NovelToon NovelToon
Milik Sang Ketos Dingin

Milik Sang Ketos Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Dijodohkan Orang Tua / Perjodohan / Cintapertama
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: kasychan_A.S

Bagi Aluna, Arlan adalah musibah berjalan. Ketua OSIS yang kaku, sok suci, dan hobi memberinya hukuman hanya karena masalah sepele.

​Aluna bersumpah tidak akan pernah mau berurusan dengan cowok itu seumur hidupnya. Namun, takdir punya selera humor yang buruk.

​Hanya karena gerendel pintu toilet sekolah yang macet dan sebuah aksi penyelamatan yang salah waktu, Aluna dan Arlan terjebak dalam satu bilik yang sama selama tiga puluh menit. Sialnya, mereka tidak ditemukan oleh teman-temannya, melainkan oleh Bu Lastri guru BK paling kejam seantero sekolah.

​Tuduhan melakukan hal tidak pantas langsung meledak. Penjelasan mereka dianggap bualan. Dan yang lebih gila lagi, kedua orang tua mereka yang ternyata sahabat lama memutuskan bahwa satu-satunya cara menutupi skandal ini adalah dengan pernikahan.

follow IG author:qilla_kasychan
semoga kalian suka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kasychan_A.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28-album foto lama

Mendengar ancaman itu lagi, nyali Aluna yang tadi sempat membara langsung menciut seketika. Ia mendengus kasar, membiarkan Sesya dan Belva menyeretnya menjauh dari kerumunan siswi julid itu.

​"Awas aja mereka kalau ketemu di luar sekolah, gue ulek jadi bumbu seblak!" umpat Aluna sepanjang jalan menuju kantin.

​Singkat cerita, hari yang melelahkan itu akhirnya berakhir. Begitu bel pulang sekolah berbunyi, Aluna tidak menunggu sedetik pun. Sebelum Arlan sempat muncul dengan wajah kakunya atau memberikan instruksi sok disiplin, Aluna sudah melesat keluar gerbang sekolah. Persetan dengan pesan Bunda Nada tadi pagi agar mereka pulang bareng. Aluna sedang tidak ingin melihat wajah "Kulkas Rusak" itu di tengah kepalanya yang masih pening gara-gara rumus Newton.

"Pak, buruan Pak! Gaspol pokoknya!" seru Aluna kepada abang ojek yang baru saja ia stop di depan gerbang. Ia sempat melirik ke arah parkiran motor, takut kalau-kalau motor sport hitam milik Arlan tiba-tiba muncul dan menghalangi jalannya. Begitu motor ojek melaju kencang meninggalkan area sekolah, barulah Aluna bisa bernapas lega.

​"Hah... selamat. Baru hari pertama tinggal di sana aja udah kayak buronan, gimana seterusnya," gumam Aluna sambil mengeratkan pegangan pada tasnya.

​Bukannya langsung pulang ke rumah Arlan tempat ia baru saja menginap satu malam karena kejadian itu. Aluna justru meminta abang ojeknya berbelok ke arah perumahan lamanya. Ia butuh recharge mental.

"Makasih ya bang" Ucap Aluna.

Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Aluna masuk ke rumah itu, seperti biasanya.

"Princess datang" Teriak Aluna yang bergema di ruang tamu. Tidak lama Calista muncul dari arah dapur.

"Loh, Kamu sendirian kesini?, udah izin belum sama suami kamu? " Tanya Calista.

Aluna hampir saja tersedak ludahnya sendiri mendengar kata terakhir yang diucapkan Bundanya. "Suami?! Mamah, please deh! Kak Arlan itu cuma... cuma orang yang apes harus satu atap sama aku gara-gara pintu toilet macet! Lagian ini baru hari pertama, jangan panggil dia pake sebutan seram gitu dong!"

​Calista tertawa kecil melihat wajah anak gadisnya yang sudah merah padam menahan kesal. Ia menyeka tangannya yang basah dengan serbet dapur lalu mendekati Aluna.

"Tapi kan sekarang udah jadi suami kamu" ucap Calista mengingatkan Aluna dengan nada yang lembut.

"Mamah! Ih, pokoknya jangan panggil gitu! Aluna belum siap denger kata keramat itu!" seru Aluna sambil menutup kedua telinganya, wajahnya sudah kepanasan sampai ke leher. "Status kita itu cuma... cuma kecelakaan prosedur sekolah yang berakhir di pelaminan paksa! Jangan bikin Aluna pengen pindah ke kutub utara deh."

"Lagian Mamah aneh banget, masa anak sendiri dipaksa nikah cuma gara-gara kejebak di toilet," gerutu Aluna sambil melempar tasnya ke sofa. "Zaman udah maju, Mah, bukan zaman Siti Nurbaya yang apa-apa harus langsung pelaminan. Kak Arlan juga pasti terpaksa, buktinya dia makin kaku kayak robot karatan."

​Mamah Calista hanya tersenyum simpul, ia sangat hafal sifat keras kepala putrinya ini. "Sudah, jangan ngomel terus. Mending kamu bantu Mamah di meja makan. Mamah masak Ayam Mentega kesukaan kamu, tadi Papah juga minta dibuatkan."

Mendengar nama menu favoritnya disebut, pertahanan Aluna langsung runtuh. "Ayam Mentega?! Wah, emang Mamah paling pengertian!"

"Ayam mentega paling juara sejagat raya!" seru Aluna, langsung berlari ke arah meja makan tanpa mempedulikan tasnya yang tergeletak sembarangan di sofa. Bau gurih mentega yang bercampur dengan saus pedas manis itu seketika melenyapkan rasa kesalnya pada rumus Fisika dan tatapan sinis anak-anak sekolah tadi.

​Aluna menyendok nasi hangat dalam porsi besar, lalu mengambil potongan ayam yang bumbunya meresap sempurna. Saat gigitan pertama mendarat di lidahnya, ia memejamkan mata menikmati sensasi kebahagiaan hakiki. "Masakan mamah emang enak banget the best" Kata Aluna mulutnya masih dipenuhi nasi, sambil mengacungkan dua jempol.

Selesai makan dan membantu Mamah mencuci piring, Aluna memutuskan untuk naik ke kamarnya di lantai atas. Kamar itu masih setengah rapi, beberapa barang kesayangannya memang sengaja ditinggal di sana karena ia masih berharap pernikahan kilat ini segera berakhir.

​Saat sedang asyik mencari hoodie favorit di dalam laci, tangan Aluna menyentuh sebuah album foto lama bersampul kain warna biru tua. Karena iseng, ia membawanya ke kasur dan membukanya.

Aluna membalik halaman pertama album itu perlahan. Debu tipis yang menempel di sampulnya menunjukkan kalau album ini sudah lama tidak disentuh. Di dalamnya, terpajang foto-foto bayi yang masih merah dan menggemaskan.

​"Ih, ini aku ya? Kok bulet banget kayak bakso," gumam Aluna sambil terkikik melihat fotonya sendiri yang sedang dibedong rapat.

​Ia membalik halaman berikutnya. Matanya terpaku pada sebuah foto yang memperlihatkan tiga bayi yang diletakkan berjajar di atas karpet bulu yang lembut.

Ketiga bayi itu tampak memakai baju dengan warna yang senada mungkin saat itu mereka sedang merayakan sesuatu atau sekadar sesi foto bersama.

"Loh, ini siapa aja?" Aluna mengernyitkan dahi, mencoba meneliti wajah bayi-bayi itu.

​Bayi yang di tengah sudah jelas adalah dirinya, karena memakai bando pita besar yang miring ke kiri. Di sebelah kanannya, ada bayi laki-laki yang wajahnya terlihat sangat tenang, bahkan meski sedang difoto bayi itu tidak tersenyum, hanya menatap kamera dengan pandangan yang sangat serius untuk ukuran seorang bayi.

​Sedangkan bayi di sebelah kirinya tampak sangat aktif, tangannya terlihat kabur karena bergerak-gerak ingin menggapai kamera, dengan mulut yang terbuka seolah sedang tertawa riang.

"Perasaan aku nggak punya saudara kembar tiga deh," pikir Aluna bingung. "Siapa ya mereka? Teman-temannya Mamah yang punya bayi barengan kali ya?"

"Tapi kok, foto bayi ini mirip ya kayak yang gua temuin di koper tadi pagi?, bedanya itu kan versi Tk, kalau yang ini versi bayi" Aluna mengingat foto yang ia temukan tadi pagi.

1
Panda%Sya🐼
Jadi salting kan🤣
Panda%Sya🐼
Arlan anak mama banget 🤧 Dan berbakti sama orang tuanya
Tina
ngakak banget 🤣
Tina
Di skakmat 🤭
j_ryuka
nikah seharusnya begitu 😭
j_ryuka
mungkin aja dia suka
한스Hans
aduh 👉👈 🔦🔦🔦 mana nih scandal WC nya 😂😭
한스Hans
hayyo nanti kena hukum 🔦👉👈
Greta Ela🦋🌺
Ihhh dah mulai merhatiin Aluna diam2🤭
Sishrye
aku bayangin nya Doni ini cowok yg gemulai /Facepalm//Facepalm/astaga diriku/Facepalm/
Mentariz
Wkwkwk hayoloh kena hukuman lebih berat
SarSari_
telpon aja Bu gapapa....paling nanti ortu yg malah kesenengen...
sang senja
ini namanya gejala awal jatuh ciy
sang senja
lah kan emang sampah. ngaca makan nya biar kelihatan kotor nya
sang senja
kan bener kata aku.🤭🤣
only siskaa
pngen jdi aluna😭
sang senja
biasanya yang paling sombong gini yang bakalan kalah
sang senja
lah jaman smp aku lebih suka main sama temen sampai lupa pulang
sang senja
aku bayangin nya yang kaya di Drakor Drakor gitu dengan gerakan slow motion dan di iringi lagu romantis 😄
sang senja
Aluna kayaknya lagi pms ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!