NovelToon NovelToon
Maafkan Mama, Pa

Maafkan Mama, Pa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:313.2k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

"Ma, Papa Anin masih hidup atau sudah pergi ke Sur_ga?" tanya bocah cantik bermata sayu yang kini berusia 5 tahun.

"Papa masih hidup, Nak."

"Papa tinggal di mana, Ma?"

"Papa selalu tinggal di dalam hati kita. Selamanya," jawab wanita bersurai panjang dengan warna hitam pekat, sepekat hidupnya usai pergi dari suaminya lima tahun yang lalu.

"Kenapa papa enggak mau tinggal sama kita, Ma? Apa papa gak sayang sama Anin karena cuma anak penyakitan? Jadi beban buat papa?" cecar Anindita Khalifa.

Air mata yang sejak tadi ditahan Kirana, akhirnya luruh dan membasahi pipinya. Buru-buru ia menyeka air matanya yang jatuh karena tak ingin sang putri melihat dirinya menangis.

Mendorong rasa sebah di hatinya dalam-dalam, Kirana berusaha tetap tersenyum di depan Anin.

Sekuat tenaga Kirana menahan tangisnya. Sungguh, ia tak ingin kehilangan Anin. Kirana hanya berharap sebuah keajaiban dari Tuhan agar putrinya itu sembuh dari penyakitnya.

Bagian dari Novel : Jodoh Di Tapal Batas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 - Perseteruan

Kirana yang hendak menuangkan minuman pada tamunya, sontak terkejut karena mendengar suara gebra_kan pintu yang menggelegar.

Terlebih disusul suara maskulin yang lama tak didengarnya. Namun, ia tak akan pernah lupa seumur hidupnya karena ruang di hatinya sudah dipenuhi nama pemilik suara tersebut.

"Lepaskan tanganmu dari tangannya!" desis Aldo yang begitu mur_ka karena melihat tangan seorang pria tipikal hidung be_lang yang berusaha memegang tangan Kirana di saat istrinya itu sedang menyiapkan minuman di atas meja.

Tubuh Kirana mendadak kaku dan perlahan menoleh ke arah pintu room 69.

Deg...

Pandangan keduanya saling bersir0bok satu sama lain dalam garis lurus yang sama. Pupil mata Kirana melebar ketika ia melihat Aldo berdiri di depannya menghunus tatapan tajam bak banteng yang siap mengamuk.

"Al," gumam Kirana lirih.

Sungguh, Kirana sama sekali tak menyangka akan ada hari ini. Hari di mana ia bertemu dengan Aldo setelah dirinya menghilang sejak melahirkan buah hati mereka.

"Siapa Anda? Beraninya masuk ke ruangan ini tanpa izin!" seru salah seorang tamu berjenis kela_min pria di room 69. Pria itu tak terima atas kehadiran Aldo yang mengganggu kesenangannya.

"Maaf mengganggu. Saya suaminya," jawab Aldo dengan tegas, namun tetap berbalut maaf.

Aldo sadar jika dirinya sudah masuk ke ruangan tersebut tanpa permisi. Akibat tergerus rasa cemburu tak kasat mata, amarah serta rindu mendalam pada Kirana. Tentu semua itu berasal dari rasa cinta di hatinya yang masih enggan diakui di bibir. Namun hatinya dipenuhi oleh nama Kirana.

"Saya tak percaya kalau wanita cantik ini istri Anda. Apa ada buktinya?"

Aldo mengepalkan tangannya erat. Sungguh tatapan pria itu pada Kirana, sangat tak disukainya.

Sebagai pria dewasa, Aldo sangat paham gestur pria hidung belang yang berdiri di depannya saat ini menunjukkan ketertarikan lebih terhadap Kirana.

"Tentu saja aku punya buktinya," jawab Aldo dengan penuh keyakinan.

Aldo dengan cepat mero_goh ponsel miliknya yang ada di dalam saku. Lalu, ia mengeluarkannya dan membuka file pribadi yang masih tersimpan dengan rapi hingga detik ini.

"Silahkan dilihat sendiri dan bisa dibuktikan keabsahan pernikahan kami di catatan sipil maupun pihak terkait," ujar Aldo seraya menyodorkan ponselnya pada pria tersebut untuk melihat bukti pernikahannya dengan Kirana.

☘️☘️

Kirana sejak tadi hanya menundukkan kepalanya. Sungguh, ia tak berani menatap wajah Aldo saat ini yang terlihat sangat marah padanya. Tubuh Kirana bergetar ketakutan.

Banyak kekhawatiran timbul di pikirannya saat ini. Jika Aldo mengetahui tentang Anin, ia khawatir akan kehilangan putrinya itu dari dekapannya.

Bukti pernikahan Aldo dan Kirana tentu jelas dan sah. Ada foto bukti nikah mereka hingga acara ijab qobul. Sampai saat ini pun status Kirana masih sah sebagai istri Aldo. Dikarenakan Aldo tak pernah mengucapkan talak baik itu talak satu, talak dua apalagi talak tiga.

Gugatan resmi perceraian ke pengadilan pun tak pernah dilakukannya. Walaupun desakan perceraian itu selalu muncul dari bibir Hana sejak Kirana hamil hingga istri keduanya itu menghilang secara tiba-tiba setelah melahirkan.

"Dari tampilan Anda terlihat jelas kalau pastinya bukan tipe pria miskin. Tapi, kenapa istri secantik ini sampai kerja jadi L C di sini? Apa Anda tak sanggup memberikan kehangatan pada istrimu sampai dia bekerja di sini mencari kehangatan dari pria lain?" ucap pria itu seraya mengembalikan ponsel Aldo.

"Jaga ucapan Anda!" desis Aldo tak terima.

"Seharusnya Anda menjaga baik-baik istri secantik dia!" balasnya dengan telak pada Aldo. "Jangan sampai Anda menyesal ketika sudah kehilangan," imbuhnya.

"Maaf kami harus pergi," sela Aldo.

Aldo merasa jengah di situasi saat ini. Sungguh, rasanya ingin segera menarik Kirana pergi dari tempat terku_tuk ini apalagi dengan pakaian istrinya sekarang yang begitu membuat para pria tersebut haus belai_an.

Aldo menarik lengan Kirana secara paksa. Namun pria tersebut berusaha menahannya.

"Lepaskan tangan istriku!" bentak Aldo.

"Aku sudah memanggilnya untuk melayani kami di sini berkaraoke bersama. Anda tak bisa dengan mudah membawanya pergi,"

"Berapa yang kau butuhkan? Aku akan menggantinya!" tegas Aldo seraya mengambil dompetnya, lalu ia mengeluarkan semua uang tunai yang ada di dompetnya. Kurang lebih jumlahnya sekitar dua juta rupiah.

"Silakan ambil dan maaf jika aku mengganggu waktu kalian di sini. Aku harus bawa istriku pulang. Anak kami menunggu di rumah,"

"Oh, kalian sudah punya anak?"

"Tentu saja,"

"Jaga baik-baik istri Anda yang cantik ini. Karena dari wajah dan bentuk tubuhnya sama sekali tak terlihat kalau dia sudah menikah apalagi punya anak. Anda beruntung punya istri seperti dia," ucap pria itu pun yang akhirnya memilih untuk mengalah.

"Terima kasih. Aku pasti menjaganya dengan baik setelah ini," ujar Aldo seraya berpamitan.

☘️☘️

Aldo segera menarik lengan Kirana dengan paksa untuk keluar dari room 69.

Saat sudah keluar, mereka berjalan ke koridor yang sepi menuju lift. Kirana seketika berusaha memberontak.

"Lepasin aku!" pekik Kirana seraya terus berusaha menyentak cekalan Aldo sekuat tenaga. Namun sayangnya tak berhasil.

"Enggak akan!" balas Aldo tak kalah sengit dengan tetap menarik paksa Kirana untuk mengikuti langkahnya.

"Kamu gak punya hak apapun, Al! Lepasin aku!"

"Apa kamu bilang? Aku Gak punya hak?" pekik Aldo seketika menatap tajam ke arah wajah Kirana yang tangannya masih dice_kal erat.

"Ya, kamu gak punya hak apapun padaku lagi! Sejak aku pergi lima tahun yang lalu, hubungan kita udah selesai!" tegas Kirana.

Dengan berani, Kirana mengangkat dagu di depan Aldo.

Kirana yang awalnya merasa terkejut bercampur ketakutan karena keperg0k oleh Aldo di tempat hiburan malam sebagai pengantar minuman, justru kini membalas tatapan Aldo tak kalah tajam.

Beban derita yang terakumulasi dalam batinnya selama lima tahun terakhir ini sudah tak sanggup lagi Kirana topang. Ingin sekali meluapkan segala hal yang terpendam penuh sesak di dalamnya.

"Sejak kapan aku pernah mengucapkan kata cerai padamu hah?"

"Ya sudah sekarang ceraikan aku! Biar kita hidup masing-masing dan tak perlu saling menyakiti!" teriak Kirana membalasnya.

"Jangan harap hal itu terjadi!" desis Aldo kembali.

"Bukankah aku seorang istri yang tidak baik. Selingkuh dan hamil benih pria lain seperti tuduhanmu. Buat apa kamu mempertahankan wanita seperti ku?" cibir Kirana sengaja memprovokasi.

Faktanya, Kirana tak tau jika Aldo sudah melakukan tes DNA pada bayi Kenzo setelah dirinya pergi menghilang lima tahun yang lalu.

Awalnya Kirana ingin bersikap penurut pada Aldo karena bagaimana pun juga pria di depannya ini memang masih menyandang status sebagai suaminya. Kirana masih menaruh hormat pada Aldo.

Akan tetapi, melihat reaksi Aldo yang begitu marah terhadapnya sebelum dirinya menjelaskan, membuat jiwa Kirana ikut memberontak.

Bahkan Kirana sudah menebak isi pikiran Aldo pasti menilai buruk tentang dirinya yang bekerja di tempat hiburan malam. Alhasil Kirana sengaja mengibarkan bendera pembangkangan.

Sudah kepalang basah, kenapa tidak mandi sekalian saja, pikir Kirana.

Aldo segera menarik lengan Kirana kembali untuk menuju lift yang jaraknya sudah dekat dengan mereka.

Tiba-tiba...

"Berhenti !!" teriak seseorang.

Langkah keduanya pun otomatis terhenti. Kemudian, Aldo dan Kirana menoleh ke arah belakang tubuh mereka.

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
As Lamiah
rasain tuh ya pak pengacara itu baru awal belum intinya apalagi kalo Kirana tau motif pak pengacara mbantuni Kirana dan Aldo ber cerai wah bisa abis tu pak pengacara 🤭
Al Fatih
Alhamdulillah,, akhirnya kena tamparan juga tuh si Bastian 🤭
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
sadar Bastian. pisahkan obsesi & sumpah profesi mu. tau rasa kan?
🌷Vnyjkb🌷
tdk satupun d dunia hal yg dpt mutus hub darah, kecuali pribadi org tsb krn hal yg fatal d kehidupan ini
🌷Vnyjkb🌷
sukuurrr!! PD amat klu kiki suka km! dihhhh,,, gak tau malu ,,, pengacara,, pengangguran byk acara, bkn pengacara semestinya!! sukurrr!!!
Hety Ety
akhirnya Kirana bisa tegas sama Bastian
Siti Amyati
lanjut kak
Abie Mas
dikelilingi org jahat
Abie Mas
sombong amat si hana
ayudya
ngapain si bastian ini bikin kesal aja, pakai tukar nyawa aja sudah sepantasnya Kirana nolong anak nya.
Nena Anwar
ternyata Kirun dan Aldo sama lemotnya gk pada peka,,,yaiyalah Bas gk minta upah org dia minta kamu jadi pasangannya Kirun kamunya aja yg gk peka tertutup rasa hutang budi,,,pasti Bas minta Aldo ceraikan Kirun dan barter dengan darah Kirun untuk Kenzo
ayudya
pasti Mia tlp Kirana bilang kenzo kecelakaan.
Nena Anwar
sudah saatnya Kenzo bertemu dengan Ibu kandungnya dan Anin juga ketemu dengan sang Papa
Ayunda
gak suka sama tokoh Bastian kesannya maksa
Tuti Tyastuti
𝘬𝘪𝘳𝘢𝘯𝘢 𝘱𝘦𝘬𝘢 𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘣𝘢𝘴𝘵𝘪𝘢𝘯
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘢𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯
Indriani Kartini
apaan sih kamu Bastian, emang Kirana mau sama kamu klau dah cerai dari Aldo, jangan harap ya bp komandan dan Bu dokter ga akan diam
Nia nurhayati
licikk ni pengacaraa
kirana jangan sampe jatuh ke jebakan bastian
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Kirana tolong cerdas yaa.. apa masih belum paham juga modus Bastian?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
semoga Aldo bisa bertemu anin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!