#KARYA ORIGINAL!!#
Update setiap hari.
Fang Tian, seorang pemuda berumur sekitar 20 tahun. Saat sedang berjalan santai di tepi pantai, sebuah pesawat kecil menukik tajam kearahnya dan membunuhnya.
Tapi hal yang tidak terduga terjadi, dia menyebrang ke dunia kultivasi, di mana kekuatan adalah segalanya. Hidupnya sangat berat selama tiga bulan, hingga akhirnya dia membangkitkan sistem yang ditunggu-tunggunya. Hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat, menggapai puncak dengan bantuan sistem.
Tidak hanya itu, dia mendapatkan istri yang sangat cantik yang sebenarnya adalah seorang yang sudah bereinkarnasi sebanyak enam kali!!
Tanpa dia sadari, ternyata ada sebuah belenggu yang mengekangnya agar tidak bisa berkembang, memaksimalkan potensi aslinya.
Siapakah yang sebenarnya memasang belenggu pada istri Fang Tian? Apa mereka berdua dapat melepaskan belenggu itu?
Penasaran dengan cerita mereka, silahkan baca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur_Afif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 - Seleksi (2)
An Zhihao menatap tajam Qing Lian dengan niat membunuh yang begitu besar. Pedang ditangannya ia digenggam erat.
Kemudian, dia merogoh saku dengan tergesa-gesa, seolah sedang mencari sesuatu. Benar saja, dia mengeluarkan sebuah pill merah dari dalam dalamnya.
"Aku sebenarnya tidak ingin menggunakan ini..... Tapi dendam keluargaku harus terbalaskan!.." gumam An Zhihao penuh kemarahan.
Tanpa ragu, dia langsung menelan pill ditangannya. Setelahnya, energi yang begitu besar masuk kedalam tubuhnya hingga terasa penuh dan menyakitkan.
Aura yang dikeluarkannya berlipat ganda, lebih kuat dari biasanya, terasa sangat tidak wajar. Walau ranahnya tidak berubah, tapi sudah jelas kekuatannya meningkat drastis.
"Bunuh!... Bunuh!... Bunuh!...."
An Zhihao sudah terlena dengan nafsu balas dendamnya, hingga tidak memperdulikan yang lain.
Dia berjalan perlahan menuju Qing Lian dengan pedang digenggamannya. Aura membunuh yang dikeluarkannya semakin kuat setiap langkahnya.
"Hah.... Ini semakin merepotkan," ujar Qing Lian dengan nada malas. "Kurasa aku harus lebih serius!"
Qing Lian mengeluarkan lagi pedang yang satunya, "aku akan menyelesaikannya dengan cepat," ujarnya santai.
Tanpa peringatan, An Zhihao menerjang kedepan dengan kecepatan tinggi. Disusul Qing Lian yang ikut maju dengan kecepatan tinggi.
Clang!... Dam!... Whush!....
Dampak benturan pedang mereka berdua begitu besar hingga membuat gelombang kejut yang menyebar. Hal ini semakin menarik banyak orang, tidak terkecuali para tetua yang menonton dari kejauhan.
Clang!.... Clang!.... Clang!...
Pedang mereka terus beradu, menjadi pertarungan yang sengit epik nan sengit. Percikan-percikan kecil dapat terlihat setiap pedang mereka bersentuhan.
Tidak ada dari mereka yang memiliki niatan untuk menyerah sedikitpun. Ini adalah pertarungan sampai titik darah penghabisan.
"Sky Dragon Teknique, gerakan pertama, Soaring Claw!..."
An Zhihao maju dengan langkah cepat, kemudian mengayunkan pedangnya secara diagonal dengan cepat. Samar-samar terlihat bayangan naga dari tebasan nya.
Orang-orang yang melihat pertarungan sangat terkejut.
"Bukankah itu salah satu teknik rahasia sekte Sky Dragon? Aku tidak menyangka dia sudah menguasainya di umurnya yang masih mudah," ucap salah seorang penonton.
"Seorang jenius memang berbeda, kekuatannya sangat luar biasa. Tapi, gadis itu lebih luar biasa. Siapa dia sebenarnya? Aku tidak pernah melihatnya," sambung orang lain disampingnya.
"Entahlah, aku juga tidak pernah melihatnya. Bagaimana bisa seorang jenius yang sangat langka tidak ada yang menyadarinya? Apalagi dia sangat cantik!..."
Banyak orang yang terkesima, ada yang karena kecantikan Qing Lian, kekuatannya dan ada juga yang penasaran dengan identitasnya.
...
Qing Lian berusaha menahan serangan An Zhihao. Dia juga melawan balik hingga kembali menyudutkan lawannya. Sekarang Qing Lian yang lebih mendominasi.
Tebasan demi tebasan dia ayunkan untuk menyerang. Serangannya begitu cepat dan kuat, hingga tidak bisa ditahan dengan sempurna oleh An Zhihao.
Luka sayatan dapat terlihat dengan jelas di sekujur tubuh An Zhihao. Namun hal ini tidak menghilangkan semangat bertarungnya. Demi membalas dendam, dia rela melakukan apapun itu, bahkan nyawanya sendiri jika diperlukan.
Semakin lama pertarungan berlangsung, semakin terlihat siapa yang lebih diunggulkan.
Kondisi Qing Lian masih terlihat segar, tidak kelelahan dan masih penuh energi. Sedangkan kondisi An Zhihao sudah terlihat mengenaskan, banyak luka yang diterimanya.
Serangannya semakin melemah setiap detiknya. Darah segar mengalir dari mata, telinga, hidung dan mulutnya. Memperburuk keadaannya.
Sepertinya ini adalah efek samping dari pill yang sebelumnya dia konsumsi untuk meningkatkan kekuatannya secara paksa.
"Menyerah lah, kamu tidak memiliki kesempatan menang sama sekali..." Ujar Qing Lian.
Namun, An Zhihao mengabaikannya, dia tidak peduli dengan itu. Tujuannya hanya satu, yaitu balas dendam saat ini, dia sudah tidak peduli dengan seleksi masuk dunia saku.
"Hah...." Qing Lian menghela napas panjang. "Kalau begitu aku akan mengakhirinya!..."
Qing Lian menyerang lagi dengan kedua pedangnya. Dia mengayunkan pedang ditangannya secara diagonal bertubi-tubi, meluncur cepat dari bawah keatas dan sebaliknya.
"Twin Fang Dance, gerakan keempat, Rending Claws!..."
Clang!... Clang!... Clang!....
An Zhihao berusaha keras untuk menahan semua serangan Qing Lian, tapi masih banyak yang tidak berhasil dia tahan dan mengenainya. Badannya penuh luka, darah mengalir membasahi kulitnya layaknya keringat.
Dam!.... Whush!...
Qing Lian mengakhirinya dengan sebuah tendangan sabit dari samping hingga An Zhihao terpental jauh dan jatuh tidak berdaya.
"Uhuk.... Uhuk.... Sialan!" An Zhihao memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Matanya masih tajam menatap Qing Lian walau kondisinya sudah sangat mengenaskan.
Qing Lian berjalan mendekat, "menyerah lah! Ini peringatan terakhir!.." ucapnya dengan nada serius.
Tapi, An Zhihao masih teguh dengan pendiriannya, balas dendam atau mati! "Bunuh aku! Aku tidak akan menyerah!..."
Tatapan Qing Lian menjadi tajam, "baiklah kalau itu keinginanmu."
Pedangnya diayunkan kesamping dan....
Slash!... Clang!...
Pedang Qing Lian terpental setelah mengenai benda keras yang muncul entah dari mana.
"Sudah cukup? Tidak perlu bertindak lebih jauh!..." Seorang pria tua berambut dan berjanggut panjang keputih-putihan berdiri tepat didepan Qing Lian.
Pedangnya menahan pedang Qing Lian yang hampir memenggal kepala An Zhihao. Tatapannya tajam dan hawa membunuh dapat terlihat walau mencoba menahannya.
Qing Lian menatap santai pria tua didepannya. Dia menarik lagi pedangnya dan berjalan pergi dari sana. Dia tidak ingin membuat keributan lebih lanjut.
An Zhihao yang melihat pria tua didepannya merasa sedikit tenang, itu wajah yang familiar bagiannya. Dia kemudian kehilangan kesadarannya dan terjatuh ke pundak pria tua didepannya.
An Zhihao di bawa pergi dari arena untuk perawatan luka yang sudah sangat parah.
Seleksi masuk dunia saku terus dilanjutkan.
...***...
Beberapa saat sebelumnya.
"Seleksi masuk dunia saku kali ini nampaknya sangat menarik. Banyak murid-murid sekte atau kultivator bebas yang sudah berada di ranah Body Tempering ★9. Menarik..... menarik...."
Seorang pria paruh baya dengan pedang di pinggangnya berbicara, menarik perhatian semua tokoh-tokoh penting yang sedang berada disekitarnya.
Dia adalah Yuan Feng, tetua dari sekte Sword yang menjadi pendamping bagi murid-murid sektenya.
Suasana menjadi agak canggung untuk sesaat.
"Apa? Apa aku mengatakan hal yang salah?" Ucap pria itu sambil memandang orang yang menatapnya, memecah suasana.
Tiba-tiba, suara tawa terdengar dari belakangnya. "Hahaha.... Kamu benar tetua Yuan Feng, acara kali ini sangat menarik, apalagi dengan keberadaan muridku itu.... Hahaha."
Yuan Feng menoleh dan mendapati wajah tidak asing baginya, itu adalah teman dekatnya dulu. "Ling Yun, sudah lama kita tidak bertemu. Wajahmu masih seperti biasanya, tetap jelek, tapi ada apa dengan sikapmu itu? Jarang sekali kamu bersikap seperti itu, apa ada sesuatu yang spesial kali ini?."
Ya, orang itu adalah Ling Yun. "Mulutmu masih tajam seperti biasa, kalau ngomong tidak pernah di saring dulu," ucapnya sambil merangkul temannya itu.
"Tentu saja, aku baru saja mendapatkan murid yang sangat jenius. Hanya dalam tiga bulan, dia sudah berada di ranah Body Tempering ★9 dan sekarang sudah dua meridian utamanya yang terbuka."
"Tidak heran suasana hatimu sangat baik. Tapi, aku juga mengangkat murid yang jenius, tidak kalah dari muridmu," ucap Yuan Feng dengan sombongnya.
"Haha... Ayo kita pastikan siapa yang lebih jenius diantara murid kita," ujar Ling Yun.
"Oke, siapa takut."
Mereka berdua duduk ditempat yang sudah disiapkan sebelumnya. Dari sana, mereka dapat dengan jelas melihat seluruh area dimana seleksi diadakan.
Tepat saat mereka mau duduk, seorang wanita cantik berjalan di belakang mereka sambil berbisik. "Cih... Kakek-kakek bau tanah begitu belagu, jelas sekali muridku lebih jenius."
...
Seleksi masuk dunia saku sudah dimulai, dan beberapa orang sudah naik keatas arena. Kultivator lain mulai menantang untuk memperebutkan posisi.
Dari banyaknya duel, ada beberapa yang paling menonjol dari yang lain. Salah satunya adalah pertarungan antara seorang remaja yang menggunakan pedang dengan seorang assassin yang bergerak seperti bayangan.
Pertarungan terjadi sangat sengit, assassin menyerang dengan kecepatan yang sangat luar biasa ditempat-tempat titik buta dan titik vital lawan. Kesalahan kecil langsung membuat lawannya pergi dari dunia.
Namun, remaja itu terlihat sangat santai, seolah serangan mematikan lawannya hanyalah angin lalu. Dengan gerakan gesit dan cepat, ia menghindar dan menangkis semua serangan tanpa kesulitan.
Pada akhirnya, remaja itu menang dengan sangat mudah. Hanya satu tebasan–dan lawannya langsung tumbang, tidak mampu bertarung kembali.
"Hahaha! Bagus! Bagus sekali muridku!" Yuan Feng tertawa puas, nada suaranya penuh kebanggaan dan sedikit kesombongan.
"Tch..." Ling Yun berdecak kesal.
Perhatian mereka berpindah pada seorang gadis cantik yang membawa siter sedang bertarung dengan seorang wanita paruh baya yang menggunakan pedang.
Dilihat dari perbandingan umur, terlihat bahwa pertarungan ini sangat tidak imbang. Tapi, di dunia kultivator, yang menjadi tolak ukur bukan umur, namun kekuatan seseorang. Hanya orang kuat yang bisa bertahan.
Gadis itu memetik senar pada siter nya, suara indah dapat terdengar dari sana. Sebuah gelombang kejut keluar dari siter dan mengarah ke lawannya.
Wanita paruh baya yang melihat itu tidak tinggal diam, dia mencoba menahan gelombang kejut itu menggunakan pedangnya. Itu adalah tindakan yang sangat konyol.
Gelombang kejut itu menembus pedangnya dan langsung menghantamnya. Tidak ada yang terjadi untuk beberapa saat. Kemudian rasa sakit yang luar biasa menjalar ke seluruh tubuhnya, seolah organ dalamnya dicabik-cabik.
Kemenangan mutlak bagi gadis itu dengan sangat mudah.
Namun, bukan ini yang paling mencolok di antara banyaknya pertarungan.
Pertarungan antara Qing Lian dan An Zhihao lah yang paling menarik perhatian dan paling epik. Pertarungan selevel itu terlihat sangat mustahil dilakukan dengan ranah mereka saat ini.
Para tetua sekte melihat dengan sangat fokus, tidak terkecuali Ling Yun yang sejatinya guru An Zhihao. Tentu saja dia tidak bisa melewatkannya begitu saja.
Pertarungan berlanjut begitu saja, yang paling mengejutkan adalah An Zhihao dapat dikalahkan oleh Qing Lian yang bahkan tidak berkeringat. Ini adalah pukulan keras bagi Ling Yun.
Ling Yun sudah sangat pasrah dengan kekalahan muridnya, dia tidak pernah menduga akan ada seorang yang lebih kuat dari muridnya. Benar-benar diluar dugaan.
Namun, yang mengejutkannya adalah saat An Zhihao mengeluarkan sebuah pill merah dari kantong. Matanya terbuka lebar, "apa yang kamu lakukan An Zhihao, apa perlu sejauh ini? Aku harus menghentikan ini!..." Pikirnya.
Walau pikirannya bilang begitu, dia tidak bisa melakukannya begitu saja. Dia tidak bisa menghentikan pertarungan hanya karena mau, ini adalah acara yang dilaksanakan oleh tiga kekuatan besar, jika dia bertindak gegabah, masalah akan menjadi lebih besar.
Mau tidak mau, dia mengurungkan niatnya. Dia hanya bisa berharap bahwa muridnya baik-baik saja, yah walau itu tidak mungkin karena efek samping pill yang dikonsumsinya.
...
Bahkan setelah mengonsumsi pill yang bisa meningkatkan kekuatan, An Zhihao tetap kalah di tangan Qing Lian. Perasaan Ling Yun semakin sedih dan kecewa.
"Bunuh aku! Aku tidak akan menyerah!..." Teriak An Zhihao.
Tanpa ragu, Ling Yun langsung bergerak. Dia menghilang dari tempatnya dan muncul didepan muridnya yang sudah tidak berdaya–sebuah pedang yang hampir memenggalnya.
Kecewa? Jelas! Namun bagaimanapun, An Zhihao tetaplah muridnya. Dia tidak akan membiarkan siapapun menghabisinya, terlebih tepat di depan matanya.
...***...
Dua jam berlalu.
Kini, hanya ada sepuluh kultivator yang berhasil bertahan dan masih berdiri di atas arena. Sepuluh orang inilah yang berhak masuk kedalam dunia saku.
"Selamat pada kalian yang berhasil. Kita akan berangkat ke pintu masuk dunia saku esok hari, pastikan datang tepat waktu! Kalian boleh pergi sekarang..."
Kerumunan mulai bubar, meninggalkan arena yang kini sunyi setelah pertarungan yang sangat panjang.
selalu nunggu update