NovelToon NovelToon
The Horn Land

The Horn Land

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan
Popularitas:326
Nilai: 5
Nama Author: Sutrisno Ungko

fiksi sejarah Kisah Para Pemimpin sebuah Pulau bernama The Horn Land. cerita dalam rentang waktu 110 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutrisno Ungko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jhuma

Pria disamping Owen bertanya.. " siapa pemuda itu?"

"Seorang pemuda yang pernah mengunjungi The Horn Land beberapa tahun lalu, ia memberikanku pedang ini dan berharap aku bisa kembali. harapannya seperti harapan kalian…" jawab Owen.

"Bahkan pemuda bukan berasal dari suku kita bersimpati atas pembebasan tanah air kita,..." Kata pria paruh baya itu yang ternyata adalah Jhuma.

Jhuma kembali ke Lemuria setelah 3 tahun lalu. menurut ceritanya, saat ini situasi The Horn Land semakin memburuk. ada banyak pemuda Adara saat ini dibawah ke Lemuria oleh kekaisaran untuk dijadikan prajurit rendah dan terlibat di pertempuran utara, sebuah usaha kekaisaran untuk memperluas kekuasaan. banyak yang menjadi korban, mereka mati sia-sia untuk kekaisaran yang juga menjajah negeri mereka sendiri.

Jhuma juga mendengar apa yang terjadi di Lemuria, soal seorang pewaris kepala suku di masa lampau The Horn Land yang ingin pulang. Isu ini sudah menyebar dan menjadi perhatian Kekaisaran . ia khawatir tentang keadaan Owen. ia kemudian mengumpulkan beberapa kesatria untuk datang menjemput Owen pulang ke The Horn Land. disamping ia membawa surat pernyataan dukungan dari 27 keluarga besar disana.

Saat keduanya sedang berdiskusi itu, muncul sekelompok prajurit di halaman. Menunggang kuda dan berjalan kaki. Jumlah mereka ada 15 orang.

"Selamat siang, kami datang mengantarkan surat dari Lord Balies, perwira tinggi Kastel Hurren. ia bertanggung jawab atas wilayah Shermer dan sekitarnya..." kata prajurit itu, sambil memberikan surat itu pada Owen .

Owen membaca dengan seksama, dan alangkah terkejutnya ia mengetahui bahwa anak semata wayangnya kini telah ditahan di Kastel, karena terlibat pembunuhan beberapa prajurit beberapa hari sebelumnya. Owen diminta untuk tidak meninggalkan rumah dalam beberapa hari ini dan para prajurit mulai akan berjaga depan rumahnya, sambil menunggu kunjungan resmi sang Lord penguasa wilayah.

"Kami juga ditugaskan mulai saat ini tak ada lagi orang asing atau siapapun yang datang ditempat ini." kata komandan itu sambil melirik Jhuma.

Komandan prajurit itu berbalik pergi, namun selusin bawahannya tetap berada di gerbang halaman rumah Owen . sepertinya sudah di tugaskan untuk itu.

"Situasi semakin memburuk Ser..harus mengambil keputusan sekarang…kami akan membawa tuan pergi, aku datang dengan 6 kesatria terbaik." kata Jhuma setengah berbisik.

"Aku tak bisa meninggalkan anakku.. " sahut Owen padanya. terlihat cemas, marah dan terlihat mulai adanya api kecil semangat dimata perwira tua itu.

"Aku akan mencari tahu dimana anak itu ditahan, aku akan berusaha membebaskannya, satu hal lagi. jangan berusaha lari dari tempat ini. agar tak menimbulkan masalah sebelum datangnya utusanku yang akan menjemputmu. kita akan pergi ke The Horn Land bersama anakmu" kata Jhuma Mantap.

Ia kemudian pergi.

Namun seperti juga Mano, beberapa mata-mata mengikuti. Jhuma tahu itu. sehingga ia belum berusaha menghubungi para kesatria yang bersamanya.

***

Suatu hari saat sedang sendiri di sekitar sebuah pasar, ia di dekati seorang anak kecil yang memberikannya secarik kertas. tak langsung dibacanya, ia menuju penginapan dan memastikan tak ada yang melihat dia membaca kertas itu. sesampainya di dalam kamar penginapan, baru ia membukanya..

‘Aku tahu tuan baru menemui Lord Owen , mungkin tuan adalah temannya. aku bisa membantu memberi petunjuk dimana Ommer Ghie di tahan. anak tadi akan menunjukkan jalannya. temui dia besok sore di pinggir hutan Huword. tak jauh dari sini. Ommer butuh bantuan tuan.’.

Meskipun masih agak ragu, Jhuma kini memiliki harapan untuk membebaskan anak Owen . ia jadi bertanya, siapa yang mengirim surat ini. apakah pemuda bernama Mano itu?. saat sedang menerka. tiba-tiba pintu kamarnya di dobrak dari luar dengan keras. dan masuklah sosok tinggi besar bertopeng dengan pisau tajamnya. langsung menyerang..

"Siapa kamu?" hardik Jhuma yang kaget dan langsung menghindar dalam sabetan pertama. tak ada jawaban. yang ada adalah serangan membabi buta penyerang itu. beberapa kali sabetan itu ditangkisnya dengan kursi dan meja sambil berusaha meraih pedang yang telah ia simpan tak jauh dari tempat tidur. namun sebelum ia mampu meraihnya. tiba-tiba dari luar muncul dua sosok lain yang menyerang sosok hitam itu. hanya sekali tebasan saja. sontak tubuh itu jatuh dengan satu luka robek di punggung. darah membasahi lantai kamar.

Jhuma mengenali penolongnya. ia bangkit dari lantai.

"Regen, Lauren...untunglah kalian datang. "

"Penyerang ini yang menguntitmu sejak menemui Owen." kata Regen sambil membasuh pedangnya.

Regen Manollion adalah kesatria pertama yang dibawah Jhuma menemui Owen beberapa tahun lalu. ia kini bersama Jhuma untuk misi yang sama membawa Owen pergi dari Lemuria.

Karena kegaduhan ini, mereka bertiga secepatnya meninggalkan penginapan, dan mencari rumah lain di pusat kota, sambil memastikan tak ada orang yang mengikuti mereka. sesampainya di rumah yang dipilih. mereka berembug.

"Misi kita kini bertambah dengan ditahannya Ommer Ghie,.. Owen tak akan pergi tanpa anaknya itu.” Kata Jhuma.

Regen dan Lauren tak ada jawaban, mereka menyadari peristiwa pembunuhan di penginapan tadi dalam dua hari ini akan menjadi perburuan besar dari para petugas pada mereka. Pemilik penginapan akan memberi tahukan siapa yang tinggal dikamar itu..

“Kita berbagi tugas, Regen kamu tinggalah di sekitar rumah Owen . Awasi keberadaannya. Jangan sampai ketahuan sebelum kami tiba. Aku dan Lauren akan menemui teman-teman lain untuk menyelidiki kebenaran informasi tentang orang yang akan membantu kita membebaskan Ommer.” kata Jhuma.

Mereka kemudian berpisah. Jhuma dan Lauren dengan sangat hati-hati berusaha mencari petunjuk lain yang diberikan anak kecil tadi. dipinggir hutan Wedwood. Dan benarlah disana ada gubuk lain dimana ada tersimpan petunjuk yang diletakan diatas meja. sepucuk surat lagi yang menyampaikan tempat Ommer di tahan.

Ia ternyata digabungkan bersama para penjahat lain di penjara kota. Strategi penyelamatan juga diberi tahu oleh penolong itu dalam surat. Termasuk kapan sebaiknya penyelamatan dilakukan. Keesokan harinya mereka berdua bertemu kesatria-kesatria lain yang menyamar menjadi pedagang dari The Horn Land.

1
Widiarto Andu
👍
Widiarto Andu
𝐭𝐞𝐫𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐬𝐢𝐡..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!