NovelToon NovelToon
Pemberontak Para Dewa Season 2

Pemberontak Para Dewa Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Keluarga / Action / Persahabatan / Mengubah sejarah / Mengubah Takdir
Popularitas:43.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menyelamatkan Alam Dewa dan mencapai ranah Dewa Sejati, Shi Hao terpaksa meninggalkan rumah dan orang-orang yang dicintainya demi mencegah kehancuran dimensi akibat kekuatannya yang terlalu besar.

Namun, saat melangkah keluar ke Alam Semesta Luar, Shi Hao menyadari kenyataan yang kejam. Di lautan bintang yang tak bertepi ini, Ranah "Dewa" hanyalah titik awal, dan planet tempat tinggalnya hanyalah butiran debu. Tanpa sekte pelindung, tanpa kekayaan, dan diburu oleh Hukum Langit yang menganggap keberadaannya sebagai "Ancaman", Shi Hao harus bertahan hidup sebagai seorang pengembara tak bernama.

Menggunakan identitas baru sebagai "Feng", Shi Hao memulai perjalanan dari planet sampah. Bersama Nana gadis budak Ras Kucing yang menyimpan rahasia navigasi kuno ia mengikat kontrak dengan Nyonya Zhu, Ratu Dunia Bawah Tanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 204

Wilayah Nebula Hantu – Zona Buta.

Kegelapan di sini bukanlah ketiadaan cahaya, melainkan kabut Qi hitam yang pekat dan menekan jiwa. Indra Spiritual seorang kultivator biasa akan terhimpit, seolah matanya ditutup kain tebal.

Bahtera Teratai Merah bergerak perlahan, formasi pelindungnya berkedip-kedip tidak stabil.

Di anjungan utama, Nyonya Zhu memegang kipasnya dengan jari memutih. "Kita buta total. Jika ada serangan sekarang, kita tidak akan tahu sampai kepala kita lepas dari leher."

Shi Hao (Jenderal Feng) berdiri tenang di haluan kapal, jubahnya tidak bergerak karena tidak ada angin di zona mati ini. Di sampingnya, Nana berdiri tegak. Matanya (Kuning-Biru) bersinar terang menembus kabut, pupilnya mengecil menjadi garis tajam.

"Kiri... tiga derajat," bisik Nana.

Nyonya Zhu segera memutar kemudi sesuai arahan itu.

WUSH.

Sebuah asteroid raksasa yang tersembunyi dalam kabut melintas tipis di sisi lambung kapal. Jika mereka tidak berbelok, kapal itu pasti sudah hancur.

"Hebat," puji Nyonya Zhu. "Mata anak ini lebih tajam dari Artefak Surgawi."

Tiba-tiba, telinga Nana berkedut. Bulu ekornya berdiri tegak.

"BAHAYA!" jerit Nana. "ARAH! ATAS!"

"Apa? Tidak ada apa-apa di sana!" teriak Luo Tian (Si Mata Tiga) yang mencoba memindai dengan mata ketiganya tapi gagal.

Namun, Shi Hao tidak bertanya dua kali.

"Tie Shan! Tahan arah itu!" perintah Shi Hao.

Tie Shan (Raksasa Batu) tidak ragu. Dia melompat ke sisi kanan kapal, mengaktifkan teknik pertahanannya.

"Tubuh Vajra Gunung Batu!"

Tubuh Tie Shan berubah menjadi abu-abu, Qi Tanah memadat membentuk perisai raksasa di depannya.

BLAM!

Sesuatu yang tak terlihat menghantam perisai Tie Shan dengan kekuatan mengerikan.

Suaranya seperti gunung bertabrakan. Tie Shan terdorong mundur lima tombak, kakinya membajak lantai kayu geladak.

"Benda apa ini?!" raung Tie Shan, menahan tekanan yang meretakkan lengan batunya. "Aku tidak melihat apa-apa tapi rasanya berat sekali!"

Di udara kosong, riak transparan bergetar. Perlahan, wujud penyerang itu mulai terlihat karena distorsi energinya.

Seekor Kraken Hampa (Void Octopus) raksasa.

Tubuhnya menyatu dengan kegelapan nebula. Delapan tentakelnya panjang dan transparan, masing-masing setebal pohon raksasa. Dan di kepalanya yang lunak, terdapat seribu mata kecil yang berkedip menjijikkan.

Monster: Kraken Hampa Seribu Mata. Ranah: Kesengsaraan Besar (Great Vehicle) Puncak.

Makhluk ini satu tingkat di atas Penyatuan Kehampaan, dan hanya selangkah lagi menuju Dewa Sejati, ini adalah bencana.

"Luo Tian! Serang matanya!" teriak Nana, jarinya menunjuk ke titik spesifik di udara kosong. "Tiga tombak di atas kepala Tie Shan! Itu pusat sarafnya!"

Luo Tian mengatupkan gigi. Dia mempercayai gadis kucing itu.

"Jarum Jiwa Penembus Langit!"

Mata ketiga di dahi Luo Tian menembakkan energi ungu tipis yang terkonsentrasi. Energi itu melesat lurus ke arah yang ditunjuk Nana.

SPLAT!

Energi ungu itu tepat mengenai mata utama si Gurita yang tersembunyi.

GWOOOOOO!

Monster itu melolong kesakitan. Getaran suaranya membuat kaca-kaca di kapal pecah. Tentakelnya mengamuk, menghantam geladak kapal secara acak.

"Shu Ling!" perintah Shi Hao.

Bayangan kecil melesat. Shu Ling (Si Tikus) berlari di sepanjang tentakel raksasa itu dengan kecepatan kilat, belatinya dialiri racun korosif.

Dia menyayat tentakel yang mencengkeram tiang layar, memaksanya lepas.

"Kerja bagus," kata Shi Hao. Dia melangkah maju. "Kalian bertahan dengan baik. Sekarang giliran ku."

Shi Hao mengeluarkan pedang Leviathan Asuranya.

Aura Dewa Sejati meledak sesaat, menekan kabut hitam di sekitarnya.

"Ikan cumi-cumi..."

Shi Hao melompat. Tubuhnya menjadi kilatan cahaya Abu-abu.

"Tebasan Nirwana: Pemutus Ombak."

Shi Hao tidak menebas tentakelnya. Dia menebas ruang di mana monster itu berada.

ZING.

Garis cahaya membelah kegelapan nebula.

Gurita raksasa itu membeku. Sesaat kemudian, kepalanya yang besar terpisah dari badannya. Darah biru menyembur seperti hujan deras, membasahi geladak Bahtera Teratai Merah.

Bangkai monster tingkat Kesengsaraan Besar itu jatuh melayang ke dalam kehampaan.

"Ambil inti rohnya, Shu Ling," perintah Shi Hao sambil menyimpan kembali pedangnya. "Itu mahal."

Mereka terengah-engah, namun mata mereka berbinar. Mereka baru saja bekerja sama membunuh monster yang dulu hanya bisa mereka impikan untuk dilawan.

Setelah bangkai gurita itu jatuh, kabut di depan mereka sedikit menipis karena ledakan energi barusan.

Di balik kabut yang tersibak, sebuah pemandangan mengerikan terlihat.

Sebuah Bahtera Perang Emas raksasa tiga kali lebih besar dari kapal Nyonya Zhu—mengapung dalam keheningan abadi.

Lambungnya penuh lubang, layarnya robek. Namun, lambang di haluannya masih terlihat jelas meskipun berkarat: Naga Emas Melilit Matahari.

"Itu..." Nyonya Zhu menutup mulutnya kaget. "Itu adalah Bahtera Ekspedisi Naga Langit! Kapal legendaris Kekaisaran Naga yang hilang 100 tahun lalu!"

"Konon kapal itu membawa upeti untuk Kaisar Dewa, tapi menghilang tanpa jejak."

Mata Shi Hao menyipit. "Menarik. Ayo kita lihat apa yang membunuh mereka."

Shi Hao melompat melintasi ruang hampa, mendarat di geladak kapal hantu itu. Nyonya Zhu dan Shu Ling (si ahli harta karun) menyusul.

Di dalam kapal, pemandangannya mengerikan. Tulang-belulang prajurit naga berserakan. Mereka tidak mati karena monster, tapi karena... saling membunuh?

Shi Hao berjalan ke kabin kapten. Di sana, duduk kerangka seorang Jenderal Naga yang memegang sebuah Slip Giok (Jade Slip) pencatat pesan.

Shi Hao mengambil slip giok itu dan mengalirkan Qi-nya.

Sebuah suara rekaman yang panik dan ketakutan bergema di pikiran Shi Hao.

..."Hari ke-90. Kami tersesat. Kabut ini... bukan kabut biasa. Ini adalah ilusi."...

..."Ada seseorang di sini. Bukan monster. Tapi seorang pemuda... Dia... Dia memakan Jenderal Li."...

..."Dia menyebut dirinya Xing Tian. Dia mencari 'Wadah Sempurna'. Dia bilang tubuh naga kami terlalu lemah..."...

..."Jika ada yang menemukan pesan ini... Hati-hati di Turnamen. Xing Tian akan datang. Dia adalah Pemangsa Bintang (Star Eater)..."

Rekaman berakhir dengan suara jeritan dan tulang patah.

Shi Hao meremukkan slip giok itu menjadi debu.

"Xing Tian," gumam Shi Hao. "Pemangsa Bintang."

Nyonya Zhu wajahnya pucat. "Xing Tian? Itu nama tabu! Legenda mengatakan dia adalah kultivator sesat yang diusir dari Pusat Semesta 500 tahun lalu karena mempraktikkan Teknik Seni Melahap. Kupikir dia sudah mati!"

"Ternyata dia bersembunyi di sini, memakan kultivator yang lewat untuk memulihkan diri," analisis Shi Hao.

"Dan sekarang... dia akan keluar untuk Turnamen."

Shi Hao melihat sekeliling kabin. Harta karun kapal ini (Emas, Permata, Artefak) masih utuh. Xing Tian tidak butuh harta. Dia hanya butuh daging dan darah kultivator kuat.

"Shu Ling, angkut semua harta di kapal ini ke kapal kita," perintah Shi Hao. "Ini modal perang kita."

"Tapi Tuan..." Nyonya Zhu gemetar. "Jika Xing Tian ada di turnamen nanti... kita tidak punya harapan! Dia adalah monster tua!"

Shi Hao tersenyum dingin. Matanya memancarkan api tantangan.

"Justru itu yang kucari."

"Aku butuh lawan yang kuat untuk menguji batasan ku."

Shi Hao berjalan keluar dari kapal hantu itu, menatap ke arah cahaya di ujung nebula—jalan keluar menuju wilayah turnamen.

"Ayo berangkat. Jangan biarkan si Pemangsa Bintang itu menunggu terlalu lama."

1
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
Eka suci
lanjuuut
Eko Lana
hahahaha...mulai melanjutkan petualangan baru mantap👍
Eka suci
asender dari bumi langsung ke dunia langit
Rhaka Kelana
cerita bagus, bahasa yang lugas...seru, tegang...romansa dalam bahasa yang halus , lanjutkan karya mu thor .....👍👍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hajar semua iblis🌟🐉🔥🔛
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Kepruk jadikan bothok🔝🌟🐉🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Tak ada wkt tnp pertarungan..
Muantebz 🔝🐉🔥🌟🔛
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Sarapan 🔝🐉🔥🌟
Harman Loke
bunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhh semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyaaaaa jangan beri ampun bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii
Harman Loke
bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii rataaaaaaaaaaaaakaaaann dengaaaaaaaaaaaaaaannn tanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔝🔛 🔝
Harman Loke
mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappppp banget musuh musuhmu Zhu Shi Hao lari tunggang langgang3
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Seruuuuuuu 🔝⚔️❤️
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🐉🌟
Harman Loke
kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn tekaaaaaaaaaaaaaaaaadmuuuuuuuuuu Shen Zhu Shi Hao
Harman Loke
fokuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssss teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss
Harman Loke
kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss tekaaaaaaaaaaaaaaaaadmuuuuuuuuuu Zhu Shi Hao
Harman Loke
matiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii kooooooooooooooooooooo semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyaaaaa
Harman Loke
bunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhh bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii habiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiissiiiiiiiiiiiii semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyaaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!