NovelToon NovelToon
Mantan Rasa Pacar

Mantan Rasa Pacar

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:70.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Hana Fujiwara

Diputusin pas lagi sayang- sayangnya tentu membuat nyesek dan sakit hati. Itulah yang dialami oleh Vina yang di putus oleh Dafa. Putus tanpa kejelasan yang dilakulan Dafa membuat Vina pusing tujuh keliling memikirkan kesalahan yang mungkin diperbuatnya.

Namun, perlakuan Dafa yang sama ketika mereka masih berpacaran menambah pening Vina. Perhatian- perhatian diberikan pada Vina, membuat gadis itu yang belum move on hampir goyah.

Apa sebenarnya alasan Dafa memutuskan hubungan jika masih memberikan perhatian dan harapan? Lalu, apakah Vina dapat bertahan hingga akhir atau malah goyah dan kembali jatuh?

Ikuti kelanjutan hubungan keduanya yang penuh dengan lika- liku dan berbagai emosi yang menguras hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Fujiwara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hak Mantan

Candra mengepalkan dua tangannya geram, Vina baru saja menceritakan pertemuannya dengan Dafa di perpustakaan tadi. Kini mereka berdua bersama dengan penghuni IPA 5 sedang menunggu bel pulang.

Guru yang mengampu tidak masuk karena harus mengurus anak- anak kelas dua belas yang sebentar lagi akan ujian. Masa- masa SMA memang indah, apalagi masa- masa kelas sebelas yang penuh dengan warna juga jam kosong.

“Lo jawab apa, Vin?” tanya Candra, tangannya meremas- remas kertas.

“Gue nggak sempet jawab, dia langsung pergi gitu aja.”

“Huh! Cowok aneh emang dia doang. Bener- bener nggak jelas apa maunya. Kalo emang masih suka ya udah balikan, nggak kayak gini! Status udah putus tapi masih sok- sokan perhatian.”

Vina menidurkan kepalanya di meja, sebenarnya ia juga tidak ingin memikirkan perkataan Dafa tadi. Mereka sekarang hanya teman, jadi hak Vina untuk dekat dengan siapa saja. Namun, kenapa Dafa mengatur- atur dirinya? Apa haknya?

“Hak mantan buat deket sama siapa aja. Kalian sekarang cuma temen, ya kalo lo anggap Dafa temen sih,” lanjut Candra.

Tidak lama bel pulang yang daritadi di tunggu- tunggu berbunyi. Anak- anak bergegas membereskan peralatan sekolahnya, lalu dimasukkan ke dalam tas. Vina dan Candra berjalan menuju gerbang sekolah. Candra memutuskan untuk ikut Vina ke café Galang, dirinya juga ingin kembali ke komunitas. Namun sebelumnya Vina mengambil helm yang ada di motor Dafa.

“Inget! Apapun yang terjadi, gue tetep balik sama lo,” ucap Vina.

Dirinya trauma ditinggal Candra pulang yang akhirnya Vina malah merepotkan orang lain. Sebenarnya maksud Candra baik karena ingin mencomblangkan dirinya dengan Galang, tapi jika Vina sendiri merasa tidak nyaman, sama saja bohong.

“Iya… iya. Lo udah hubungi Kak Galang?”

“Udah, dia udah ada di café katanya. Lo yakin, Can?”

Candra mengangguk mantap, “Lagian si Juno udah ada Mesya. Nggak bakal ganggu- ganggu gue lagi.”

“Oke. Ayo, capcus! Sebelum ada yang ngintilin.”

Sesampainya mereka di café, suasana café sudah ramai dengan beberapa orang. Vina dan Candra di sambut oleh Galang, dua cewek itu dipersilahkan duduk terlebih dulu sembari menunggu minuman yang dibuat Galang. Hari ini Galang mentraktir semua orang. Kimo yang duduk tidak jauh dari Vina langsung menghampiri dirinya. Vina pun mengangkat Kimo dan memangkunya.

“Gue jodohin sama Ndut mau nggak ya? Bisa perbaikin keturunan nih,” ucap Candra mengelus bulu lembut Kimo.

“Mana mau si Kimo sama Ndut lo yang buluk itu,” ledek Vina.

“Eh, mulut di jaga ya. Gue sumpahin Mercy naksir.”

Vina memutar bola matanya malas mendengar perkataan Candra yang terakhir. Vina bersumpah sampai kapan pun tidak akan mengenalkan Mercy pada Ndut, kucing milik Candra. Ia tidak rela besanan dengan Candra yang bar- barnya kelewat mulus, termasuk Ndut juga kucing bar- bar.

“Sssstt, mantan lo tuh,” bisik Vina.

Candra melirik sekilas ke arah pintu masuk, tidak berani menatap langsung. Lalu Candra kembali sok sibuk dengan Kimo.

“Kalian udah bener- bener selesai?” tanya Vina.

“Iya, si Juno udah nggak ganggu- ganggu gue lagi. Tapi emak gue rese’, suka nyuruh- nyuruh balikkan sama dia.”

“Kasus lo sama kayak gue,” gumam Vina menghembuskan nafas pasrah.

Bunda sangat antusias jika Dafa datang ke rumah. Apalagi saat bertemu Mama Dafa, dua wanita itu akan asyik sendiri dan ujung- ujungnya menyuruh dua anaknya itu kembali berpacaran.

Galang menghampiri meja Vina dan Candra bersama seorang karyawannya yang membawa nampan berisi minuman juga cemilan. Cowok itu duduk di depan Vina, sementara karyawan Galang hanya meletakkan minuman dan cemilan di meja, lalu berlalu untuk kembali bekerja. Vina sempat meilirik nametag karyawan itu, namanya Efendi. Berbeda dengan Vina, Candra menatap Efendi secara terang- terangan.

“Kak, dia masih jomblo?” tanya Candra yang urat malunya sudah putus.

“Mas Efendi?”

Candra mengangguk antusias, sementara Vina pura- pura tidak mendengarkan obrolan dua orang itu. Ia memilih sibuk memainkan ekor Kimo.

“Anaknya satu, Can,” jawab Galang menahan tawanya.

Galang mengenal Candra ini dari salah satu anggota komunitas dan berkat perkenalannya dengan Candra, Galang juga kini mengenal Vina.

“Ckck, udah punya buntut ternyata,” decak Candra kecewa dan meminum minumannya.

“Nanti gue kenalin yang jomblo, Can,” hibur Galang tertawa geli.

“Nggak usah, Kak. Mana ada yang kuat lama- lama deketan sama si Candra, bisa- bisa darah tinggi.”

“Lo bertahun- tahun bareng gue, coba list penyakit lo apa aja?”

“Udah- udah, lama- lama malah jadi berantem nanti,” lerai Galang, tapi masih dengan tawanya,

“Gue iri sama persahabatan kalian,” lanjutnya.

Adzan maghrib sudah berkumandang dan acara syukuran untuk Kimo sudah selesai. Vina dan Candra memutuskan untuk pamit, sebenarnya tadi Galang sudah ingin mengantar dua gadis itu. Namun karena Candra membawa motor, Galang tersenyum kecewa.

“Mampir musholla dulu, Can,” interupsi Vina.

“Iya, depan kayaknya ada tuh.”

Benar saja, tidak jauh di depan sana ada musholla. Candra membelokkan motornya ke musholla itu. Di sana juga ada beberapa orang yang baru saja selesai salat berjamaah. Vina dan Candra pun menuju tempat wudhu, setelahnya mereka masuk musholla untuk menunaikan salat maghrib. Beberapa menit kemudian keduanya selesai salat maghrib, mereka duduk di teras musholla itu sambil memakai sepatu.

“Bunda udah pulang, Vin?”

“Udah kayaknya. Tadi Faris chat gue, ngomong kalo Bunda ngomel karena rumah berantakan.”

“Mampus lo.”

“Iya nih, gimana nasib gue nanti sampe rumah.”

“Udah ayo balik, gue pengen cepet- cepet mandi nih.”

Dua cewek itu melanjutkan perjalanan pulang, jarak rumah mereka masih agak jauh. Tadinya Candra mengendarai motornya secara santai, tapi tiba- tiba mesin motornya mati sendiri. Candra panik, begitu juga dengan Vina. Candra segera meminggirkan motornya agar tidak mengganggu pengendara lain, Vina turun dari motor Candra.

“Lo kehabisan bensin?” tanya Vina.

“Nggak, tadi pagi udah gue isi full,” jawab Candra mencoba menstater motornya, “Nggak mau nyala, Vin.”

“Terus gimana? Ada bengkel deket sini nggak ya?” gumam Vina memperhatikan sekitar untuk mencari bengkel terdekat.

Namun di sekitar hanya ada deretan ruko- ruko yang sudah tutup. Candra masih berusaha menghidupkan mesin motornya.

“Gue telpon bengkel apa ya?”

“Iya, coba Vin. Hubungi bengkel deket sini.”

“Bentar gue gugling dulu. Dorong dikit, Can. Kita duduk dulu di halte depan.”

Candra pun menuruti usul Vina, mereka bersama mendorong motor itu menuju halte terdekat. Vina masih berusaha mencari bengkel yang buka dan mau menghampiri mereka.

“Belom ketemu, Vin?”

“Jaraknya jauh- jauh, Can. Nggak yakin mereka mau ke sini,” ucap Vina mendesah kecewa,

“Gue telpon Bang Eky aja deh, lo coba telpon sepupu lo. Dia anak motor, kan?”

Candra menepuk dahinya, “Eh iya, gue telpon dulu.”

Akhirnya mereka berdua sibuk dengan ponsel masing- masing. Vina berusaha menghubungi Eky, dalam hati ia berdoa semoga abangnya itu belum pulang ke rumah. Karena posisinya saat ini dekat dengan sekolah cowok itu. Sementara Candra juga sibuk menghubungi sepupunya itu.

“Halo, Bang!” ucap Vina dan Candra bebarengan, panggilan keduanya di jawab.

“Bang, lo dimana? Motor Candra mogok nih, jemput dong. Gue di halte deket sekolah lo,” cerocos Vina.

“Dek, motornya mogok ya?” tanya seseorang membuat Vina dan Candra kompak menoleh.

...🐈🐈🐈...

Ini si Ndut ngambek sama Candra

Ini Mas Efendi

1
Erni Fitriana
ku baca thor
Dhina ♑
komennya cuma 8
dah punya gc ayo gunakan para membernya
Dhina ♑
Ya Allah, ini full Like, tapi belum nambah komen
Dhina ♑
Ya Allah Yarabbi
😂😂😂😂 lagi seru-seru, baca pertarungan mereka....tegang dengan emosinya Juno. Eh kox gambar mas Kardi mendelik 🤣🤣🤣

Si bunda juga iseng banget, sampe nyuruh semua anaknya beli minyak goreng promo
Untung sukses bund 👍👍😂😂

Eh Ekky, kamu kox sepertiku, yang suka maling mangga 🤣🤣 dan selalu sukses juga 😂😂 sumpah deh, nih cerita eh, episode....judulnya Maling Mangga yang Gesrek 🤣🤣🤣

pagi pagi absen dimari
kolom misi tertera karya Author lain 🤦🤦🤦
Omegot NT mah
HaFu: Ternyata Bunda juga hobi maling mangga 😳
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
gila to the point' banget ya
C̸s̸•Netha_10
'gue peduli karena teman' Thor please lah nyesek itu✌️
HaFu: Jleb yak 😗😗
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
ya ampun baper sendiri gue inget mantan dong😭✌️
HaFu: Jangan diinget-inget lagi 😌
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
sumpah suka sama ceritanya 😭🤚
HaFu: Makasih Kak 😭😭
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
humor gue sebatas 'minta di beliin tikus' 😭✌️
C̸s̸•Netha_10
duh gue yg baper dong🤧
Nunu Adelia93
hahaha udah seneng2 tau nya mimpi 🤪🤪
Nunu Adelia93
astaga mantan model gtu gmna mau move on 😂😂😂
Nunu Adelia93: bener banget ka 🤭🤭
aku gak ikut nimbrung d GC yah ka
tanggung LG baca 😂😂😂
total 2 replies
Dhina ♑
Dah full Like, tapi belum afdol kalau ga ulang buay komen
HaFu: Komen yang banyak, Bund
total 1 replies
Dhina ♑
Teman ga tuh
Dhina ♑
Ya Allah...pagi-pagi kalian iming-iming pake Batagor, Ya Allah....perutku meronta ronta
HaFu: Wkwk sarapan batagor enak, Bund
total 1 replies
Nur Ulsyah Musyarofah
Semangat...
HaFu: Tengkyu Akak
total 1 replies
Nur Hayati
si mercy lucu😍😍😍😍
HaFu: Lucu kayak Otornya ya, uhuk 😗😗😗
total 1 replies
Violla
Semangat kak Hana
Dhina ♑
jadi ngiler 🤤🤤🤤 teringat nonton ke Bioskop, makan Popcorn, minumnya Fanta
duh....nostalgila dehh

kalian bikin kepengen 😥😥
R. Yani aja
ih... sweet banget, Dafa...😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!