NovelToon NovelToon
"Rahasia Laut Pasuruan"

"Rahasia Laut Pasuruan"

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Cinta Istana/Kuno / Penyelamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kristinawati Wati

Berlatarkan masa kejayaan Kerajaan Panjalu (Singhasari) di wilayah Pasuruan, sebuah prasasti kuno yang ditemukan oleh Gadis nelayan, Mira, mengungkap rahasia pelabuhan perdagangan rempah-rempah yang hilang selama berabad-abad. Bersama dengan Jaka, seorang budak kerajaan yang ahli membaca naskah kuno, keduanya harus mengurai misteri di balik prasasti tersebut sebelum kekayaan dan sejarah kerajaan jatuh ke tangan yang salah. Di tengah ombak laut dan rahasia yang terpendam, apakah mereka berhasil menyelamatkan warisan leluhur?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristinawati Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: PERANG ANTAR DUNIA YANG AKAN DATANG

Setelah hampir dua minggu berjuang menyusun cerita sambil bekerja sama dengan Pak Joko dan Dika untuk mengungkap rahasia sebenarnya tentang pintu antar dunia, kini Rara sudah memasuki bab krusial yang akan menjadi titik balik seluruh cerita nya. Hingga bab ini, dia sudah menulis lebih dari 15 ribu kata dan hampir mencapai target 20 bab untuk mengajukan kontrak—tapi kini hal itu bukan lagi menjadi prioritas utama nya, karena nasib dua dunia berada di tangan nya.

Hari itu pagi sekali, Rara datang ke kafe "Kopi Kenangan" yang sepi karena belum banyak pengunjung. Dia membawa semua catatan dan buku ajaib yang sudah dia kumpulkan, termasuk surat-surat lama dari Lia yang ditemukan Dika di dunia cerita nya. Saat dia baru saja membuka laptop dan siap melanjutkan tulisan, Pak Joko tiba-tiba muncul dengan wajah yang sangat serius—beda jauh dari biasanya yang selalu tenang dan penuh nasihat. Di tangannya ada sebuah kristal besar yang menerangi cahaya warna ungu kebiruan, yang ternyata adalah "Batu Peringatan Akhir" yang hanya akan menyala jika bahaya sudah sangat dekat.

"Rara, waktunya sudah sangat dekat. Musuh kita yang bernama Lord Malakor sudah menemukan cara untuk membuka semua pintu antar dunia sekaligus tanpa perlu melalui jalur yang sudah ditentukan. Dia ingin menyatukan semua dunia agar bisa menjadi penguasa tunggal dan menghancurkan siapa saja yang menentangnya," ujar Pak Joko dengan suara yang penuh kekhawatiran. Kristal di tangannya semakin terang dan mulai mengeluarkan suara berdenging yang menyakitkan telinga jika didengar terlalu lama.

Di dunia cerita nya, situasi juga tidak kalah serius. Dika bersama dengan sekelompok pejuang yang telah dia kumpulkan—termasuk putri kerajaan Princess Lila yang memiliki kemampuan mengendalikan alam, dan ahli sihir tua Guru Semar—sedang bersiap untuk pertempuran pertama di dekat pintu utama antar dunia yang terletak di tengah "Hutan Awan Terbalik". Setelah berhasil mengumpulkan semua artefak kunci yang dibutuhkan untuk memperkuat pertahanan pintu, mereka baru menyadari bahwa kekuatan Lord Malakor sudah jauh lebih besar dari yang mereka bayangkan.

"Kalian semua berpikir bisa menghentikan aku dengan artefak kuno itu?" suara terdengar dari langit yang tiba-tiba menjadi gelap total meskipun itu adalah siang hari yang cerah. Lord Malakor muncul dengan tubuh yang dikelilingi awan hitam pekat, wajahnya yang kasar dan penuh dengan noda hitam yang menunjukkan bahwa dia telah menyerap kekuatan dari dunia-dunia yang dia hancurkan sebelumnya. Di tangannya ada tongkat hitam yang berbentuk kepala ular yang mengeluarkan cahaya merah menyala.

"Aku sudah menunggu lama untuk ini. Setelah aku menguasai dunia kamu dan dunia nyata di mana penulis kamu tinggal, tidak akan ada yang bisa menghalangi aku untuk menguasai seluruh alam semesta pararel!" teriak Lord Malakor sambil mengangkat tongkat nya ke langit. Segera setelah itu, ribuan makhluk jahat yang disebut "Bayangan Gelap" mulai muncul dari setiap sudut hutan, menyerbu ke arah Dika dan kelompok nya. Pertempuran pun langsung dimulai—Princess Lila mengendalikan angin dan tanah untuk menghalangi serangan musuh, Guru Semar melepaskan mantra pelindung dan serangan sihir, sementara Dika menggunakan kemampuan nya untuk berpindah antar tempat dengan cepat untuk menyerang musuh dari belakang.

Sementara itu di dunia nyata, Rara merasakan setiap gerakan dan setiap perjuangan yang terjadi di dunia cerita nya—seolah dia sendiri berada di sana bersama mereka. Tangan nya bergerak dengan cepat di atas keyboard, menulis setiap adegan pertempuran dengan detail yang sangat jelas, karena dia tahu bahwa setiap kata yang dia tulis akan mempengaruhi jalannya pertempuran tersebut. Saat dia menulis tentang bagaimana Dika berhasil menghindari serangan dari salah satu makhluk besar, di dunia cerita nya Dika benar-benar bisa menghindari serangan itu dengan cara yang sama persis seperti yang dia tulis.

Namun, semakin lama pertempuran berlangsung, semakin lemah kekuatan para pejuang karena jumlah musuh yang tidak pernah berkurang. Bahkan Pak Joko yang biasanya sangat kuat juga mulai terlihat kelelahan dalam melawan serangan dari Bayangan Gelap yang terus datang. Rara merasa kepalanya mulai sakit karena harus fokus secara maksimal, tapi dia tidak bisa berhenti—karena jika dia berhenti menulis, maka dunia cerita nya akan berhenti berkembang dan musuh akan memenangkan pertempuran.

"Aku harus menemukan cara lain untuk menghentikan dia!" gumam Rara sambil melihat semua catatan yang dia punya. Saat dia melihat surat terakhir dari Lia, dia menemukan bagian yang belum pernah dia baca sebelumnya—karena bagian itu tersembunyi di bawah lembaran lain yang sudah sobek. Di situ tertulis bahwa cara satu-satunya untuk menghentikan seseorang yang ingin menguasai pintu antar dunia adalah dengan "menyatukan kekuatan dari dunia nyata dan dunia cerita, dengan membuat diri sendiri menjadi jembatan antara keduanya".

Rara tidak sepenuhnya mengerti apa artinya kalimat itu, tapi dia tahu bahwa dia harus mencobanya. Dia mengambil buku ajaib nya dan mulai membaca mantra yang tertulis di halaman terakhir—mantra yang sebelumnya dia kira hanya bagian dari cerita tapi ternyata adalah mantra yang benar-benar bisa digunakan. Saat dia mulai membaca mantra tersebut dengan suara yang kuat dan tegas, tubuh nya mulai dikelilingi cahaya keemasan yang sama dengan yang muncul saat Dika membuka lemari besi di bab sebelumnya.

Di dunia cerita nya, Dika juga merasakan adanya kekuatan baru yang datang dari arah yang tidak dia kenal. Tiba-tiba saja, sosok Rara muncul di tengah medan perang—bukan sebagai karakter dalam cerita, tapi sebagai dirinya sendiri yang sebenarnya! Semua orang terkejut, termasuk Lord Malakor yang tidak menyangka bahwa penulis dari dunia nyata bisa benar-benar masuk ke dalam dunia cerita nya.

"Bagaimana mungkin kamu bisa datang ke sini?!" teriak Lord Malakor dengan wajah yang penuh dengan kemarahan dan kekaguman. Rara hanya tersenyum dan berdiri berdampingan dengan Dika dan Pak Joko. "Karena dunia ini bukan hanya milik kamu atau milikku saja. Ini adalah dunia yang kita ciptakan bersama, dan kita akan melindunginya bersama juga!" ujar Rara dengan suara yang penuh keyakinan.

Kekuatan dari Rara, Dika, Pak Joko, Princess Lila, dan Guru Semar mulai menyatu menjadi satu cahaya terang yang luar biasa. Mereka bersama-sama menyerang Lord Malakor dengan kekuatan gabungan yang tidak bisa dilawan oleh siapa pun. Lord Malakor mencoba untuk menghindari serangan tersebut, tapi kekuatan yang datang dari cinta dan tekad untuk melindungi dunia adalah sesuatu yang tidak bisa dia lawan. Setelah beberapa saat, suara ledakan terdengar dan Lord Malakor mulai menghilang bersama dengan semua makhluk jahat nya, dengan terakhir kalinya dia berkata, "Aku tidak akan menyerah begitu saja—ada musuh yang lebih besar dari aku yang akan datang!"

Setelah pertempuran usai, langit kembali menjadi cerah dan seluruh hutan kembali tenang. Semua orang merayakan kemenangan mereka, tapi mereka juga tahu bahwa perkataan Lord Malakor bukanlah omong kosong—bahwa bahaya yang lebih besar akan datang dan mereka harus lebih siap lagi untuk menghadapinya. Rara yang sekarang bisa bebas masuk dan keluar dari dunia cerita nya berjanji akan terus menulis dan bersama-sama dengan teman-temannya di sana untuk melindungi kedua dunia tersebut.

Saat Rara kembali ke dunia nyata, dia melihat bahwa laptop nya sudah menampilkan bab 14 yang telah selesai ditulis dengan jumlah kata yang jauh lebih dari yang dibutuhkan. Di layar laptop nya juga muncul pesan dari tim editor platformnya: "Selamat! Bab kamu sudah memenuhi syarat dan bahkan melampaui target yang ditentukan. Kami sangat tertarik dengan cerita kamu dan ingin mengajukan kontrak kerja yang lebih baik dari yang biasanya kami berikan. Silakan hubungi kami untuk pembahasan lebih lanjut!"

Rara tersenyum bahagia. Meskipun awalnya dia hanya menulis karena hobinya, kini dia tahu bahwa cerita yang dia buat memiliki makna yang jauh lebih dalam dan penting. Dia mengambil kopi nya yang sudah agak dingin dan mulai merencanakan bab selanjutnya—dimana mereka akan mencari tahu siapa musuh besar yang disebutkan Lord Malakor dan bagaimana cara untuk menghadapinya. Bagi Rara, menulis tidak lagi hanya tentang membuat cerita yang menarik, tapi tentang menyelamatkan dunia dan menjaga hubungan yang telah dia bangun dengan teman-temannya di dunia pararel.

1
falea sezi
ne cerita nyata kah Thor
Anna
Thor maaf sekali, tapi ini cerita kamu sebener ee mau novel apa cerpen kok tiap bab beda. bukan beda alur tapi beda isi cerita. padahal tema judul kamu bagus lho. 🙏🙏
Anna
kok agak bingung ya, kan di bab 2 mira sudah kabur sama jaka, kenapa di bab 3 baru ketemu? tapi di awal ada mereka ketemu, eh ketemu atau belum ketemu 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!