NovelToon NovelToon
Colloseum: Survival Game

Colloseum: Survival Game

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Anime / Fantasi Isekai / Game / Light Novel
Popularitas:392
Nilai: 5
Nama Author: rider1049v

Survive Game adalah permainan dimana semua pemain nya harus bertahan hidup hingga dia menjadi orang terakhir, para pemain di bolehkan saling membunuh ataupun kerja sama. Dan siapapun yang berhasil bertahan sampai akhir, akan mendapatkan hadiah berubah hal untuk meminta satu permintaan apapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rider1049v, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kiseki.

Mereka sampai di sebuah tempat yang lumayan besar, tempat itu sedikit berantakan.

"Selamat datang, di markas ku." kata Kiseki.

Beberapa anak kecil datang dan berlari ke arah Kiseki sambil berteriak. "Kak Kiseki!" dan memeluk Kiseki, Kiseki memeluk mereka dengan erat.

"Kalian baik-baik saja selama aku pergi?" tanya Kiseki.

Salah satu anak mengangguk dan menjawab. "Hm. Kami baik-baik saja."

Kiseki tersenyum dan mengelus kepala mereka semua satu-satu, terlihat di wajah Kiseki ada ekspresi kepuasan karena melihat senyuman anak-anak, salah satu anak melihat ke arah Taro, Asaki, Sky, dan Yintia.

"Kakak, siapa mereka?" tanya nya.

"Mereka adalah rekan-rekan baru kita." jawab Kiseki. "Dari kiri ada Taro, Asaki, Sky, dan Yintia." kata Kiseki.

Anak-anak langsung berlari ke arah mereka berempat dan melontarkan beberapa pertanyaan.

"Tolong bermain lah dengan mereka." kata Kiseki.

Kiseki pergi dari tempat itu, setelah beberapa jam, akhirnya anak-anak kelelahan dan tertidur, Sky dan Asaki pun kelelahan dan terlihat berantakan karena anak-anak bermain sedikit kasar dengan mereka berdua, Yintia saat ini sedang menidurkan anak-anak, dan Taro pergi menemui Kiseki yang saat ini sedang bermain-main dengan sihir nya sendiri.

"Ada apa Taro?" tanya Kiseki.

"Aku hanya ingin membicarakan beberapa hal dengan mu." jawab Taro.

"Boleh saja," kata Kiseki.

Kiseki memunculkan dua sofa yang cukup besar bersama meja dan segelas kopi untuk Taro dan susu coklat untuk dirinya sendiri.

"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Kiseki sambil duduk di sofa.

"Anak-anak itu, apa mereka juga player yang di seret ke permainan ini?" tanya Taro sambil duduk di sofa.

"Itu benar." jawab Kiseki. "Aku menyelamatkan mereka dan menampung mereka di sini, meskipun ada beberapa yang tidak dapat ku selamat kan." kata Kiseki dengan santai.

"Apa kau tidak menyesalinya?" tanya Taro.

"Tidak, sama sekali tidak." jawab Kiseki. "Lagian, menyelamatkan mereka tidak lebih dari sekedar keegoisan ku, pada akhirnya ada beberapa anak yang tidak bisa ku selamat kan, tapi aku tidak punya penyesalan sedikit pun." kata Kiseki.

"Kenapa?" tanya Taro dengan penasaran.

"Karena... Kau tahu, aku tidak bisa menyelamatkan semua orang. Dunia ini terlalu kejam dan kacau untuk itu, tapi selama ada satu yang bisa aku lindungi, itu sudah cukup. Aku tidak bisa merubah semuanya, tapi aku bisa merubah sesuatu untuk mereka yang ada di sini." jawab Kiseki sambil menyeruput susu coklat nya.

Taro juga menyeruput kopi nya sampai habis.

"Kau mau tambah lagi?" tanya Kiseki.

"Tidak, sudah cukup." jawab Taro. "Boleh aku bertanya satu hal lagi." kata Taro.

"Aku sudah mengetahui apa yang akan kau tanyakan, jadi tidak perlu kau bilang dan akan langsung ku jawab." kata Kiseki sambil tersenyum. "Mungkin ini terdengar agak membingungkan, tapi aku memiliki 2 ayah." kata Kiseki.

"Apa maksud mu? Apa ibu mu menikah lagi atau semacamnya?" tanya Taro sambil memiringkan kepalanya sedikit.

"Bukan seperti itu, ayah ku awalnya hanya satu, tapi dia menjadi dua." jawab Kiseki.

Taro semakin bingung dengan penjelasan Kiseki.

"Aku tidak pintar menjelaskan jadi mengerti saja!!" kata Kiseki sambil terlihat sedikit menangis.

Taro akhirnya mengangguk dan memutuskan untuk tidak bertanya lebih.

"Aku kesini untuk membereskan masalah yang di buat oleh ayah ku yang satu lagi." kata Kiseki.

Sky yang dari tadi menguping mereka dari balik tembok akhirnya muncul. "Apa kau, ada hubungannya dengan laki-laki bernama Airi Tristalia?" tanya Sky dengan tatapan serius.

"Sky." panggil Taro yang terkejut ketika Sky tiba-tiba muncul dari balik tembok.

"Sudah kuduga kau menguping, bukan, lebih tepatnya aku sudah mengetahui nya." kata Kiseki.

"Jawab pertanyaan ku," kata Sky.

Kiseki terdiam sejenak dan menyeruput susu nya untuk yang terakhir, kemudian tersenyum dan berdiri dari sofa.

"Entah lah." jawab Kiseki sambil tersenyum dan pergi dari situ.

Tiba-tiba, tempat milik Kiseki di bombardir oleh ribuan orang yang ada di luar, salah seorang dari mereka berteriak.

"Kiseki, cepat keluar!!!! Jika tidak maka kami akan menghancurkan tempat mu bersama dengan anak-anak yang kau lindungi itu!!!!"

Sky dan Taro langsung melihat ke luar, saat mereka akan keluar, Kiseki menghentikan mereka.

"Yang mereka incar adalah aku, kalian semua tetap disini dan lindungi anak-anak." kata Kiseki.

"Tapi-"

"Mereka adalah orang-orang yang licik, kalau kita pergi bersama, tidak ada jaminan anak-anak tidak akan di apa-apakan." kata Kiseki yang langsung memotong perkataan Taro.

Sky dan Taro saling bertatapan dan akhirnya mereka setuju, Kiseki langsung melompat ke luar dan berhadapan dengan ribuan orang itu.

"Kau repot-repot menciptakan banyak jiwa hanya demi mengalahkan ku, Eugo" ejek Kiseki.

"Berisik! Akan ku balas penghinaan yang kau lakukan terhadap ku." kata Eugo yang merupakan seorang om-om berotot dengan pakaian tentara.

Kiseki tertawa keras. "Hahahahahaha........ Kau pikir dengan membawa ribuan boneka, aku akan takut?" tanya Kiseki dengan sombong.

"Akan ku buat wajah sombong mu itu menjadi babak belur!" teriak Eugo.

Eugo menyuruh anak buah nya untuk menghujani Kiseki dengan ribuan sihir, Kiseki tersenyum dan menutup mata nya, segalanya tiba-tiba saja melambat dan menghilang tanpa penjelasan apa-apa, Eugo terkejut dengan apa yang terjadi.

"Apa, apa yang baru saja terjadi?" tanah Eugo dengan ketakutan.

"Aku hanya sedikit menakuti sihir lemah kalian, dan mereka lenyap begitu saja." jawab Kiseki dengan senyuman sombong nya.

Kiseki menatap tajam ke arah mereka semua, dan semua anak buah Eugo kehilangan jiwa mereka dan kembali menjadi boneka, Eugo semakin ketakutan.

"Ukir ini di otak mu yang kecil itu, hanya karena membawa ribuan pasukan, apa kau pikir bisa melawan ku?" kata Kiseki dengan raut wajah yang meremehkan.

Kiseki menatap Eugo dengan niat membunuh yang cukup kuat, Eugo kehilangan tenang untuk berdiri karena terlalu ketakutan.

"Ketahuilah tempat mu," kata Kiseki.

Di saat yang sama di dalam markas, Taro dan Sky berlari ke arah Yintia yang sedang menjaga anak-anak yang lagi tidur.

"Yintia!" teriak Sky.

"Taro, Sky, ada apa?" tanya Yintia.

Asaki datang ke arah mereka sambil menguap.

"Ada apa ribut-ribut di luar?" tanya Asaki dengan mata yang masih mengantuk.

"Sepertinya ada seseorang yang dendam dengan Kiseki, saat ini mereka sedang bertarung." jawab Taro.

"Hmmmm...." Asaki berjalan mendekati salah satu anak yang sedang tidur. "Tapi, hebat juga mereka bisa tetap tidur di tengah-tengah keributan ini yah." kata Asaki.

Asaki melihat ada sebuah tombol di belakang leher anak itu, dia terlihat kebingungan. "Apa ini?" Asaki memencet tombol itu dan anak itu langsung berubah menjadi manekin.

Semuanya terkejut dan terdiam.

1
Protocetus
kunjungin ya novelku, Mercenary of Dorado
Kiriyama Noe
10 km apa nggak kejauhan cuy
Kiriyama Noe
bagian ini setelah labirin bagusnya di kasih titik
Kiriyama Noe
Kurang bagus kalau di kasih kurung untuk menjelaskan pikiran karakter, lebih baik langsung saja tanpa pakai kurung
rider1049v: itu udah jadi ciri khas ku sendiri
total 1 replies
Kiriyama Noe
lumayan untuk episode ini, tapi ya masih sedikit kurang penjelasan, dan ada juga yang typo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!