NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Reinkarnasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: emmarisma

Queenza Celeste tidak pernah menyangka suami yang selama ini dia cintai, tega menduakan cintanya. Di detik terakhir hidupnya dia baru sadar jika selama ini Xavier hanya memanfaatkan dirinya saja untuk menghancurkan keluarganya. Saat Queenza terbangun kembali, dia memutuskan untuk membalas semuanya.

Bagaimana kisah selengkapnya? Simak kisahnya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Sebaiknya Memang Begitu

Malam itu di kediaman Celeste terjadi keheningan. Bukan karena sepi tidak ada orang, melainkan karena suasana kaku di meja makan.

Blake dan tuan Allan sesekali mengawasi gerak gerik Xavier, sehingga membuat pria itu sulit untuk menelan makanannya. Queen makan sambil menundukkan kepala, dia hampir menyemburkan tawanya melihat ekpresi suaminya yang seperti orang sembelit.

"Apakah kamu sudah membaca seluruh isi berkas kerjasama dengan grup Lewis?" Suara Blake yang tenang dan dalam, membuat Xavier langsung menegakkan tubuhnya.

"Su_sudah, Kak."

"Itu bagus. Perusahaan sangat mempercayaimu, sebaiknya kamu tidak mengecewakan."

"Aku pasti tidak akan mengecewakan kamu, Kak."

"Sebaiknya memang begitu. Kerjasama sebesar ini, jika sampai gagal itu tidak hanya kita mengganti kerugian materi, tetapi mungkin saham perusahaan akan anjlok ke dasar. Lalu setelah itu, siapa yang akan mengingat perusahaan Celestial corporation."

Mendengar ucapan Blake, daging di mulut Xavier seketika terasa hambar dan tidak enak dimakan. Meski Blake berbicara santai terhadapnya, dia tahu betul ada ancaman di balik kerja sama ini. Ancaman yang kemungkinan besar tidak akan sanggup dia hadapi sendirian.

Usai makan malam, Xavier segera berpamitan pada Queen. Queen melepas kepergian Xavier dengan ekspresi mencemooh.

"Pria lemah sepertimu ingin menelan Celestial seorang diri, betapa beraninya."

Setelah itu Queen masuk ke kamarnya. Dia melihat ponselnya menyala. Saat melihatnya ada 15 panggilan dari Bryan. Seketika Queen merasakan perasaan tidak nyaman di hatinya. Queen segera menghubungi Bryan.

Queen mematung saat mendengar Bryan mengatakan jika Ella demam. Dia tidak menyangka kepulangannya hari ini akan membawa dampak buruk bagi bayi itu. Tanpa berpikir panjang, Queen lantas langsung mengemasi barang-barangnya yang perlu dibawa dan mencari keberadaan kakaknya.

"Paman Issac, apakah kamu melihat di mana kakakku?"

"Tuan muda sedang bersama tuan besar di ruang kerja tuan besar, Nona. Apakah ada yang bisa saya bantu?"

"Tolong panggil pengasuh Sofia. Kami akan pergi malam ini."

"Apa ada hal buruk yang terjadi. Kenapa nona tampak panik?"

"Tidak ada apa-apa, Paman. Hanya saja Ella, dia demam. Jadi aku harus segera ke sana."

Paman Issac tahu siapa Ella yang disebut Queen. Dia telah mendengar jika nonanya telah menjadi ibu susu dari seorang bayi mungil keturunan keluarga Lewis.

Queen mencari kakaknya di ruang kerja ayahnya. Queen segera mengatakan tujuannya datang ke sini. Blake pun langsung setuju untuk mengantar Queen ke kediaman keluarga Lewis.

Di luar, pengasuh Sofia sudah menunggu sambil menggendong Sofia. Pengasuh itu menutupi Sofia dengan pakaian tebal karena cuaca dingin. Mereka segera bergegas menuju kediaman keluarga Lewis.

Di dalam mobil, Queen terlihat sekali begitu mencemaskan kondisi Ellara, karena bayi itu memiliki kondisi khusus, jadi dia merasa sangat cemas saat tahu bayi itu sakit.

Tiba di kediaman Lewis. Blake ikut turun untuk menyapa anggota keluarga Lewis. Bagaimana pun juga tidak ada ruginya jika hubungan mereka akrab.

Saat pintu terbuka, kepala pelayan di keluarga Lewis menyambut kedatangan mereka dengan wajah yang begitu ramah. Blake dipersilahkan bmasuk, sedang Queen dan pengasuh Sofia langsung naik ke kamar Ellara.

Sesampainya Queen di atas, Queen langsung mendengar suara tangisan Ellara. Queen menyuruh pengasuh Sofia membawa Sofia ke kamar khusus yang disiapkan khusus untuknya dan Sofia.

Queen lantas masuk ke dalam kamar Ellara. Bryan tengah menggendong bayi mungil itu. Seorang dokter dan perawat tidak ada yang berani bergerak.

"Kalian keluarlah. Biarkan aku yang merawat Ellara." Dokter dan perawat saling melempar tatapan. Mereka takut pergi, tetapi terlalu beresiko untuk tetap tinggal di sana.

"Pergilah." Satu kata dari Bryan membuat mereka semua bergegas menuju pintu.

Bryan mendekati Queen dengan ekspresi pasrah dan letih. Saat Bryan mengulurkan Ellara pada Queen, Queen segera memeluk bayi itu dengan lembut.

Suara tangisan Ellara secara ajaib langsung mereda dan berubah menjadi rengekan kecil. Queen segera duduk di ranjang. Saat dia hendak membuka kancing bajunya, Dia teringat ada Bryan di sana.

"Tuan Bryan, apakah kamu ingin melihatku menyusui Ella?"

Bryan langsung berbalik pergi dan menutup pintu. Queen menghela napas dan lalu mulai menyusui Ellara. Setelah Ellara kenyang, Queen meletakkan bayi itu ke dalam boxnya.

Queen menyentuh dahi Ellara yang memang terasa agak panas. Ia pikir bayi ini mungkin memang tidak bisa jauh dari nya. Queen menyesal telah meninggalkan Ellara tadi.

Queen turun mencari keberadaan Bryan. Bryan menunggunya di ruang keluarga.

"Dimana pengasuh Ella? Aku tidak melihatnya sejak tadi."

"Kakek memecatnya, nanti aku akan carikan pengasuh baru."

"Buru-buru sekali, memang ada apa?"

"Dia tidak bisa menenangkan Ella. Padahal dia tenaga profesional yang sudah mengenyam pendidikan menjadi babysitter.

Queen tidak tahu harus memberikan tanggapan seperti apa, dia lantas mengatakan tujuannya tadi mencarinya.

"Malam ini aku akan tidur dengan Ellara."

"Bagaimana dengan Sofia?"

"Ada pengasuh bersamanya. Lagi pula Sofia bisa minum dengan botol. Jadi aman saja."

"Terima kasih, Queen. Aku tidak tahu harus membalas semua ini dengan apa?"

"Kamu bisa membalasnya suatu hari nanti."

Setelah berbicara dengan Bryan, Queen kembali ke kamar Ellara. Dia duduk di dekat box Ellara sambil mengamati bayi itu.

Tanpa disadari Queen tertidur dalam posisi duduk. Bryan awalnya ingin melihat kondisi putrinya, tetapi dia justru mendapati Queen tertidur dalam posisi duduk. Saat Bryan masuk dan melihat ke arah Queen. Dia bisa melihat dahi Queen berkeringat. Alisnya berkerut dalam seolah dia sedang mengalami mimpi buruk.

"Kalian sudah membunuh anakku, aku akan membalas dendam pada kalian semua, ingat itu."

Tubuh Queen bergetar. Bryan segera mengguncang bahu Queen. Queen seketika tersentak sadar. Dia menatap sekelilingnya dengan linglung.

"Kamu baik-baik saja?" tanya Bryan dengan nada cemas.

"Aku tidak apa-apa. Aku hanya mimpi buruk saja."

Queen mengusap peluh di keningnya. Ekspresinya terlihat datar. Bryan tidak berani bertanya lebih dalam. Dia akan mencoba bertanya lagi nanti. Queen langsung memeriksa kening Ellara. Dia bersyukur demamnya sudah turun.

Melihat bagaimana Queen memperhatikan putrinya, Bryan merasa tersentuh. Dia tersenyum tipis melihat Queen yang begitu peduli.

Setelah memastikan keduanya baik-baik saja, Bryan keluar dari kamar Ellara. Queen kembali menyusui Ellara. Setelah Ellara kenyang, Queen keluar ke kamar Sofia.

Saat masuk kamar Sofia, dia melihat bayi itu terjaga sembari mengoceh. Pengasuh Sofia duduk sembari bermain dengan Sofia.

"Maaf sudah membuatmu terjaga. Aku akan membawa Sofia ke kamar sebelah. Kamu sebaiknya beristirahat."

Queen mengangkat Sofia ke kamar Ellara. Dia meletakkan Ellara dan Sofia bersebelahan. Queen berbaring di dekat mereka. Saat ini Ellara juga membuka matanya. Keduanya terus berceloteh seperti baru saja diisi dayanya.

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hihh udah gedeg rasanya sama pasangan ular ini/Hammer/
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cpt hmpaskn mokondo tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
💪💪💪💪💪💪moga lncr semua
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kebtln cincin ny sm bryan.. apakh....??
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat... Semoga rencana kalian berjalan dengan baik
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cieee ada yg udah nggak sabar nunggu status jandanya Queen ini mah🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh ngaca woii, ngaca/Curse/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Berasa kek anak kembar, jangan² benar lagi kalo mereka dari bibit cebong yg sama😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cihh bilang saja kamu sibuk dengan j4l4ng itu kan😏
Apthiana Devi
cerita nya selalu bagus2
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next ahhh🤣🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mcm ank kmbr mog xan tmbh mnjd ank yg baik slig pengrtian
🇦 🇵 🇷 🇾👎
menjijikn x gy kau tu
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kalo status Queen sudah jelas, coba minta Bryan untuk menikahinya, kek😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat Queen
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next kk
Dewi kunti
dinikahkan sama bpknya ellara saja😄😄😄😄
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!