. Ia hanya ingin fokus menata karir dan masa depannya.

Juna bahkan tak peduli dengan sindiran Melody. Matanya hanya terfokus pada Nada. Ingin sekali Juna memeluknya dan mengatakan maaf beribu-ribu kali pada perempuan ini.

"Nad,, bisa kita bicara berdua" pinta Juna. Nada menggeleng kepalanya tanda tidak setuju.

"maaf, rasaku tidak ada yang perlu dibicarakan lagi" ucap Nada menatap Juna

"Dan aku tidak ingin menjadi omongan orang karena berduaan dengan suami orang" tegas Nada.

Juna yang mendengar itu bersedih, ia mengepalkan erat tangannya.

" aku jamin tidak ada yang berani menuduhmu. Dan aku yakin Senar pasti mengerti. Aku hanya ingin berbicara dengan mu berdua. Ku mohon" pinta Juna melemas

"jika ada yang ingin kamu bicarakan dengan ku. Ajak istri mu dan kita bertemu bertiga. Aku tak ingin berduaan dengan suami orang dan menjadi fitnah" jelas Nada. Dan langsung berdiri dari kursinya.

"jika tidak ada yang penting untuk di sampaikan. Maaf aku permisi" pamit Nada.

"Nad,, tunggu" cegah Juna dan menarik tangan Nada.

Nada yang merasa tangan nya di pegang berhenti dan menatap kearah Juna.

"Lepas" ucap Nada mengerutkan kening.

"Aku ingin berbicara padamu berdua saja. Ku mohon" pinta Juna tanpa melepaskan pegangannya.

"aku bilang lepas" ucap Nada kesal dan mencoba melepaskan pegangan Juna.

Sekeras apapun Nada berusaha melepaskan nya. Tetap saja tidak bisa, tenaganya tak akan sanggup menandingi Juna yang seorang lelaki.

"Brengsek.." Melody melihat itu membantu Nada. Menarik Nada dan mendorong Juna kuat sehingga Juna terbentur meja.

"kamu ,Ok" tanya Melody kepada Nada yang mengelus tangannya yang di pegang Juna.

"bren..." sebelum Melody meledak. Nada menarik tangan melody dan menggelengkan kepalanya. Nada tak ingin membuat keributan dan menjadi perhatian orang-orang.

Nada sangat tahu, jika melody bertindak. Pasti akan ada perkelahian yang tak diinginkan.

Melody yang ingin menghajar Juna dan di halangi oleh Nada sungguh sangat kesal.

"Sudah aku bilang, diantara kita tidak ad ayang perlu di bicarakan lagi. Dan jika ada yang ingin kamu sampaikan. Ajak istrimu untuk bertemu dengan ku" jelas Nada menatap Juna dengan tenang

"kamu sudah menikah dan menjadi seorang ayah. Jangan jadi lelaki brengsek yang tidak bisa menjaga hati istrimu" lanjutnya dan berbalik pergi dan meninggalkan Juna yang berdiri mematung di ikutin Melody yang menatap Juna dengan kesal.

Juna hanya bisa menatap punggung Nada dengan rindu.

Tanpa mereka sadari, sedari tadi seseorang menatap mereka dengan pandangan yang sulit di artikan.

#TBc

1
Shinta Teja
jangan lama2 ya moms up nya....🙏🙏🙏🙏
Shinta Teja
2 hari ga update, kemana nih moms F nya.... penasaran tau,moms...😓
Shinta Teja
suka,,,, meskipun aku ga pernah mengalami yang dialami nada tapi aku begitu merasakan emosinya menjadi nada.....😪😤
semangat nada!!!💪💪💪
ini othor nya yang keren nih bisa memainkan emosi para pembaca nya.... good job,Thor ...🫰🫰🫰🫰
Shinta Teja
dasar senar.....caramu mendapatkan nya saja sudah salah. malah berharap lebih.....
Shinta Teja
jangan mau, nada.... kamu bukan Inara yang mau masuk jadi orang ketiga.....
Shinta Teja
ya Allah,,,,,aku juga merasakan sakit mu,nad... seolah Tuhan ga adil hanya memberikan rasa sakit untuk kita aja sedang mereka malah tertawa bahagia.....😓
Shinta Teja
run nad,,,, run.....
lari lah sejauh mungkin.... tinggalkan sumber rasa sakit itu & cari kebahagiaan mu ditempat yang baru...
Shinta Teja
serin?! senar kali,thor
Shinta Teja
semangat,nada .... aku bakal temani kamu🤗🤭
Shinta Teja
aku juga ikut menahan sesak di dadaku membayangkan hancur & kecewa nya kamu,nad... dikhianati orang terdekat itu amat sangat menyakitkan & mungkin waktu seumur hidup tak akan mampu menyembuhkan luka mu....😓
Shinta Teja
lho,,,kenapa?! bukannya Alvaro juga babak belur,Thor?! sekarang malah si Juna juga...
Shinta Teja
masih hangat!!!k kek nya baru Mateng & baru keluar dari oven deh🤗🤭
Zeepree 1994
hadir Thor..
semoga setelah patah hati karena tiga orang ini, nada bisa bangkit lagi melupakan kesakitannya, bila mungkin jauhkan nada dari orang2 yang kejam ini Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!