NovelToon NovelToon
Menembus Ruang Waktu

Menembus Ruang Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: astiana Cantika

Ceni yang tak lama ini baru kehilangan sang sahabat untuk selamanya, kini ia harus menelan pahit nya kehidupan karena harus kehilangan untuk yg ke sekian kali nya yaitu sang kakek tercinta.
Sebelum kematiannya, sang kakek sempat memberikan sebuah giok dan cincin dengan ukiran rumit dan kuno, yg kata nya warisan turun temurun.

Bagaimana kah kisah kelanjutan nya.?

Nantikan kisah Ceni di cerita ini.😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiana Cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiba Di Istana Kekaisaran

Zeno yg mengerti pun menjauh, ia lebih memilih mandi agak jauh dari kedua gadis cantik itu, senakal-nakal nya Zeno dulu , tapi ia tidak pernah sekali pun main perempuan.

Oleh sebab itulah saat ini demi menjaga privasi kedua gadis itu, Zeno memilih menjauh.

Ceni yg melihat Zeno menjauhi mereka dan memilih mandi di sebelah sungai yg sedikit dalam pun tersenyum kecil.

Setelah melihat Zeno tidak berada di dekat mereka dan memastikan tak ada siapapun, Ceni pun menanggalkan pakaiannya dan hanya tersisa salaman saja agar memudahkan ia untuk menggosok tubuh nya menggunakan sabun, hal yg serupa pun di lakukan Ying Zu.

Setelah cukup lama kedua gadis itu bebersih akhir nya Ceni dan Ying Zu pun menyudahi mandi mereka lalu berganti pakaian sederhana.

Ying Zu sempat bertanya kenapa Ceni yg biasanya tampil mempesona sekarang malah memilih pakaian sederhana layak nya rakyat jelata, beda lagi kalau itu Ying Zu sebab ia sudah terbiasa menggunakan pakaian lusuh.

Ceni pun menjawab bahwa ini adalah strategi untuk meyakinkan kakek Ying Zu bahwa kehidupan Ying Zu di kediaman ayah nya sangat miris.

Tapi hal itu memang benar ada nya tanpa di buat-buat, ayah nya saja sangat begitu memanjakan anak selir dari pada dirinya.

Ying Zu pun kagum dengan ide Ceni, nanti setelah tiba di perbatasan gerbang istana , Ceni berniat akan memasukkan kuda-kuda ke ruang penyimpanan sebab ruang penyimpanan nya dan Zeno bisa memasukkan makhluk hidup tak terkecuali kuda.

Lalu setelah itu Ying Zu pun memimpin jalan dengan di ikuti oleh Ceni dan Zeno di belakang nya.

Setelah berjam-jam berkuda tanpa henti, kini mereka pun tiba di tempat tujuan yaitu pasar kekaisaran yg jarak nya tak jauh dari istana kekaisaran.

Ying Zu yg mengerti kode dari Ceni pun memilih tempat aman dan sepi agar bisa memasukkan kuda-kuda ke ruang penyimpanan, lalu setelah itu ketiga nya memilih berjalan santai menuju gerbang istana yg di jaga beberapa prajurit istana.

Sesampainya di hadapan gerbang, mereka pun di berhentikan oleh prajurit yg berjaga dan berpatroli.

" Tunjukkan token negara kalian." ucap salah satu prajurit.

Ying Zu pun menunjukkan token anggota kekaisaran yg berarti adalah salah satu kerabat kaisar.

Melihat token tersebut, para prajurit yg berjaga pun menekuk sebelah kaki.

"Maafkan kelancangan kami putri." Ucap serempak prajurit sambil menunduk dalam.

"Tidak apa-apa paman, aku membawa teman-teman ku sekalian, apakah kalian keberatan.?" tanya Ying Zu.

"Sama sekali tidak keberatan putri." Ucap mereka.

Ying Zu pun mengangguk lalu berjalan melewati prajurit bersama Ceni dan Zeno.

"Hebat sekali identitas mu nona Ying Zu." Ucap Zeno.

"Tentu saja, aku adalah cucu perempuan satu-satunya di istana kekaisaran sebab itulah kakek kaisar lebih tepat nya saudara kandung kakek jenderal itu menobatkan ku sebagai putri negara yg harus di jaga." Ujar Ying Zu tersenyum.

Lalu tatapan Ying Zu berubah sendu.

"Betapa bodoh nya aku selama ini selalu tertindas tapi tak berani mengadu pada kakek-kakek ku." Ucap Ying Zu merasa bersalah karena kerap membohongi para kakek nya dan selalu bilang bahwa ia baik-baik saja apalagi sang ibu yg bahkan memilih mengalah demi cinta sehingga anak nya menjadi korban penindasan sebab ibu nya memilih diam.

"Ying Zu, kini saat nya kau membalas apa yg mereka lakukan padamu." ucap Ceni mengelus bahu Ying Zu yg bergetar.

Ying Zu pun mengangguk, begitu memasuki halaman istana yg begitu luas dan megah ternyata kedatangan Ying Zu sudah di ketahui oleh kaisar dan seluruh anggota keluarga istana lewat informasi yg prajurit jaga berikan .

Kaisar dan seluruh anggota keluarga yg mendengar kedatangan putri kecil mereka pun menyambut kedatangan nya sebab sudah bertahun-tahun lamanya tak mengetahui kabar putri kecil mereka yg seakan hilang di telan bumi bahkan keberadaan nya seakan di sembunyikan, siapa lagi kalau bukan ayah nya yaitu Ying san yg turut andil.

Semua pun berhamburan hendak ke halaman istana sesampainya di depan halaman pandangan mereka terpaku pada ketiga sosok yg berdiri di tengah-tengah halaman tapi yg membuat tatapan mereka merasa miris ialah menatap seorang gadis yg sedikit pendek dengan kepala tertunduk di samping gadis yg cantik dengan tinggi semampai itu.

"Zu'er, apakah gadis kecil itu zu'er." Tanya salah satu bibi Ying Zu.

Ceni yg mendengar suara bibi nya Ying Zu pun mengangguk dengan tatapan tegas.

Bibir Ying Zu bergetar menahan tangis, genggaman tangan nya terkepal kuat betapa ia merindukan para paman, para bibi dan sepupu-sepupu nya itu, karena hanya di sini lah ia bisa mendapatkan limpahan kasih sayang dari orang-orang yg menyayangi nya.

Ternyata kaisar saat ini adalah putra pertama kakek kaisar yg baru kemarin naik tahta di karena kan kakek kaisar selalu sakit-sakitan dan tak bisa untuk melanjutkan mengurus pemerintahan jadi dengan terburu-buru pula paman putra mahkota yg saat ini menjadi kaisar dilantik atas titah kaisar tua.

Orang pertama yg memeluk ying Zu adalah permaisuri yaitu Xin nie putri dari dinasti Xin yg saat ini sudah di peristri oleh Hwang Shen yaitu kaisar saat ini.

"Kau kemana saja Zu'er, kenapa tak pernah berkunjung kemari, kau tau bibi sangat merindukan mu." Ucap permaisuri menitikkan airmata nya.

"Maaf bibi." Ucap Ying Zu dengan suara serak.

Hanya Ying Zu yg di perbolehkan memanggil Anggota kekaisaran dengan panggilan seperti biasa tanpa embel-embel kaisar atau permaisuri atau bahkan putra mahkota.

Permaisuri hanya memiliki satu putra yaitu putra pertama nya setelah belasan tahun yg lalu kehilangan bayi perempuan mereka untuk selamanya dan pada malam itu Xin nie yg masih berstatus putri mahkota melahirkan secara bersamaan dengan ibu nya Ying Zu, maka dari itulah setelah kehilangan bayi nya permaisuri melimpah kan kasih sayang pada Ying Zu yg terlahir bersamaan dengan bayi nya saat itu, hanya saja Ying San selalu menatap Xin nie dengan pandangan tak suka apabila Ying Zu berdekatan dengan Xin nie.

Ceni menyipitkan mata nya kala melihat banyak kesamaan antara permaisuri dan juga Ying Zu.

"Aneh, mereka bukan ibu dan anak tapi kok postur wajah mereka sama, apa anggota kekaisaran tak melihat itu.?" Batin Ceni.

"Salam untuk permaisuri dan juga kaisar semoga kalian selalu di beri umur panjang dan kesejahteraan." Ucap Ceni membungkukkan badan nya tanda hormat pada orang orang no satu di kekaisaran itu.

Bersambung.

1
Erna Fkpg
semangat thor kutunggu kelanjutannya 💪💪💪
Mineaa
waaaaaahhhh...... bakalan tambah seru nich part selanjutnya.....
jadi ga sabar.....
Ida Kurniasari
lanjut thorr 😍😍
Ida Kurniasari
seru thor😍
Erna Fkpg
terimakasih thor kutunggu upnya selanjutnya 👍👍👍
Astiana 💕: sip 👍
total 1 replies
Erna Fkpg
GK sabar nunggu kehancuran yin sang
Erna Fkpg
lanjut thor
Erna Fkpg
bagus semoga GK berhenti ditengah jalan
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Sribundanya Gifran
nungguin ya, tunggu aja sampai pesta kembalinya ying zu di kerajaan,
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪
Marsya
jgn2 yg gx slamat cucu kakek jendral alias meninggal trus diganti sama anak kaisar makanya bpaknya gx syang oeg bkan darah dagingnya
Sribundanya Gifran
lanjut
Murni Dewita
zu anak permaisuri yang sengaja di tukar deh
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
aria
lanjut
Murni Dewita
double up thor
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Murni Dewita
dikit amat thor
aria
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!