NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Ibu Tiri Putra CEO Lumpuh

Mendadak Jadi Ibu Tiri Putra CEO Lumpuh

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Ibu Tiri / CEO / Orang Disabilitas / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:6.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Kinara, seorang gadis berusia 24 tahun, baru saja kehilangan segalanya, rumah, keluarga, dan masa depan yang ia impikan. Diusir ibu tiri setelah ayahnya meninggal, Kinara terpaksa tinggal di panti asuhan sampai akhirnya ia harus pergi karena usia. Tanpa tempat tujuan dan tanpa keluarga, ia hanya berharap bisa menemukan kontrakan kecil untuk memulai hidup baru. Namun takdir memberinya kejutan paling tak terduga.

Di sebuah perumahan elit, Kinara tanpa sengaja menolong seorang bocah yang sedang dibully. Bocah itu menangis histeris, tiba-tiba memanggilnya “Mommy”, dan menuduhnya hendak membuangnya, hingga warga sekitar salah paham dan menekan Kinara untuk mengakui sang anak. Terpojok, Kinara terpaksa menyetujui permintaan bocah itu, Aska, putra satu-satunya dari seorang CEO muda ternama, Arman Pramudya.

Akankah, Kinara setuju dengan permainan Aksa menjadikannya ibu tiri atau Kinara akan menolak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Kinara tiba di perusahaan itu dengan langkah tergesa. Napasnya belum sepenuhnya teratur ketika pintu lobi otomatis terbuka. Rome sudah menunggu di sana, wajahnya tegang, sorot matanya jelas gelisah.

Begitu melihat Kinara, Rome langsung menghampiri.

“Kinara,” ucapnya cepat.

Beberapa pasang mata menoleh. Wajar karena hari itu Kinara tidak memiliki jadwal kerja. Penampilannya pun sederhana, jauh dari kesan rapat penting. Namun ekspresi panik Rome membuat suasana lobi mendadak terasa berat.

Tanpa banyak bicara, Rome mengajaknya ke lantai atas. Pintu lift menutup, dan keheningan di dalamnya membuat jantung Kinara berdegup makin kencang. Ada sesuatu yang salah dan ia bisa merasakannya.

Sesampainya di lantai tujuan, Rome langsung melangkah menuju ruangannya. Tangannya sedikit bergetar saat membuka pintu.

Dan begitu pintu itu terbuka, seseorang sudah menunggu di dalam.

Seorang perempuan cantik berdiri di depan jendela besar yang menghadap kota. Rambutnya berwarna cokelat terang, tertata rapi, kacamata bertengger anggun di hidungnya. Posturnya tegap, auranya tenang namun berwibawa.

Rome menarik napas, lalu berkata,

“Kak … ini Kinara. Wanita yang pernah aku ceritakan ke Kakak.”

Perempuan itu berbalik perlahan. Tatapan matanya jatuh tepat pada Kinara, lalu sebuah senyum tipis terukir di bibirnya senyum yang sulit ditebak maknanya. Dia melangkah mendekat dengan langkah mantap, nyaris seperti model internasional di atas panggung peragaan busana.

Kening Kinara berkerut. Ada rasa asing yang menusuk dadanya campuran penasaran, waspada, dan firasat yang tak bisa dijelaskan.

Perempuan itu berhenti tepat di hadapannya. Kinara menoleh ke arah Rome, berusaha menjaga raut wajahnya tetap profesional meski dadanya berdebar tak karuan.

“Tuan Rome, urusan apa yang begitu mendesak sampai Anda meminta saya datang ke sini? Hari ini saya libur,” tanyanya tenang, meski nada heran tak sepenuhnya bisa disembunyikan.

Rome menghela napas singkat, lalu menatap Kinara dengan sorot serius.

“Kakak sepupu saya baru kembali dari London,” ujarnya pelan. “Dan … dia sudah lama ingin bertemu denganmu. Dulu, hampir setiap kali kami berkomunikasi, namamu selalu muncul dalam cerita.”

Kinara mengerjap, belum sempat mencerna maksud kalimat itu. Perempuan di hadapannya tersenyum lembut, lalu melangkah satu langkah lebih dekat. Tangannya terulur anggun.

“Hai, Kinara. Senang akhirnya bisa bertemu denganmu,” ucapnya ramah. “Aku Amira, kakak sepupu Rome.”

Nama itu, Kinara membeku, kedua matanya melebar, seolah waktu berhenti sesaat. Nama itu menghantam pikirannya begitu keras, membawa kenangan yang bahkan tidak ia sadari masih tertanam rapi di sudut hatinya. Potongan cerita, bisikan masa lalu, dan bayangan seorang pria dengan kursi roda semuanya berkelebat tanpa ampun.

Jantung Kinara berdetak tak beraturan. Tangannya yang semula siap menyambut uluran itu tertahan sepersekian detik di udara. Ia berusaha tersenyum, namun sudut bibirnya terasa kaku.

“Amira…” gumamnya nyaris tak terdengar.

Saat itu juga ponsel Kinara bergetar di genggamannya. Nama Arman tertera di layar. Kinara menarik napas singkat sebelum mengangkat panggilan itu, berusaha menata ekspresi wajahnya agar tetap tenang, meski jantungnya masih berdetak tak beraturan sejak mendengar nama Amira.

“Mas?” ucapnya pelan.

Di seberang sana, suara Arman terdengar lebih lembut dari biasanya.

[Kamu di mana? Tadi kamu menghilang waktu aku mandi.]

Kinara melirik sekilas ke arah Rome dan Amira yang masih berdiri menunggunya, tatapan mereka penuh tanda tanya.

“Aku di perusahaan farmasi,” jawab Kinara setenang mungkin. “Ada urusan penting yang harus aku selesaikan sebentar.”

Arman terdiam sejenak.

[Hati-hati. Jangan lama-lama,] katanya akhirnya.

“Iya,” jawab Kinara singkat, lalu menyudahi panggilan itu.

Kinara menurunkan ponselnya perlahan. Saat ia mendongak, ia mendapati dua pasang mata menatapnya tanpa berkedip. Rome menatapnya dengan raut wajah yang sulit diartikan antara terkejut, bingung, dan sesuatu yang menyerupai kehilangan.

“Siapa yang menelponmu?” tanyanya pelan.

Kinara menegakkan bahunya, seolah mengumpulkan keberanian.

“Suamiku,” jawabnya singkat dan jelas.

Detik itu juga, ekspresi Rome berubah.

Sementara di sisi lain, senyum tipis di wajah Amira perlahan memudar. Matanya menyipit, seolah kata itu membangkitkan sesuatu yang sangat ia kenal atau justru sangat ia benci. Karena setahu Amira, Kinara itu gadis single yang belum menikah.

“Suami…?” ulang Rome lirih, nyaris tak percaya.

Amira melangkah satu langkah ke depan, menatap Kinara lebih dalam, lebih tajam.

“Menarik,” gumamnya pelan.

1
Theresia Rika
nongol pagi cewek stress
Lisa sari katriani
Karya yang bagus thor 👍

Halo kakak2, jangan lupa mampir di karya pertamaku.
Judul : janji yang kau ingkari

Terimakasih 🙏
Lisa sari katriani
Semangat thor 💪

Temen2 mampir dan dukung karya pertamaku..
Judul : janji yang kau ingkari

Terimakasih🙏
Vivo Vivo
bagaimana kelanjutan crta nya
Siti Saodah
lebih baik kamu jujur Arman apapun resiko nya,setidak nya itu lebih baik'
+52
ok
Siti Saodah
dasar gak tau malu,dia yng ninggalin keluarga demi pria lain, sekarang berlaga seolah dia korbannya
Siti Saodah
sebenarnya Arman tidak salah sama sekali,karena di sini Arman jga korban'
Siti Saodah
jadi ikutan tegang Thor,,terus lanjutkan
Siti Saodah
Bagas mending cerein aja cewek kaya gitu,cari wanita lain yng baik akhlaknya jangan pertahankan jalang kaya gitu
BundaYuniatfaura
bagus cerita ny banyak kejutan dan hikmah yg d ambil👍👍👍
Siti Saodah
si Amira tipe cewek yng mau si cowok banyak uang nya,tapi kalo udah kere di tinggalkan dia cewek matre
Siti Saodah
tau si arnan udah sukses,makasih di jalang mau kembali
kurnia
kenapa gak jujur nya di ulang lagi
Een Hasanah
jadi aku yg baper 🤭
Izlyn Izlyn
wow..penulisan yang baik.tiada kesalahan ejaan Dan juga tatabahasa yang teratur.good job 😍5/5
kurnia
suka dengan karakter Kinara, perempuan yg tegas
kurnia
perasaan enak banget jadi orang berkuasa yaa, yg penting berkuasanya amanah 😍😄
Nurul Aeni
gugur Amira,tumbuh lgi si Kartika ulet keket
Bulila Razak
deg deg an aku mbacanya😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!