NovelToon NovelToon
Dinikahi Sahabat Ayah

Dinikahi Sahabat Ayah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Katya dan Donny dipertemukan bukan oleh cinta, melainkan oleh keputusan orang dewasa, norma, dan takdir yang berjalan terlalu cepat. Mereka datang dari dua dunia berbeda—usia, cara pandang, dan luka—namun dipaksa berbagi ruang paling intim: pernikahan.

Novel ini bukan sekadar kisah beda usia.
Ia adalah cerita tentang pertumbuhan, batas, rasa bersalah, dan kemungkinan cinta yang datang paling tidak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hutan Nyawa di Balik Tahta

Masa pemulihan Donny pascaoperasi jantung membawa ketenangan yang tak biasa di kediaman mereka. Atas saran dokter, Donny harus menepi sejenak dari hiruk-pikuk ibu kota. Katya memutuskan untuk membawa suaminya dan Arkan ke sebuah vila di daerah pegunungan yang sepi, jauh dari jangkauan dewan direksi yang haus kekuasaan.

Di sana, di antara kabut pagi dan aroma pinus, Donny menghabiskan waktunya dengan membaca buku-buku lama yang selama ini ia abaikan. Suatu sore, saat Katya sedang membantu Donny merapikan tumpukan berkas pribadi yang dibawa dari brankas rumah Jakarta, sebuah kotak kayu tua yang terkunci rapat jatuh dari tumpukan.

"Ini kotak apa, Mas? Kelihatannya sangat tua," tanya Katya sambil memungutnya.

Donny menatap kotak itu dengan pandangan yang mendadak redup. "Itu milik Ayahmu, Katya. Dia menitipkannya padaku lima belas tahun yang lalu, memintaku untuk membukanya hanya jika aku merasa hidupku sudah hampir berakhir. Dan kurasa... setelah apa yang terjadi di ruang operasi kemarin, ini adalah waktunya."

Dengan tangan yang masih sedikit gemetar, Donny membuka kunci kotak itu. Di dalamnya tidak ada emas atau perhiasan. Hanya ada sebuah buku tabungan kusam atas nama Arman, beberapa lembar sertifikat tanah di daerah kumuh yang kini telah menjadi kawasan bisnis elit, dan sebuah surat perjanjian yang ditulis tangan di atas kertas yang sudah menguning.

Katya membaca surat itu dengan napas tertahan. Air matanya mulai mengalir saat menyadari kenyataan yang tertulis di sana.

Ternyata, modal awal Donny membangun Adiwangsa Group dua puluh tahun lalu bukan berasal dari pinjaman bank atau investor. Modal itu berasal dari seluruh uang pensiun dini Arman dan hasil penjualan satu-satunya rumah warisan orang tua Arman.

"Don, pakai uang ini. Bangunlah mimpimu. Aku percaya padamu lebih dari aku percaya pada diriku sendiri. Jangan kembalikan padaku, tapi kembalikan pada masa depan putriku nanti jika aku sudah tidak ada." begitulah bunyi catatan kecil Arman di balik sertifikat itu.

"Ayah... Ayah memberikan segalanya?" bisik Katya tak percaya.

Donny mengangguk, matanya berkaca-kaca. "Dulu, saat kita masih di kontrakan sempit, aku hampir menyerah karena bangkrut. Ayahmu datang malam-malam, memberikan kotak ini. Dia bilang dia tidak butuh rumah mewah, dia hanya butuh sahabatnya sukses agar bisa menjaga keluarganya. Itulah alasan kenapa aku sangat gila kerja, Katya. Itulah alasan kenapa aku merasa tidak pernah cukup baik untukmu."

Donny menggenggam tangan Katya. "Selama ini, publik mengira aku adalah pahlawan bagi keluargamu karena membiayai pengobatan Arman. Padahal kenyataannya, aku hanya sedang mencoba mencicil hutang budi yang bunganya adalah seluruh hidupku. Perusahaan Adiwangsa ini... sebenarnya adalah milik Ayahmu."

---

Kebenaran ini mengguncang jiwa Katya. Ia segera menelepon ayahnya dan meminta Arman datang ke vila. Malam itu, di depan perapian yang menyala, konfrontasi antara dua sahabat lama itu terjadi di depan Katya.

"Kenapa Ayah tidak pernah bilang?" tanya Katya pada Arman.

Arman tertawa kecil, suara tawanya terdengar tulus dan tanpa beban. "Untuk apa, Ya? Uang itu hanya kertas. Tapi melihat Donny menjadi pria yang terhormat dan melihat dia mencintaimu dengan cara yang tidak bisa dilakukan pria lain, itu adalah keuntungan berlipat-lipat bagiku."

"Tapi Ayah menderita di kontrakan itu selama bertahun-tahun!" seru Katya.

"Aku tidak menderita," Arman menepuk bahu Donny yang duduk tertunduk di sampingnya. "Aku punya sahabat yang setiap malam datang membawakan martabak dan harapan. Itu lebih dari cukup. Donny sudah membayar semuanya, Ya. Dia membayar dengan kesetiaannya, dengan namanya, dan dengan jantungnya yang hampir berhenti demi menjagamu."

Momen itu menjadi titik balik bagi Donny. Beban rahasia yang ia pikul selama puluhan tahun akhirnya lepas. Ia menyadari bahwa pengabdiannya selama ini bukan lagi soal hutang budi, melainkan bentuk syukur atas cinta seorang sahabat yang sudah dianggapnya saudara sendiri.

---

Namun, kedamaian itu terusik oleh sebuah telepon dari Zaky. Rupanya, faksi Bramantyo di kantor menemukan celah dari masa lalu mengenai aliran dana awal perusahaan. Mereka mencoba memutarbalikkan fakta, menuduh Donny telah melakukan penipuan terhadap Arman di masa muda untuk merampas modalnya. Mereka ingin menghancurkan reputasi Donny dengan narasi bahwa "Donny Adiwangsa membangun kekayaannya di atas keringat sahabatnya yang miskin."

"Mereka akan menggunakan ini untuk membatalkan kontrak merger kita bulan depan, Mas," ujar Katya setelah mendengar laporan Zaky.

Donny menatap Katya dengan ketenangan yang baru. Operasi jantung dan pengakuan Arman tampaknya telah memberinya kekuatan mental yang luar biasa.

"Biarkan mereka mencoba, Katya," ujar Donny dingin. "Kali ini, kita tidak akan melawan dengan hukum korporasi saja. Kita akan melawan dengan kebenaran."

Katya tersenyum. "Aku punya ide, Mas. Bagaimana kalau kita tunjukkan pada dunia siapa pemilik Adiwangsa yang sebenarnya?"

---

Seminggu kemudian, sebuah konferensi pers besar digelar di lobi Adiwangsa Group. Publik mengira Donny akan mengumumkan pengunduran dirinya karena kesehatan. Bramantyo dan kroninya sudah duduk di barisan depan dengan senyum kemenangan.

Donny naik ke atas mimbar, didampingi oleh Katya dan Arman.

"Banyak rumor beredar bahwa saya membangun perusahaan ini dengan cara yang tidak jujur dari sahabat saya, Bapak Arman," Donny memulai, suaranya mantap menggema di ruangan itu. "Hari ini, saya ingin mengonfirmasi bahwa hal itu benar. Tanpa pengorbanan Bapak Arman dua puluh tahun lalu, tidak akan ada gedung ini."

Suasana riuh. Wartawan mulai berebut bertanya. Bramantyo tampak sangat senang, merasa Donny baru saja melakukan bunuh diri karier.

"Namun," lanjut Donny, "sebagai bentuk pertanggungjawaban saya, mulai hari ini, saya mengumumkan pembentukan Arman & Katya Foundation. Seluruh saham mayoritas saya dialihkan ke yayasan ini yang akan dikelola sepenuhnya oleh istri saya. Perusahaan ini tidak akan lagi mengejar keuntungan semata, tapi akan berfokus pada perumahan rakyat dan kesehatan, sesuai dengan visi Bapak Arman saat memberikan modalnya dulu."

Wajah Bramantyo berubah pucat pasi. Dengan pengalihan saham ke yayasan keluarga, kekuatan direksi untuk melakukan kudeta musnah seketika. Donny tidak kehilangan kekuasaannya, ia justru mengamankannya di tangan Katya dan ayahnya, sekaligus membersihkan namanya dari segala tuduhan keserakahan.

Arman berdiri di samping Donny, merangkul bahu pria yang lebih muda darinya itu. "Dia tidak pernah menipuku. Dia adalah investasiku yang paling berhasil."

Tepuk tangan membahana. Katya menatap suaminya dengan rasa bangga yang tak terlukiskan. Di tengah sorot lampu kamera, ia menyadari bahwa cinta mereka kini telah naik kelas. Bukan lagi soal asmara beda usia, tapi tentang sebuah dinasti yang dibangun di atas integritas dan persahabatan sejati.

Terlihat pemandangan mereka bertiga yang berdiri tegak menghadapi badai. Namun, saat mereka berjalan keluar dari gedung, Donny membisikkan sesuatu pada Katya.

"Setelah ini, saya ingin benar-benar pensiun, Katya. Saya ingin menghabiskan sisa waktu saya hanya untuk melihat Arkan tumbuh dan... mungkin menambah satu adik untuknya?"

Katya tertawa, wajahnya merona merah. "Mas baru sembuh, jangan macam-macam dulu!"

Di balik kebahagiaan itu, mereka bersiap menuju babak akhir kehidupan mereka—sebuah penyelesaian yang manis dari perjalanan panjang seorang sahabat ayah yang akhirnya menemukan rumah di hati sang putri.

1
awesome moment
sll bgitu kn?
awesome moment
g salah koq. p lg tanpa ikatan darah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!