Nella, si cewek yang barbar banget. Dari sikap absurd, tingkah yang paling tepok jidat.
Siapa yang akan peduli, kalau Nella itu punya segala alasan buat orang-orang terpingkal tertawa, bahkan jungkir balik.
Seorang pria yang rupawan cukup dibilang kayak artis china. Ternyata punya ke tarikan terhadap Nella.
Dari omongan Nella ke Edy. Semua pun terjalin begitu saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lsaywong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perencanaan
Keluar dari kamar mandi, Nella di bantu oleh Edy karena kakinya terkilir, tidak sengaja tergelincir jatuh setelah Edy menangkap tubuhnya.
"Kenapa dengan kakimu?" tanya Luna khawatir.
"Jatuh, gara Om Edy, enggak pegang kuat saat selamati Lala," jawabnya menuduh Edy.
"Salah sendiri, jangan menyalahkan orang lain," balas Edy dingin.
Jadinya sekarang Nella harus menginap kembali beberapa hari di rumah sakit. Nasibnya belum berakhir. Tidak masalah baginya, Nella bisa setiap hari lihat Edy di sini sambil mengerjakan tugas kerja yang dia bawa.
"Om, kapan nikahi, Lala?" Pertanyaan dari Nella.
"Belum tahu," jawab Edy
"Kok, belum tahu? Kak Luna sudah hamil, jangan lama sampai Kak Luna ber lahirkan!" seru Nella mengomel.
"Kayak mana nikahi kamu, Belum menikah saja sudah menjerit kesakitan seperti tadi beberapa menit yang lalu." Balas Edy mengusap apel yang kedua.
"Ya salah, Om, urut kaki Lala bukannya pelan, itu sakit luar biasa daripada sakit gigi sama sakit hati!"
Edy tidak membalas celotehan si cewek barbar. Melawan ucapannya itu enggak bisa menang.
"Tapi, habis nikah, mainnya jangan pakai tenaga dalam, ya!" Kata Nella lirik.
"Kenapa?"
"Ya, soalnya tenaga Om kayak super dragon ball."
Edy tertawa bahak-bahak, benar lucu banget si cewek barbar ini. Dia yang minta di hamili, tapi malah takut sendiri. Benar bin aneh ajaib.
"Kok, ketawa sih! Memang ada salah sama kata-kata, Lala?"
"Enggak, hanya kamu ini sebenarnya polos atau pura-pura polos sih, malam pertama itu... Nanti saja, baru di jelaskan, sekarang waktunya tidur."
"Malam pertama apa, Om. Ih... penjelasannya setengah - tengah mulu!" sebal Nella
"Tidur, atau mau cium baru tidur?" gombal si Edy. Mulut Nella maju ke depan alias minta di cium. Edy mendekatkan, ciuman malam untuk cewek barbar.
••••
Hari sudah malam, Edy masih mengutak-atik laptop di pangkuan. Dalam mencari cincin berlian yang bagus untuk jari manis Nella.
Terus di cari tempat yang romantis untuk melamar cewek barbar itu. Edy benaran serius banget dengan perencanaan sebuah pernikahan. Tidak ada salahnya untuk mencintai cewek barbar aneh bin ajaib itu.

Selesai sudah dengan apa diinginkan oleh Edy, ditutup kembali laptopnya, di pijit pelipis terlalu lama menatap layar tersebut.
Setelah itu, dia menatap sosok tubuh mungil Nella tengah tertidur pulas, di singkirkan anak rambutnya menutup wajah yang manis tapi menyebalkan.
••••
Pagi hari telah tiba, Nella bangun mengintip satu mata, posisi tidurnya berhadapan dengannya. Jarangnya memang tiga meter, tapi terlihat dekat banget.
Tidak sia-sia Nella mencintai cowok yang begitu peka. Selain usianya jauh banget, tetap saja Nella hanya memilih satu orang tidak ada yang boleh mengambilnya.
Cukup lama dia menatap wajah Edy keadaan tertidur pulas, lalu kedua mata Edy terbuka lebar ikut membalas tatapan mata dari Nella. Nella melebar di tutup kembali matanya agar tidak ketahuan olehnya.
Tak lama kemudian, Nella mulai mengintip sedikit dari sebelah matanya. Terkejut Edy sudah berada di depannya tersenyum manis semanis gula areng.
"Morning, cewek barbar." Satu kecupan dari Edy untuk Nella.
Nella terdiam geming, Edy berdiri, dia naik ke atas brankar sebelah Nella. Nella masih diam , kini posisi mereka sekarang tidur bersamaan. Edy menyamping menatap sosok imut ekspresi bengong itu.
"Kenapa lihat begitu? Aku tahu, ganteng. Apa kurang ciuman paginya?"
"Eh... itu... Om..."
Cup!
Satu kecupan mendarat di bibir Nella, dua kelopak matanya mengerjap-ngerjap dua kali.
Cup!
Dua kecupan mendarat lagi di bibir Nella, semakin lebar dan mengerjap-ngerjap kembali.
Kok, Om Edy jadi aneh? Apa aku sedang bermimpi?
Edy senyum tipis dan lebar, benaran ekspresi Nella lucu banget. Di dekatkan telinga lalu dia berbisik sesuatu, buat dua bola mata Nella membulat.