Vanya, Gadis SMA berusia 18 tahun terpaksa menjalani pernikahan dengan Daffin, Laki-laki yang telah menodainya, Yang ternyata adalah lelaki yang selalu bertindak semaunya dan juga kasar.
Namun siapa sangka setelah pernikahan itu secara perlahan Daffin mulai berubah dan juga mulai mencintai Vanya.
Bagaimana usaha yang Daffin lakukan untuk meluluhkan hati Vanya yang selalu bersikap dingin kepadanya?
Bukan cerita CEO, Hanya sebuah cerita perjuangan lelaki yang telah menghancurkan hidup wanita yang menjadi istrinya, Agar wanita itu dapat menerima ia dengan sepenuh hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunyun veganezth, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Datang Lagi
Vanya tertunduk diam, Ingin rasanya menampar orang yang ada di hadapannya saat ini tapi dia ingat, Ia di sekolah ia harus menjaga sikap bahkan juga menjaga jarak dengan Daffin.
"Ini.. Jawaban kamu benar semua, Ternyata kamu pintar juga" ucap Daffin sambil memberikan kertas ulangan Vanya
Saat Vanya hendak mengambilnya Daffin dengan sengaja menyentuh tangan Vanya, Namun Vanya segera menepisnya
Vanya langsung pergi keluar kelas
"Va lama banget sih lo, kita nungguin dari tadi" ujar Fani
"Kenapa enggak pada duluan aja" ucap Vanya
"Kan katanya mau kerumah gue jadi kita nungguin" ujar Meta
"Riri kemana?" tanya Vanya
"Biasa pacaran dulu dia nanti nyusul katanya" ucap Fani
"Ya udah yuk jalan" ajak Meta
Kilas balik
Beberapa hari sebelumnya, Saat semua keluarga Bu Sandra sedang berkumpul di ruang TV
"Ma, Pa, Semuanya kita mau kasih tahu sesuatu" Ucap Daniel suami Bu Sandra
"Sandra hamil" Ucapnya kemudian
Semuanya terperanjat
"Kamu beneran hamil San? tanya Mamanya meyakinkan
"Iya Ma" Jawab Sandra dengan senangnya
"Wah akhirnya" ucap Mamanya sambil memeluk Sandra
"Akhirnya Papa punya cucu juga, Kamu harus jaga Sandra dengan baik ya" Ucap Papa Sandra sambil menepuk pundak Daniel
"Iya pasti Pa" jawab Daniel
"Selamat ya Mas Daniel sama Embak Sandra" Ucap Daffin adik Sandra
"Cuma kata dokter kandungannya agak rentan, dan kalau bisa Sandra harus istirahat total di rumah, Tapi Sandra enggak mau cuti sementara" Ucap Daniel yang terlihat agak kecewa
"Loh kenapa?? Tanya Papanya
"Iya San kalau dokter bilang harus istirahat ya kamu cuti dulu di rumah dulu aja ya" ucap Mama Sandra khawatir
"Enggak bisa Ma, kasihan murid-murid Sandra masih banyak materi yang belum Sandra kasih apalagi sebentar lagi mereka ujian akhir, Sandra enggak bisa lari dari tanggung jawab" Jelas Sandra
"Emang enggak ada guru yang lain yang gantiin kamu sementara waktu" tanya Mama Sandra
"Enggak ada Ma" ujar Sandra
"Ya suruh aja si Daffin yang gantiin kamu dia juga enggak ada kerjaan cuma tinggal nunggu sidang skripsi" ucap Papa Sandra
"Ha? Enggak salah? " Daffin heran
"Iya Fin bener kamu aja yang gantiin Sandra" Ucap Mamanya
"Enggak mau" jawab Daffin ketus
"Fin, kamu enggak kasihan sama kakak kamu" bujuk Mamanya
"Daffin enggak bisa Ma, Lagi apa-apaan sih masa suruh jadi guru, Males ah" ucap Daffin sambil pergi ke kamar nya
"Bener-bener tuh anak kamu kelewatan manjain dia sih" ucap Papa pada Mamanya Sandra
"Udah lah Pa, Enggak apa-apa enggak usah dipaksa Sandra kuat kok" ucap Sandra meyakinkan
Keesokan harinya Daffin dan temannya Leo pergi makan di sebuah Mall yang jaraknya tidak jauh dari tempat kuliah mereka,
"Eh Fin, lo bukannya dari Harapan Bangsa ya?" Tanya Leo
"Iya, kenapa emang lo ada gebetan disana?"tanya Daffin sambil meneguk minumannya
"Cewek-cewek disana boleh juga ya cantik-cantik " ucap Leo
"Apalagi yang itu yang rambutnya panjang itu, Senyumnya manis banget, Gue deketin aja kali ya" ujar Leo
Daffin menoleh ke arah sekumpulan anak perempuan berseragam putih dan rok kotak-kotak hitam
itu kan.. batin Daffin
"Yang itu punya gue"ucap Daffin kemudian
"Punya lo? Udah lo tandain aja gue yang lihat duluan juga" protes Leo
Daffin tidak lagi membalas ucapan Leo dia terus memperhatikan perempuan di depan nya yang tak lain adalah Vanya.
Namun saat Vanya melihatnya ia bergegas pulang, Daffin pun pulang ke rumah nya sesampainya di rumah ia segera menemui kakaknya yang sedang berada di kamar dan berkata
"Embak, penawaran yang kemarin masih berlaku enggak? " tanya Daffin
"Yang mana? Penawaran apa?" tanya Sandra bingung
"Itu yang buat gantiin embak sementara" ucap Daffin
"Oh.. Kamu berubah pikiran? Kenapa kok tiba-tiba?" tanya Kakaknya
"Iya nih, kasihan sama Embak biar Daffin gantiin dulu aja enggak apa-apa" ucap Daffin
"Ya udah besok kamu mulai ya, nanti embak kasih tahu materinya udah sampai mana sama jadwal mengajarnya" ucap Embak sandra
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊
Hai reader yang baca karyaku
Baru mulai update lagi nih karena kemarin mood nya lagi enggak pas buat nulis..
Ini pun sekenanya dulu kalau ada salah kata atau kalimat tolong dikoreksi yah
makasih 😊
Daffin Yuga Pradipta
makasih 🙏🏻😊
tp kn emang niatnya Thor bikin skenario yg kayak gini.
nunggu Vanya positif Bru mom's nya d kasih tau kl Vanya kecolongan d perkosa kakak kelas.
pokok ngikut kakak Thor aja lah