NovelToon NovelToon
Mitsuki Di Dunia MHA (My Hero Academia)

Mitsuki Di Dunia MHA (My Hero Academia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Murid Genius / Naruto / Dunia Lain / Persahabatan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: I am Bot

Mitsuki mengerjapkan matanya yang berwarna kuning keemasan, menatap gumpalan awan yang bergeser lambat di atas gedung-gedung beton yang menjulang tinggi. Hal pertama yang ia sadari bukanah rasa sakit, melainkan keheningan Chakra. Di tempat ini, udara terasa kosong. Tidak ada getaran energi alam yang familiar, tidak ada jejak Chakra dari Boruto atau Sarada.

A/N : karena ini fanfic yang ku simpen sebelumnya, dan plotnya akan sama dan ada sedikit perubahaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I am Bot, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langit yang beda bagian 2

Asap hitam membumbung tinggi di antara celah gedung. Bau sampah yang terbakar dan aroma menyengat dari sesuatu yang mirip bahan kimia memenuhi udara. Di pusat kerumunan, para pahlawan profesional tertahan oleh kobaran api yang memblokir jalan.

Mitsuki bertengger di tepi papan reklame, kakinya bergelantungan santai di udara. Matanya yang tajam mengamati sosok besar berbentuk lumpur hijau pekat yang tengah menggeliat di tengah jalan. Di dalam tubuh lumpur itu, seorang remaja berambut pirang Bakugo sedang meronta hebat. Ledakan-ledakan kecil keluar dari telapak tangannya, namun justru ledakan itu yang memicu api di sekitar mereka semakin besar.

"Menarik," bisik Mitsuki. "Dia mencoba melawan dari dalam, tapi justru memperburuk situasinya sendiri. Kurangnya ketenangan adalah kelemahan yang fatal."

Di bawah sana, para Pro-Hero berteriak memberikan instruksi. "Tunggu pahlawan dengan Quirk air!" "Apinya terlalu panas, aku tidak bisa mendekat!"

Mitsuki menyipitkan mata. Di dunianya, membiarkan target menderita sementara menunggu bantuan adalah hal yang tidak efisien. Namun, perhatiannya teralih saat melihat sosok berambut hijau yang tadi ia temui. Izuku Midoriya berdiri di barisan depan penonton, tubuhnya gemetar hebat, namun matanya tidak lepas dari sosok Bakugo yang tercekik.

Lalu, sesuatu yang tidak logis terjadi.

Izuku berlari. Ia menerobos garis polisi, kakinya yang gemetar dipaksa melangkah secepat mungkin menuju monster lumpur itu.

"Bodoh sekali," gumam Mitsuki, namun sudut bibirnya terangkat tipis. "Tapi... sangat berani."

Izuku melempar tas sekolahnya, mencoba melakukan apa saja untuk membebaskan temannya. Namun, monster lumpur itu tertawa remeh dan bersiap menghantam Izuku dengan tangan cairnya yang raksasa.

"Mati kau, bocah sialan!" seru monster itu.

Sret.

Dalam satu kedipan mata, sebelum tangan lumpur itu menyentuh Izuku, sebuah bayangan biru pucat melesat melewati kepala para penonton.

Mitsuki mendarat tepat di antara Izuku dan monster itu. Punggungnya menghadap Izuku, sementara tangannya sudah membentuk segel yang tidak dikenal oleh siapa pun di dunia itu.

"Siapa kau—?!" Monster lumpur itu berteriak, namun kalimatnya terputus.

"Fūton: Toppa (Elemen Angin: Terobosan)," ucap Mitsuki dengan suara yang sangat tenang, nyaris seperti sedang berbisik di perpustakaan.

Bukan sekadar angin biasa. Tekanan udara yang sangat padat terpancar dari mulut Mitsuki, menghantam inti monster lumpur itu dengan kekuatan yang presisi. Ledakan udara itu begitu kuat hingga api yang mengepung mereka seketika padam, dan tubuh cair monster itu terpental, tercerai-berai menjadi tetesan-tetesan kecil yang tak berdaya.

Bakugo terlepas, jatuh berlutut sambil terbatuk-batuk. Izuku membeku, menatap punggung Mitsuki dengan mulut ternganga.

Keheningan menyelimuti tempat kejadian. Para Pro-Hero terpaku. Mereka mengharapkan All Might atau bantuan besar, bukan seorang remaja asing dengan pakaian aneh yang mengalahkan penjahat hanya dengan satu hembusan napas.

Mitsuki menoleh sedikit ke arah Izuku, matanya kuning keemasannya berkilau di balik poni rambutnya. "Kau bergerak sebelum berpikir. Itu insting yang bagus, tapi tubuhmu tidak mendukung niatmu."

"K-kamu... yang tadi di tiang listrik?" Izuku terbata.

"Oi! Siapa kau, hah?!" Bakugo berdiri dengan sisa tenaga, wajahnya merah padam karena malu sekaligus marah. "Aku tidak butuh bantuan bocah sepertimu!"

Mitsuki tidak menanggapi amarah Bakugo. Ia justru menatap tangannya sendiri yang sedikit berasap karena sisa energi Chakra. Di dunia ini, Chakra terasa lebih tajam, lebih sulit dikendalikan karena tidak ada resonansi dari alam sekitarnya.

"Kau..." Seorang pahlawan besar, Death Arms, mendekat dengan wajah gusar. "Apa yang kau lakukan? Kau menggunakan Quirk tanpa izin! Dan teknik itu... kau bisa saja membunuh anak yang disandera itu kalau meleset sedikit saja!"

Mitsuki memiringkan kepalanya, ekspresinya polos namun dingin. "Meleset? Aku tidak pernah meleset dalam menyerang titik vital."

"Itu bukan poinnya!" Death Arms membentak. "Siapa namamu? Di mana lisensi pahlawanmu?"

Mitsuki terdiam. Lisensi? Di dunianya, seorang ninja diakui karena kemampuannya, bukan karena selembar kartu. Ia menyadari bahwa di dunia ini, kekuatan diatur oleh birokrasi yang ketat.

Sebelum situasi semakin memanas, seorang pria kurus dengan rambut pirang kusut yang berdiri di belakang kerumunan All Might dalam bentuk aslinya menatap Mitsuki dengan tajam. Ia melihat sesuatu yang berbeda pada anak itu. Bukan hanya kekuatannya, tapi ketenangan yang tidak alami bagi seorang remaja.

"Aku tidak punya hal seperti itu," jawab Mitsuki santai pada Death Arms.

Tiba-tiba, Mitsuki merasakan kehadiran yang sangat kuat mendekat. Ia menatap ke langit. Jauh di sana, ia bisa merasakan seseorang yang memancarkan energi yang luar biasa besar, meski tidak terasa seperti Chakra.

Ini adalah dunia yang merepotkan, pikir Mitsuki.

Ia melirik ke arah Izuku satu kali lagi. "Midoriya Izuku, kan? Sepertinya aku akan berada di sini untuk waktu yang cukup lama. Aku harap kau segera menemukan 'kekuatan' yang kau cari."

Tanpa menunggu balasan, Mitsuki melemparkan sebuah bom asap kecil ke tanah—sebuah trik ninja dasar. Puff! Asap putih pebal menutupi pandangan semua orang. Saat asap itu menghilang, Mitsuki sudah tidak ada di sana. Ia lenyap, bahkan para pahlawan profesional tidak bisa melacak ke arah mana ia pergi.

Di tengah kebingungan itu, Izuku hanya berdiri mematung, meremas dadanya yang masih berdegup kencang. Untuk pertama kalinya, ia melihat seseorang yang seumuran dengannya, namun memiliki aura yang begitu dominan dan bebas.

"Bukan Quirk..." bisik Izuku pada diri sendiri. "Gerakannya... itu bukan seperti pahlawan. Itu seperti... bayangan."

Di atas atap gedung yang cukup jauh, Mitsuki duduk sambil mengamati tangannya. Ular kecil keluar dari lengannya, berdesis pelan.

"Ayah... tempat ini sangat unik," ucap Mitsuki pada angin, seolah berharap Orochimaru bisa mendengarnya melintasi dimensi. "Mereka memiliki aturan untuk menjadi orang baik. Tapi mereka lupa, bahwa di dalam kegelapan, aturan hanyalah beban."

Ia tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sulit diartikan. Di kejauhan, ia melihat All Might dalam bentuk pahlawannya sedang dikerumuni media.

1
N—LUVV
setiap penjelasan penuh dengan hal hal ilmiah atau berhubungan dengan bidang perhitungan
N—LUVV
cerita Mitsuki yang berkeliling ke semesta anime !! bukan dunia my hero academia
N—LUVV: semangat kak..
total 3 replies
Lyonetta
udh di revisi juga cuxmay lah
Lyonetta
diupdateny lama bgt si (alan)
Lyonetta
sedang revisi/Frown//Frown/, bab 57 akan ada penjelasan
(⁠ノ⁠◕⁠ヮ⁠◕⁠)⁠ノ⁠*⁠.⁠✧
extra chapternya Thor gw mau liat reaksi Orochimaru sama masa depan mereka seperti apa !!
(⁠ノ⁠◕⁠ヮ⁠◕⁠)⁠ノ⁠*⁠.⁠✧
aku like kok
Derai
mitsuki sepertinya terlalu op untuk dunia bnha 😅
Lyonetta: yupp, mangkanya aku masukin mitsuki/Casual//Casual/
total 1 replies
Derai
Oooh, kayaknya seru. Biasanya aku ngehindarin baca fanfic indo krn entah mengapa cringe. Tapi ini kayaknya enggak deh.
Udah gitu nggak ada typo yang mendistraksi. Kereen
Lyonetta: aku juga pas nulis agak krinj juga sih soalnya mitsuki tipikal filosofi nyeleneh untuk sifatnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!