NovelToon NovelToon
Di Balik Kontrak Ibu Susu

Di Balik Kontrak Ibu Susu

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Pernikahan Kilat / Ibu Pengganti / Cinta setelah menikah / Ibu susu / Pengasuh / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆JUARA YAAW PERIODE 3 2025 TEMA KREATIF "IBU SUSU"🏆

Dituduh pembunuh suaminya. Diusir dari rumah dalam keadaan hamil besar. Mengalami ketuban pecah di tengah jalan saat hujan deras. Seakan nasib buruk tidak ingin lepas dari kehidupan Shanum. Bayi yang di nanti selama ini meninggal dan mayatnya harus ditebus dari rumah sakit.

Sementara itu, Sagara kelimpungan karena kedua anak kembarnya alergi susu formula. Dia bertemu dengan Shanum yang memiliki limpahan ASI.

Terjadi kontrak kerja sama antara Shanum dan Sagara dengan tebusan biaya rumah sakit dan gaji bulanan sebesar 20 juta.

Namun, suatu malam terjadi sesuatu yang tidak mereka harapkan. Sagara mengira Shanum adalah Sonia, istrinya yang kabur setelah melahirkan. Sagara melampiaskan hasratnya yang ditahan selama setelah tahun.

"Aku akan menikahi mu walau secara siri," ucap Sagara.

Akankah Shanum bertahan dalam pernikahan yang disembunyikan itu? Apa yang akan terjadi ketika Sonia datang kembali dan membawa rahasia besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

“Jangan gila kamu, Gara!”

Suara Mami Kartika menggema di halaman belakang seperti cambuk yang mencabik udara. Wajahnya memerah, sorot matanya menajam seperti kilat yang siap menyambar. Getar suaranya membawa amarah sekaligus kekecewaan yang tak bisa disembunyikan.

“Apa kamu sadar dengan apa yang sudah kamu lakukan ini?” tanya Papi Leon, nadanya rendah tapi tegas, seperti dentuman palu di ruang sidang.

Di mata pria paruh baya itu tergambar rasa kecewa yang lebih dalam dari sekadar marah. Ada rasa dikhianati oleh keputusan anak yang selama ini ia banggakan.

Suasana yang tadi hangat berubah menjadi badai dalam sekejap.

Papi Leon terdiam dan matanya tajam menatap putranya, seolah ingin memastikan apa yang baru saja didengarnya bukan mimpi.

Shanum menunduk, napasnya tercekat di tenggorokan. Ia tahu Sagara sudah mempersiapkan keberanian ini sejak lama, tetapi tidak pernah menyangka saat-saat mengucapkannya akan seberat ini.

Mami Kartika menatapnya penuh campuran amarah dan kecewa. “Kamu sadar nggak, Gara, apa yang kamu lakukan ini bisa bikin malu keluarga kita? Kamu menikah diam-diam tanpa restu? Tanpa pemberitahuan?”

Sagara menatap ibunya dengan mata jernih tapi kukuh. “Aku sadar, Mi. Tapi aku juga tahu apa yang aku lakukan. Aku nggak mau Shanum terus disalahpahami.”

Suara Sagara terdengar tenang, tapi setiap katanya seperti menembus jantung Shanum. Ia ingin memeluk suaminya, ingin berkata bahwa dia sanggup menanggung semuanya bersama, tapi mulutnya tak mampu mengeluarkan satu kata pun.

Mami Kartika menatap ke arah Shanum, tatapannya tajam seperti ujung pisau. “Dan kamu, Shanum. Apa kamu menyetujui pernikahan seperti ini? Kamu nggak merasa bersalah sudah menyeret anak saya ke keputusan sepihak begini?”

Air mata mulai menggenang di mata Shanum. Tapi ia mengangkat wajahnya perlahan, suaranya bergetar namun tegas.

“Saya tahu keputusan ini salah di mata Nyonya. Tapi saya dan Sagara hanya ingin menjalani apa yang sudah menjadi tanggung jawab kami. Kami bukan mau menentang, Tuan dan Nyonya. Kami cuma ingin hidup tenang bersama anak-anak.”

Papi Leon akhirnya berdiri, menatap keduanya dengan wajah sulit dibaca.

“Kalian berdua tahu konsekuensinya?” kata pria paruh baya itu pelan. “Kalau keputusan ini kalian ambil tanpa izin kami, berarti kalian harus siap menanggung akibatnya.”

Shanum menunduk lagi. Air matanya jatuh ke pangkuan, membasahi kain gamis yang ia kenakan. Di tengah ketakutan itu, ia merasakan sesuatu genggaman tangan Sagara yang tak pernah melemah.

Sagara berdiri tegak, meski dadanya bergemuruh. Angin pagi yang sejuk tak mampu menenangkan bara dalam hatinya. Ia tahu akan tiba saat di mana kebenaran yang ingin ia jaga malah menjadi pisau yang menggores keluarganya sendiri.

“Mi ... Pi,” ucap Sagara, menatap keduanya bergantian. “Aku tahu apa yang aku lakukan. Aku melakukannya dalam kesadaran penuh. Aku ... menyukai Shanum.”

Suara tangis tiba-tiba memecah suasana, Arsyla dan Abyasa yang sejak tadi anteng bermain, kini menangis keras karena terkejut oleh suara tinggi yang mengguncang udara.

“Mas, aku bawa mereka dulu,” bisik Shanum pelan, suaranya nyaris patah, tapi cukup untuk terdengar. Ia segera menggendong si kembar, menjauh dari ketegangan yang melilit seperti tali yang semakin menjerat leher.

Sagara hanya menatap punggung Shanum yang menjauh. Setiap langkah wanita itu bagai pisau yang menyayat nuraninya. Ia tahu Shanum pasti merasa bersalah, meski sebenarnya bukan salahnya.

“Gara,” suara Papi Leon kembali memotong keheningan. “Apa yang membuat kamu ambil keputusan menikahi Shanum?”

Sagara menatap tanah sejenak, lalu menegakkan bahu. “Pi, aku pria normal. Aku butuh istri yang bisa menemani, memahami, dan melayaniku. Anak-anakku juga butuh sosok ibu yang mengasuh, mengurus, dan mendidik. Dan Shanum bisa melakukan itu.”

Jawaban itu mengalir lirih tapi yakin. Sagara tahu kedengarannya sederhana, tapi dalam hatinya, alasan itu jauh lebih jujur karena dari Shanum, ia menemukan kedamaian yang bahkan tidak pernah ia rasakan sejak Sonia pergi.

Tatapan tajam Papi Leon menembus hatinya. “Apa Shanum selalu menggoda kamu?”

Pertanyaan itu seperti tamparan keras. Sagara mengangkat wajahnya dengan tegas.

“Tidak, Pi. Lihat saja, pakaiannya tertutup begitu. Dia selalu menjaga diri.”

Sagara berhenti sejenak, napasnya tersendat. “Dia nggak pernah melanggar batas. Justru aku yang sering kehilangan kendali.”

Ada kejujuran getir dalam kalimat terakhir itu. Sagara tahu betul bahwa kehadiran Shanum membawa rasa damai sekaligus godaan yang membuatnya manusiawi, lemah dan penuh dosa. Hanya saja, cintanya tumbuh dari rasa hormat, bukan sekadar keinginan tubuh.

Tak bisa dipungkiri oleh Sagara, memang Shanum punya tubuh yang sangat menggoda dibalik pakaiannya yang tertutup. Melihat dada bagian atasnya saja ketika menyusui si kembar, sudah membuat pria itu terangsang gairah.

Mami Kartika menatapnya tajam. “Mami tahu Shanum itu wanita baik. Tapi kalau dijadikan istri, Mami tidak setuju!” katanya, kali ini nadanya lebih bergetar karena emosi. “Mami cuma takut kamu tersesat karena pelampiasan, bukan cinta.”

“Bukannya status kamu masih suami Sonia?” tambah Papi Leon tajam. “Kalau begini, kamu melakukan poligami, Gara.”

“Pi, kita semua nggak tahu di mana Sonia sekarang!” Suara Sagara meninggi, lalu merendah di akhir kalimatnya, bergetar antara marah dan sedih. “Aku sudah mencarinya selama enam bulan kemarin. Aku sewa detektif, aku lapor polisi, aku pasang iklan di koran... aku bahkan buat sayembara untuk siapa pun yang bisa menemukan dia. Tapi sampai sekarang sudah mau sepuluh bulan nggak ada hasil, Pi. Nggak ada satu pun.”

Mami Kartika memejamkan mata. “Tapi bukannya kamu sendiri yang bilang, selama jasadnya belum ditemukan, Sonia masih hidup?”

Sagara menarik napas berat. “Ya, dulu aku berpikir begitu. Tapi waktu terus berjalan, Mi. Aku dan anak-anak butuh Shanum. Aku ingin memberi dia status yang jelas dan aman.”

Suaranya menurun, nyaris berbisik. “Aku cuma ingin hidup bahagia bersama orang-orang yang aku cintai.”

Ucapan itu membuat udara di sekitar seolah menahan napas. Ada luka di balik ketegasan itu, luka seorang pria yang hanya ingin memulihkan hidup yang porak-poranda.

Namun, Mami Kartika tak luluh. Ia menggeleng, matanya berkaca-kaca. “Gara, kamu pikir kebahagiaan bisa dibangun di atas luka orang lain? Kamu pikir Sonia pantas digantikan secepat itu?”

“Kalau Sonia kembali,” Papi Leon menimpali dingin, “apa yang akan kamu lakukan?”

1
Jumi Eko
bagus
Katherina Ajawaila
dasar kel bodok, jelas" hamil Shanum di usir untung anaknya ngk meninggal karna di tolong dokter Anton, enak aja mmg nya kalian ada yg kerja main mau ambil hak asuh 🥺
Katherina Ajawaila
pindah aja ke luar negri bikin soe aja liat ma lampir hidup nya hanya dgn uang. kel toxic 😎
Katherina Ajawaila
jgn mau Shanum, cukup aja di buat ban serep, Sagara cemen skrng nangis jerit" sayang Sonia, ntar yanah kubur msh basah udh balik. kanan blng sayng lg sm Shanum, jgn mau di kadalin Shanum. 🤭
Katherina Ajawaila
tembak kk nya biar ngk bisa lari, dasar penista saudara sendiri main ambil keuntungan dr sisi lemah orang
Sweet Girl
Syukur Alhamdulillah, semoga tidak berubah.
Sweet Girl
Minta di Petrus nie Bu Ella.
Sweet Girl
Kembar kali ya....
Sweet Girl
klo kasus sekarang Majikan menyerang pengasuh anak nya.
Sweet Girl
Uangnya jangan lupa ditabung Num, kali kali ada perubahan.
Sweet Girl
Terus Mami sama Papi Ndak ikut itu?
Sweet Girl
Wah jangan jangan... wanita masalalu Pak Samil nie...
ya pak...???🤭
Sweet Girl
Pak eeee klo main potong potong gaji gitu, lain kali jangan dibeli beliin lagi ya...
Sweet Girl
Kasihan Pak Samil, semoga sehat sehat ya pak...
Shanum baik baik aja kok Pak, Bapak Ndak usah kwatir.
sekarang Shanum kerja ditempat orang baik.
Sweet Girl
Panggil Ibu saja, Shanum...
Sweet Girl
Beeeh tega kali... uangmu Khan banyak Pak...
Sweet Girl
Semangat Num... semoga si kembar menjadi pelipur laramu.
Katherina Ajawaila
pasti Arsyla sakit" an karna di pisahin sm Shanum dan Abu, biar tau diri itu semua yg sok moralis pada bejad, contoh aja ny Karmila. mmg nya benar perjalanan hidupnya😡
Katherina Ajawaila
soraya biang kerok, kaya yg bener aja, sama seperti mm nya piala bergilir, menang, topeng bae 🤭
Erlin
Tolol
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!