NovelToon NovelToon
Jodohku Ternyata Lurah

Jodohku Ternyata Lurah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Wanita Karir / Keluarga / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Menurut Azalea Laire, dirinya mempunyai bapak kolotnya minta ampun. Jaman sekarang masih saja dijodoh-jodohkan, mana pakai ada ancaman segala, dimana kalau tidak mau dijodohkan, dirinya akan ditendang bukan lagi dari keluarga, tapi di depak dari muka bumi.

Azalea geram di tagih perjodohan terus oleh bapaknya, sehingga dia punya niat buat ngelabrak pria yang mau dijodohkan olehnya agar laki-laki itu ilfeel dan mundur dari perjodohan. Tapi eh tapi, ketika Azalea merealisasikan niat itu yang mana dia pergi ke desa untuk menemui sang jodoh, ternyata dia melakukan kesalahan.

Ternyata jodoh dia adalah Lurah.

Terus kira-kira masalah apa yang udah dibikin oleh Azalea? Kira-kira masalah Azalea ini bikin geram atau malah bikin cengar-cengir?

Nyok kita pantengin aja ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tempat Tinggal Sementara

Langkah kaki Adi gontai, tapi matanya terus menyapu setiap jalanan desa yang mulai temaram. Sosok Azalea seolah menguap begitu saja ditelan bumi. Padahal, baru beberapa saat lalu aroma parfum wanita itu--yang menurut Adi seharum bunga surga--masih tertinggal di indra penciumannya. Setelah berkali-kali memutari blok yang sama hingga napasnya engap, Adi menyerah.

Adi nyari-nyari eksistensi Azalea kemana-mana tapi tidak berjumpa lagi. Akhirnya dia balik ke rumah. Adi itu jika balik ke rumah, ada dua alasan yang mendasari, yaitu perut yang keroncongan dan dompet yang isinya tinggal debu. Dan sekarang dia balik karena mau nanya ke bapake soal Azalea, wanita yang dia temui sebagai calon istri. Bener-bener pucuk dicinta, emang lagi nyari jodoh, tiba-tiba datang saja cewek spek bidadari menurut Adi.

Adi butuh konfirmasi. Dia butuh jawaban atas skenario perjodohan rahasia yang diyakininya sedang dirancang oleh sang ayah.

Di beranda rumah, bapaknya Adi tengah asyik mengurus burung perkutut kesayangannya. Bunyi klik-klik dari jemari Pak Surya yang menggoda burung di dalam sangkar terhenti saat melihat anak laki-lakinya datang dengan wajah sumringah sekaligus penuh selidik.

"Pak, jujur aja, tadi itu Azalea, kan? Calon yang Bapak maksud?"

Si bapak mengernyitkan dahi. Beliau meletakkan botol semprotan air ke atas meja kayu. "Azalea siapa? Kamu ngomong apa toh, Di?"

"Bapak pakai akting bingung segala," Adi terkekeh, "Gadis tadi, Pak. Yang cantik tenan kayak bidadari turun di gang depan. Bapak sengaja kan pura-pura ndak tahu supaya kesannya kami ketemu secara alami? Pucuk dicinta ulam pun tiba, Pak. Pas banget aku memang lagi nyari jodoh, eh Bapak kasih yang speknya bukan main-main."

Bapake terdiam sejenak menatap anaknya dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Ngawur aja kerjaanmu itu. Ngapain Bapak capek-capek nyariin kamu jodoh segala? Bapak ini masih sibuk ngurus burung, ndak sempat ngurusin drama percintaanmu. Kalau memang kamu mau punya istri, ya usaha sendiri, cari sendiri, pilih sendiri. Jangan bawa-bawa Bapak ke dalam khayalanmu!"

Mendengar semprotan sang ayah, Adi justru mengerutkan kening. Bukannya sadar, dia malah makin yakin. Ah, Bapak ini memang juara aktingnya, pikirnya dalam hati. Pasti ini bagian dari rencana supaya aku gak besar kepala.

"Iya deh, Pak, terserah Bapak mau bilang apa," ujar Adi sambil melengos masuk ke dalam rumah. Dia membawa pemikiran itu sebagai sebuah kebenaran mutlak. Di benaknya, Azalea adalah hadiah yang disiapkan sang ayah, dan tugasnya sekarang hanyalah menemukan bidadari itu kembali.

Sepeninggal Adi ke dalam rumah, Bapaknya Adi hanya bisa mendesis pelan sambil geleng-geleng kepala. "Cah gemblung... uang saku masih disupport orang tua saja sudah ngebet nikah. Pakai nuduh Bapaknya ngejodohin segala. Waras po ora bocah kuwi?"

...****...

Sementara itu di waktu yang bersamaan.

Azalea kini berdiri di beranda rumah Pak RT. Keputusannya untuk meninggalkan hiruk-pikuk kota dan terdampar di desa ini memang agak impulsif, tapi dia merasa butuh suasana baru.

"Jadi kamu butuh tempat tinggal sementara, Nduk?" tanya Pak RT ramah, menyesap teh hangatnya.

"Iya, Pak. Maaf kalau lancang, saya tadi bingung cari penginapan di sekitar sini kok nggak ketemu," jawab Azalea sopan.

Pak RT terkekeh. "Di sini jarang ada penginapan, Nduk. Ada juga lumayan jauh, harus ke arah kota kecamatan. Kalau kamu memang berniat tinggal sementara, di sini saja. Kebetulan ada kamar kosong, dan anak saya, Suci, juga ada di rumah. Jadi kamu punya teman bicara."

Azalea merasa lega. "Terima kasih banyak, Pak. Saya benar-benar terbantu."

Tak lama kemudian, muncul seorang gadis sebaya Azalea dengan rambut dikuncir kuda dan senyum yang merekah. Itulah Suci. Orangnya periang dan sangat terbuka. Namun saat mata Suci tak sengaja melihat ke arah sendal yang baru saja Azalea kenakan, senyumnya sempat tertahan sedetik. Dia merasa sangat mengenali sandal yang dikenakan wanita cantik di depannya itu.

Meski menyimpan tanya, Suci tetap menyambut Azalea dengan hangat. Setelah berbincang ringan dan sepakat untuk memanggil nama saja agar lebih akrab--sesuai permintaan Azalea yang merasa tidak enak jika dipanggil Mbak, keduanya pun masuk ke dalam kamar.

Ketika ada kesempatan hanya berdua, rasa penasaran Suci tak terbendung lagi. "Lea, boleh aku lihat sandal yang kamu pakai tadi?"

"Boleh. Lihat aja, Suci."

Suci langsung lihat, dan Azalea masih biasa saja Suci hendak memeriksa sendalnya. Masih belum ngeh kalau dia pakai sendal dari pangeran, dan Azalea masih belum ngeh ngapain juga Suci kepengen lihat sendalnya. Karena saat ini, ia kepikiran soal pakaian. Dia tidak bawa koper, sok-sokan kepengen tinggal di kampung orang.

Dia merasa agak konyol, mau tinggal di kampung orang tapi hanya modal pakaian yang melekat di badan. Akan tetapi bagi Azalea yang mandiri (dan cukup berpunya), itu bukan masalah besar. Selama ada ATM dan saldo yang cukup, semua bisa beres.

Beli saja ke Mall nanti, sekalian beli sandal dan sepatu baru. Begitu pikirnya.

Azalea adalah tipe wanita yang pantang merepotkan orang lain. Meski Suci sangat baik, dia merasa tidak enak jika harus meminjam pakaian. Dia memutuskan untuk membeli semua keperluannya sore itu juga, meski matahari sudah mulai merayap ke ufuk barat. Dia juga sudah berniat memberikan kompensasi atau uang sewa yang layak kepada Pak RT nanti.

Saat Azalea hendak keluar rumah menuju teras, dia kembali bertemu Suci yang rupanya masih terpaku menatapi sandalnya di dekat pintu.

"Suci, aku keluar dulu sebentar ya. Mau beli pakaian sama perlengkapan lain. Aku benar-benar nggak bawa persiapan soalnya," pamit Azalea.

Suci tersentak dari lamunannya. "Lho, sekarang? Sudah mau magrib, Lea. Besok saja, nanti pakai punyaku dulu yang ada di lemari. Tenang saja, ukurannya kayaknya sama kok."

Azalea menyengir sungkan sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Aduh, jangan, Suci. Nggak apa-apa, aku beli saja."

Melihat kekeuh-nya Azalea, Suci akhirnya mengalah. "Ya sudah kalau begitu. Tapi tidak usah jauh-jauh ke Mall. Di dekat sini ada saudaraku yang dagang pakaian, lengkap kok, dari baju harian sampai baju pergi. Harganya juga jauh lebih miring daripada di kota."

Azalea berpikir sejenak. Ide bagus, batinnya. Daripada harus menempuh perjalanan jauh ke Mall yang ia sendiri belum tahu lokasinya, lebih baik mengikuti saran Suci. "Boleh deh, aku ke sana aja. Antar aku ya?"

"Siap!" jawab Suci semangat.

Gegara semangat itu, Suci sampai lupa nanya ke Azalea, kenapa wanita itu bisa pakai sandal pemberian hadiah darinya untuk Hagia?

.

.

Bersambung.

1
Felycia R. Fernandez
Hagia kah??
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
vote meluncur
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
😍😍😍😍
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
otornya absurd, tokohnya jadi absurd juga 🤦‍♀️🤦‍♀️
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
kamu salah paham. tapi aku suka. biarkan kesalah paham ini, semakin panjang /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
iya, punya ayahmu. tapi kamu pewarisnya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
heleehhhh, modus mu /Facepalm//Facepalm//Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dan ternyata itu ialah nomor sang penipu /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
sebegitu khawatirnya hagia sama lea. apalagi itu, jika bukan cinta
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
ooo, lebih privasi gitu maksudnya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dia memang menyukai mu hagia. seharusnya bukan akting yg ditunjukkan tapi kebenaran
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
fokus leaaa, fokus /Chuckle//Chuckle//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
aku suka sama pikiranmu
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
nah kan, akhirnya kamu sadar lea
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dia bukan khawatir kamu patah hati Lea. yang dia khawatirkan kamu berhasil berada di hati Hagia. walaupun itu, memang benar adanya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Sebutkan nama lengkapnya Yahh /Facepalm//Grin/
〈⎳ FT. Zira
eaaa katahuannn
〈⎳ FT. Zira
aduh alasannya/Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
lahhh... kelihatan banget jadinya
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
zenuuuuuunnnnnnn nackal sekali kamuuuhhhhhhh. ihhh geeemmmeeessshhhh
Zenun: iiih ada akak😄🥳👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!