Lanjutan Kings and Queens.
Amira Léopold, putri kesayangan Raja Arsyanendra Léopold adalah pemberontak sejati. Opa dan ayahnya sudah pusing dengan kelakuan putri Badung itu hingga suatu hari Amira nekad terbang ke New York dan ingin berkeliling Amerika dengan mobil ... sendirian. Tentu saja Arsya dan Sean ngereog hingga mengirimkan kepala keamanan kedutaan Belgia buat mengawal Amira. Putri Badung itu mengeyel tidak mau ada pengawal tapi Grady Daughetry adalah pengawal terlatih dan tetap mengawal kemana Amira pergi. Hingga keduanya sadar sama-sama saling jatuh cinta
8th generation of klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidur Bersama
Grady menatap Amira dengan wajah dingin karena princess satu ini seolah bukan suatu masalah penting bahwa ucapannya membuat dirinya seperti harus menghadapi kru penembak istana karena membuat sang putri amburadul. Padahal Amira memang sudah amburadul!
Amira lalu mengutak-atik audio mobil Mustang Grady dan menautkan akun Spotify miliknya lewat bluetooth. Grady ingin tahu selera musik princess Badung itu.
Sebuah lagu berbahasa Jepang, mengalun di dalam mobil itu. Grady melirik judul dan penyanyinya. Oasis by Do As Infinity.
Kuchibiru ga tsutaetakute hikari yori mo hayaku
kirameita kotoba ga ima
hane hirogeru
Oikakete tsuyogattemo nani mo umarenai
atatameteru omoi dake ga kono fuyu wo tokasu...
Grady menoleh mendengar suara Amira yang sangat merdu dan fasih berbahasa Jepang.
"Aku tidak tahu anda fasih menyanyikan lagu Jepang," ucap Grady.
"Kamu mau dengar aku bisa bahasa apa?" kerling Amira.
"Oke, aku salah tanya." Grady kembali konsentrasi mengemudi.
Amira tersenyum tapi setelahnya dia gabut karena tidak ada obyek yang diusili. Amira menoleh ke Grady dan menowel-nowel pipi dan rahang pria itu yang ditumbuhi brewok tipis.
"Tuan putri .... "
"Aku bosan ! Salah siapa kamu di sebelah aku." Amira lalu mengambil ponselnya dan memotret Grady dari samping. "Ganteng juga."
Grady harus meredam emosinya saat Amira mulai usil akibat gabut. Inhale... Exhale...
"Kamu melakukan teknik pernafasan demi emosi? Duh, kasihan ... Ini belum seberapa, Daugherty."
Ya Tuhan, apa aku sanggup sampai Los Angeles dengan waras?
***
Mobil Mustang merah itu pun masuk pinggiran kota New Jersey dan Grady mengajak mereka makan malam dulu di sebuah dinner. Amira pun tidak mempermasalahkan mereka makan dimana yang penting bersih dan ada ayam goreng serta chocolate milkshake selain air putih.
Grady menatap Amira yang makan dengan tangan begitu santainya, bahkan seperti melupakan manner sebagai seorang putri Belgia.
"Aku kira anda akan makan dengan pisau dan garpu, posisi duduk tegak dan elegan," senyum Grady.
"Di acara kabur aku? No way, Dude!"
Grady mendelik. "Princesses ...!" desisnya.
"Apa?"
"Anda tidak pantas memakai bahasa gaul macam itu!"
Amira mengedikkan bahunya. "Siapa yang melarang?"
"Saya, tuan putri."
Amira memajukan bibirnya dan melanjutkan makannya. Grady hanya menggelengkan kepalanya, gemas dengan kelakuan tuan putrinya.
***
Rencana Grady untuk bisa melanjutkan perjalanan Pennsylvania ternyata tidak bisa berjalan sesuai dengan rencana. Hujan deras tiba-tiba turun dan membuat pandangan mata pengawal itu tidak bisa terlihat dengan baik.
"Kita terpaksa harus menginap, tuan putri. Hujan deras seperti ini akan sangat berbahaya," ucap Grady.
"Oke. Cari motel tapi jangan yang horor macam film Psycho nya Alfred Hitchcock," pinta Amira dengan wajah serius.
"Baik tuan putri," jawab Grady. Aku juga milih-milih hotelnya princess!
Mobil merah itu menuju ke sebuah tempat penginapan yang ada papannya 'Bed and Breakfast Happy Week' dan Amira menatap Grady.
"Happy Week? Nama apa itu? Buat selingkuhan tiap weekend?" komentar Amira membuat Grady harus mengelus dadanya agar tetap waras mendengar celetukan sang putri.
"Setidaknya itu bentuknya rumah khas Amerika dan bukan motel ala film Psycho," ucap Grady.
Amira memajukan bibirnya lagi. "Oke," ucapnya sambil mengedikkan bahunya. "Kamu ada Glock?"
Grady menoleh ke Amira. "Jangan bilang ...."
"Berikan padaku. Aku membutuhkan untuk menembak orang-orang psycho." Amira mengadahkan tangannya ke Grady.
"Seriously?"
Amira mengangguk. "Aku selalu serius."
"Nope."
"Nope?" Amira mendelik dan Grady melihat mata biru sang putri semakin memucat warnanya kalau marah.
"Princess, anda dalam perlindungan saya jadi anda jangan memikirkan soal senjata. Lagipula, ada yang lebih penting. Gunakan jaket yang bertudung karena hujan sangat deras."
***
Grady dan Amira turun ke rumah yang dipakai untuk Bed and Breakfast, dan melihat sepasang suami istri yang sudah berumur. Amira sangat menyukai interior yang sangat Amerika dan klasik.
"Hai, welcome to 'Happy Week'... Apakah kalian membutuhkan kamar? Hujannya sangat deras bukan? Hai, aku Sarah dan ini suamiku Graham," sapa wanita berumur itu.
"Hai, aku Grady dan ini Amira. Kami ingin menginap semalam disini," jawab Grady sambil mengibaskan rambutnya yang basah kena hujan meskipun sudah memakai payung.
"Oh my God, kalian pasangan yang sangat serasi. Apakah kalian pacaran?" tanya Sarah.
"What? No!" jawab Grady dan Amira bersamaan.
"Oh, aku senang jika kalian bersama. Sangat cocok ! Oke, satu kamar buat kalian berdua," senyum Sarah.
"Dua kamar, please," pinta Amira.
"Sayangnya, princess. Kamar kami sudah penuh," ucap Graham. "Kamu benar honey, mereka sangat cocok."
Grady dan Amira hanya menatap pasangan suami istri itu dengan wajah kikuk.
***
"Kita sekamar?" ucap Amira sambil meletakkan duffle bag nya begitu juga dengan Grady.
"Terpaksa sekamar. Nanti aku laporan ke yang mulia." Grady melihat sekelilingnya. "Kenapa tidak ada sofa panjang disini?"
"Mungkin karena ini 'Happy Week' B n B jadi khusus melakukannya di tempat tidur?" jawab Amira sambil melepaskan jaketnya.
"Princess...."
"Apakah kamu mengorok Grady Daugherty?" tanya Amira.
"Aku ? Sepertinya tidak," jawab Grady sambil membuka jaketnya yang agak basah. Grady bersyukur pemanas di kamar ini berjalan dengan baik hingga mereka tidak kedinginan. "Bagaimana dengan anda princess?"
"Karena aku mengorok, Grady. Jadi, kamu harus terbiasa akan hal itu," senyum Amira sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Grady melongo. Seriously?
***
Grady merasa gelisah saat harus tidur dengan kaos rumah karena dirinya terbiasa tidur hanya mengenakan boxer saja sementara sekarang dia harus memakai baju zirah karena di sebelahnya terdapat seorang gadis cantik yang memakai kaos ETH dan celana legging dengan pose tidur serampangan.
Semoga raja Arsyanendra tidak menghukum aku karena tidur bersama dengan putrinya meskipun harafiah.
Grady masih nyalang matanya dan menatap langit-langit kamarnya, saat dirinya mendengar suara dengkuran. Grady menoleh dan melihat Amira mendengkur seperti seekor kucing. Pria itu tersenyum namun dirinya terkejut ketika Amira langsung memeluk tubuhnya erat seperti guling dan kepalanya berada di dadanya.
Ya Tuhan, ini penyiksaan!
Grady semakin tidak bisa berkutik ketika Amira mendusel ke ceruk lehernya dan tanpa sengaja mencium daerah itu.
Raja Arsyanendra akan membunuh aku!
"Princess ... Bisakah anda pindah?" bisik Grady yang jantungnya makin berdebar kencang karena anggota tubuh lainnya pun bereaksi tanpa diminta.
Amira semakin mengeratkan pelukannya dan suara dengkuran manja itu membuat Grady tidak bisa tidur.
Ya Tuhan, tolong ada gempa bumi, ada kucing berkelahi atau ada ambulans lewat supaya sang putri terbangun!
Namun doa Grady tidak dikabulkan hingga akhirnya, dirinya pun ikut terlelap.
***
Yuhuuuu up Siang Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
mas arsya ga pkir2 dlu buat jmput amira????kl dia ga mau plang gmna????
bakalan mulus nih jalan Grady sama princess Amira, kalo yang ngomong queen mother pasti raja Arsya nggak bakal pikir pikir dulu 😅😅😅
yg sok jd phlwan....bknnya dpt pnghrgaan,mlah cma dpt malu doang kn....mna pnjra mnnti....
sokoooorrr.....
makanya mau melakukan apapun itu pikir pikir dulu seperti raja Arsya, padahal kebanyakan gedubrakan dulu pikir belakangan😅😅🤭