NovelToon NovelToon
Tuan CEO, I LOVE YOU

Tuan CEO, I LOVE YOU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Romantis / Cintamanis / Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:575
Nilai: 5
Nama Author: moms F

"Perpisahan kita bukan salah siapa2. Bukan sepenuhnya salahmu, salah ku , salah dia ataupun salah waktu. Kita adalah dua orang yg tepat, tapi tepat disini bukan sebagai pasangan melainkan sebagai pembelajaran untuk kita menjadi lebih dewasa"

Nada Ageta Putri

"Jika kesalahan ini sebagai pembelajaran. Bisakah aku tetap belajar bersama mu sehingga kita bisa dewasa bersama"

Juna Genio Lin

"Apakah perasaan cinta sebuah kesalahan? Jika memang iya, aku tak ingin perasaan ini. Perasaan ini terus menggerogoti kewarasan ku dan membuat ku menjadi jahat yang menyakiti orang di sekeliling ku"

Senar Anggriani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moms F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. menikahlah

Kelamnya malam berganti menjadi pagi yang cerah. Hari berganti menyambut kehidupan baru yang indah. Ada orang mungkin bersemangat menyambut pagi ini. Dan melakukan aktivitas yang menyenangkan yang ditunggu-tunggu. Dan ada juga orang yang enggan mengawali pagi ini dan ingin malam sedikit lebih panjang karena beban berat yang di pikul nya yang harus ia jalani.

Begitu juga dengan Nada. Ia berharap malam masih panjang dan kejadian yang menimpah diri nya semua hanya sebatas mimpi. Ia tidak ingin cepat terbangun menghadapi hal-hal yang akan menyakiti nya menanti di depan sana.

Kemarin, dalam keheningan malam. Nada yang tak kunjung mengahdirkan rasa kantuk dimatanya . Pikiran Nada seolah-olah bekerja ekstra untuk memikirkan banyak hal. Hal-hal yang membuatnya agar tetap teguh dengan kewarasannya untuk melanjutkan harinya.

Nada menarik nafasnya panjang menahannya beberapa saat lalu menghembuskan perlahan agar suasana hatinya sedikit lega.

Nada bangkit dari kasur dengan sedikit oleng. Kepalanya terasa berat serasa di hantam oleh palu. Nada mencoba duduk sebentar dipinggiran kasur. Menenangkan kepalanya dan suasana hatinya.

 Beberapa saat rasa sakit di kepalanya tak kunjung reda. Nada mencoba mengambil obat di laci meja di samping tempat tidur nya. Dan meminum nya untuk memulihkan rasa sakit di kepalanya yang tak tertahankan.

Setelah rasa sakitnya mereda. Nada mencoba berdiri perlahan berjalan menuju toilet. Didepan wastafel. Nada memercikan air dingin sebanyak-banyaknya ke wajahnya. Nada berharap air dingin dapat menjernihkan otaknya yang sedang kalut. Menjernihkan otaknya supaya agar tetap waras sehingga ia tidak melakukan hal-hal bodoh yang merugikan dirinya.

Nada menatap pantulan wajahnya di depan cermin. Dapat ia lihat wajah yang menyedihkan. Mata yang tampak sembab, bibir yang tampak pucat. Rambut yang tampak acak-acakan. Dia terkekeh miris, baru kali ini ia melihat dirinya berantakan seperti ini. Nada yang biasa rapi dan menyukai keindahan. Sekarang tidak ada untuk saat ini. Yang ada seperti orang yang habis di terjang badai.

Nada menatap dalam ke matanya. Bertanya-tanya pada dirinya.

"Apa yang kurang akan dirinya"

"jika calon suaminya tidak tahan untuk melakukan hubungan itu, Kenap tidak di lakukan dengannya. Kenapa dia tidak mempercepat pernikahan mereka agar ia bisa lebih leluasa tanpa perlu sembunyi-sembunyi dan menyakiti yang lainnya"

"Apa rasa cinta yang diberikan olehnya, hanya sebatas ilusi. Apa kata cinta dan ucapan yang selama ini hanya sebatas kebohongan"

Nada dan Juna selama berpacaran tidak pernah melakukan hal-hal intim. mereka hanya sekedar berpegangan tangan atau Juna hanya mencium keningnya.

Nada pernah melihat teman kuliahnya berciuman yang sangat bergairah. Dan Nada pernah bertanya pada Juna, kenapa mereka tidak melakukan seperti yang dilakukan teman Nada. Dan jawaban Juna ia tidak ingin merusak Nada dan Nada berharga seperti berlian yang harus ia jaga.

Nada terharu mendengar jawaban Juna dan selama empat tahun berpacaran. Mereka tidak pernah melewati batas.

Nada masih menatap dirinya yang berantakan di depan cermin.

"Kenapa perempuan yang sudah ia anggap sebagai keluarga nya, ia anggap sebagai kakaknya tega menyakiti dirinya"

"Apa ia pernah salah kepada keduanya tanpa ia sadari sehingga mereka mengkhianati nya"

Dan masih banyak pertanyaan Nada berkecamuk di otaknya.

Andai saja Juna berkhianat dengan orang yang tak ia kenal. Andai saja abangnya jujur sedari awal. Mungkin Nada tidak merasa kan sakit yang amat sangat. Mungkin masih ada peluang untuk hatinya kembali utuh walaupun perlu waktu.

Tapi semuanya andai, nyata nya sakit yang sedari kemarin menggerogoti hatinya tak sedikitpun merendah. Ia tak tahu sampai kapan ia harus menata nya kembali. Mentapa hatinya yang sudah hancur berkeping-keping.

Sebuah pertanyaan bersarang di otaknya. Apa semua itu benar-benar kecelakaan. Apa sebelum itu mereka telah bersama tanpa sepengetahuan nya. Apa Varo juga sudah tahu hubungan mereka sedari lama tanpa memberi tahunya. Supaya ia tak bersedih.

Bagaimana mereka, orang-orang yang Nada sayangi selama ini bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Apa mereka sengaja melihat dan mentertawakan kebodohan nya.

Sakit kepala yang tadi sudah mereda kini kembali lagi.

Nada memegang kepalanya dan menelan pertanyaan di kepalanya. Ia tak sanggup mendengar fakta-fakta yang akan membuat hatinya kembali hancur karena jawaban yang mereka utarakan.

Nada memilih berdiri di bawa shower mengguyur tubuhnya. Dinginnya air bercampur dengan air mata yang kini kembali. Lagi-lagi Nada tidak menahan tangisannya. Di bawah guyuran shower nada luruh kelantai. Kembali meraung merasakan sakit dihatinya.

Siang harinya suasana di ruang tamu Vila masih sama dengan kemarin. Tak satupun dari mereka beranjak memulai aktivitas mereka seperti biasa. Mereka menunggu Nada yang sedari pagi belum keluar kamar. Rasa khawatir, bersalah berkecamuk menjadi satu.

Tap

Tap

Suara langkah kaki memecahkan keheningan mereka. Dapat dilihat Nada melangkah menghampiri mereka dan duduk di samping Enzo.

Sebab bagi Nada, hanya Enzo yang memberikan rasa aman untuk saat ini. Dan untuk Ayah nya. Nada tahu, Ayah nya masih berat menerimanya. Di satu sisi Om Jo papa Juna sahabat baiknya yang sudah mengecewakan anak gadis nya. Nada tak ingin membuat Ayah nya bingung.

Sebenarnya Nada enggan menampakkan wajahnya pada mereka. Tapi jika ia terus menerus mengurung diri dikamar. Nada tahu masalah tidak akan selesai.

Dia ingin memasang topeng kepura-puraan agar tidak dia anggap manja oleh mereka.

"Apa kak Senar suka sama kak Juna" tanya Nada berusaha tegar menjaga suaranya memecahkan keheningan sambil menatap Senar yang tak jauh darinya.

Tatapan mereka tertuju padanya.

"apa maksud mu Nad" seru Juna. Nada hanya meliriknya dan memintanya untuk diam dengan gerakan tangan

"Kak Senar, jawab Nada. Apa kakak menyukainya" tanya nya lagi

Melihat diamnya Senar, Nada sedikit bisa menebak jawaban yang ia ingin kan. Selama dikamar, Nada berusaha mencari kesalahan yang ia perbuat sehingga ia mendapatkan karma seperti ini.

Tapi pemikiran bahwasanya salah satu dari mereka ada mencintai atau mereka berdua saling mencintai tapi ia menjadi penghalang buat mereka terlintas di otak Nada.

Ternyata dugaan nya benar adanya. Tanpa menunggu jawaban Senar, Nada bisa menebaknya.

Nada menghembuskan nafasnya panjang. Kakak yang sudah ia kenal sedari kecil. Kakak yang sering bermain dengannya sedari dulu. Kakak yang selalu membelanya di saat dijahili. Kakak yang ia anggap baik. Yang selalu menyayangi nya menyukai calon suaminya. Bahkan sampai membuahkan hasil diperut nya.

Nada menatap sekelilingnya dan berhenti di Ayah nya.

"Yah,, Nada sudah membuat keputusan"

dengan menghela nafas panjang. Ia melanjutkan ucapan nya

"Nada ingin kak Senar dan kak Juna menikah menggantikan Nada" Ucapan Nada membuat mereka kaget seketika.

"Apa,, tidak. Aku tidak mau nad" seru Juna menolak ucapan dari Nada

Itulah keputusan yang di ambil Nada semalaman. Untuk melanjutkan hubungan dengan Juna, ia mungkin tidak bisa. Apalagi melihat respon dari Senar. Keputusan yang ia buat sudah bulat.

"Kenapa kamu tidak mau. Kamu tidak punya hak untuk menolaknya" ucap Nada melirik Juna. Dapat Juna lihat tidak ada tatapan cinta yang biasa diberikan oleh Nada untuknya. yang ada hanya kekosongan.

"Tapi aku cinta sama kamu Nad. Aku hanya ingin kamu menjadi istriku tidak dengan yang lain" kata Juna dengan tatapan memohon

"cinta,, apa cinta yang kamu maksud dengan tidur bersama wanita lain sampai membuahkan hasil. Apa cinta yang kamu maksud dengan mengkhianati ku dengan orang yang ku kenal. Apa cinta yang kamu maksud membiarkan aku menjadi orang bodoh dan menerima kelakuan mu dengan terbuka" ucap Nada pelan menahan rasa sesak di dada nya.

"Jika cinta yang kamu maksud seperti itu. Maaf kan aku, aku tidak menerimanya. Lebih baik aku tak mengenal cinta jika seperti itu yang kamu maksud" lanjutnya menatap mata lelaki yang pernah ia sayangi.

"Nad.." panggil Ibu Juna. Nada hanya melirik wanita paruh baya itu dan menatap orang-orang disekelilingnya

"Kak Senar hamil anak bang Juna. Kalian tidak mungkin menyuruh kak Senar menggugurkan anaknya kan? Atau apa ketika anak itu lahir kalian tega membiarkan anak itu di beri lebel anak haram? Tidak kan. Jadi ya sudah, jalan satu-satunya mereka harus menikah "

Nada menjaga intonasi nya agar tetap tenang. Ia lalu pamit kepada mereka dan bangkit berdiri menuju kamar nya tanpa memperdulikan keberatan dari Juna.

 Namun baru tiga langkah, Nada menoleh menatap mereka dan tertuju pada Orang tua nya.

"Aku mungkin ngak bakal pulang untuk waktu yang lama. Jangan cari aku, dan tenang aku tidak akan melakukan hal yang merugikan untuk diriku sendiri"

"Kalian tidak perlu membatalkan acara kelak. Kalian bisa menikahkan mereka berdua . Lagipula kalian tinggal menikahkan mereka kan. Kalian tidak perlu repot-repot menyiapkan semua. Karena semua itu sudah aku persiapkan. Kurang enak apa lagi?" Kekeh nya

"oiya,, tenang aja, aku ngak akan datang besok. Jadi kalian tidak perlu khawatir pernikahan nya gagal dan khawatir aku akan membuat kalian malu"

#TBC

1
Shinta Teja
jangan lama2 ya moms up nya....🙏🙏🙏🙏
Shinta Teja
2 hari ga update, kemana nih moms F nya.... penasaran tau,moms...😓
Shinta Teja
suka,,,, meskipun aku ga pernah mengalami yang dialami nada tapi aku begitu merasakan emosinya menjadi nada.....😪😤
semangat nada!!!💪💪💪
ini othor nya yang keren nih bisa memainkan emosi para pembaca nya.... good job,Thor ...🫰🫰🫰🫰
Shinta Teja
dasar senar.....caramu mendapatkan nya saja sudah salah. malah berharap lebih.....
Shinta Teja
jangan mau, nada.... kamu bukan Inara yang mau masuk jadi orang ketiga.....
Shinta Teja
ya Allah,,,,,aku juga merasakan sakit mu,nad... seolah Tuhan ga adil hanya memberikan rasa sakit untuk kita aja sedang mereka malah tertawa bahagia.....😓
Shinta Teja
run nad,,,, run.....
lari lah sejauh mungkin.... tinggalkan sumber rasa sakit itu & cari kebahagiaan mu ditempat yang baru...
Shinta Teja
serin?! senar kali,thor
Shinta Teja
semangat,nada .... aku bakal temani kamu🤗🤭
Shinta Teja
aku juga ikut menahan sesak di dadaku membayangkan hancur & kecewa nya kamu,nad... dikhianati orang terdekat itu amat sangat menyakitkan & mungkin waktu seumur hidup tak akan mampu menyembuhkan luka mu....😓
Shinta Teja
lho,,,kenapa?! bukannya Alvaro juga babak belur,Thor?! sekarang malah si Juna juga...
Shinta Teja
masih hangat!!!k kek nya baru Mateng & baru keluar dari oven deh🤗🤭
Zeepree 1994
hadir Thor..
semoga setelah patah hati karena tiga orang ini, nada bisa bangkit lagi melupakan kesakitannya, bila mungkin jauhkan nada dari orang2 yang kejam ini Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!