NovelToon NovelToon
Ta'Aruf Terindah

Ta'Aruf Terindah

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Ragnar Aditya van Der Veen—pria berdarah campuran Indonesia–Belanda—memiliki segalanya: karier mapan di Jakarta, wajah tampan, dan masa lalu yang penuh gemerlap. Namun di balik itu semua, ia menyimpan luka dan penyesalan yang tak pernah benar-benar sembuh. Sebuah kesalahan di masa lalu membuatnya kehilangan arah, hingga akhirnya ia memilih kembali pada jalan yang lebih tenang: hijrah, memperbaiki diri, dan mencari pendamping hidup melalui ta’aruf.
Di Ciwidey yang sejuk dan berselimut kebun teh, ia dipertemukan dengan Yasmin Salsabila—gadis Sunda yang lembut, sederhana, dan menjaga prinsipnya dengan teguh. Yasmin bukan perempuan yang mudah terpesona oleh penampilan atau harta. Baginya, pernikahan bukan sekadar cinta, tapi ibadah panjang yang harus dibangun dengan kejujuran dan keimanan.
Pertemuan mereka dimulai tanpa sentuhan, tanpa janji manis berlebihan—hanya percakapan-percakapan penuh makna yang perlahan mengikat hati. Namun perjalanan ta’aruf mereka tak semulus jalan tol.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sehari Sebelum Akad

Langit Ciwidey pagi itu bersih, biru tanpa cela. Udara terasa lebih segar dari biasanya, seolah alam pun ikut menyambut hari yang semakin dekat. Rumah Yasmin mulai ramai oleh sanak saudara yang datang membantu persiapan akad yang dijadwalkan esok pagi.

Di ruang tengah, kain putih dan bunga melati dirangkai sederhana. Tidak ada dekorasi berlebihan. Yasmin memang tidak pernah menginginkan pesta mewah. Baginya, yang penting adalah sah—dan berkah.

Namun di balik wajah tenangnya, hatinya tetap bergetar.

Sehari lagi.

Sehari lagi ia akan menyandang status baru.

Ia duduk di kamar, memandangi gaun akad sederhana berwarna putih gading yang tergantung rapi. Tangannya menyentuh kain itu pelan, seakan memastikan semua ini nyata.

Ibunya masuk tanpa mengetuk.

“Deg-degan?” tanyanya sambil tersenyum.

Yasmin tertawa kecil. “Sedikit… atau mungkin banyak.”

Ibunya duduk di sampingnya.

“Takut menikah itu wajar,” ucapnya lembut. “Yang tidak wajar kalau menikah tanpa rasa tanggung jawab.”

Yasmin mengangguk.

“Yasmin bukan takut pada pernikahannya, Bu,” katanya pelan. “Yasmin takut tidak bisa menjadi istri yang baik.”

Ibunya menggenggam tangannya.

“Tidak ada istri yang langsung sempurna. Semua belajar. Yang penting, kamu dan dia mau sama-sama memperbaiki diri.”

Yasmin menarik napas panjang.

Ia teringat perjalanan beberapa bulan terakhir. Dari pertemuan canggung pertama dalam proses ta’aruf, rahasia masa lalu Ragnar yang terungkap, ujian kasus lama, hingga lamaran sederhana di teras rumah.

Semua terasa seperti mimpi yang panjang.

________________________________________

Di Jakarta, Ragnar juga tidak kalah gelisah.

Ia berdiri di depan cermin, mencoba jas yang akan ia kenakan esok hari. Bukan jas mahal dengan potongan internasional seperti biasa ia pakai dalam rapat-rapat bisnis. Hanya setelan sederhana yang ia pilih sendiri tanpa banyak pertimbangan gengsi.

Ayahnya masuk ke kamar hotel tempat mereka menginap.

“Kamu terlihat tegang,” komentar ayahnya santai.

Ragnar tersenyum tipis. “Aku pernah presentasi di depan ratusan investor tanpa gemetar. Tapi besok… rasanya berbeda.”

Ayahnya tertawa kecil.

“Karena besok bukan tentang angka dan reputasi. Besok tentang komitmen.”

Ragnar mengangguk pelan.

“Ayah,” katanya setelah hening beberapa detik, “apa Ayah pernah takut sebelum menikah dengan Ibu?”

Ayahnya berpikir sejenak.

“Takut tidak bisa membahagiakan. Takut gagal. Tapi justru rasa takut itu yang membuat Ayah belajar bertanggung jawab.”

Ragnar menunduk.

“Aku sudah membuat banyak kesalahan dalam hidupku.”

Ayahnya menepuk bahunya.

“Dan kamu sudah berani menghadapinya. Itu yang terpenting. Jangan jadikan masa lalu sebagai bayangan. Jadikan ia pelajaran.”

Ragnar menghela napas panjang.

Besok, ia tidak hanya mengucap ijab kabul.

Ia akan memulai hidup baru yang ia perjuangkan dengan susah payah.

________________________________________

Malam sebelum akad, Yasmin melaksanakan salat tahajud lebih lama dari biasanya. Sujudnya panjang. Doanya lirih.

“Ya Allah, jika pernikahan ini mendekatkanku pada-Mu, mudahkanlah. Jika ada kekurangan dalam dirinya, jadikan aku penenang. Jika ada kekurangan dalam diriku, jadikan dia pembimbing.”

Air matanya jatuh tanpa suara.

Di kamar berbeda, Ragnar juga berdoa.

“Ya Allah, aku tidak meminta rumah tangga yang tanpa ujian. Aku hanya meminta hati yang kuat untuk menjaganya.”

Dua doa yang terpisah jarak, tapi menuju langit yang sama.

________________________________________

Pagi datang lebih cepat.

Rumah Yasmin mulai sibuk sejak subuh. Saudara-saudaranya membantu menyiapkan kursi dan meja sederhana untuk akad. Tidak ada pelaminan mewah. Hanya latar kain putih, bunga melati, dan kursi kayu.

Yasmin duduk di kamar, dirias tipis oleh sepupunya. Wajahnya terlihat anggun dalam kesederhanaan.

Ketika suara mobil terdengar di halaman, jantungnya berdegup lebih kencang.

Ragnar datang.

Dengan langkah mantap, ia memasuki rumah bersama keluarganya. Wajahnya tenang, meski tangannya sedikit dingin.

Ia duduk berhadapan dengan ayah Yasmin.

Suasana hening.

Penghulu membuka acara dengan khutbah singkat tentang makna pernikahan—tentang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Ragnar menatap lantai, mencoba mengatur napas.

Saat tiba waktunya ijab kabul, suara ayah Yasmin terdengar tegas menyebut namanya.

Ragnar menjawab dalam satu tarikan napas.

Lancar.

Jelas.

Sah.

Suara “sah” dari para saksi menggema lembut di ruangan.

Untuk beberapa detik, dunia terasa diam.

Yasmin menahan tangis ketika penghulu memanggilnya keluar untuk penandatanganan buku nikah.

Tatapan mereka bertemu untuk pertama kalinya sebagai suami istri.

Tidak ada sorakan besar.

Tidak ada pesta meriah.

Hanya senyum haru dan air mata yang tertahan.

Ragnar menggenggam tangan Yasmin—kali ini tanpa jarak.

Hangat.

Nyata.

“Terima kasih sudah memilihku,” bisiknya pelan.

Yasmin tersenyum, matanya basah.

“Terima kasih sudah berani menjadi lebih baik.”

________________________________________

Siang itu, acara sederhana berlangsung hangat. Tetangga yang dulu sempat berbisik kini datang membawa doa.

Beberapa bahkan berkata, “Semoga jadi keluarga sakinah.”

Yasmin tidak menyimpan dendam atas komentar lama. Ia tahu manusia mudah menilai tanpa memahami.

Sore menjelang ketika tamu mulai pulang.

Ragnar dan Yasmin duduk sebentar di teras yang sama tempat mereka dulu berbicara tentang rahasia dan ketakutan.

Sekarang, tidak ada lagi jarak.

“Kita benar-benar sampai di sini,” kata Ragnar pelan.

Yasmin mengangguk.

“Perjalanan panjang, ya?”

Ragnar tersenyum. “Dan ini baru awal.”

Yasmin menatap hamparan kebun teh yang membentang luas.

Ia sadar, pernikahan bukan akhir dari cerita cinta mereka.

Ini adalah bab baru—yang mungkin lebih menantang, tapi juga lebih indah.

Angin sore berembus lembut, membawa harum daun teh yang familiar.

Di bawah langit Ciwidey yang mulai jingga, dua insan itu duduk berdampingan.

Bukan lagi sebagai dua hati yang sedang mengenal.

Melainkan sebagai dua jiwa yang telah berjanji.

Dan di sanalah, dalam kesederhanaan yang tenang, Yasmin menyadari satu hal:

Ta’aruf terindah bukanlah yang bebas dari badai.

Melainkan yang tetap bertahan hingga akhirnya Allah menghalalkannya.

1
Alvaraby
namanya juga novel 🤣
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
bukannya kecelakaan motor????
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
kok mbulet y thor,,,,kan diawal sudah dijelaskan masa lalu yang hampir menikah namanya Clara,,,,awal awal ceritanya bagus pertengahan kok mbulet gini????
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
Clara gak ada nyerah nyerahnya y
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
lanjut,,,,,😍😍😍😍😍😍
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
penasaran lanjut,,,
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
masa SMP udah gak ingat wajahnya Yasmin???
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
kata katanya tertata rapi banget thor,,,, lanjut semangat berkarya 💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!