NovelToon NovelToon
Mas Kapten, Ayo Bercerai!

Mas Kapten, Ayo Bercerai!

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Lima tahun lalu, malam hujan hampir merenggut nyawa Kapten Shaka Wirantara.
Seorang wanita misterius berhelm hitam menyelamatkannya, lalu menghilang tanpa jejak. Sejak malam itu, Shaka tak pernah berhenti mencari sosok tanpa nama yang ia sebut penjaga takdirnya.

Sebulan kemudian, Shaka dijodohkan dengan Amara, wanita yang ternyata adalah penyelamatnya malam itu. Namun Amara menyembunyikan identitasnya, tak ingin Shaka menikah karena rasa balas budi.
Lima tahun pernikahan mereka berjalan dingin dan penuh jarak.

Ketika cinta mulai tumbuh perlahan, kehadiran Karina, gadis adopsi keluarga wirantara, yang mirip dengan sosok penyelamat di masa lalu, kembali mengguncang perasaan Shaka.
Dan Amara pun sadar, cinta yang dipertahankannya mungkin tak pernah benar-benar ada.

“Mas Kapten,” ucap Amara pelan.
“Ayo kita bercerai.”

Akankah, Shaka dan Amara bercerai? atau Shaka memilih Amara untuk mempertahankan pernikahannya, di mana cinta mungkin mulai tumbuh.

Yuk, simak kisah ini di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Dia...

Kerumunan mulai terbentuk di tengah mall.

Orang-orang menatap, sebagian berbisik, sebagian menonton tanpa berani ikut campur.

Shaka berdiri tegak di depan bocah kecil itu bocah yang tadi hendak ditampar, bocah yang kini memandangnya dengan campuran kagum dan bingung.

Namun tawa nyaring memecah ketegangan.

“Hah! Jadi ini ya, Shaka Wirantara yang katanya hebat itu?”

Ibu bocah perempuan yang tadi menyerang Azril melipat tangan di dada, memandang Shaka dari ujung kepala sampai kaki dengan senyum sinis.

“Pemilik Wirantara Air yang bangkrut? Yang sampai sekarang masih gagal mengembalikan kejayaan perusahaannya?”

Beberapa orang di sekitar mulai saling pandang, bisikan-bisikan mulai terdengar.

Nama itu masih cukup terkenal. Shaka tetap diam, rahangnya mengeras, tapi matanya tetap tertuju pada bocah di depannya memastikan anak itu baik-baik saja. Wanita itu kembali menertawakan.

“Ah, dibanding suami ku, kamu bukan apa-apa. Suamiku sekarang kerja di perusahaan terbesar di bawah keluarga Marvionne. Gajinya aja mungkin bisa beli saham sisa-sisa perusahaan kamu.”

Nama itu membuat kening Shaka langsung berkerut. Nama yang selama enam tahun ini menghantui setiap langkahnya. Tapi ia tetap tak menggubris, memilih berjongkok menatap bocah di depannya.

“Kau baik-baik saja?”

Belum sempat Azril menjawab, seorang pria tinggi datang tergesa suami dari wanita itu. Wajahnya memerah menahan emosi melihat istrinya dikelilingi orang.

“Apa-apaan ini?! Kau berani bikin keributan dengan istri dan anakku?”

Dia mendorong Shaka dengan keras hingga hampir kehilangan keseimbangan. Namun salah satu pengawal Azril segera menahan, menjaga agar Shaka tak tersentuh lebih jauh, tapi ia juga memberi kode halus kepada Shaka seolah memohon agar tidak melibatkan diri lebih dalam.

Shaka menghela napas berat, suaranya tenang tapi tegas,

“Anak ini sudah minta maaf. Kamu tidak seharusnya merundung anak kecil hanya karena kesalahan kecil.”

Pria itu tertawa mengejek.

“Kau pikir siapa dirimu bisa mengatur aku?”

“Kapten gagal yang hampir bikin negara ini rugi besar karena kesalahan jalur terbang?”

Ucapan itu menyulut riuh di sekitar, beberapa orang mulai merekam. Shaka hanya diam, kedua tangannya mengepal di sisi tubuh, menahan diri agar tak membalas, tak ingin mempermalukan diri di depan anak kecil yang tadi ia lindungi. Namun suasana makin panas. Teriakan-teriakan kecil terdengar di antara kerumunan,

“Itu kan Shaka Wirantara…”

“Katanya dulu jatuh karena keputusan dia sendiri…”

“Kasihan, sekarang malah dimaki di depan umum…”

Dan di tengah semua kegaduhan itu, sebuah suara lembut namun jelas terdengar dari kejauhan,

“Azril!”

Satu panggilan, tegas dan cukup hangat. Shaka membeku, begitu pula bocah kecil itu yang segera menoleh mencari sumber suara.

Kerumunan secara refleks memberi jalan.

Dari arah butik di seberang, seorang wanita muncul dengan langkah mantap.

Tangan kanannya masih memegang tas belanja, wajahnya tegas namun memancarkan ketenangan yang khas. Rambut hitam panjangnya jatuh di bahu, gaun sederhana tapi elegan membingkai siluetnya.

Begitu mata Shaka menangkap sosok itu napasnya tercekat. Dia berdiri hanya beberapa meter darinya. Enam tahun berlalu,

da kini, di tengah kerumunan yang berisik,

dunia Shaka terasa berhenti berputar.

Langkah Amara terhenti ketika pandangan mereka bertaut. Untuk sesaat, dunia seakan membeku, kerumunan, suara musik dari toko, bahkan panggilan nama Azril dari pengeras suara mall, semuanya hilang di latar.

Shaka tidak bergerak, matanya menatap lurus, nyaris tak percaya dengan kenyataan yang berdiri di hadapannya. Enam tahun ia mencari, dan kini wanita itu berdiri tak jauh darinya, tampak tenang seolah tak pernah meninggalkan luka apa pun.

Azril berlari kecil ke arah Amara.

“Mama!”

1
Nurmalasari
Luar biasa
Rosita Tumbelaka
.Memang sakit ...itu juga pernah aq alami... tapi cinta dan Anak membuat lulus...
Rosita Tumbelaka
Rasa nya ingin ku tampar dan tendang si Karina...
Rosita Tumbelaka
Aq suka tantangan Thor...Dan okay ...maju terus Amara... lanjut Thor...
Rosita Tumbelaka
Semoga Amata tdk goyang pendirian nya...Amara tetap pede yaa...
Rosita Tumbelaka
Salut utk Amara...waah Thor novel bagus...
rara🍁🍃🦋
kapokk🤣
Febby fadila
malas banget sama sikap Amara, sok jual mahal padahal dianya mau juga, klw mau tegas harus jelas bukan pinplan bgt,
Febby fadila
ciiieeee yg lagi rindu sama papanya Azril 🤭🥰🥰
Febby fadila
semangat pak kapten sdah mulai ada lampu hijau itu
Febby fadila
itu anggap aja Arif lagi buka kesempatan buat mu kapten Shaka untuk mendapatkan kembali amara
Febby fadila
Shaka ini pandai berbohong bilangx suka Amara dari dulu, lah apa yg kamu berikan sama Amara selama jadi istrimu bodoh
Diana
kau pantas mendapatkan penderitaan mu karena kebodohanmu Shaka.
kasihan sekali melihat dirimu.
Diana
itulah hukuman yang pantas untukmu Shaka, yaitu untuk seumur hidup.
Febby fadila
knp nggak bilang sama Shaka langsung biar Shaka juga mengambil keputusan untuk mendapatkan hati kamu atau dia akan menjauh
Febby fadila
waaa Amara yg bakalan kalah ini karena Shaka sudah punya sekutu untuk mendapatkan hati Amara kembali
Febby fadila
ya sdah waktunya kamu jujur sama anakmu amara, biar gimanapun azri berhak tau klw dia punya papa
Febby fadila
semoga saja si Shaka benar² berubah awas aja klw masih pim plan lagi,
Febby fadila
jangan munafik kamu Amara, sok marah padahal kamu juga mau aja dicium sama shaka
Febby fadila
woooowww makin seruh aja ni, gimana Shaka dianggap nggak ada tu padahal kamu ada disamping 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!