NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Paksa Sang Dewa Kegelapan

Reinkarnasi Paksa Sang Dewa Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Sistem / Kultivasi Modern
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Upaya bunuh diri Onad Nevalion berakhir dengan kegagalan. Alih-alih menemukan kematian, ia justru dibangkitkan oleh Dewa Kegelapan dan dikirim ke Solmara, sebuah dunia asing yang hancur oleh konflik antar entitas ilahi.

Onad terpilih sebagai wakil sang dewa untuk menghadapi Dewa Iblis di dunia Solmara. Dewa Kegelapan tidak dapat turun langsung karena campur tangannya akan melanggar hukum keseimbangan antar dunia.

Satu-satunya hal yang diinginkan Onad hanyalah menghilang dari kesialan hidupnya di dunia. Namun, mengapa kesialan itu justru mengejarnya hingga ke dunia lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Asosiasi Petualang

Setelah menempuh perjalanan cukup jauh dan melewati berbagai jalan, rombongan mereka akhirnya berhenti di depan sebuah bangunan besar dengan banyak pintu dan orang-orang keluar masuk.

Orang-orang keluar masuk dari bangunan itu. Luasnya sebesar satu lapangan sepak bola penuh dan memiliki gerbang di keempat arah.

Asosiasi Para Petualang.

Bradd masuk ke dalam gedung dan tak lama kemudian kembali bersama lebih dari selusin orang yang tampak seperti staf organisasi tersebut.

Mereka mulai menurunkan jasad para korban yang tewas dalam penyergapan bandit.

Tak lama kemudian, Luigi datang bersama seorang pemuda yang seumuran dengan Noah.

“Ngomong-ngomong, ini anakku, Saurril,” kata Luigi.

Pemuda di sampingnya akhirnya berbicara. “Makasih udah menyelamatkan kami hari itu."

“Noah, setelah ini kamu mau ngapain? Beberapa hari lalu kamu bilang nggak punya rumah atau tempat tujuan,” tanya Luigi.

“Nggak tahu. Sejak kecil aku hidup sebagai tentara bayaran. Satu-satunya hal yang aku kuasai cuma membunuh, entah manusia atau monster,” jawab Noah dengan nada lelah.

Ia mengarang latar belakangnya saat itu juga, penjelasan yang sekaligus membenarkan betapa terorganisir dan efektifnya ia saat membunuh para bandit satu per satu.

“Untuk sementara, kenapa nggak ikut kami saja? Kita bisa kasih tempat tinggal sampai kamu terbiasa dengan tempat ini. Aku juga belum membalas jasamu karena udah menyelamatkan nyawa kami,” Luigi kembali menawarkan.

“Makasih. aku bakal menghargainya.” Noah mengangguk. Inilah yang paling ia butuhkan sekarang, tempat tinggal dan waktu untuk menyusun rencana masa depannya.

“Bagus. Dengan begitu kita juga bisa saling kenal lebih baik,” kata Saurril.

Ia juga sangat berterima kasih kepada Noah dan ingin membantunya setelah mendengar dari ayahnya bahwa Noah sendirian dan kehilangan semua teman serta keluarganya akibat serangan bandit.

“Ngomong-ngomong, perusahaan dagang kalian jual apa saja?” tanya Noah. Belasan gerobak yang mereka gunakan cukup besar untuk membawa banyak barang. Selain dua gerobak yang digunakan untuk jasad, sisanya terisi penuh.

“Kami menangani semuanya. Makanan, senjata, obat-obatan, dan ransum. Kami bahkan punya bengkel pandai besi sendiri di kota. Gerobak-gerobak ini berisi sumber daya dan senjata yang kami beli dari desa-desa kecil untuk dijual kembali di toko kami,” jawab Luigi dengan ekspresi bangga.

“Wah … pasti butuh waktu bertahun-tahun buat membangun dan memperkuat usaha sebesar itu,” kata Noah dengan nada kagum.

Di kehidupan sebelumnya ia seorang akuntan. Ia tahu betapa sulit membuka usaha dan menjaganya tetap bertahan, apalagi menghasilkan keuntungan. Mengelola berbagai sektor bisnis seperti itu membutuhkan kerja keras dan efisiensi tinggi. Satu langkah salah saja bisa menghancurkan semuanya.

“Kami harus mencari orang untuk membawa gerobak kembali ke gudang. Jadi akan butuh waktu. Sambil menunggu, kenapa kamu nggak lihat-lihat Asosiasi dulu?” kata Saurril.

“aku memang mau ke sana. aku punya beberapa monster core buat dijual. Sekalian cari uang. Soal pakaian bisa belakangan,” jawab Noah.

“Oke, nanti kita ketemu lagi,” kata Luigi sebelum pergi bersama putranya.

Noah masuk melalui pintu raksasa itu, dan anehnya tak seorang pun menghentikannya.

Begitu memasuki bagian dalam Asosiasi Petualang, ia memandang kerumunan yang duduk di dalam aula besar itu. Di ujung ruangan tampak deretan meja resepsionis yang sibuk melayani para petualang.

Di antara kerumunan, Noah melihat manusia serigala, elf, makhluk mirip manusia kadal, bahkan seseorang dengan satu mata raksasa di tengah wajahnya seperti cyclops.

Noah berjalan menuju salah satu konter kosong. Seorang pria tua sekitar enam puluh tahun duduk di sana.

“aku mau jual beberapa monster core. Prosedurnya gimana?” tanya Noah.

Pria tua itu menatap pakaian Noah dengan heran.

“Maaf. Kami hanya melayani petualang yang terdaftar,” katanya. Wajahnya mengingatkan Noah pada Alfred dari film Batman.

“Cara daftarnya gimana?” tanya Noah.

“Butuh identitas dan kamu harus melewati penilaian kami dulu. Kalau lulus, kamu resmi terdaftar sebagai anggota Asosiasi Petualang,” jawab pria itu datar, Seakan telah mengucapkan kalimat yang sama jutaan kali.

“aku nggak punya identitas. Nggak pernah butuh sebelumnya. Ada cara lain?” tanya Noah.

“Hm … itu agak jadi masalah,” jawab pria tua itu.

Tiba-tiba sebuah suara terdengar dari belakang Noah.

“Hei, minggir. aku lagi buru-buru!”

Noah menoleh dan melihat seorang gadis berambut pirang mengenakan zirah penuh seperti ksatria.

“Nggak lihat aku lagi ngomong? Lagian aku datang duluan,” jawab Noah sebelum kembali menghadap resepsionis.

“Apa pentingnya urusan barbar kayak kamu? Kerjain nanti aja setelah aku selesai, dasar manusia goa menjijikkan!” kata gadis itu lagi.

Noah memutar mata dan mengabaikan ocehannya, melanjutkan percakapan dengan resepsionis.

Namun adu mulut kecil itu menarik perhatian orang-orang di sekitar. Beberapa memandang Noah dengan iba, Seakan ia akan menerima akibat buruk karena membantah gadis itu.

“Yang beginian lagi,” desah seorang pria botak yang duduk di bangku seberang ruangan.

“Hei! kamu kacangin aku, dasar idiot sialan?!” teriak gadis itu.

Noah mulai kesal. Ia menoleh ke arahnya.

“Hei, tuan putri. kamu nggak tahu sopan santun ya? Antre dan tunggu giliran,” katanya dengan wajah jengkel.

Tiba-tiba seluruh aula menjadi sunyi. Bahkan para resepsionis di konter lain berhenti bekerja.

“kamu … barusan manggil aku apa?!” Gadis itu mencabut pedangnya dari sarung di pinggang.

“Putri. Kenapa? Nggak suka pujian? Atau aku harus manggil kamu cantik?” jawab Noah dengan ekspresi tenang.

“Bajingan! aku cowok!” kata gadis itu … Eh pria itu.

Apa?

kamu pasti bercanda. kamu terlalu cantik buat jadi laki-laki,” kata Noah dengan nada terkejut.

Wajah yang mengaku pria itu memerah dipenuhi amarah. Mendengar itu, kerumunan tiba-tiba meledak dalam tawa.

“Hahaha! Terlalu cantik buat jadi laki-laki? Yang ini baru! Hahaha!”

Banyak orang mulai menertawakan si pirang yang kini mengarahkan ujung pedangnya ke Noah.

Resepsionis tua di balik konter menghela napas.

“Jangan bikin masalah. Ini cuma salah paham,” katanya kepada pemuda pirang yang cantik itu.

“Apa yang kamu bilang? kamu nggak tahu siapa aku? Mau tulang kamu dipatahin sama tim petualang aku, tua bangka?!” teriaknya, gemetar menahan amarah Seakan siap menerjang resepsionis itu kapan saja.

Noah sudah muak.

“Di dalam gedung asosiasi boleh mukul orang nggak?” tanyanya pada resepsionis tua.

Pria itu tertegun, lalu cepat menjawab, “Selama gak menyebabkan luka parah.”

“Begitu ya,” jawab Noah santai.

“kamu pikir kamu bisa ngalahin aku, bajingan?!” teriak si pirang.

PLAAR!

Suara tamparan keras dan tajam menggema di aula.

Banyak orang ternganga. Sebagian lainnya terpaku di tempat.

Di depan Noah, pemuda pirang yang sejak tadi memakinya tergeletak di lantai.

Pipi kirinya dipenuhi bekas jari merah. Ia tumbang hanya dengan satu tamparan.

“Pergi dari sini sebelum aku benar-benar marah.”

1
umar aryo
gass Thor...
umar aryo
di tunggu updatenya ya
umar aryo
lanjut thorrr
umar aryo
weleh.....
umar aryo
walah...
umar aryo
arus cerita yg unik meski sedikit naif
umar aryo
jos gandos
umar aryo
wiiihhhh... dewa di katain.... anjirrr
umar aryo
mantap... 😄🤣🤣
umar aryo
jalan cerita nya halus Thor... lanjutkan
Piw Piw: terima kasih
total 1 replies
Amir Machmud
thor..ayo dilanjut..aku tambah penasaran...tak tunggu..
Amir Machmud
lanjut bab...beli coin atau lihat seponsor...
Amir Machmud
gimana kelanjutannya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!