NovelToon NovelToon
Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Raka Adiyaksa adalah definisi nyata dari "Sobat Misqueen". Mahasiswa biasa yang rela makan mie instan diremas setiap akhir bulan demi menabung untuk gebetannya, Tiara. Namun, pengorbanannya dibalas dengan pengkhianatan. Di malam konser yang seharusnya menjadi momen pernyataan cintanya, Raka justru melihat Tiara turun dari mobil mewah milik Kevin, anak orang kaya yang sombong, sementara Raka ditinggalkan sendirian di trotoar GBK dengan dua tiket yang hangus.

Di titik terendah hidupnya, saat harga dirinya diinjak-injak, sebuah suara mekanis berbunyi di kepalanya.

[DING! Sistem Sultan Gacha Tanpa Batas Telah Diaktifkan!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Jackpot Sepuluh Kali Lipat

Raka berdiri terpaku di trotoar kawasan GBK, mengabaikan tatapan aneh beberapa pejalan kaki yang melihatnya melamun sambil menatap ruang kosong. Di retina Raka, ruang kosong itu dipenuhi oleh panel antarmuka futuristik yang bersinar terang.

Di hadapannya, tombol virtual bertuliskan [GACHA x10 (GRATIS)] berkedip menggoda, seolah menantang nyalinya.

"Persetan lah. Udah gila ya gila sekalian. Kalau ini halusinasi, seenggaknya gue halusinasi jadi orang kaya," gumam Raka pelan.

Dengan jari telunjuk yang sedikit gemetar, dia menekan tombol holografik itu di udara.

Wuuusshhh!

Efek visual yang terjadi selanjutnya membuatnya hampir terjungkal karena kaget. Sebuah roda rolet raksasa berwarna emas dan merah marun muncul, memenuhi pandangannya. Roda itu berputar dengan kecepatan gila, disertai efek suara fanfare orkestra yang menggelegar megah di dalam kepalanya bunyinya seperti intro film box office Hollywood.

Jarum penunjuk berdetak cepat, melewati berbagai warna: putih (item sampah), biru (item biasa), ungu (item langka), dan... Emas!

[DING! DING! DING! DING!]

Suara lonceng kemenangan berbunyi bertalu-talu. Deretan notifikasi muncul beruntun seperti rentetan tembakan senapan mesin, setiap barisnya bersinar menyilaukan.

-[Selamat! Anda mendapatkan: Uang Tunai Rp 20.000.000!]

-[Selamat! Anda mendapatkan Skill Pasif: "Aura Keberuntungan Absolut"!] (Nasib sial akan menjauh, keberuntungan kecil akan sering terjadi)

-[Selamat! Anda mendapatkan Skill Pasif: "Radar Bidadari"!] (Mampu mendeteksi dan menilai wanita berkualitas tinggi di sekitar)

-[Selamat! Anda mendapatkan Skill Pasif: "Transformasi Fisik Adonis"!] (Tubuh Tuan Rumah akan direkonstruksi menjadi bentuk fisik puncak secara bertahap selama 30 hari Selamat tinggal perut buncit, selamat datang sixpack)

-[Selamat! Anda mendapatkan Properti Mewah: Villa No. 1 - The Sultan Residence, Pondok Indah Bukit Golf!] (Sertifikat Hak Milik, Full Furnished, Smart Home System)

-[Selamat! Anda mendapatkan Title: "Raja Jalanan"!] (Keahlian mengemudi tingkat profesional secara instan Schumacher pun sungkem)

-[Selamat! Anda mendapatkan Skill Pasif: "Cashback Sultan"!] (Setiap pengeluaran memiliki peluang mendapatkan pengembalian dana acak hingga 1000%)

-[Selamat! Anda mendapatkan Kendaraan: McLaren 720S (Warna: Memphis Red)!]

-[Selamat! Anda mendapatkan Item Virtual: 1.000.000 Koin Saweria (Saldo Gifting Streamer)!]

-[Selamat! Anda mendapatkan Skill Utama: "Waktu Adalah Uang"!] (Setiap 1 detik yang berlalu, rekening Anda akan bertambah Rp 250,- secara otomatis)

Sepuluh baris teks bercahaya emas itu mengambang diam di depan mata Raka, berjejer rapi seperti daftar menu restoran termahal di dunia.

Hening.

Dunia seakan berhenti berputar.

Raka mengerjap. Dia mengucek matanya lagi. Dia mencubit pipinya sendiri. Sakit.

"Cih," decihnya sambil memalingkan muka, mencoba bersikap skeptis. Sudut bibirnya terangkat sinis, gaya pertahanan diri yang biasa dia pakai saat kecewa. "Ngayal babu banget gue. Halu tingkat dewa emang efek laper. Mana ada dapet McLaren dari mencet tombol angin?"

Dia menendang angin dengan kesal. "Apaan tuh 'Transformasi Adonis'? Apaan tuh 'Radar Bidadari'? Lo pikir ini komik Webtoon?"

Namun, semesta sepertinya tersinggung karena diragukan.

Belum selesai Raka mengomel, saku celananya bergetar hebat. Bukan getaran pesan WhatsApp grup angkatan yang bisu, tapi getaran panjang notifikasi prioritas perbankan.

Raka merogoh ponselnya dengan malas. Jantungnya mulai berdetak tak karuan saat melihat logo biru aplikasi m-BCA di layar kuncinya.

Dia membuka notifikasi itu.

[m-BCA: Transfer masuk ke rek xxx-6503 sebesar Rp 20.000.000,00. Berita: HADIAH SISTEM. Saldo akhir: Rp 20.357.500,00]

Raka membeku. Ponsel di tangannya nyaris terlepas. Matanya melotot sampai rasanya mau keluar. Dia menghitung jumlah angka nol itu satu per satu dengan telunjuknya yang gemetar.

"Satu, dua, tiga... enam nol. Dua... puluh... juta?" suaranya tercekat, seperti orang tercekik. "Ini... ini beneran duit? Bukan duit monopoli?"

Napasnya mulai memburu, pendek-pendek. Keringat dingin mengucur deras di pelipisnya.

Jika uang dua puluh juta itu nyata... berarti sisanya juga nyata?

Otaknya yang biasanya lambat kalau disuruh ngerjain skripsi, tiba-tiba berputar secepat prosesor gaming, memproses informasi dari skill terakhir di daftar tadi: "Waktu Adalah Uang".

Setiap detik dapet 250 perak?

Raka buru-buru membuka aplikasi kalkulator di ponselnya. Jari-jarinya menari di atas layar dengan panik.

"Oke, oke, tenang Ka. Kita itung pake logika matematika. Kalau satu detik 250 rupiah..."

1 Menit = Rp 250 x 60 = Rp 15.000 (Anjir, semenit doang udah bisa beli Nasi Padang pake telor!)

1 Jam = Rp 15.000 x 60 = Rp 900.000 (Hah? Sejam tidur doang dapet hampir sejuta? Gaji paruh waktu gue sebulan aja nggak nyampe segini!)

1 Hari = Rp 900.000 x 24 = Rp 21.600.000

"Dua puluh satu juta enam ratus ribu... SEHARI?!" Raka hampir berteriak histeris. Seorang pedagang asongan yang lewat sampai kaget dan menjatuhkan satu bungkus rokok.

"Woy, santai dong Mas! Kaget saya!" protes si pedagang.

"Maaf Bang, maaf! Saya lagi... lagi seneng!" sahut Raka asal, matanya masih terpaku pada layar kalkulator.

Jantungnya berdegup kencang seolah mau meledak menembus rusuk.

Dua puluh satu juta sehari. Itu artinya dalam sebulan dia bisa dapat sekitar 648 Juta Rupiah. Dan dalam setahun? Hampir 8 Miliar Rupiah.

Itu semua passive income. Tanpa kerja. Tanpa dimarahin bos. Tanpa perlu ngejilat atasan. Cuma modal napas, makan, tidur, berak, duit ngalir terus!

"Gila... Gue kaya... Gue beneran jadi kaya..." bisiknya dengan suara bergetar. Kaki Raka terasa lemas seperti jeli. Dia harus bersandar pada tiang lampu jalan agar tidak ambruk saking syoknya. "Selamat tinggal Indomie akhir bulan. Selamat datang Steak Wagyu!"

Baru saja dia mencoba mengatur napas, ponselnya kembali "bertingkah". Kali ini rentetan notifikasi aplikasi bermunculan, efek domino dari skill [Aura Keberuntungan Absolut].

Ting! Ting! Ting!

[Email: Selamat! Akun Spotify Anda terpilih secara acak untuk upgrade ke Premium Lifetime secara GRATIS! Nikmati musik tanpa iklan selamanya!]

[SMS: Hore! Nomor Telkomsel Anda memenangkan Grand Prize Kuota Internet Unlimited 5G selama 1 Tahun! Bebas streaming, bebas gaming!]

[SMS: Yth. Bpk Raka, selamat Anda memenangkan Laptop Alienware M15 R7 dari undian struk belanja Alfamart tahun lalu! Silakan transfer biaya asuransi pengiriman sebesar 2 juta ke rekening...]

Raka menyeringai membaca pesan terakhir.

"Halah, yang terakhir penipuan basi. Mentang-mentang gue lagi hoki, tetep aja ada spam nyasar. Mau nipu orang kaya baru? Sorry ye, gue udah pinter sekarang." Dia mengabaikan pesan penipuan itu dengan kibasan tangan sombong.

Namun, dua pesan berikutnya yang masuk membuat napasnya tertahan lagi. Ini adalah "Main Course"-nya.

[WhatsApp Business - Manajemen Pondok Indah] Yth. Bapak Raka Adiyaksa. Selamat bergabung di keluarga besar The Sultan Residence, Pondok Indah Bukit Golf. Kunci Villa No. 1 (Cluster Executive) Anda beserta kartu akses VVIP sudah tersedia di kantor manajemen properti kami. Silakan bawa e-KTP untuk pengambilan. - Manajemen Pondok Indah.

[WhatsApp Business - McLaren Jakarta Official] Good Evening, Mr. Raka. Kami menginformasikan bahwa unit McLaren 720S (Memphis Red) pesanan khusus Anda telah tiba di Showroom McLaren Jakarta Selatan. Seluruh dokumen kepemilikan (BPKB, STNK) atas nama Anda sudah lengkap. Silakan datang untuk serah terima unit kapan pun Anda siap.

"McLaren 720S..." desis Raka, matanya berbinar liar, memantulkan cahaya layar ponsel.

Siapa cowok yang tidak tahu mobil itu? Itu adalah monster jalanan. Supercar Inggris dengan pintu butterfly yang kalau dibuka ke atas bakal bikin semua cewek di radius 100 meter nengok. Harganya di Indonesia? Bisa tembus belasan miliar rupiah karena pajak barang mewah yang gila-gilaan.

Dan sekarang, mobil itu miliknya? Tanpa kredit? Tanpa riba?

Lalu... The Sultan Residence di Pondok Indah.

Di Jakarta, nama Pondok Indah adalah jaminan mutu. Itu bukan sekadar perumahan, itu adalah simbol status tertinggi. Kasta Brahmana-nya properti Indonesia. Tempat tinggal para konglomerat, artis papan atas, pejabat negara, dan Crazy Rich lama.

Dan The Sultan Residence? Itu adalah cluster paling eksklusif di dalam kawasan Bukit Golf Pondok Indah. Rumornya, satu unit di sana harganya bisa buat beli satu desa di kampung halaman.

Raka ingat pernah lewat di depan gerbang kompleks itu saat naik ojek online. Gerbangnya megah seperti istana Eropa, dijaga satpam berbadan tegap yang seragamnya lebih rapi daripada polisi, dan palang pintunya seolah berkata: "Miskin Dilarang Masuk".

Dulu, Raka hanya bisa menatap gerbang itu sambil membayangkan bagaimana rasanya jadi orang yang tinggal di sana.

"Dan sekarang... gue pemilik Villa Nomor 1? Unit rajanya?"

Raka membuka aplikasi browser, mengetik "Harga Villa The Sultan Residence Pondok Indah".

Hasil pencarian muncul: Mulai dari Rp 85 Miliar.

"Anjing..." Raka mengumpat saking kagetnya. "Delapan puluh lima Miliar..."

Dia melihat sekelilingnya. Kawasan GBK semakin ramai. Suara musik pembuka konser mulai terdengar samar-samar dari dalam stadion. Kevin dan Tiara pasti sudah duduk manis di kursi VIP mereka, mungkin sedang selfie mesra untuk dipamerkan di Instagram Story.

Tapi senyum di wajah Raka sekarang jauh lebih lebar, jauh lebih puas, dan sedikit... berbahaya. Senyum seorang pemenang yang baru saja memegang kartu As.

"Kevin, Tiara... kalian nikmatin aja konser itu," gumam Raka sambil memandangi dua tiket di tangannya yang tadi hampir dia buang.

Raka merapikan kerah kemejanya yang kusut. Dia tidak jadi pulang. Kenapa harus pulang? Dia punya dua tiket VVIP. Dia punya uang yang mengalir setiap detik. Dia punya Villa seharga 85 Miliar.

"Gue bakal masuk. Gue bakal nonton. Gue bakal duduk di kursi VVIP itu sendirian, angkat kaki, dan nikmatin hidup."

Raka melangkah menuju gerbang pemeriksaan tiket dengan langkah yang berbeda. Tidak ada lagi bahu yang merosot. Tidak ada lagi wajah cemas.

Yang ada hanyalah aura seorang "Sultan" baru yang siap menaklukkan Jakarta.

1
:)
harus banget ya king scuma sungkem
Jujun Adnin
ngopi dulu mas raka
ABIMANYU CHANNEL
kasih yg banyak....
DipsJr: siap kak. paling nanti pindah ke max kalo nda lolos.
total 5 replies
Gege
kereen...ditunggu adegan kulit ketemu kulit dan bulu ketemu bulunya...kan udah gede..🤣🤭
Gege
kereen alurnya.. meski banyak mainkan durasi...lanjuuttt thoor..
DipsJr: wkwk. tau aja kak. 🤭
total 1 replies
Arya Rizki Sukirman
mana ini Thor updatenya
DipsJr: besok lagi kak, sehari 3 bab.
makasih sudah baca.
total 1 replies
DipsJr
besok lagi kak. saya updatenya jam 00.00 😁
ellyna munfasya
lanjut Thor 😤
ellyna munfasya
up lagi Thor nanti siang pokoknya 😤
Monchery
kalau ini menurut ku terlalu berlebihan
DipsJr: apanya yg berlebihan kak?. 🤭
total 1 replies
ellyna munfasya
alur nya seru
ellyna munfasya
gak mau tau nanti pagi harus up Thor 😤😤😤
DipsJr: siap kak, sebntar saya upload. 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!