NovelToon NovelToon
Conquer Me

Conquer Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Bad Boy
Popularitas:155k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Deanada Kharisma, hampir 3 tahun menjalani kehidupan remaja diantara toxic circle. Memiliki teman yang toxic, menindas, bertindak sesukanya, dan melakukan diskriminasi.

Namun siapa sangka di balik itu, sebenarnya ia menyimpan rahasia bahkan dari teman-temannya sendiri, hingga Tuhan mempertemukannya dengan Rifaldi yang merupakan pemuda broken home sekaligus begundal sekolah dan naasnya adalah musuh bebuyutannya di sekolah.

Bagaimana Tuhan membolak-balikan perasaan keduanya disaat faktanya Dea adalah seorang korban victim blaming?

Conquer me ~》Taklukan aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28🩷 Podcast horor

5 menitnya Rifal nyatanya sudah sampai di 20 menit. Namun Dea justru masih anteng, tak protes apalagi sampai berdiri tiba-tiba demi membuat Rifal enyah dari pangkuannya. Bahkan---kini seperti mulai nyaman tak terganggu oleh keadaan dan posisi mereka ini.

Terang saja, ia justru sibuk bermain tok-tok'an, meski dengan sebelah tangan dan setengah badan. Bosan dengan itu, ia bermain game online, sempat mencolek Rifal hanya untuk, "aku minta hotspot..."

Definisi Rifaldi Elvan Januar adalah donaturku, itu diamini Dea. Rifal seperti bertindak semaunya, pada Dea...secandu itu rupanya setelah memaksa Dea untuk selalu ikut dengannya, mencium Dea, dan merasa seperti memiliki. Namun Dea juga terima-terima saja, anteng-anteng saja, justru terkesan senang, seperti---simbiosis mutualisme.

Dan Rifal tak sungkan memberikan ponselnya pada Dea yang tak ia beri password itu. Rifal tersenyum dalam hati, hal sepele namun begitu penting menurutnya.

Dea telah lulus uji klinis, ia adalah gadis yang tak mudah cranky dengan modelan dirinya yang seperti ini. Ia bisa dan tau cara membuat dirinya sendiri nyaman tanpa harus tantrum pada Rifal. Bahkan Hana tidak begini, sering mengeluh saat Rifal asik sendiri atau memintanya menunggu tidur sekejap. Tasya dan Tian...keduanya sering bertengkar karena Tian yang terlalu maniak game online dan sering menganggurkannya.

Begitu asiknya Dea, ia sampai tak sadar sedang diperhatikan Rifal yang sudah membuka matanya sejak tadi. Ia membuat gerakan menggeliat agar Dea sadar jika dirinya sudah bangun.

"Eh," ia langsung menyudahi game miliknya lalu mematikan sambungan hotspotnya dari ponsel Rifal.

Dea terlihat menggerakkan kakinya dengan ujung rok sedikit kusut.

"Pulang sekarang yuk." Dea melirik jam di pergelangan tangan sembari menyerahkan minum padanya, dimana Rifal langsung meneguknya.

"Yuk."

Seperti biasa, Rifal akan memutari blok hingga nantinya Dea akan muncul dari belakang blok tanpa harus melewati rumah Gibran atau Inggrid dan Willy.

Mama akan selalu tau jika Dea diantar Rifal, dan Dea menyebut Rifal ojek dan jajan gratis.

"Tadi Gibran kesini, De...mama bilang masih les." Ujar mama yang sepertinya sudah mulai membongkar-bongkar lemari dan mengepak barang-barang yang jarang bahkan hanya koleksi saja. Sebagiannya bahkan sudah mulai dipaketkan ke Jogja.

"Tapi mama ada bilang kalo aku sering dianter Rifal?" tanya Dea sudah berhasil membuka sepatu dan melengos ke kamar mandi.

Mama meringis, "keceplosan."

Dea mele nguh, "duhhh. Mama pake keceplosan..."

"Maaf ya De, tapi kenapa sih...toh Rifal baik kan, masa iya yang lain ngga terima?"

Susah ia menjelaskan pada orangtua, tentang hal ini. Karena sudah pasti akan salah di mata mereka.

Dea diam, melengos ke kamar, "ma, nanti aku ke rumah Gibran ya?!"

"Iya."

Tak mungkin mama tak mengijinkan, sebab rumah Gibran hanya beberapa langkah saja dari rumah.

Dea, dengan kaos kebesaran dan celana pendek, stelan yang memang biasa ia pakai jika di rumah mengikat rambutnya menjadi cepol Korea, dengan poni yang ia turunkan sekenanya, sembari membawa dua cup mie pop berjalan ke arah rumah Gibran.

"Gibran, main yukkk!" seru Dea dari luar, di saat hari sudah menunjukan tanda-tanda kejinggaannya.

Tante Silvi yang muncul dan tersenyum, "masuk De...biasanya juga langsung buka pager."

Dea mengangguk memasukan tangannya melewati celah pagar demi membuka kuncinya.

"Gibran tadi ke rumah aku, ya?" tanya Dea masuk dengan sandal jepitnya.

Tante Silvi menoleh ke belakang, "Gib, nih Dea nyariin. Masuk deh...Tante lagi bikin makan malem, eh malah bawa pop mie."

"Mau ngajakin nonton podcast horor..." jawab Dea pada Tante Silvi, dimana hal itu adalah kebiasaan dua anak ini yang Tante Silvi tau.

Duduk berdua di ayunan teras balkon, sambil nontonin podcast horor dan makan mie cup.

Gibran menatap malas, "ngapain kesini, katanya lagi les..."

Dea menghampiri tersenyum, "gue sama Rifal ngga ada apa-apa, cuma----" kaki Dea mengetuk-ngetuk lantai dengan gadis ini yang memutar bola matanya ke atas berpikir.

Gibran mengusap wajah Dea kasar, "ngga usah dijawab gue udah tau."

"Gib..." ngemie yuk, masa gue udah bawa-bawa mie gini ngga Lo gubris..." gerutunya saat Gibran memilih melengos tak peduli.

"Balik sana. Gue udah makan, De...ajak berandalan itu aja."

"Ck. Asli nih? Ya udah, gue balik kalo gitu...padahal gue mau cerita, mau jelasin." Dea merengut menurunkan mie cup itu dan berbalik badan, "Tante, Gibran ngambek." alih-alih menyerah, Dea justru mengadu, "tante, Gibrannya ngambek sama Dea. Udah ngga mau main lagi, aku pulang ya...jangan jadi benci sama mama, ini cuma masalah anak-anak aja!"

Gibran bereaksi, sementara Tante Silvi hanya tertawa, "apa-apaan sih, childish." Gibran kembali dan merebut mie cup di tangan Dea lalu berjalan ke arah dapur untuk menyeduhnya, Dea tergelak. Caranya ini selalu ampuh untuk membungkam Gibran.

Dua remaja ini sudah duduk di atas ayunan panjang, dengan bantal sofa di pangkuan dan satu cup mie untuk masing-masing, tripod berdiri tegak memajang ponsel Gibran dimana, ia lah yang berlangganan jadi member salah satu konten creator podcast.

*Balik lagi di cerita horor wawak part ke 280*...

*Srupuuuttt*....Bibir Dea menyeruput mie dari cupnya, "emmh, dari Kalimantan.." serunya selalu mengulang ucapan si host. Lalu Gibran akan menimpali dengan mitos dan informasi yang ia tau tentang sosok yang dibicarakan.

Tante Silvi muncul dan memotret keduanya disana, "nih ada...lagi makan mie sambil nonton podcast kaya biasa." Ucapnya di telfon. Oke, sepertinya itu mama Dea yang ada di sebrang telfon sana.

Cukup lama mereka khusyuk menonton podcast, sampai mie di cup hampir habis. Jika Gibran akan menaruh serta keripik pedas, maka Dea hanya akan menyeruput kuah bersama sisa ampasnya sampai surut.

"Ini tuh kalo di Bandung ada ngga sih?"

"Ngga tau. Kayanya ku yang ngga nyebrang sampe Bandung. Takut air laut." Jawab Gibran.

Dea tertawa bahkan sampai tersedak kuah mienya. Ohokk...ohookk..."pedes!"

Gibran ikut heboh mengambilkan air, "nah kan...nah kan." Tangannya menaruh cup mie di bawah kaki lalu refleks menepuk-nepuk punggung Dea, "ekhem...De." refleksnya lagi ikut berdehem.

Dea sampai dibuat berlinang air mata dan menyedot terisak air di hidungnya.

Gibran kembali membungkuk mengambil tisu dari bawah yang ia siapkan tadi, tidak memberikan itu pada Dea namun mengelap ekor mata Dea dan mengelap basah di bawah hidung Dea.

"Biar gue aja."

Jarak yang sudah dipangkas sejak tadi oleh Gibran tak membuatnya kembali memundurkan diri sembari menatap Dea, "apa? Ada ingus ya?" tanya Dea justru membuat Gibran menggeleng.

Wajahnya itu terus maju hingga hampir tak berjarak dengan bibir yang siap mengecup bibir Dea.

Dea bukan lagi *anak polosan*, ia sangat tau situasi dan gelagat lelaki jika sudah begini. Wajahnya ia tarik ke samping demi menghindari apa yang siap Gibran lakukan sambil terus mengelap hidung dan ekor matanya mendadak canggung. Hingga akhirnya Gibran menghentikan diri dan beralih jadi mengecup kening Dea.

Cup!

"De, gue sayang sama Lo."

Dea menarik alisnya sebelah dan menoleh kembali.

"Lo jangan jalan bareng Rifal lagi. Gue cemburu."

.

.

.

.

.

1
Daisy❤️HilVi
kok gitu caranya fal, yg ada dea mlh illfeel
my
kalo kata dedy Rama "𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘢𝘶, 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘱𝘢𝘴𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘮𝘰 𝘬𝘦 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩𝘮𝘶🤭😄
Daisy❤️HilVi
mulut inggrid, ya emg sih bpk dea lg bangkrut🤣
Poet_Rie
to the point

saya suka 😍😍😍
Trie Heartie
ihh kak kenapa yg sama namaku jd cewek judes bin galak sih🤭🤭
Adeeva Haboo
yaelah om fal gitu amat
Vike Kusumaningrum 💜
hahhahaha Gilaaa, double kill. nembaknya ajaib, mana bisa nolak kalau gini mah, bukan bertanya tapi memberikan kepastian. hadeeeh om Fal , gasss pooolll. terima aja Dee, om Fal baik kok, walau bentar lg LDR.
Trituwani
duh senengnya klo dah kumpul begini berasa liat sirkus di pasar malem /Smirk/ nah gitulah temen yak saling canda canda manja gitu saling dukung saling menguatkan palagi klo si ing gibran ma willy balek cs an ma si papa n the gengs bakalan tambah yahudddd/Kiss/
Zayyin Arini Riza
Cerita nya nembak Dea nih Fal?
🌸🌸mommy anak2..😉😉
kerenlah bang val gentle bgt sih lo..w suka gaya lo..to the point..😍😍
berasa dipanah ga tu neng dea..syok dan ada sensasi geli2nya gt ga sih.berbunga mksdny..😄😄
YL89
Sampe sini udh ad dksh spill dikit2 SM Author,,,yg Slnjutnya gimana hubungan ABG Rifal msh penasaran
tenny hikmawati
sabar...
sabar yak om fal... jawabannya masih nunggu acc teh sin🤭
Daisy❤️HilVi
wkwk
rheisha
langsung gak pake basa basi nembak nya om fal mah....😁
Dina Okta eryanti
baru aja aku berdoa supaya teh sin up lagii,,eh beneran dong teteh udah up aja tiba-tiba... makasih banyakkk tehh❤️🥹🫶🙏
Azka M90
pertma bukan sih aku🤭🤭🤭😍😍

si pemaksa,, ini kaya bang maru cumn persi muda nya🤣🤣
Ernaaaaa
bengek beneran aku Thor ah emak2 JD mengingatkan jaman dulu xixixxii
Daisy❤️HilVi
om om labil wkwk
bunga citra
cinta abg, ganas
Shee_👚
udah g bakalan apa-apa aman pokoknya, orang yang begal pelindung dea.🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!