Seorang gadis yang selalu di bedakan dengan kedua kakak nya , baik dari segi perhatian dan semua fasilitas . Dia tidak pernah dianggap oleh kedua orang tua nya . Entah kenapa dia di perlakukan berbeda .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayya mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesedihan Aya
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲jangan lupa like , and koment nya ya .. Biar saya semangat up ..... vote juga . Selamat membaca ... Jangan lupa siapin Tissue, siapa tahu kalian sama dengan saya nonton apa atau baca yang sedih dikit aja ikutan mewek pernah dulu baca novel ampe nangis semalam . Pagi nya pas bangun mata nya bengep semua ,😭🌲🌲🌲🌲🌲.
Aya masih terbaring di atas tempat tidur , dia masih belum percaya jika kakek dan paman nya meninggal. Kak susi yang selalu setia menemani nya di dalam kamar.
Wanita itu mencoba untuk menguatkan Aya . Sedangkan di luar ibu dan kakak perempuan nya lebih asyik sendiri . Mereka benar- benar tidak peduli pada Aya.
Hari sudah semakin sore, semua sepakat untuk me makamkan kedua jenazah secepatnya .
Aya hanya bisa menangis melihat kedua keranda berisi kakek dan paman yang sangat di sayangi nya .Aya hampir saja pingsan ketika harus menyaksikan paman dan kakek nya di masukan ke liang lahat.Aya masih belum bisa menerima kepergian kedua orang yang sangat sayang padanya itu .
" Kakek , paman.. .... Kenapa kalian ninggalin Aya sendirian. Sekarang Aya sendirian, Cuma kalian yang sayang sama Aya . Kak Fadly sudah pindah keluar kota " tangis Aya di atas pusara kakek dan Paman nya.
"Kenapa kalian nggak ajak Aya sekalian, Aya nggak mau sendirian. Aya nggak kuat , Kakek ! Paman!! Aya mau ikut kalian!" ucap Aya masih dalam tangisnya.
Semua yang melihat dan mendengar tangisan Aya ikut merasakan kesedihan Aya saat ini kecuali dua orang yaitu ibu dan kakak perempuan nya. Bu Rini dan Feby malah sibuk mengumpat pelan melihat kelakuan Aya yang menurut mereka terlalu Lebay.
Semua orang sudah pulang , hanya tinggal Aya,Fadly dan Ayah nya serta Kak Susi dan Mas Abi di makam. Mereka masih setia menemani Aya di sana.
Langit pun seakan ikut bersedih dengan kepergian kedua orang yang Aya sayangi ,mendung semakin pekat dan sebentar lagi akan turun hujan. Tetapi Aya masih enggan beranjak dari pusaran makan kakek dan pamanya. Aya masih memeluk erat nisan sang Kakek ,seolah tidak ingin beranjak dari sana.
"Aya sudah nak, jangan sedih! Sebentar lagi hujan ,lebih baik kita pulang sekarang nak sebelum hujan benar-benar turun !. Dan ada sesuatu juga yang Ayah mau kasih tahu ke kamu , sini ikut Ayah nak " Ajak Pak Bagus pada Aya.
Mereka menuju ke sebuah Makam yang tak jauh dari nisan nenek ,kakek dan paman nya.
Di batu nisan itu tidak tertulis nama panjang . Hanya ada nama Iren dan tanggal lahir serta tanggal dimana dia di makamkan .
" Ini makam Bunda mu nak, Bunda yang melahirkan kamu tapi sayangnya bundamu sudah harus pergi terlebih dahulu ...!!! "Ucap Ayahnya.
Aya tertegun ditengah kesedihannya karena telah di tinggal kakek dan pamannya kini dia tahu sesuatu kebenaran kalau bunda nya juga di makamkan di situ , dekat dengan makam sang nenek .
"Jadi selama ini yang ada di makam ini , Bunda nya Aya . Kenapa semua orang tidak pernah memberitahu Aya" ucap Aya sedih.Aya teringat dulu ketika nenek nya masih hidup ,mereka pernah ziarah ke makam itu .
Tapi sang nenek hanya bilang jika itu masih makam keluarga mereka. Jadi setiap mereka ziarah ke makam selalu membersihkan nisan itu juga. Tanpa tahu kalau itu adalah makam ibu kadungnya.Aya tak pernah tahu kalau Bundamya dimakamkan disini karena di batu nisan hanya tertulis nama Iren bukan Shyiren yahya.
"Bunda , maafkan Aya.. Selama ini Aya tidak tahu jadi Aya tidak pernah mengirim do'a buat Bunda.
Bunda Aya sudah dewasa sekarang , Bunda pasti bahagia disana " ucap Aya.
Hujan turun dengan derasnya, beruntung Fadly dan keluarga lainnya berhasil membujuk Aya untuk pulang.
Hari sudah hampir gelap . Fadly memeluk Aya, seperti hendak memberitahukan kepada Aya jika dia tidak sendiri . Masih banyak orang yang sayang padanya.
Malamnya di rumah kakeknya, mereka di sambut oleh bu Rini dan Feby yang ribut mengajak suami dan anak sulungnya untuk kembali ke kota S .
Karena mereka berfikir kalau sang Kakek sudah di makam kan dan mereka bisa segera pulang.
"Yah, sudah hampir malam . Sebaiknya kita segera kembali ke kota S.Besok anak-anak harus kuliah" ucap Bu Rini.
" Bu, bapak kandung ku dan adik kandungku baru saja meninggal . Kamu sudah ribut ingin pulang . Apa kamu tidak punya hati nurani dan Apa otak kamu sudah terlalu lemah , sehingga pola pikir mu berkurang" Ucap pak Bagus geram .
Sang istri memang tidak menyukai Ayah dan ibu mertua nya . Padahal dia bisa menikah dengan Pak Bagus juga karena kedua orang tua yang menjodohkan .
Bu Rini memiliki alasan kenapa dia tidak menyukai kedua mertua nya. Di awal pernikahan padahal kedua mertua bu Rini menganggap nya sebagai menantu kesayangan .
Semenjak kedua mertua nya memutuskan untuk merawat Aya setelah kematian ibu kandung nya . Bu Rini berubah seratus delapan puluh derajat .
karena dia tidak setuju jika Aya di asuh oleh keluarga mereka. Dia ingin Aya di bawa ke panti asuhan .
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃 jangan lupa tinggalkan lika dan komen nya ,,,,,,,,,selamat membaca........
BACA JUGA KARYA AKU YANG PERTAMA
* Batas kesabaran Kania .
Terima kasih banyak ,✌️🥰🥰🥰🤗🤗🤗🤗🤗