NovelToon NovelToon
LOVE SON OF THE RULER

LOVE SON OF THE RULER

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Mafia / Tamat
Popularitas:221.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: kan

Lanjutan novel SON OF THE RULER (S 1 & 2).



Cinta mempersatukan mereka untuk menjalani kehidupan yang disebut rumah tangga.


Kisah cinta romantis empat putra penguasa yang memiliki sisi gelap, yang sama sekali tidak di ketahui oleh masing-masing pasangan mereka.



"Kehidupanku penuh dengan rahasia, dan hanya bisa diketahui oleh beberapa orang tertentu. Aku tidak akan membuat keluarga kecilku ikut didalamnya, cukup aku saja," Revan Li.


"Jauh dari istri membuat aku belajar akan pentingnya kepercayaan, berbeda dengan orang yang LDR. Saling mempercayai adalah bagian penting untuk sebuah hubungan bertahan hingga maut memisahkan." Revin Li.



"Kehidupan, kematian dan rejeki, ditentukan oleh tuhan. Tapi hubungan yang bertahan hingga maut memisahkan hanya bisa ditentukan dengan kepercayaan satu sama lain." Carlos Sia.



"Penantian membuahkan hasil, jika kita sabar dan teguh dalam menjalaninya. Selesaikanlah masalah itu dengan kepala dingin dan hadapi masalah itu dengan keberanian yang kuat, maka kehidupan yang baik akan selalu bersamamu." Reon Sang.

***

Kisah rumah tangga yang sering kali membawa tawa bagi mereka.


Penasaran yuk liat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BROKOLI

Revan selesai memasak sayuran yang ingin dimakan oleh istrinya, yang entah mengapa ngidam yang aneh-aneh. Bahkan sayuran yang tidak ia sukai, justru ingin ia makan sekarang ini.

Dengan langkah cepatnya, Revan berjalan keluar dari dapur dengan piring yang berisi sayuran yang ia masak beberapa saat yang lalu. Ia harus segera memberikannya pada Rania, karena sudah sedari tadi istrinya itu ingin makan sayuran tersebut.

Revan mengernyit saat melihat Revin yang sudah berada diruang tamu, sedang Revin terkejut melihat sang kakak yang keluar dari dapur dengan memakai celemek, dan hal yang paling membuat Revin terkejut adalah makanan yang berada dipiring ditangan kakaknya itu.

Revin menutup mulutnya sendiri dengan tangannya, lalu menatap Revan yang perlahan-lahan menaruh piring tersebut diatas meja didepan Rania.

"Sa-sayur apa itu? Ke-kenapa dia ada di rumah ini?" tanya Revin dengan menatap horor pada sayuran dipiring dihadapan kakak iparnya.

"Kau tau sayur apa ini. Jadi tidak perlu bertanya padaku," ucap Revan malas, lalu mendudukkan diri disamping Rania.

Revin segera beranjak dari duduknya dan berlari kekamar mandi yang berada didapur, perutnya terasa dikocok didalam sana, terlebih melihat sayur itu.

Revan menatap datar adiknya, lalu kemudian menelan salivanya dengan susah payah. Jika Revin tidak menyukai sayur tersebut, sudah pasti dia juga tidak menyukainya. Entah apa yang difikirkan oleh istrinya, hingga berkata jika ia ingin makan sayuran berwarna hijau yang bernama Brokoli itu.

Revan menghembuskan nafasnya, lalu menoleh pada Rania dan terkejut ketika melihat sang istri yang sudah memakan sayur itu dengan lahap. Tanpa ada tanda-tanda tidak enak disana.

Revin keluar dari dapur dan kembali berjalan perlahan keruang tamu, ia terkejut melihat kakak iparnya yang makan sayur brokoli itu dengan lahap.

"Ya Tuhan," ucap Revin, dengan menatap aneh pada istri kakaknya itu.

Revan menatap malas Revin, yang kini kembali duduk disofa tempatnya tadi, lalu segera meneguk jus yang ia bawa dari dapur untuk menghilangkan rasa mualnya melihat Rania.

Revin menatap Revan yang juga menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk ia artikan.

Revin memberi kode pada Revan, seolah bertanya ada apa dengan Rania. Revan hanya mengedipkan matanya, lalu menyentuh perutnya dan mengelusnya perlahan.

"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" batuk Revin, saat mengetahui arti dari kode yang diberikan kakaknya.

Rania menatap Revin dengan mulut yang menguyah brokoli tanpa memakan nasi, hanya brokoli saja.

"Kau baik-baik saja, Revin?" tanya Rania dengan menatap adik iparnya itu.

Revin segera menganggukkan kepalanya dan berlalu dari ruang tamu untuk segera naik ke kamarnya, jujur dia sangat tidak bisa melihat sayuran yang bernama Brokoli itu.

"Ada apa dengannya?" tanya Rania pada Revan.

"Aku rasa kau sudah tau jawabannya sayang," ucap Revan, lalu menyeka sudut bibir Rania dengan ibu jarinya.

Rania hanya mengangguk mengerti, meski sebenarnya ia belum terlalu mengerti maksud suaminya. Sedang Revan segera memalingkan kepalanya kearah lain, melihat sayuran hijau itu membuat kepalanya pusing. Saat memasaknya tadi saja, sudah membuatnya ingin pingsan.

'Ya tuhan, sayang. Kenapa kau meminta ibumu untuk makan sayuran itu?' ucap Revan dalam hati, seolah janin didalam perut Rania mendengar ucapannya.

* * *

Revin dengan cepat menutup pintu kamarnya, ia berusaha untuk mengatur nafasnya yang tidak beraturan saat ini.

"Astaga!" pekik Revin yang mengema didalam kamarnya dengan mengacak rambutnya frustasi.

"Kenapa harus ada Reana kedua dirumah ini," ucap Revin, yang kini benar-benar pusing.

Alasan kedua Revin tidak ingin tinggal serumah dengan ayahnya adalah karena Reana. Adiknya itu sangat suka dengan sayuran yang disebut brokoli, sama seperti Ana. Sedang Arian, Revan dan Revin tidak terlalu menyukai sayuran yang satu itu. Mereka akan lebih memilih untuk minum obat daripada makan brokoli.

"Ya Tuhan. Kenapa kakak ipar malah ngidam sayuran aneh itu sih, padahalkan dia tidak suka dengan sayuran itu," ucap Revin dengan mengacak rambutnya frustasi.

"Mungkin aku akan tenang setelah mandi," ucap Revin lalu segera masuk kedalam kamar mandi.

'Aku berharap Vivian tidak akan ngidam yang aneh-aneh nanti,' ucap Revin dalam hati, berdoa agar istrinya tidak meminta yang aneh-aneh saat hamil.

* * *

Pukul 7 malam.

Revin membuka pintu kamarnya, bertepatan dengan Revan yang baru keluar dari kamarnya yang berada disamping kamar Revin.

"Brother, kenapa kakak ipar malah ngidam yang aneh-aneh sih?" tanya Revin dengan berjalan beriringan dengan Revan untuk turun kelantai dasar.

"Kenapa malah bertanya padaku. Aku saja tidak tahu," jawab Revan malas, jujur kepalanya sedikit pusing karena memasak brokoli siang tadi.

"Kakak ipar yang memasak?" tanya Revin saat mereka tiba dilantai dasar.

"Iya, dia bilang ingin memasak. Jadi aku mengijinkannya, karena raut wajahnya yang seperti ingin menangis membuat aku tidak tega untuk menolak permintaannya," jawab Revan jujur, yang mendapat tatapan malas dari Revin.

'Aku berharap agar tidak ada hal buruk didalam dapur, karena seingatku masih ada sayur itu dikulkas tadi,' ucap Revin dalam hati, yang kini merasakan firasat buruk.

* * *

Revan dan Revin tiba didepan meja makan, mereka terdiam melihat makanan yang tersaji diatas meja makan. Masakan spesial ala Rania.

"Ayo kita makan," ucap Rania lalu segera mendudukkan diri dikursi, sementara Revan dan Revin menatap makanan itu dengan tatapan sulit diartikan.

Revan dan Revin saling menatap satu sama lain, lalu meneguk saliva mereka dengan susah payah.

"Em, sayang. Apa tidak ada sayur lain didalam kulkas?" tanya Revan dengan hati-hati, takut membuat Rania tersinggung.

Rania terdiam, lalu nampak berfikir sejenak.

"Ada, tapi untuk malam ini kita makan brokoli," ucap Rania dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.

"Sepertinya kakak ipar perlu dibawah ke rumah sakit untuk diperiksa, brother," lirih Revin dan seketika mendapat injakan keras dikakinya.

"Aduh!" teriak Revin saat Revan menginjak kakinya dengan keras, hingga membuat Revin melompat-lompat dengan satu kaki.

Rania menoleh dan menatap Revin yang entah mengapa berteriak, sedang Revan berjalan dengan santai ke kursi yang berada disamping istrinya.

"Brother sialan!" ucap kesal Revin dengan mengelus kakinya yang ngilu karena Revan.

Revan hanya berwajah datar dengan menatap makanan yang tersaji dihadapannya. Ia menoleh pada istrinya yang makan dengan lahap, tanpa rasa tidak nyaman sedikitpun.

Revin berjalan perlahan ke meja makan dan duduk dikursi dihadapan Revan, lalu menatap sang kakak yang juga menatapnya.

Revan dan Revin menghembuskan nafas kasar, membuat Rania menatap keduanya dengan tatapan penuh tanda tanya.

"Kalian baik-baik saja?" tanya Rania menatap suami dan iparnya secara bergantian.

Revan dan Revin tersenyum semanis mungkin, agar Rania tidak curiga.

'Ya Tuhan, semoga ini yang terakhir,' ucap Revan dan Revin dalam hati, lalu menyendokkan sayuran brokoli itu ke piring masing-masing.

"Ya Tuhan, aku berharap aku tidak mati setelah memakan ini," doa Revan dan Revin dengan suara yang sedikit keras lalu menyuap makanan itu ke mulut masing-masing.

Satu ....

Dua ....

Tiga ...

Kriet!

Revan dan Revin dengan cepat bangkit dari duduk mereka dan berlari kekamar mandi yang ada didapur, sedang Rania mengedipkan matanya beberapa kali, bingung dengan tingkah suami dan iparnya itu.

1
Salsha Bila Maharani
pingin kisan rhena thor
ningnong
judulnya apa thor
Wita Arym
Apakah it reana
Umi Rahmawati
pas baca eps ini,,,, ya allah sedih banget ,, sampek nangis,,,,, untung bacanya di kamar,,,, jdi kagak tahu p. suami kalau lagi nangis
Ita Nusta Mega
noveltoon dong thor
Ita Nusta Mega
Aku ga sanggup ngebacanya thor...aku ga ikhlas Ana meninggal...😭😭😭... sedikit kecewa...
Ita Nusta Mega
makin lucu ... guemmmeeeessss Ama author nya...😅😅😅💪
onalis
kasih tau dong thor judul nya ap
Nurul84837058
msh blm ikhlas anna meninggal suka gamon kalo liat arian:(
Erlin
jadi baper.. habis dech tissue 1 kotak.. mantul thoor sdh bikin baper
Erlin
wkwkwk
Defe
udah ad belum novel Jaydennya thor???
Yu Ye
Kok ra ia mcm kurang perhatian sama anak ya ya tor
Jepilopez
Jgn di tamatin thor
KOHAPU: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya

"Asisten Nona Muda"

thanks 🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀
total 1 replies
Maria Ina Tapo
thor novel jayden judulnya apa yah
Herfina Fina: authornya nggak mau jawab kayaknya... kita jadi pensaran
total 1 replies
Lyn
ok siap Thor. mari kita ke novel Jayden.
KOHAPU: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya

"Asisten Nona Muda"

thanks 🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀
total 1 replies
Nayra Syafira Ahzahra
ok thor.... makasih
Herfina Fina
judulnya apa thor? aku penasaran gimana jayden setelah dewasa... please thor kasih tahu.. aku ngikutin cerita ini dari awal 🙏
Amel Otiek
knp ana mesti di buat mati gk asik
Nadia Farah Dini
cerita nya ini nyambung ya ko aku bingung bacanya yang mana duluan yang disebalah udah punya anak disini baru punya anak jaid bingung aku harus baca yang mana duluan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!