NovelToon NovelToon
Tentang Rasa

Tentang Rasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:599.8k
Nilai: 5
Nama Author: nasya kamila

Tak lebih indah dari intan permata
Mengurai ketulusan persemaian jiwa
Bukan dahaga pengemis duka
Bukan lara pelerai luka

Ikatan yang tak pernah berdiri
Diatas panggung perintih hati
Meski harus menari
Diatas duri-duri yang berbisik lirih

Demi ikatan yang berarti abadi
Sampai mata ini tertutup rapi
Dihadapan sang Ilahi.

***

Nadya Syafina (Nadin) harus rela dicabut uang bulanan nya oleh ayahnya. Setelah menolak dijodohkan dengan anak rekan bisnis ayahnya yang ternyata adalah mantan pacar Nadin.

Tanggung jawab terhadap Bunda nya yang sedang sakit dan adik kesayangannya memaksanya bekerja di sebuah kantin perusahaan.

Bagaimana Jika Bos perusahaan itu adalah musuh bebuyutannya dan seorang yang diam-diam mengaguminya dimasa lalu?

Bagaimana juga jika mantannya masih mengejarnya dan mengharapkannya kembali?

Lalu siapa yang akan dipilih Nadin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nasya kamila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Lidia Lain

Aku menemui Ale diparkiran dengan senyum yang mengembang sempurna. Hari ini mood ku benar-benar bagus setelah tadi siang sukses mengerjai Titan. Gak tau deh, mungkin habis ini cowok itu bakal mencret-mencret kali. Eh... tapi kalau iya gimana? Au ah salah sendiri suka gangguin aku,ya aku balas aja lah, Nadin kok dilawan.

"Kayaknya ada yang lagi seneng nih" Ucap Ale saat aku sudah ada didekatnya.

"Iya dong" Ucapku sambil nyengir. Ale ikut tersenyum kemudian memasang kan helm ke kepala ku.

"Karena kamu lagi senang, gimana kalau kita jalan-jalan dulu. Mumpung masih sore gini.Kamu mau kemana?"Tanyanya padaku

"Maunya sih, tapi...aku harus ke apotek beliin obatnya bunda" Ucapku menyesal.

"Ya udah gak apa-apa kita ke apotek beliin obatnya bunda aja"

"Kamu gak marah kan? "

"Mana bisa aku marah sama kamu dan...kemanapun kamu mau pergi pasti aku antar" Ucap Ale lalu naik motor matic nya.Aku pun ikut naik di belakangnya.

Ya setelah aku mengeluh punggungku sakit karena naik motor sport nya, Ale segera mengganti dengan motor matic saat antar jemput aku.

Selama dua hari aku bersamanya Ale tidak banyak berubah sikapnya terhadapku. Masih sama seperti yang dahulu,Ale memang sangat perhatian dan pengertian terhadapku. Terkadang aku juga tidak habis fikir. Kenapa Ale yang seperti itu bisa berubah jadi playboy. Aku sempat tidak percaya dengan omongan orang-orang waktu itu, hingga aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri.

Ah...Ale kalau saja sikap yang kamu tunjukkan terhadapku sama dengan saat kau tak bersamaku. Karena yang ku inginkan hanya lelaki yang setia dan kalau kamu punya sifat itu. Maka aku tak akan ragu untuk memilihmu.

"Sudah sampai" Ucap Ale riang dan segera menyadarkan lamunanku. Aku segera turun dari motor dan dengan cepat Ale melepas helm yang ada di kepalaku.

Duh... Kalau saja Ale beneran pacarku mungkin akan membuat banyak gadis iri melihat betapa perhatian nya Ale padaku.

"Ayo" Ajaknya sambil menggenggam tanganku.

Sepanjang perjalanan kami kulihat banyak tatapan-tatapan yang mengarah pada Ale.Ya Ale memang sangat tampan jadi wajar saja banyak yang curi-curi pandang terhadapnya. Namun saat aku memergoki mereka, mereka malah menyabik ke arahku. Ingin rasanya aku colok mata-mata genit itu. Tapi kalau aku melakukannya bisa-bisa ruang apotek ini berubah jadi ring gulat dadakan. Maka aku hanya merangkul erat lengan kekar Ale. Biar aja deh mereka makin ngiri padaku dan mereka mengira Ale milikku. Biar gak bintitan tuh mata mereka lihatin cowok cakep.

"Hai Ale sayang? Apa kabar? " Tiba-tiba ada satu wanita yang mendekat ke arah kami. Perempuan dengan pakaian kurang bahan itu bercipika-cipiki dengan Ale sambil meliuk-liuk kan badannya seperti cacing kepanasan.

Waspada Nadin calon pelakor datang. Tapi aku hanya diam saja menunggu reaksi Ale. Pria itu tampak menggaruk-garuk kepalanya mencoba mengingat.

"Aku Lidia Le, kamu masih ingat kan teman kuliah kamu. Asal kamu tau ya Le, aku masih ingat banget sama sentuhan lembut kamu"Ucapnya dengan gaya manja sambil mengelus dada bidang Ale

Wekkk sorr..... Geli aku denger dan lihat tingkah perempuan itu.

" Mbak.. mbak.. tangannya bisa di kondisi kan gak. Gak malu apa? Gak lihat ini tempat umum"

Fiks....

Akhirnya ku keluarkan juga unek-unek ku. Perempuan itu nampak kesal terhadapku.Sementara Ale tersenyum.

"Kamu juga gak malu kan gandeng tangan Ale. Asal kamu tahu ya Ale ini milik kita bersama"

"What" Pekik ku keras

Dipikir Ale ini toilet umum atau telpon umum atau barang-barang umum lainnya apa. Seenak jidatnya dia bilang Ale milik kita bersama.

"Sorry ya, aku gak mau kenal lagi sama kamu. Kalaupun kita pernah kenal aku tidak ingin mengingat-ingatnya lagi. Karena sekarang aku sudah punya kekasih dan aku ingin dia jadi perempuan satu-satunya di hidupku.Sekarang dan sampai nanti"Ucap Ale sambil mencium tanganku dan menggenggam nya erat.

Perempuan itu tampak terkejut dan kalian tau aku sangat menikmati wajahnya yang melongo itu.

Baru juga aku bilang suka lihat wajah perempuan itu melongo. eh... tiba-tiba saja perempuan itu tertawa terbahak-bahak seperti kuntilanak. Asli aku kaget banget cuy.

" Gak salah kamu pacaran sama cewek kumal ini Le? Rupanya seleramu sudah turun pangkat ya hahahaa"Ucapnya masih dengan tawa kunti nya.

Kurang asem banget gak sih aku di bilangin cewek kumal. Cuma modal baju bagus dan bedak tebal aja blagu nya gak ketulungan. Gak lihat apa, lutut ama mukanya beda jauh warnanya.

"Perempuan yang kamu bilang kumal ini adalah kekasihku, calon ibu dari anak-anak ku kelak"

Berasa melayang gak sih di bilang kayak gitu. Berasa runtuh tembok yang memisahkan kita.

Ya aku pernah mencintai nya dulu dan rasa itu..... Entahlah mendengar Ale menyebutkan aku adalah calon ibu dari anak-anak nya hatiku ini seakan meleleh dan lumer selumer-lumernya.

"Ayo sayang kita pergi dari sini" Ajak Ale dan aku hanya pasrah saja saat dia semakin mengeratkan jemarinya di sela-sela jemariku.

"Oh iya" Sekali lagi Ale berbalik dan menghadap perempuan yang bernama Lidia itu.

"Jangan pernah mengatai wanitaku lagi dengan sebutan kotormu itu. Karena wanita yang bersama ku saat ini lebih berharga dari pada apa pun yang ada di dunia ini"Ucapnya lalu menarikku lagi.

Kalau aja ini gak di tempat umum, kalau saja saat ini aku sedang sendiri. Pasti saat ini aku sudah jingkrak-jingkrak kegirangan. Mana ada sih wanita yang gak meleleh mendapat kata-kata yang menyejukkan seperti itu. Ale belain aku di depan perempuan lain gitu loh.

Ya Tuhan

Apa aku sudah jatuh cinta lagi dengannya ataukah ini hanya perasaan bahagia semata karena sudah dipuji nya didepan perempuan lain. Come on Nadin jangan terlalu mudah menyerahkan hatimu pada laki-laki ini. Apalagi laki-laki itu pernah menyakiti mu sebelumnya. Setidaknya beri dia waktu untuk membuktikan semua kata-katanya.

"Aku tau kamu hanya jatuh cinta sesaat padanya Ale. Karena aku tau pria seperti apa kamu itu. Kamu hanya pura-pura saja saat bilang tidak mengenaliku. Karena kita sudah lama saling mengenal. Bahkan kamu bilang sangat suka denganku waktu itu"

Ku lihat Ale menghentikan langkahnya dan menggenggam tangan satunya dengan erat. Lidia berasa di atas angin saat mengetahui Ale sedikit terusik. Dengan langkah pasti dia mendekat ke arah Ale.

"Datang padaku saat kamu sudah bosan dengannya. Kamu tau kan harus menghubungi ku dimana" Bisiknya di telinga Ale Lalu dengan langkah pasti meninggalkan kami.

"Aku tak akan kembali padamu atau siapapun lagi. Karena aku sudah memutuskan kemana hatiku akan berlabuh Lidia" Teriak Ale lantang.

Entahlah....

Sekarang aku harus percaya dengan siapa? Ale ataukah perempuan-perempuan yang pernah bersamanya dulu. Yang jelas, jika suatu hari nanti aku memilih Ale maka aku harus siap menghadapi Lidia-lidia yang lain.

*

*

*

1
Herlini
suka benar, alur cerita dan bahasanya tdk membosankan,, ak beri 5 bintang deh
Dwi Laras Anggreni
good
Fitriyani
iiih,,,kesel bgt aq sm titan,,,be*o bener,,,baik boleh,tp jgn t*l*l...😠
Fitriyani
setuju aku sm kamu Ale...
Fitriyani
mf lg y thor,mgkn q slh 1 istri yg beda dr istri2 yg lain,klo q ada d posisi Nadin,suami yg kita cinta trnyta nyakitin hati n perasaan,bkn hanya lewat kata tp jg sikapnya,wlwpun sbnrnya itu adlh kebohongan,aq g bs dgn mudah maafin Dy,aplgi dsni mnrt aq Titan bkn nya lgsg mnjlaskn apa yg sbnrnya trjd,malah jd playing victim,klo aq jd Nadin g semudah itu aq mmafkn,,
mf y thor,ini cm pendpt q sndr aja🙏
Fitriyani
mf y thor, sbnrnya q udh feeling sih,tp ttp aja kesel sm Titan 😠
Pipit Sopiah
puassss,,, sukurin mari jogged sama sama
Pipit Sopiah
mak lampir cabe cabean muncul
Pipit Sopiah
seru ceritanya menarik
Pipit Sopiah
mungkin devan anak kakaknya x
Pipit Sopiah
lanjut lagi bacanya
Pipit Sopiah
wah ngakak aku🤣🤣
Pipit Sopiah
aneh ya pelakor dimana mana otaknya ga waras,,
Pipit Sopiah
semangat kamu bisa nad
Pipit Sopiah
sabar nad nad🤭
Pipit Sopiah
lanjut lagi bacanya
Pipit Sopiah
Masih hadir langsung like
Kamila Azmi Rokhit: makasih kak semoga suka ya🤣
total 1 replies
Sriza Juniarti
hempaskan pelakor💪💪👍👍
Sriza Juniarti
aku mampir kk..seru kayaknya
Kamila Azmi Rokhit: Terima kasih banyak kak. Semoga suka
total 1 replies
Fitri Sagustine04
nyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!